
"Huf...bosan".ujarnya menghela.
"Pangeran apa anda ingin sesuatu?".tanya pengawal pada pangeran.
"Tidak".katanya dingin dan wajah datar.
"Kakak aku ingin itu".tunjuk Namuha menunjuk layangan yang di jual.
"Tidak!".Okuma tidak menyetujui.
"Ayolah kak".ujar Namuha dengan mata yang mengedip-ngedip.
"Hhhh".Okuma yang menghela dan menurutnya.
"Yeay makasih".girang Namuha menggengam layangan yang ia bawa setelah membeli.
"Hm...".ujar Okuma.
Langkah yang ber iringan melangkah pada wilayah Elceirt,sebuah kerjaan yang terdapat pada planet tempat singgah mereka sementara.
"Pa-pangeran anda ingin kemana?".tanya pengawal yang melangkah di belakang pangeran kerjaan Elceirt.
"Aku hanya ingin jalan-jalanjangan mengikuti ku".katanya menoleh.
"Baik-baik".kata pengawal.
"Aku akan sendiri,kalian lakukan hal yang lain dan berfaedah".katanya pada pengawal.Lalu melangkah keluar kerajaan.
"Kir jahenya ada?".tanya Chan.
"Hum,ni".Kir yang mengganguk dan menunjukan jahe.
"Baguslah,apa sudah semua?".kata Chandra.
"Eummm,aku rasa kita belum beli pandan".kata Kir berpikir.
"Baiklah kita cari,apakah tidak apa jika pandannya kita beli,bukannya pandan berbeda?".kata Chan yang tersadar.
"Tidak apa aku bisa menyimpannya hingga tahan lama".kata Kir.
Chan mengganguk setuju.
"Hahahaha".girang anak-anak di tengah kota.
Air mancur yang berada di tengah dan penjual makanan ringan serta cemilan pun hadir di tengah kota.
"Kak Ou,mau itu".tunjuk Namuha pada permen kapas.
"Tidak!".Okuma menolak.
"Hhhh".hela nafas Namuha yang permintaan ditolak.
"Lihat apa yang dibawa itu terlalu penuh".Okuma melihat barang-barang Namuha. Dari layangan,kincir angin,boneka,lolipop,pisau kecio yang di beli dari toko antik dan gelang.
"Baiklah kak".Namuha yang menunduk.
"Tidak apa Okuma,lihat dia".kata Namiha melihat wajah murung Namuha.
"Hhh...".Okuma menghela nafas.
"Mau yang mana?".tanya Okuma setelahnya membuat Namuha semangat.
"Yang itu".tunjuk Namuha pada gula kapas berwarna putih berbentuk kelinci.
"Hum,tunggu di sini".kata Okuma.
Wush...
Langkah kaki yang cepat.
"Akh".pekik Namuha merasakan seseorang yang berlari cepat didekatnya membuatnya hampir terjatuh.
"Namuha!".teriak Okuma yang melihat adiknya hampir terjatuh.
Greb...
Okuma yang menangkap tubuh Namuha.
__ADS_1
Bruk...
"Akh".pekik seorang pria yang terjatuh karena Namiha.
"Huh...hupf...akhirnya".seorang pria yang berpakaian simple yang tiba di hadapan Okuma,Namuha dan Namiha.
Okuma,Namuha dan Namiha menatap pria itu yang terkesan dingin.
"Mana barangku".ujar pria itu pada pria di hadapan Namiha.
"Akh lepaskan!".pekik nya.
Melihat pria itu memiliki urusan dengan pria didepannya Namiha pun melepaskan.
"Berikan".ujarnya mengulurkan tangan.
"Ini".pria yang menyerahkan barang curi.
"Pergilah".ujarnya dingin.
"Terimakasih telah membantu".ujar pria dingin itu pada Namiha.
Namiha hanya mengganguk setelah itu,ketika berbalik dan hendak melangkah pria itu terhenti melihat gadis yang ketakutan memeluk pria didepannya.
Menyadari hal yang terjadi pria lantas meminta maaf.Dan melangkah pergi setelah ia membelikan sesuatu untuk Namuha.
"Te-terimakasih".kata Namuha gugup.
Melihat pria itu berjalan dan menyatu dengan keramaian menghilang Okuma,Namuha dan Namiha pun melangkah menuju ke tempat yang sebelumnya di jadikan pertemuan.
"Bagaimana?".tanya Chandra yang sudah berkumpul.
"Hum".angguk temannya yang sudah membeli hal yang menjadi tugas mereka.
"Wa...Ha,makananmu banyak sekali,bagi iya?".ujar Raz uang gembira.
"Hum,tidak mau".geleng Namuha menolak.
"Hhhh baiklah".ujar Raz pasrah tidak ingin membuat keributan.
"Ayo kita cari penginapan".kata Chan yang melihat hari sudah sore.
Di dalam penginapan,setelah menemukan penginapan.
"Kei,Miha,Ta titip adiku".Okuma yang melihat Keiha,Namiha,dan Arata bersama adiknya yang tidur sekamar.Mereka bertiga mengganguk.
"Ayo Akira".ajak Kirana masuk kedalam kamar.
"Wah indahnya".kagum Chinami memandang kamar penginapan.
"Hum".anggguk Akira.
"Hhh lelah".Kirana yang membaringkan dirinya di kasur.
"Aku mau mandi dulu".Arata yang membawa pakaian dan melangkah ke kamar mandi.
"Ok Ta".ujar Namiha.
Ceklek
Arata yang membuka pintu kamar mandi dan berendam air hangat merilekskan diri.
"Hhhh segarnya".Arata yang merasakan kesegaran.
Berendam beberapa menit membuatnya merasa segar dan keluar dengan pakaiannya.
"Hhhhh segarnya".Arata yang mengeringkan rambutnya dengan kain yang tebal.
"Aku mandi dulu".kata Namiha yang membawa handuk.
Namuha dan Keiha mengganguk.
Hari menjelang sore mereka berkumpul dan menyantap makanan mereka.
"Hoap...".Namiha yang merasa kantuk berat.
"Da...hati-hati".kata Chan melambai.
__ADS_1
Namuha mengganguk.
"Da... hati-hati".Jon's melambai.
Satu persatu mereka memasuki kamar,dan beristrirahat.
"Ou!".Jon's menatap langit kamar penginapan.
"Hmm?".tanyanya sambil melihat buku yang ia baca.
"Menurutmu apa kita bisa mengalahkannya?".tanya Jon's pada Oukuma.
Oukuma melirik sekilas pada Jon's,kemudian menatap langit kamar.
"Entahlah".ujar Oukuma.
"Jika tidak apakah itu sia-sia?".tanya Jon's.
"Tidak karena kita telah berusaha,sekuat apapun mereka kita harus melawannya,agar tidak planet yang hancur,lagian jika aku tidak membawa adik ku dengan baik dipastikan aku diusir".Oukuma yang menerawang jauh ketika ia dimarahi ibunya.
Jon's tersenyum menanggapinya.
Senang sekali bisa diperhatikan ibu,pikirnya.
Berbeda dengan ibunya yang sulit ditemui bahkan berbicara dan melakukan hal lainnya yang dilakukan anak dan ibunya pada umumnya.Dia sendiri ikut berpetualang tanpa sepengetahuan ibundanya.
"Sudahlah ayo kita tidur".Jon's yang memutuskan tidur,membuang khayalan ketika ia berusaha bertemu dengan ibu yang sudah ditemui.
Oukuma mengganguk.
Mereka persatu-satu tidur.
Berbeda dengan Chan dan Razky yang sudah lebih dahulu.
Di sisi lain seorang pria tengah memandang bulan yang bersinar.Memandang taman serta bintang dilangit "indah".gumamnya.
"Ayo pangeran anda harus tidur".seoramg pria berdiri tepat dibelakang pria itu.
Pria itu mengganguk.
Malam yang indah.
Pagi menjelang mentari mengintip.
Beberapa penduduk bersiap menjalankan aktifitas.Pagi-pagi pasar traditional debu bintang telah ramai banyak orang yang berlalu lalang.
"Ikan-ikan segar,habis dari sungai".
"Panci,wajan,pengukus".
"Loak-loak,barang loaknya".
"Sayur-sayur".
"Satu buk".
Mengganguk.
"Telur gulung".
"Pukis-pukis".
"Sate,satenya".
"Kerajinan,kerajinan tangan".
"Wah,lihat itu pada antraksinya keren".puji anak kecil pada ayahnya.
"Wah ramai".ujar Raz melihat suasana kesekeliling.
Chan mengganguk.
Lalu melangkah menuju sebuah kedai.
"Manisan mangga,pala,asem,permen jahe,ehmmm jeruk bali".Chan yang melihat beberapa manisan kering dan basah,serta lima jeruk bali.
"Jeruk bali satu,manisan mangga satu,asem satu".kata Chan menunjuk menggunakan 5 jari yang mengarah pada makanan yang akan ia beli.
__ADS_1
Penjual mengganguk,dan menyiapkan pesanan.