Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Awal kejadian


__ADS_3

Swisss


Boom......


Suara ledakan yang menghatam sebuah planet.


"Hahahahah hancurkan mereka semuanya hahahahaha"ucap seseorang yang sangat senang melihat kehancuran pada sebuah planet.


"Hmmmm menarik aku suka ini"ucap Flain yang melihat kehancuran planet dari atas.


"Hmmmm sedikit kurang menarik bagaimana jika kutambahkan "ucap Reista.


Boom


Reista yang menggunakan kekuatannya untuk menambah kehancuran sebuah planet.


"Hmmmmm kau sangat lucu Reista wajahmu seperti bayi namun perilaku mu sangatlah berbeda"ucap Delta


"Jaga ucapanmu Nenek tua"ucap Reista dengan sebal


"Hei berani-beraninya kau memanggilku seperti itu"ucap Delta yang tidak suka perkataan Reista


"Hei berhentilah bertengkar ayo kita selesaikan ini!"ucap Flain pada kedua gadis yang sedang bertengkar

__ADS_1


"Apa urusanmu ha? "tanya Reista sebal.


"Ayo selesaikan ini saja!"ucap Delta yang menengahi pertempuran yang akan terjadi


"Serang!"ucap pemimpin kerajaan kepada pasukannya


"Ck bisa-bisanya mereka masih bisa seperti itu"ucap Delta memandang sinis dan remeh


"Hhhh ekuivalen"ucap seseorang pria paruh baya yang mengeluarkan kekuatannya yang mana membuat Delta, Reista serta Flain terekjut .


"Tidak mungkin bagaimana bisa!"ucap Reista dengan terkejut


"Tanor!"ucap seorang pria muda yang memukul tanah planet itu hingga membuat tanahnya menjadi guncang dan memunculkan sebuah monster dari tanah


Roarrrr....


"Hmph ternyata ada tanor juga aku sangat terkejut"ucap Flain yang memantau pergerakan perlawanan yang ada dari penduduk planet yang mereka hancurkan


"Ibu....apa yang terjadi dan apa yang mereka lakukan?"ucap Seorang anak kecil yang berada pada pangkuan ibunya sambil menunjuk kearah Delta, Reista dan Flain


"Hussst Chandra, Chandra jangan tanya-tanya dulu iya"ucap seorang ibu paruh baya yang menenangkan anaknya yang terus saja bertanya


"Ehmmmm Chandra, Chandra disini saja ibu mau membantu ayah iya"ucap ibu Chandra sambil menimang-nimang putranya sambil berjalan kearah kasur

__ADS_1


"Enggak mau, mau sama ibu"ucap Chandra


"Chandra.... ibu ingin bantu ayah sebentar iya"ucap ibu Chandra yang mendudukan anaknya keatas kasur serta membujuk anaknya


"Tapi..... Chandra ingin bersama ibu bu"ucap Chandra dengan mata sendunya.


"Chan......"ucap ibu Chandara yang meminta pengertian


"Enggak mau"ucap Chandra sambil menggerakan tangan ibunya untuk memohon agar tetap bersamanya


"Chan,ibu tidak bisa seperti ini, ibu harus membantu ayah chan ibu harap Chandra mau mengerti ibu "ucap ibu Chandra dengan tulus dan lembut kepada anaknya lalu berlalu pergi menuju keluar kamarnya dan pergi menuju ketempat suaminya berada yang mana membuat Chandra menjadi sedih karena ibunya meninggalkannya


"Ibu!"ucap Chandra yang melihat tangan ibunya yang menutup pintu kamar


"Maafkan ibu Chandra, ibu hanya tidak ingin melihat banyak kehancuran lebih parah lagi setidaknya jika ibu mu ini menggunakan kekuatannya mungkin akan berhasil dan menunda kehancuran planet ini lebih lama agar Chandra dan beberapa orang yang tinggal disini bisa hidup lebih lama lagi "ucap ibu Chandra yang menangis tersedu sedu pada perjalanannya.


"Ibu...."ucap Chandra yang melihat pintu kamar tertutup.


"Huft hhhh huft hhhh huft hhhh"ibu Chandra yang berlari menuju medan petempuran.


"Hhhh.... naga cristal keluarlah! "titah ibu Chandra yang mengeluarkan kekuatannya yang mana membuat sebuah naga keluar dari air dengan tubuh yang seperti cristal dan membuat beberapa orang terkejut ketika mendengar teriakan ibu Chandra serta melihat wujud naga yang terpanggil.


"Crastial apa yang kamu lakukan disini? "ucap seseorang pada ibu Chandra ketika seseorang pria tadi mendengar perkataan Crastial

__ADS_1


"Tentu saja membantu mu! "ucap ibu Chandra


"Apa yang kamu lakukan disini cukup berbahaya untuk mu lebih baik kau pulanglah dan jagalah Chandra! "titah ayah Chandra


__ADS_2