Dua P'Lanet

Dua P'Lanet
Berpetualang bersama


__ADS_3

Di meja makan mereka tengah berbincang bagaimana Chan dan yang lainnya bertemu pangeran Saka.


"Terimakasih telah merawat pangeran Saka dengan baik".Paman Fei.


"Tidak apa paman".tolak Chan pada sikap Fei yang terlalu formal.


"Tidak apa".paman Fei.


"Baiklah paman minta bantuan untuk memandu mereka keliling aku harus menyelesaikan hal lain".Saka memberi perintah pada paman Fei dan penasehat Li Zhou.


Paman Fei dan penasehat Li Zhou mengganguk.


🍀🍀🍀


"Paman apa yang dilakukan Saka?".tanya Kir.


"Pangeran hanya melakukan tugasnya sebagai pangeran nona".paman Fei tersenyum.


"Tugas?".


"Apa seperti mendatangi dokumen?".tanya Kir.


"Hum".angguk paman Fei.


"Ehmmm,paman bolehkah aku bertanya?".Chandra.


"Apa tuan Chan?".tanya paman Fei.


"Apa tujuan Saka untuk berlatih keras,hingga dia kehilangan energinya terlalu banyak?".tanya Chandra.


Paman Fei terkejut.


"Apa pangeran pingsan dan dirawat karena banyak berlatih".tanya paman Fei pada Chan.


"Iya?".Chandra.


"Memangnya ada apa?".tanya Chan.


"Hhh... tidak apa".paman Fei menatap langit.


Kir,Chan dan Arata menatap arah pandang begitu dengan yang lainnya.


"Baik mari kita lanjutkan".paman Fei melangkah maju dan menjelaskan beberapa ruangan.


Srek


Srek


Srek


Pulpen yang bersentuhan dengan kertas.


Saka membaca dan mendatangani surat dan dokumen yang menumpuk diatas meja.


Walaupun belum diangkat menjadi raja Saka telah dipercayai dengan tugas kerjaan.


"Hhhh kepalaku pusing".keluh Saka memegangi kepalanya.


Beberapa lama berkutat dengan pekerjaannya Saka bersandar pada kursi menatap atap ruangan.


"Berapa lama ini akan berakhir,apa aku harus pergi bersama mereka untuk mengakhirinya?".tanya Saka dalam benaknya.


"Apa mereka sama dengan waktu itu".tanya nya kembali.


"Hhhh mungkin aku harus berpikir jauh lagi".


Matahari perlahan turun Saka berjalan keluar istana menuju suatu tempat.


Sebuah benda setengah lingkaran di depannya.Yang bagian atas mengalami kerusakan.


Mamandang cukup lama hingga sebuah suara membuatnya melihat kearah belakang.


"Apa yang kau lakukan disini?".tanyanya berjalan mendekat.


Chan memandang setengah lingkaran didepannya.


"Apa itu yang membuatmu seperti ini?".tanyanya.


Saka menggeleng.


"Buka aku hanya ingin sekuat tenaga melindungi negeri ku".katanya,bayang kota dan senyum penduduk terlintas diotaknya.


"Benarkah?".tanya Chan.

__ADS_1


Saka mengganguk.


"Berkat benda itu dan Tuhan yang mengijinkan kami bersembunyi dan bertahan hingga sekarang".


"Waktu itu,ketika malam hari ada penyerangan dadakan di planet ini semua penduduk panik tak tahu arah begitu juga dengan diriku".


"Entah mengapa kami berada di sini dan sebuah suara terdengar halus tapi tegas".


"Dia berujar'masuklah kedalam benda ini akan aku pindahkan kalian ketempat aman' ".


"Kami mengikuti sebuah portal terbuka membawa kami ke negeri lain".


"Setelah merasa cukup aman,kami keluar melihat kondisi sudah parah,orang tuaku yang berusaha melawan mereka gugur dimedan perang".


"Aku pikir itu selesai ketika tiba-tiba serangan itu meluncur ke kami".


"Kami menunduk sebuah serangan mengenai salah satu bagian benda itu yang kami sebut 'portal' ".


"Serangan itu kembali menyerang kemudian sebuah cahaya menyapu serangan yang tertuju pada kami".


"Rasa takut yang kami rasakan membuat kami tidak kuat melihat".


"Hingga itu selesai".


"Setelah kejadian itu kami mulai membangun kembali".


"Memang tidak parah namun tetap saja korban terlalu banyak bagi kami".


"Awalnya kami ragu,namun harapan pada kami masih ada membuat kami membangun kembali".


"Sebab itu aku ingin kuat dan menjaga mereka dan tak ingin kehilangan orang yang aku sayangi".


"Ibuku Amora menitipkan kerajaan padaku sebelum itu".


Mendengar cerita tak jauh beda darinya membuat Chan mengepalkan tangan erat.


"Ini adalah salah satu benda yang kami punya untuk melarikan diri".


"Apa mereka kelompok yang sama yang pernah engkau dengar sebelumnya?".tanya Chan.


Saka menggeleng.


"Aku tidak tahu pasti".


"Lalu bagaimana dengan rakyat dan kerajaan?".tanya Chan.


"Aku akan menyerahkan pada yang lain".ujarnya menatap keatas langit.


"Hhh... kalau begitu selamat bergabun".


Chan mengulurkan kepalan tangan yang disambut hangat.


"Terimakasih".


🍀🍀🍀


"Ouh iya apa mengurus kerajaan sudah?".tanya Chan disela perjalanan.


"Kau juga seorang pangeran buka?".kata Saka.


"Hehehe iya tapi jika ada urusan kerajaan aku akan menghindari dan ku serahkan pada paman".


Chan menggaruk tengkuk.


Saka menggeleng.


Tidak disangka ia mempunyai teman seperti Chandra.


"Lalu kau akan menyerahkan seperti apa?".tanya Chan.


"Aku akan membuat pengumuman".Saka.


Chan mengganguk.


***


Tibanya dimana hari Saka memberi pengumuman.


Dimana ia memberi pernyataan.


Akan berpetualang diluar dan menyerahkan kerajaan kepada penasehat Li dan paman Fei.


"Dan sebab itu jika ada penyerangan maka kalian ketempat portal berada dan masuklah ketika sudah terbuka".

__ADS_1


"Aku tidak tahu apakah masih berfungsi atau tidak namun jika percaya pasti kita bisa".


"Kami akan menunggu pangeran maka pulanglah dengan selamat".teriak rakyat.


"Iya kami akan menjaga planet dan kerajaan ini sebisa kami!".


Riuh suara terdengar.


Saka menanggis mendengar dukungan rakyat.


Ia menunduk mengucapkan terimakasih sambil terisak.


"Janganlah menanggis!".


"Pangeran pasti bisa".


"Terimakasih hiks".Saka.


🐢🐢🐢


Pengumuman telah usai Saka,Chan dan lainnya bersiap pergi.


"Hati-hati pangeran".paman Fei.


"Pangeran jaga kesehatan".penasehat Li.


"Hum! terimakasih paman,penasehat".Saka dengan senyuman merekah.


"Ayo".ajak Chan.


"Tolong jaga pangeran dengan baik".paman Fei.


"Tenang saja paman".Jon's.


"Terimakasih".paman Fei.


"Hati-hati pangeran".lambai paman Fei dan yang lainnya menatap kepergian Saka dan yang lainnya.


Rakyat yang melihat jet ski sudah menuju keatas melambaikan tangan.


"Hati-hati".


Dalam perjalanan baru yang unik meraka bertemu dengan paus pink.Lumba-lumba pohon berbicara,dan hal lainnya.


"Hhh lelahnya".Jon's merebahkan diri menatap bintang berkelas kelip.


"Hum!".angguk Saka merebahkan diri di samping Saka.


"Indah mereka bercahaya seperti harapan bukan?".tanya Jon's.


Saka mengganguk.


"Jon's".Saka.


"Hmmm?".


"Darimana kau bisa bertemu dengan mereka".tanya Saka menatap temannya berganti ke bintang.


"Ummm".


"Waktu itu jika tidak salah aku membantu Razky ke penginapan karena cidera kaki yang tak sengaja aku lakukan".kata Jon's mengingat pertemuan mereka.


"Cidera?".tanya Saka.


Jon's mengganguk.


"Jika tidak salah cidera disebabkan mereka melawan musuh pada suatu planet".


"Yang membuat kaki Raz bermasalah beberapa hari dan akibat diriku tak sengaja menabrak Raz menambah sakit pada kakinya".Jon's.


"Jadi dari hal itu aku bertemu mereka dan berpetualang bersama".


Saka mengganguk paham.


"Jika tidak salah kau bertemu dengan Namuha,Oukuma terlebih dahulu kan?".tanya Jon's.


Saka mengganguk.


"Saat itu aku sedang mengejar pencuri hingga bertemu dengan mereka aku juga melihat Namiha jika tidak salah mereka bertemu".kata Saka mengingat ingat.


"Pertemuan kita dengan mereka unik-unik ternyata hahaha".kata Jon's tertawa.


Saka mengganguk sambil menatap langit penuh bintang.

__ADS_1


__ADS_2