Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Putri Namuha


__ADS_3

"Apa itu enak".tanya Namuha yang di angguk i.


"Ouh,iya bolehkah aku bertanya?".tanya Namuha membuat yang lainnya bingung.


"Tanya apa?".kata Chan.


"Aku sudah mendengar dari paman Zhao kenapa kalian di sini,aku ingin bertanya apakah kalian tahu tentang musuh yang akan menghancurkan planet lain?".tanya Namuha.


"Hum,hanya beberapa yang kami tahu".kata Chan.


"Ouh...begitu".kata Namuha.


"Apa itu?".tanya Namuha dalam hatinya melihat tas Kir bergerak.


"Kiki".


"Kiki,jangan begitu".Kir yang menegur Kiki yang riuh.


"Mau makan?".tanya Kir yang di angguk i.


Melihat Kiki yang makan Chan pun juga memberi makanan pada Kimiho.


"Astaga lucunya".puji Namuha dalam benaknya.


"Aku ingin menyetuhnya,tapi apakah boleh?".tanya Namuha yang melihat Kiki yang makan.


"Mungkin aku bisa melakukan hal itu".Nam yang mempunyai cara untuk menyentuh Kiki.


"Terimakasih,putri Namuha atas makanannya".kata Chan bersikap sopan pada putri.


"Iya,sama-sama".kata Namuha tersenyum manis.


"Ah...perut ku kenyang".kata Namiha mengusap perutnya.


"Kau terlalu banyak makan".kata Arata.


Di malam hari di sebuah taman terdapat Namuha sedang berbicara dengan Okuma Satsuki


"Baik adik manisku"ucap Okuma kepada Namuha


"Baik kak aku tunggu hasilnya "ucap Namuha yang mengelus anjing peliharaannya sambil tersenyum kepada kakaknya.


"Hast,jangan berisik".kata Okuma pada prajurit yang ikut dengannya.


"Maaf,pangeran tapi ini salah,kita tidak sebaiknya mencurikan?".kata salah satu prajurit yang mengendap-endap di lorong kerajaan.


"Tidak,adik ku hanya meminjamnya dan akan dibalikan".kata Okuma menatap prajurit itu bicara.


"Baik pangeran".kata prajurit itu.


Di depan kamar Kirana Okuma dengan perlahan membuka pintu kamar Kir,dan mencari sesuatu yang ia cari.


"Nah itu dia".kata Okuma dalam benaknya melihat Kiki.


"Pelan-pelan".Okuma yang berjalan perlahan dan mengambil Kiki di samping Kirana.


"Nah dapat,astaga lucu".kata Okuma memegang Kiki.


"Pangeran ayo".kata prajurit itu pelan melihat pangerannya tak bergeming karena mengelus Kiki.


"Iya sebentar".kata Okuma pelan yang masih menatap Kiki.


Di lorong Okuma dan beberapa prajurit lain bergegas pergi menuju ke tempat tujuan mereka.


"Wa...lucunya...bulunya lembut".puji Namuha yang mengendong Kiki yang pulas.


Merasakan sentuhan di pipinya Kiki pun terbangun dan terkejut atas sesuatu di hadapannya.


"Kiki!".teriak Kiki mengejutkan membuat prajurit,Okuma dan Namuha terkejut yang membuat Namuha terjatuh.


"Au...sakit".Namuha.


"Namuha!".


"Tuan putri".pekik Okuma dan prajurit bersamaan melihat Namuha terjatuh.


"Kiki,Kiki,Kiki".

__ADS_1


(Siapa kamu,di mana Kirana?).


"A...tenanglah aku tidak akan menyakitimu".kata Namuha yang berdiri dan paham maksud Kiki.


"Kiki?".


(Benarkah?).


"Iya,kemarilah".kata Namuha pada Kiki.


Dengan ragu-ragu Kiki menghampiri Namuha.


"Perkenalkan namaku Namuha".kata Namuha memperkenalkan diri dan mengusap Kiki.


"Kiki...".yang merasakan sentuhan.


"Kamu lucu sekali".kata Namuha memuji.


"Akan ku kembalikan kamu,tapi besok jadi malam ini tidurlah bersamaku,astaga kamu lucu".kata Namuha yang memeluk Kiki.


"Nam ayo masuk udara malam tidak baik".kata Okuma pada adiknya.


"Hum".angguk Namuha.


"Ayo kita masuk".kata Namuha pada Kiki.


Kiki menatap jalanan yang mengarah kamar Kirana dalam kerajaan itu.


"Nah tidurlah".kata Namuha meletakan Kiki di kasurnya dan mengusap lembut.


Pagi hari di planet itu burung berkicauan dan menyambut matahari.


"Wa....!".teriak Kir yang membuat temannya terkejut dan segera membuka pintu untuk menghampiri Kir.


"Ada apa?".tanya teman Kirana.


"Kiki,menghilang".kata Kirana frustasi.


"Astaga".Jon's yang menepuk keningnya mengetahui kegaduhan pagi.


"Tidak ada,semalam dia ingin tidur bersamaku jadi aku menidurkannya di samping,tapi pagi tadi udah tidak ada".kata Kir yang mulai menanggis.


"Jangan bersedih kita akan mencarinya ok".kata Chan menenangkan.


"Hum".angguk Kir.


"Kiki!".


"Kiki!".


Teriak Kir dan yang lainnya mencari Kiki.


"Kiki?".kata Kiki yang mendengar teriakan Kirana dan temannya.


Mendengar teriakan Kirana membuat Kiki mencari keberadaannya dan menyusul Kirana setelah melihatnya.


Melihat Kiki yang pergi Namuha mengejarnya hingga bertemu Kirana dan temannya.


"Kiki!".ujar Kiki yang gembira menghampiri Kiki.


"Kiki apa kau baik-baik saja?".tanya Kirana memeluk Kiki.


"Kiki".kata Kiki membalas pelukan Kirana.


"Mengapa Kiki bersamamu?".tanya Chandra pada Namuha.Mendengar pertanyaan Chan membuat Namuha menunduk bersalah.


"Aku juga penasaran".Arata.


"Jangan salahkan dia!".Okuma yang tiba-tiba datang dan melindungi Namuha.


"Kak...".Namuha yang melihat sikap kakaknya.


"Aku yang membawanya jangan salahkan dia".kata Okuma.


"Hal apa yang membuatmu sampai membawanya tanpa meminta ijin?".tanya Chandra membuat Okuma terdiam.


Chandra mengetahui Namuha yang tertarik dengan Kiki saat makan kemarin,hingga ia meminta bantuan kakaknya untuk mengambil Kiki diam-diam.

__ADS_1


"Chan sudah,setidaknya Kiki kembali aku bersyukur".kata Kir menenangkan Chandra dan tidak ingin ada keributan.


"Hhh baiklah".kata Chandra mengalah.


"Ayo".ajak Kirana meninggalkan tempat.


Okuma,Namuha dan prajurit pun diam menatap Chandra dan temannya yang melangkah.


Sejak kejadian itu Okuma,Namuha dan beberapa prajurit merasa tidak enak atas kejadian itu.Namun secara perlahan memperbaiki hubungan dan mereka mulai berbicara bahkan berteman ketika Namuha yang menyelesaikan masalah ia buat dengan berbicara Kirana.


"Apa dia tidak apa-apa?".tanya raja pada putri dan putranya yang ikut berpetualang.


"Tidak apa ayah setidaknya kami bisa memberatkan hubungan dan menyelesaikan dengan cepat ketika kami bersatu".kata Namuha pada ayahnya.


"Baiklah,Okuma jaga dia!".kata raja itu pada anaknya dan menegaskan Okuma agar menjaga Namuha.


"Iya ayah".Okuma.


"Ingat kau harus menjaganya dari musuh,makanan tidur dan...".


"Dan melindungi serta menyayangi".ujar Okuma melanjutkan perkataan ayahnya.


"Iya sudah sana pergi".usir raja pada putranya.


"Heh,apa?".Okuma yang terkejut.


"Namuha kau hati-hatilah".kata raja memeluk putrinya.


"Jika tidak ibumu akan marah".ujar raja itu kembali.


"Iya ayah".ujar Namuha.


"Baiklah hati-hati".kata raja pada Namuha.


"Da...jaga diri baik-baik".lambai Namuha pada ayahnya.


"Hati-hati".raja yang melambaikan tangan sambil terisak.


"Ayo".Okuma.


"Hum".Chan dan lainnya menganguk.


Swushhh...


Jet ski yang melekat dan menjelajahi angksa.


Di negeri yang indah di planet yang indah sebuah kerajaan terbangun indah dan rakyat yang damai serta patroli yang ketat menjaga istana.


Swush...


Swish...



"Chan kita di sini saja".ujar Okuma pada Chandra.


"Iya,sambil mengumpulkan energi".angguk Chan menyetujui.


Didalam istana seorang pria ber umuran menatap langit bosan melalui jendela kamarnya,ia topangkan dagunya di tangan.


"Huf...bosan".ujarnya menghela.


"Pangeran apa anda ingin sesuatu?".tanya pengawal pada pangeran.


"Tidak".katanya dingin dan wajah datar.


"Kakak aku ingin itu".tunjuk Namuha menunjuk layangan yang di jual.


"Tidak!".Okuma tidak menyetujui.


"Ayolah kak".ujar Namuha dengan mata yang mengedip-ngedip.


"Hhhh".Okuma yang menghela dan menurutnya.


"Yeay makasih".girang Namuha menggengam layangan yang ia bawa setelah membeli.


"Hm...".ujar Okuma.

__ADS_1


__ADS_2