Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Mulai.


__ADS_3

"Uhuk".Chan tersedak oleh herbal buatan Jon's.


"Hati-hati".Jon's yang membantu Chan meredakan batuk.


"Apakah masih pedas iya?".tanya Kir berbisik pada Oukuma.


"Aku tidak tahu,tapi bukannya kita sudah mencicipi tadi jika tidak pedas seperti sebelumnya?".bisik Oukuma.


Kir mengganguk lalu menatap Chan dan Jon's yang dilakukan sama halnya Oukuma.


"Hati-hati".kata Jon's membantu Chan berbaring.


3 kali setiap hari meminum herbal buatan temannya membuat perut Chan merasa sakit seperti terlilit.


"Akh sakit".ujarnya menahan sakit.


"Chan bertahanlah".kata Raz panik.


"Perutku".


"Uhuk".


"Ayo cepat".teriak Jon's.


"Hhh,huft,hhh".deru nafas menyahut.


Langkah yang bergemuruh.


"Raz aku ingin mau mual".ujar Chan serak.


"Se... sebentar aku ambil ember".dengan tergesa Raz mengambil ember bertepatan itu Raz menadahkan ember tepat pada saat Chan mengeluarkan muntahan pada isi perut.


"Chan".Kir,Jon's,Oukuma,Namuha dan lainnya yang berdiri didepan pintu masuk.


Melihat Chandra dalam keadaan lemas Kir dan lainnya menghampirinya.


"Apa tidak apa-apa? ".tanya Kir.


Chan mengganguk lemah.


"Bagaimana apa masih mau mual?".tanya Raz.


"Tidak terlalu".kata Chan lemah.


"Aku bantu".Raz yang membantu Chan berbaring kembali pada tempat tidur.


Baru saja berbarik Chan memutahkan isi perutnya yang telah ditadahi sebuah ember.


"Maaf".kata Chan.


"Tidak apa,istrirahat saja".kata Jon's memegang ember.


Chan kembali tertidur setelah merasa nyaman pada perutnya.


Seminggu berlalu Chan mulai beraktifitas dari berlatih membantu menangkap ikan atau mrngumpulkan keperluan makan.


Seperti saat ini Chan berlatih pada batu karang ditepi pantai membuat beberapa temannya terasa cemas.


"Dia tidak apa-apa tenanglah."kata Jon's menenangkan Kirana yang cemas pada kondisi Chandra.


"Mana bisa dia baru saja sembuh,kalau ada yang terjadi suatu hal buruk bagaimana?".tanya Kir.


"Tenanglah kita akan pantau dia hingga benar sembuh".kata Jon's.


Saka menanggapi kata Jon's dengan mengganguk.


"Aku rasa kita tidak perlu cemas lihat dia terlalu bersemangat".tunjuk Jon's yang menampilkan Chan sedang mencoba keahliannya.


"Ekh... kaluan sama saja ternyata."Jon's yang mendapati teman lainnya khawatir hingga Raz yang berada tak jauh dari sahabat karib.


"Chan aku disini aku akan membantu mu".kata Raz.


"Hum membantu?".bingung Chan.


Raz mengganguk.


"Membantu apa?".tanya Chan.


"Jika kau jatuh aku bisa menangkapku." kata Raz dengan sikap cemas.


"Tenanglah aku tidak apa".senyum Chan.


Baru beberapa saat mengatakan tak apa Chan merasakan sakit pada lukanya.


"Chan apa kau tidak apa?".tanya Raz menghampiri Chan diatas batu karang.


"Sa...sakit".ujarnya menahan nyeri.


"Kau belum pulih maksimal jangan paksakan dirimu".kata Jon's yang melihat temannya.


"Lebih baik kita bawa kembali saja lagi pula angin laut tidak baik untuk kesehatan".kata Oukuma.


Jon's mengganguk.


Jon's dan Saka akhirnya membawa Chan ketenda.


"Maaf".ujarnya menyesal.


"Tidak apa".kata Jon's dan Saka.


"Istrirahat saja pulihkan dulu kondisimu jika sudah kita akan ke kota".kata Saka.


Chan mengganguk.


"Ya...kau lucu jika penurut".gemas Jon's mencubit Chan.


"Sakit!".protes Chan.


"Hentikan".Chan.


"Itulah yang kurasakan saat kau mencubit pipi ku".ujar Raz berdiri di depan pintu.


"Iya karena Raz memang mengemaskan".ujar Chan sembari tersenyum.


"Udah jangan ribut!".lerai Jon's yang melihat Raz akan membalas perkataan Chan.


"Hehehe".Chan.


"Dia yang mulai".tunjukan Raz.


"Ouh iya kapan kita ke Miland?".tanya Chan.


Miland adalah tempat Damutsu diduga berada disana dari informasi beberapa waktu lalu.


"Entahlah,mungkin menunggu kau sembuh baru kira kesana".kata Jon's.


"Hum lebih baik kau fokus sembuhkan diri saja dulu".kata Oukuma tiba-tiba masuk.


Chan mengganguk.


"Kemungkinan kapan untuk pulih?".tanya Chan.


"Entahlah mungkin 3 minggu lagi atau beberapa hari tidak pasti".kata Oukuma berpikir prediksi kesembuhan.

__ADS_1


"Dan asal kau tidak banyak gerak maka akan cepat sembuh dirimu".kata Jon's menoel hidung Chan.


Chan terdiam sejenak keterdiamannya membawa tanda tanya.


"Ada apa? ".tanya Jon's menatap Saka yang tak tahu jawaban.


"Hei kau sedang apa?".tanya Oukuma pada Chan yang terdiam.


"Eh Chan apa kamu tidak apa?".tanya Raz khawatir.


"Eh Chan bernapas".mengetahui Chan menahan napas membuat temannya menyuruh bernapas.


"Apa yang kau lakukan?".tanya Jon's.


"Kau bilang menyuruhku untuk tidak banyak bergerak aku sedang melakukannya".ujar Chan.


"Tidak salah sih".Oukuma dan Saka.


"Bukan begitu maksudnya".Razky.


"Bu...bukan seperti itu maksudku tidak melakukan aktifitas berat dari berlatih hingga hal lainnya yang membuatmu kelelahan".kata Jon's menjelaskan.


"Ouh...".Chan.


3 minggu berlalu Chan dan temannya berada pada kota tempat tinggal Chinami.


"Nenek Chi pamit dulu kabari Chi lewat Pouka".kata Chi pada sang nenek.


"Uka".Pouka.


"Ayo kita berangkat".ajak Chan.


Berkenalan sebulan lebih membuat Chi memutuskan ikut dengan yang lainnya ditambah mereka yang sudah berteman sejak penyamaran.


Setelah berpamitan satu persatu Chan dan temannya menghilang menembus atsmosfer planet.


Miland


"Aku dengar Taras dikalahkan oleh anak kecil iya?".tanya seorang perempuan yang tengah duduk di kursi tempat rapat.


"Iya dan kudengar mereka tahu letak Damutsu".kata pria yang memainkan pedang.


"Artinya itu darurat kita harus waspada untuk itu".kata pria berzirah emas.


"Kita akan di pos kita masing-masing tidak mungkin mereka bisa mengalahkan kita".kata pria memegang kekuatan es.


"Jika bisa?".tanya salah satu wanita lain.


"Jika bisa ?, tidak mungkin mereka bisa mengalahkan Damutsu kau tahu kekuatan Damutsu itu akan terkumpul tak lama lagi hanya butuh 5 planet lagi".kata pria yang tengah memainkan pedang.


"Hhhh kalau begitu kita akan berjaga pada tempat masing-masing untuk menunggu mereka".kata perempuan yang tengah menopang dagu.


"Hum! aku akan mengalahkan mereka terlebih dahulu".


"Aku liat".


Perjalanan yang menempuh jarak jauh pada Miland.


"Wa... sudah keliatan!".ujar Chan melihat planet yang tempat Damutsu di produksi berada.


"Kali ini kalian akan kalah!".Kirana.


"Aku akan membalas perbuatan kalian!".Raz.


"Kali ini kami yang akan menang!".Saka,Jon's,Chinami,Oukuma,Arata,Namiha,Keiha dan Namuha.


"Tunggu saja kalian!".Chan.


"Sedikit lama tapi tidak apalah".ucap Geinta sambil menggoyangkan minumannya.


"Saatnya mulai".ujarnya tersenyum smirk.


"Aneh kenapa sepi sekali?".tanya Namiha.


"Ada apa ini?".gumam Oukuma.


"Aku harus waspada".Kirana.


Prok prok


Suara tepuk tangan dari kejauhan terlihat seorang pria. berzirah hitan tengah bertepuk tangan.


"Ouh kalian yang sudah mengalahkan Taras?".tanyanya.


"Perkenalkan aku Geinta".


"Salam kenal".ujarnya secara formal.


"Hhkk".


"Apa kau merasa marah padaku putra Han?".ujarnya tersenyum.


"Hyaak...".Chan yang langsung menyerang tanpa aba-aba.


"Apa kau tahu...".Geinta yang berujar disela pertarungannya dengan Chan yang membuat Chan terkejut.


Swush


Bom


Chan memukul Geinta jauh.


"Kau memang mirip dengan ayahmu namun sayang kau tak akan bisa mengalahkan ku hahaha!".tawa Geinta mengelap darah dari sudut bibir.


"Ekh...".


"Ayo serang aku lagi Chan!".teriak Geinta.


Dengan bertubi-tubi Chan menyerangnya sama halnya Gein memukul Chan disaat ada peluang memukul.


Swush...


"Apa kita bantu? ".kata Jon's melihat yang lain.


"Tidak,kita serahkan pada Chan saja lihat dia!".kata Raz memandang Chan.


Saka Dan yang lainnnya saling memandang dan menghela napas.


"Hahaha".Geinta.


"Han kau mempunyai putra yang hebat".benak Geinta.


"Aku akan mengalahkannya!".Chandra.


Sepenggal cerita.


"Geinta lihat itu indah bukan".tunjuk Han pada kupu-kupu yang hinggap.


"Berhentilah kekanak-kanakan".ujar Geinta.


"Akukan memang masih anak-anak tidak boleh kah?".gumam Han.


"Apa?".tanya Geinta.

__ADS_1


"Ah,tidak apa-apa".elak Han.


"Jika kau terus seperti ini kau tidak akan bisa menjaga rakyatmu dengan benar Han".ujar Geinta mengarahkan senjata pada Han.


Han terdiam.


...


"Geinta kau ada dimana,apa kau tahu aku sudah menjadi raja,dan aku pastikan akan menjaga rakyat ku!".Han menatap langit.


"Ternyata kau benar-benar menjadi raja,aku harap kita akan bertemu lain kali".kata Geinta menatap langit.


Bam


"Bagus ayo Chan lawan aku!".teriak Geinta.


"Kenapa kau bekerja sama dengan mereka!".teriak Chan.


"Humh!".


Geinta mengusap sudut bibir.


"Mereka menjanjikan kekuasaan pada kami".


"Apa karena kekuasaan membuatmu seperti ini?".tanya Chan.


"Hum lalu apa jika aku ikut ayahmu akan seperti ini kekuasaan dan kekuatan ayahmu. tak sebanding denganku".Geinta.


Chan mengepal erat jari-jemari.


"Apa kau tahu walau kau mengkhianatinya ia tidak pernah bosan memujimu dan membanggakan mu,walaupun kau mengkhianatinya bertahun-tahun ayahku mencarimu hingga ke beberapa planet namun ia tidak pernah lelah dan bosan menunggu hingga kalian menyerang planet kami,banyak orang-orang menderita dan itu karena kalian!".geram Chan.


"Ayahmu terlalu berharap".


"Apa kau tahu harapan tak selalu ada dan membuahkan hasil".


"Kau berbicara seperti itu seolah kau tahu apa itu harapan".


"Harapan ada di setiap orang dan bagi mereka yang mereka berusaha pasti bisa".


"Usaha?".Geinta.


Mendengar kata berusaha mengingatkan akan Han.


"Pasti bisa Gein,orang yang berharap dan berusaha keras pasti bisa membiarkan hasil aku percaya itu".Han menatap Gein.


"Apa kau tahu harapan akan membuat sakit ketika kau tahu kenyataan".Geinta.


"Tidak Gein itu salah,bagi orang yang berharap dan berusaha pasti ada hasilnya".


"Seperti kata orang-orang usaha tidak akan mengkhianati hasil".


"Kita hanya perlu berharap dan berusaha akan hal hasil maka serahkan pada Tuhan".


"Humh!".


"Kalau begitu aku lihat seberapa besar harapan mu itu!".Geinta yang memulai serius.


Pertarungan mulai memanas hingga pemenang telah ditentukan.


Chan terduduk lemas ditanah memandang Geinta yang tak berkutik.


"Apa kau tidak apa?".tanya Kirana.


"Tidak apa ayo kita lanjut".kata Chan yang mulai berdiri.


"Apa tidak apa kau terluka Chan".kata Kir disela langkahnya.


"Tidak apa".


"Setidaknya balut lukamu dulu".


"Tidak perlu aku tidak apa".Chan melihat lengannya yang terluka.


Merasa kesal dengan sikap Chan membuat Jon's mengunci pergerakan Chan.


"Ayo Kir obati dia".Jon's.


"Hei apa yang kau lakukan!".protes Chan yang berusaha membebaskan diri.


"Sebentar".Kir yang mencari obat dan perban dalam tas.


"Apa yang kalian lakukan?".Saka.


"Jon's lepaskan".protes Chan.


"Tidak diamlah!".Jon's.


"Ayo Kir".Chan.


"Sebentar".Kirana.


"Sedikit hilang harapanku pada mereka namun aku percaya dengan mereka".Geinta yang melihat Chan dan temannya dari kejauhan.


"Kau memiliki putra yang hebat Han".kata Geinta memulai menutup mata.


"Nah sudah".ujar Kirana yang selesai membalut luka.


"Terimakasih".Chan.


"Ayo kita lanjut".kata Jon's.


Mereka melanjutkan perjalanan hingga bertemu dengan seseorang yang tengah menunggu mereka.


"Hhhh...akhirnya kalian sampai, euh?apa kalian lelah?".tanya Word pada kumpulan anak anak yang sedang dihadapannya.


"Aura ini... ".Chi yang tak asing dengan aura Word.


"Salam putri Chi sudah lama tidak berjumpa".salam Word.


"Putri?".


"Apa kau ingat?".


"Tentu saja bagaimana aku tidak lupa".ujar Chi memandang word.


"Ouh... baguslah aku kira anda lupa".


"2 minggu bersama tidak membuat mu lupa selama ini,itu sangat mengejutkan".ujar Word.


"Tentu saja bagaimana aku lupa dengan itu kau yang memberitahukan pada mereka bukan?".


"Hingga mereka menyerang".


"Kemampuan putri Chi sangatlah hebat,aku merasa kagum".


"Ouh aku dengar Taras telah kalian kalahkan itu mengejutkan untuku".Word.


"Aku jadi berpikir sehebat apakah kalian hingga membunuh orang kepercayaan Damutsu".Word.


"Aku kira Taras tak sedekat itu dengan Damutsu".gumam Raz.


"Baiklah akan ku coba kekuatan kalian,ayo keluarkan semuanya! ".Word.

__ADS_1


Chi mengubah penampilannya.


"Kau sepertinya cukup ingin mangalahkanku putri Chi".Word melihat Chinami yang bersiap melawan.


__ADS_2