
Hingga waktu menyerahkan jawaban pasti!.
"Apa!".teriak Kir dalam benaknya.
"Tidak!,kenapa aku jadi tukang bersih-bersih!".pekik Kir.
"Sama saja ternyata".kata Saka lesuh.
"Sudahlah ayo,jangan membuat mereka curiga".kata Chan menepuk pundak Saka Dan menyemangati Kir.
Dengan perlahan mereka membersihkan armada dari jendela hingga lantai.
"Astaga lelahnya!".keluh Chan menyenderkan pada dinding armada.
"Wa... bersih".puji orang-orang melihat armada bersih.
"Terimakasih iya berkat kalian armada kami bersih,kami tidak memiliki tenaga untuk membersihkan armada jadi aku meminta kalian bekerja di sini".ujar sang bos bahagia.
"Dia pemimpin apa?".tanya Jon's melihat sang bos berjalan riang.
"Entahlah,jika mengingat pemimpin yang lain tidak seperti itu,ada yang konyol,humoris,lalu ada yang amatir kisah romansa,ada juga yang lugu yang ini?".
"Hhh".hela nafas Chan dan Jon's.
"Halo gadis kecil".ujar sang bos pada Keiha.
"Kau berbicara kepadaku?".tanya Keiha.
Bos mengganguk.
Melihat si bos dan Keiha berinteraksi membuat Chan dan Jon's waspada.
"Tenanglah".kata Jon's memberi kata penenang.
"Aku rasa tidak,kau tidak memanggil namaku".kata Keiha.
"Apakah harus?".tanya si bos.
Kita mengangguk.
"Kalu begitu siapa namamu?".tanya si bos.
Keiha menolak membuat si bos bingung.
"Kenapa?".
"Aku tidak boleh memberitahukannya".kata Keiha membuat penasaran.
"Sama siapa?".tanya bos.
"Itu!".tunjuk Keiha pada Chandra.
"Aku salah apa?".Chandra menjadi bingung.
"Aku salah apa?".
"Kau terkena masalah sepertinya Chan".kata Jon's tersenyum tipis.
"Hei bisakah kau bisa memerintahkannya dia untuk memberikan tahu namanya?".kata si bos.
"Ah itu...".
"A... aku".Chan melirik Jon's.
"Kita memanggilnya sewajarny,karena dia tidak. memperbolehkan yang lainnya tahu nama dia".kata Jon's.
"Ou...".si bos.
"Iya".Jon's.
"Lalu kalian memanggilnya apa?".tanyanya.
"Umbi".Jon's.
Chan terkejut.
Begitu pula dengan Keiha yang mendengarnya.
"Huwaaa kalian memanggilku umbi!".teriak Keiha berlari kencang sambil menanggis.
"Kak Kir mereka memanggilku umbi!".teriak Keiha terdengar.
"Kita akan terkena masalah".bisik Chan.
"Iya,satu selesai nambah satu lagi".lesuh Jon's.
Si bos melihat jalan Keiha yang di lalui.
"Mereka memanggilku umbi".teriak Keiha.
"Setidaknya bukan umbi cebol".kata Arata melihat Keiha memeluk Kirana.
"Huhuhuhu aku bukan cebol".Keiha.
"Sudahlah ayo kita kesana".ajak Kir.
"Hum!".angguk Keiha dan Arata.
__ADS_1
Sesampainya ditempat tadi Kir melihat Chan dan Jon's dengan tatapan mengerikan.
"Sudah kuduga kita akan dapat masalah".kata Jon's pelan.
"Ada apa?".tanya si bos melihat raut wajah Chan dan Jon's ketakutan.
Si bos menoleh ia melihat Kir,Arata dan Umbi(Keiha).
Wajah Kir berubah senyum.
"Lihatlah wajahnya langsung berubah".bisik Jon's.
Chan mengganguk.
Melihat si bos berada di sana Kir menghentikan niatnya lalu membungkuk dan pergi.
"Nanti saja kita kasih prnya".kata Kir.
Keiha mengganguk.
***
"Bisa-bisanya kalian memanggilnya Umbi!".kata Kirana marah pada Jon's dan Chan.
"Huwaaa".Keiha.
"Maaf".
"Kita tidak ingin dia tahu namanya".kata Jon's.
"Hhh setidaknya nama yang lain,jangan umbi!".kata Kirana.
"Maaf".
Dibagian armada bawah belakang Oukuma yang tengah berada disana melihat ketiga gadis yang dibicarakan Keiha.
"Apa mereka?".tanya Oukuma.
"Bagaimana ini?".
"Ini terlalu besar untuku".ujar salah satu gadis berambut pirang.
"Aku sedikit longgar".berambut merah muda.
"Bagaimana?".tanya rambut merah muda.
"Aku pas".ujar rambut biru.
"Waaa keren".ujar rambut merah muda dan pirang serempak.
"Kita harus mencari penduduk kota dibawah dek".ujar rambut biru serius.
"Warga kota?".ujar Pulan pada benaknya.
Dengan perlahan Wilam berjalan mundur namun tak sengaja ia menyenggol ember membuatnya ketahuan.
"Siapa disana keluar!".kata rambut biru.
Sedangkan kedua temannya waspada.
"Ah baiklah aku ketahuan".Oukuma keluar.
"Siapa kau?".tanya berambut biru serius.
"Aku sama seperti kalian hanya bedanya...".
"Apa bedanya?".tanya gadis berambut biru menunjukan senjatanya didepan Oukuma.
"Bedanya kami mencari informasi detail tentang musuh kami,aku rasa kita punya tujuan yang sama bagaimana kalau kita bekerja sama?".tanya Okuma.
Gadis berambut biru itu menatap tajam Oukuma.
"Aku serius".kata Oukuma.
Gadis itu menurunkan senjatanya.
"Bagaimana rencana kalian?".tanya gadis berambut biru.
"Kami menyamar menjadi pembersih amarda".kata Oukuma.
"Apa!".kaget gadis itu.
"Hum,kami akan menyamar dan mencari informasi setelah kita dapat kami akan pergi,untuk hal itu kalian bisa membebaskan warga kota setelah kita kecoh".kata Oukuma.
Gadis itu termenung dan berpikir.
"Bagaimana?".tawar Oukuma.
Setelah berpikir lama gadis itu. mengganguk setuju dengan rencana mereka.
Mereka ber empat berjalan di lorong armada. bersama sambil berbagi pendapat jika misi mereka gagal.
"Wa...".takjub Sarasa gadis berambut pirang.
"Besar".kagum Tenny berambut merah muda.
"Kalian akan bekerja dan bersikaplah biasa jangan mencolok".kata Okuma pelan.
__ADS_1
"Hai".sapa salah satu bawahan melihat Oukuma.
"Ouh hai bagaimana kabarmu?".tanya Oukuma mencairkan suasana.
"Baik,bagaimana kabarmu?".tanya bawahan.
"Baik".kata Okuma.
Okuma dan bawahan si bos pergi agar tidak membuat sesuatu yang tidak-tidak kalau menyadari adanya Chinami,Sasara dan Tenny.
Oukuma memberi kode pada mereka bertiga,mereka mengganguk lalu mulai berjalam membersihkan armada yang masih kotor.
Yang tidak terjangkau Chan dan temannya.
Hari-hari telah berlalu Chan dan temannya mendapatkan informasi menarik.
Siang hari yang terik kegaduhan terjadi.
"Bos di dek belakang ada jasad sepertinya ada penyusup dan mereka tidak mengenakan atasan pakaian,sepertinya ada penyusup".ujarnya.
Si bos marah.
Semua bawahan datang dan yang lainnya.
"Siapa mata-mata di sini!".geramnya.
Si bos menatap Chan.
menyelidik.
"Bukankah kau yang membawa kami?,tatapanmu menunjukan seakan kami".tanya Chandra.
"Jadi mana bisa? ".tanya Chan.
"Hum".si bos menegakan tubuhnya.Lalu berjalan hingga berhenti di depan ketiga gadis.
"Kenapa kalian memakai punya mereka?".tanya si bos.
"Itu karena aku yang memberikannya,waktu itu ketiga bawahan memberikan baju padaku untuk diperbaiki jadi aku perbaiki".
"Ketika aku sudah selesai perbaiki aku melihat mereka bertiga dan memberikannya karena melihat mereka mengenakan pakaian kekecilan sebab itu aku berikan".
"Dan ketika aku ingin menyampaikan sesuatu kepada ketiga bawahan itu aku mendengar mereka sudah tiada".
"Sebab itu terjadilah hal ini".kata Saka menjelaskan.
Si bos menatap Saka lalu ke gadis didepannya.
"Mungkin mereka tiada karena penyakit dadakan mereka atau mungkin jatuh banyak hal kemungkinan".kata Saka membuat bawahan lainnya terkejut.
"Penyakit dadakan hu... mengerikan".
"Bagaimana bisa?".
"Apa mereka mempunyai luka?".kata di bos.
Bawahan menggeleng.
Saka tersenyum diam-diam.
"Apa benar?".
"Iya sudah kalian bubar dan 4 orang lainnya urus jasadnya".kata si bos membubarkan.
"Hhh kita lolos Chi".kata gadis berambut merah muda.
"Hum".Chinami.
Mereka bertiga pun kembali keruangan.
Melihat Saka mereka menghampiri dan berterimakasih,Saka mengganguk.
Hari-hari yang mereka lalui seperti biasa hingga rencana besar pada pagi hari yang masih gelap,dimulai.
Chan dan temannya juga sudah mendapatkan informasi yang cukup.
Karena pergerakan Chinami dan temannya yang ingin membebaskan warga kota membuat mereka mau tidak mau mempercepat walau mereka tahu lawan mereka tidak mudah.
Dengan perlahan Oukuma dan Jon's kekamar Taras bos yang memegang armada.
Dengan perlahan mereka ingin menyerang Taras namun rencana mereka gagal dan membuat Taras tersadar dan marah.
"Beraninya menyerangku!".ujar Taras marah.
"Kau gagal".ungkap Chan.
"Tentu saja".kata Oukuma.
"Dia terlalu peka".Jon's.
"Seperti putri malu".ujar Keiha menyita perhatian temannya.
"Hsss".Chandra memeringati Keiha.
Tiba-tiba suara lantang terdengar.
"Bos penduduk kota Era tidak ada!".ujarnya membuat Taras marah.
__ADS_1
"Cari mereka!".marah Taras.
"Itu!".tunjuk bawahan menunjuk gerombolan orang berlari diatas air.