
Pertarungan dimulai Chi yang tidak segan melukai word dengan kemampuannya.
"Pedang Air".
"Jeruji air".
"Ekh dia serius".word.
"Gelombang air".
"Aku tak tahu dia tumbuh dengan cepat".Word.
"Akar mejalar".Keiha yang mengikat kaki Word.
"Fire".Word yang membakar akar Chi.
"Cermin diri".Akira yang membuat duplikat Word yang menyerangnya.
"Aku baru tahu ada kemampuan seperti ini,aku kira sudah tidak ada".ujar Word sembari menghindari serangan.
Hingga tanpa sadar ia terjebak pada perangkap Chi yang memerangkap pada sebuah penyegelan air.
"Akh aku tidak bisa bernapas".Word yang merasa oksigen menipis.
Swush...
sebuah benda kecil mengenai pipi Chi membuatnya tanpa sadae melepas penyegelan.
"Hmph! kau kurang berpengalaman".ucap seorang gadis memandang remeh kearah Word
"Ma... maaf".ucap Word yang canggung dengan keberadaan gadis.
"Akan kuselesaikan ini dengan cepat".ujar gadis bernama Saminda
Tas...
Pipi Saminda yang terkena goresan Word versi cermin.
"Apaan kau berani-beraninya melukaiku! ".marah Saminda.
Akira bergemetar mendengar suara Saminda.
Kir menepuk pundak Akira.
Akira mengganguk.
"Akan aku kalahkan kalian!".marah Saminda.
Saminda melayangkan senjatanya pada Chan dan lainnya.
"Harus diselesaikan dengan cepat!".gumam Chan pada dirinya.
Dengan langkah cepat ia menyerang Saminda dan mengenai rambut panjangnya.
Saminda merasa marah akibat Chan yang memotong rambutnya.
"Awas saja kau!".Marah Saminda.
Saminda menyerang mereka bertubi-tubi.
"Orang ini yang menyerang waktu itu".gumam Chi melihat kekuatan yang sama yang pernah menyerang kearah planetnya.
"Kalau begitu".
"Segel air".Chi membuat pola pada tanah seperti penyegelan hingga lawan tak bisa bergerak.
"Ekh awas saja kau!".Saminda yang berusaha lepas.
Saminda mengubah wujudnya menyeramkan dan menyerang Chi.
"Chinami!".teriak Chan dan lainnya.
"Pedang".Chan yang mengubah senjatanya menjadi pedang dan hendak menyerang Saminda namun tertahan oleh word.
"Akh sakit".Chi yang merasakan sakit.
"Tidak akan aku biarkan kalian menang".Word.
"Cermin diri".Akira membuat duplikat Word kembali.
"Akar menjalar ".Keiha yanh mengikat kaki Saminda.
"Kalian...".geram Saminda.
"Hati-hati".tegur Chan.
"Akh...".Keiha yang mendapat serangan dari Saminda.
"Din...ding air".Chi membuat dinding air pada dirinya membuat lawan susah melukainya.
Kir dengan kecepatannya menyerang Saminda dengan pedangnya hingga mengenai pipinya.
Tsk
Chi membuat tongkat dari air.
"Tak akan ku biarkan kau lolos untuk kali ini!"
"Hyaa"Chi menyerang Word dengan membabi buta.
Sring
Tsk
"Tongkat itu nampak bukan terbuat dari air" gumam Word disela pertarungan.
"Aku harus membawanya ketempat yang gersang atau setidaknya tiada sumber air"
Word dengan cepat mengubah taktik dan berjalari menuju tempat yang ia pikirkan.
Sesuai perkiraan Chi mengejarnya hingga berada pada tempatnya.
"Hanya ada tanaman yang mati disini jadi sumber air pasti tidak ada" kata Word menerka kemungkinan.
"Hump, apa yang harus aku lakukan jika aku membantu disini Chi akan bahaya,bagaimana ini"
"Err" para Teferor yang tiba-tiba muncul di tengah pertempuran.
"Serang mereka!"Saminda memerintahkan para makhluk itu menyerang.
"Akan aku buat kalian menyesal datang kesini!" Saminda memandang dari atas.
"Apa yang harus aku lakukan jika aku pergi,mereka bagaimana?".
"Tidak bisa dibiarkan ini terlalu berisiko!" Jon's mengamati sekelilingnya melihat makhluk itu mulai menyerang.
"Kekuatannya seperti 11:6.000" Saka mengamati para Teferor yang satu persatu muncul.
"Tidak ada pilihan lain untuk melawan mereka dengan cepat,sebelum Chi mengalami hal buruk".
"Mari mulai" Chan yang mulai menyerang para Teferor dengan pedangnya.
"Raz!" Chan memberi kode pada Razky.
Raz mengganguk dan menuju Chan dengan belokan menulik satu persatu para Teferor terkalahkan,Chan mengubah senjatanya menjadi palu besar lalu seperti menyapu para Teferor.
"Jeruji es" Saka membuat jeruji es,dan Jon's menghantamkan para Teferor dengan angin.
"Akar menjalar".
Bom
dentuman keras yang dilakukan Keiha yang menarik tubuh Saminda.
"Arata bagian barat,Namiha bagian timur,lalu tengah!" Namuha memberikan arahan pada dua orang penembak jitu kearah yang ia katakan.
"Hum!"angguk Namiha dan Arata pada koordinasi.
"Oukuma!" Saka berteriak untuk aba-aba selanjutnya.
Oukuma menyerang dengan kekuatan api ke para Teferor tidak butuh waktu lama para Teferor telah kalah hanya tinggal Saminda dan Word yang bersama Chi.
"Kei,Oukuma,Arata,Namhuha,Namiha dan Raz kalian menyusul Chi aku Jon's,Saka dan Kir akan urus perempuan itu!" teriak Chan.
Mereka mengganguk dan segera menyusul Chi.
"Kalian tidak akan bisa mengalahkan Damutsu dengan seperti itu he! "
Saminda menyeka darah yang keluar dari mulut.
Ditempat Chinami.
"Hahaha disini tidak ada sumber air Chi sayang" Word memandang remeh Chi.
__ADS_1
"Waktu itu aku terluka karena disana penuh dengan air namun disini tempat gersang benarkan nona Amora?"
"Ekh"
"Hmph,kau salah Word"
"Ah tidak, tapi Yein" Chi tersenyum miring pada Word yang mana membuat Word kesal dengan tindakannya.
"Apa maksudmu!" gertak Word.
"Walau tempat ini gersang bukan berarti tidak ada air bukan?" dengan tiba-tiba Chi mengelurakan air yang menyembur dari tanah.
"Tsk" Word menggertakan gigi.
"Itu...?" Oukuma yang melihat beberapa air yang keluar.
"Cepat! " Oukuma dengan cepat menyusul Chi begitu dengan yang lain.
Sampai ditempat mereka melihat Chi yang berubah mode lebih serius.
"Itu mengerikan" Arata.
"Hum" angguk Oukuma.
"Tatapannya" Namuha.
"Seperti... " Namiha.
"Iblis" Raz.
"Menangkap mangsa"Keiha yang merasakan suasana mengerikan disana.
"Kau tidak akan bisa kabur untuk kali ini" Chi menatap Word tajam ia teringat ketika Word dan rekannya menyerang kota dan memperjarakan orang-orang.
"Kita lihat saja" perubahan pada Word pada tubuh yang semakin berotot.
"Suku serigala?" Oukuma terkejut pada perubahan Word yang menyerupai beast.
Chi menoleh kearah sumber suara yang tiba saja ia dengar membuat ia menoleh dan mendapati temannya tengah memandamg Word.
(Beast:Manusia setengah hewan
Maaf kalau salah)
"Sudah lama aku tidak menggunakan wujud ini hahaha" Word.
"Kita lihat" Chinami.
Tss
Shazz
Swing
Ting
Shh
Ting
Raz melawan Word dengan pedang ketika Word menyerangnya.
Word dengan wujud serigala berpindah dengan cepat berpindah tempat dan menyerang secara bergantian.
"Aku kira suku serigala benci air"Oukuma melihat pergerakan Word yang cepat dalam menyerang.
Melihat pergerakan serangan Word membuat Chi teliti dalam setiap pergerakan Word.
Sring
Oukuma menyerang lengan Word yang menyebabkan luka.
"Shh,kau!" geram Word yang memegang luka.
"Arata!".
"Serahkan padaku!" Arata dengan cepat menembak lengan Word yang satu di susul Namiha bagian kaki.
"Namiha awas belakang!" koordinator dari Namuha dalam mengarahkan ketika Word tiba-tiba menghilang.
"Hah?"
"Ekh" Namiha mengalami luka goresan dari Word di susul Kei dan Arata.
"Namuha awas" peringat Oukuma pada sang adik melihat pergerakan Word yang tiba-tiba menyerang.
"Kakak" pekik Namuha melihat Oukuma mendapat luka karena Word.
Dengan langkah cepat Namuha menyusul Oukuma.
"Apa tidak apa?" tanya Namuha khawatir.
"Shhh tidak apa" Oukuma meringis kesakitan.
"Kak Chi buat pelindung!".kata Namuha pada Chi yang mengamati gerakan Word.
"Namiha!" Raz dengan cepat melindungi Namiha dari cakaran Word, dan menyebabkan dirinya terluka.
"Raz kau terluka" Namiha berujar ketika melihat luka Raz.
"Tidak apa" kata Raz menahan rasa sakit.
Dengan kemampuannya Chi membuat pelindung untuknya dan yang lainnya.
"Hahaha kau tidak akan bisa menghalangiku dengan perisai itu! "teriak Word.
Dum
Dum
Dum
Perlahan perisai Chi mundur kebelakang bersama dengan dirinya.
"Jika seperti ini terus tidak baik untuk kak Chi" gumam Namuha melihat Chi sudah tersudut.
"Tidak ada pilihan lain" Namuha dengan sigap berdiri dan berteriak pada Chi untuk membuka perisainya.
"Apa yang kau lakukan Ha?!" teriak Oukuma.
Berdiri ditengah memfokuskan diri.
Swush...
Berhasil memfokuskan diri dan meningkatkan kekuatan secara tiba-tiba.
"Valeria" Oukuma yang melihat sang adik sudah membangkitkan kekuatan yang sudah diajarkan sang ibu.
Swush
Sebuah tongkat muncul ditangan Namuha.
Dengan arahan dan prediksi yang dipunya,ia mengarahkan pada tempat dan
Boom
Mengenai Word dan menyebabkan terluka.
Sring
Tongkat yang berubah menjadi pedang.
"Kau penyihir?" Word melihat Namuha dari arah kejauhan.
Valentina Reusto merupakan penyihir dari planet sihir yang berpetualang dari kesuatu tempat ketempat lain dan bertemu dengan raja Kale Welston yang mana dari waktu ke waktu membuat mereka saling suka dan memimpin kerajaan bersama dalam pernikahan mereka memiliki putra bernama Akimos, Oukuma dan Namuha.
Namuha mewarisi kemampuan sang ibu bidang sihir.
Sedangkan Akimos dan Oukuma memiliki kemampuan sang ayah dalam bersenjata.
"Anak manis sudah membangkitkan Valeria" Valentina menatap hamparan bunga pada taman kerajaan merasakan kemunculan kemampuan sang putri.
"Akimos?"
"Hm?"
"Salurkan pada Oukuma apa bisa?".
"Hhh"
"Terlalu jauh itu tidak bisa"
__ADS_1
"Hhh dia harus hati-hati dalam penggunaan pertama bisa-bisa dia sakit habis menggunakannya atau kelelahan!"
"Tenanglah ada Oukuma disana" Akimos menenangkan sang bunda yang penuh membara.
"Lagian gunakan dengan perasaan ibu dan anak mungkin bisa" kata Akimos menatap sang bunda.
"Akan ibu coba" Valentina memfokuskan diri dan terhubung dengan Namuha.
"Muha"
"Muha! "
"Muha!"
"Ibu"
"Apakau mendengarkan?".
"Aku mendengar" kata Namuha.
"Bagus!"
"Dengarkan baik-baik"
"Pertama jangan terlalu banyak menggunakan Valeria!"
"Kedua hati-hati dengan energi"
"Ketiga lindungi semaksimal dirimu dulu"
"Bagaimana dengan kakak?"
"Kau fokus saja dahulu pada dirimu,Oukuma dia bisa jaga diri"
"Ah, iya"
"Perasaanku tidak enak melihat wajah itu" Akimor dan Oukuma.
"Ke empat pengstabilkan dulu jangan terburu-buru kamu baru pertama kali tidak baik untuk tubuhumu".
"Ke lima".
"Masih ada lagi?" benak Namuha paling dalam.
"Yaitu Valeria bisa membuat mu kelelahan jika terlalu banyak menggunakan energi hindari pertarungan berlebihan,apa sudah sampai di depan raja Damutsu?" tanya Valentina disela tips pada sang putri.
"Belum masih antek-anteknya π_π"
"Ah begitu baru antek bisa membangkitkan Valeria bagaimana dengan rajanya langsung?"
"Aku tidak tahu T_T".
"Baiklah waktu ibu tidak lama jadi hati-hati dan hindari penggunaan berlebihan energimu".Valentina.
"Hum" angguk Namuha.
"Hindari penggunaan berlebihan".gumam Namuha
"Snike!"Namuha menyerang Word dengan tongkat hebat.
"Lighting! "Cahaya membentuk sebuah jeruji dan menyerang.
"Akar berduri!" Kei mengikat kaki Word dan menjatuhkan ketanah.
"Segel lima kelopak air" Chi mengeluarkan segel besar berbentuk bunga berwarna biru.
Cring
Segel yang terpasang dan menyegel Word.
"Apa apaan kau?!" geram Word.
"Sudah berakhir" kata Chi dan menyegel Word dimana segel itu seperti membentuk sebuah dinding air dan menyegel Word.
"Hhh"
"Huft"
Chi yang merasa lelah dan berwujud semula.
"Namuha kau tidak apa?" tanya Oukuma cemas.
"Hum tidak apa hanya lelah" ujar Namuha.
"Biar kakak gendong" tawar Oukuma yang disetujui Namuha.
"Kalian tidak apa?" tanya Razky yang belumuran darah pada tangan karena sempat melindungi Namiha.
"Tidak apa hanya luka sedikit" Arata.
"Chi?" tanya Raz.
"Hum aku juga tidak apa hanya lelah ayo kita menyusul yang lain" ujar Chi menunduk.
"Biar aku bantu" tawar Arata.
"Tidak apa aku bisa sendiri Ta" Chinami perlahan bangkit dari posisinya.
"Kau kelelahan biar aku saja" perlahan Arata memapah Chinami.
"Ayo susul yang lain" tawar Chan yang sudah mengalahkan Saminda.
"Tidak perlu mereka juga sudah selesai,aku sempat mencium aroma binatang" kata saka pelan diakhir kata.
"Ada apa?" tanya Chan.
"Ah tidak ada" Saka mengelak dari perkataan Chan.
"Lihat itu!" Jon's menunjuk gerombolan Oukuma yang berjalan kearah mereka.
"Raz,Oukuma!" pekik Chan melihat luka dikeduanya lalu bergantian menatap yang lain.
"Kami tidak apa" kata Oukuma.
"Aku rasa kita beristrirahat dulu tidak baik melahirkannya dengan keadaan seperti ini" saran Oukuma.
"Tapi ini wilayah musuh kita bisa saja ketahuan" kata Chan menelaah kemungkinan.
"Itu jika mereka mengetahui posisi kita aku akan membuat mereka sebisa mungkin tidak menemukan kita selama masa pemulihan" kata Oukuma.
"Baiklah aku serahkan padamu Ou"
Oukuma mengganguk.
"Kir apa cukup obatnya?" tanya Chan.
"Akan aku lihat sebentar" kata Kir melihat isi ransel yang ia letakan dibelakang batu.
"Masih ada Chan" Kir menunjukan obat yang ia genggam.
"Kita cari tempat dulu menginap,aku rasa disekitar sini setidaknya ada bangunan kuno yang tidak ditempati" ujar Chan teringat perkataan Saminda yang membahas kastil di setiap tempat yang telah ditentukan.
"Setiap orang kepercayaan Damutsu akan ada titik tempat dimana setiap tempat itu terdapat raja atau utusan Damutsu,jadi sebelum kalian menyerang Damutsu kalian dipastikan akan kalah hahaha".
"Ayo kita cari tempat dulu" ajak Chan.
"Raz memangnya ada tempat buat kita beristirahat?" tanya Oukuma.
Chan mengangguk.
"Iya dan gadis itu yang memberitahukan" kata Chan.
"Dia bahkan berkata utusan Damutsu tidak sedikit dan kemampuan mereka juga besar,jadi kita harus menghemat energi sebisa mungkin untuk sampai ke Damutsu" Chan mengepal tangan diakhir kata mengingat kekejaman Damutsu pada planetnya dan yang lain.
"Aku rasa juga begitu Chan pertarungan dengan dua orang itu membuat aku lelah" ujar Oukuma yang membenarkan posisi Namuha yang ia gendong di punggung.
"Lain kali hati-hati Kei lihat lukamu" tegur Kirana.
"Ah iya tadi soalnya Word berubah wujud beast jadi membuatnya bisa menyerang dengan cepat serta dalam menghindar makannya aku terluka seperti ini, aku bahkan tidak menyangka dia setengah manusia serigala" jelas Kei menyita perhatian Chan, Saka, Jon's dan Kir.
"Beast?" kejut Chan.
"Manusia serigala?" Jon's.
"Ternyata manusia serigala pantas ada aroma hewan" Saka.
"Word seorang beast?" kejut Kir.
Keiha mengganguk.
"Apa yang dikatakan Kei benar bahkan aku juga tidak menyangka,dilihat dari word dan Saminda kita tidak boleh meremehkan lawan didepan" kata Oukuma menatap Chan.
"Hum mulai sekarang kita harus waspada"Chan.
__ADS_1
Menempuh jalan dan waktu cukup lama akhirnya mereka menemukan tempat untuk istrirahat.
Dan beristrirahat secara bergantian.