DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 10


__ADS_3

" Kok berhenti ? Udah sampai ?


" Bukan udah sampai tapi bensin gue habis."


" Kok bisa sih ? Ih, Erel Nggak seru banget sih Masa gue harus jalan sampai rumah? Yang ada kaki gue bisa Patah.”


" Gimana ya ? Mana Nggak ada Pom bensin lagi di sini." Erel menggaruk kepalanya.


" Ya udah gue cari Pom bensin dulu ya Lo tunggu di sini. Jangan ke mana-mana Kalau ada apa-apa telepon gue," kata Erel lalu membuka Pintu mobil dan keluar.


" inget jangan ke mana-mana,” kata Erel lagi lalu menutup Pintu


" Huh Nyebelin banget tuh cowok Udah ngerusak malam minggu gue sama Dimas maksa gue ikut sama dia terus ninggalin gue di mobil yang Pengap ini lagi.”


Aurora yang kepanasan di dalam mobil Pun terus saja mengeluh karena Erel tidak datang-datang juga Karena bosan menunggu, Aurora pun memutuskan untuk menyusul lelaki itu. Gadis itu turun dari mobil dan berjalan Pelan


Hingga tiba-tiba ada dua orang lelaki menyetopnya


" Mau ke mana Cantik," tanya salah satu Pria dengan rokok di tangannya


" Permisi .... " Aurora menghindar dari Pria itu Namun Pria di sebelahnya malah mencekal Pergelangan tangannya


" Nggak baik cewek cantik jalan sendiri malam-malam mending sama abang aja," goda Pria yang mencekal tangan Kiara.


" Lepasin " teriak Aurora sambil menarik tangannya


" Cantik-cantik kok galak sih," goda Pria yang membawa rokok sambil mencolek dagu Aurora


Aurora berusaha melepaskan tangan lelaki itu. la berteriak minta Pertolongan


" Teriak aja terus Neng Nggak akan ada yang dateng.”


Tiba-tiba seseorang memukul pria yang mencekal tangan Aurora dari belakang Pria tersebut Pun menoleh

__ADS_1


" Eh, bocah, Lo Ngapain mukul gue," bentak Pria tersebut


" sudut bibir Erel mengeluarkan darah


" Cih, cuma segini doang, " Er


" Lo Kenapa " tanya Erel sambil menarik tangan gadis itu


" Gue ... gue takut " kata Aurora alu memeluk Erel dan menangis di dalam Pelukan cowok itu


" iya-iya, Lo Punya P3K "


" Buat "


" itu bibir Lo berdarah.”


" Oh ada di bagasi "


Aurora pun mengambil P3K tersebut lalu mulai mengobati Erel Jantung keduanya berdetak cepat saat berdekatan.


" Nih .... " Aurora memberikan minuman dan roti Pada Erel


" Suapin ..... "


" Lo kan Punya tangan.”


" Tapi kan tangan gue sakit gara-gara Preman tadi.”


" Tangan yang mana " Tanya Aurora khawatir sambil memegang kedua tanga Erel membuat lelaki itu


meringis.


" Aw, tangan kanan jangan di Pegang Sakit," kata Erel Aurora Pun melepaskan Pegangannya itu

__ADS_1


" Maaf....”


" Udah Nggak apa-apa ayo cepet suapin gue, gue laper,” kata Erel dan Aurora pun mengangguk. Aurora merobek bungkus roti, lalu mulai menyuapi Erel


" Lo Nggak makan "


" Nggak laper "


" Lo harus makan "


" Tapi kan ....” Dan omongan Aurora berhenti saat roti menyumpal mulutnya.


" Lo Nggak mau kan gue dimarahi gara-gara bawa anak orang dan Maaf....”


" Udah Nggak apa-apa ayo cepet suapin gue, gue laper,” kata Erel dan Aurora pun mengangguk. Aurora merobek bungkus roti, lalu mulai menyuapi Erel


" Lo Nggak makan "


" Nggak laper "


" Lo harus makan "


" Tapi kan ....” Dan omongan Aurora berhenti saat roti menyumpal mulutnya.


" Lo Nggak mau kan gue dimarahi gara-gara bawa anak orang dan nggak dikasi makan," tanya Erel


" Udah cepet makan sebentar lagi taksi yang gue telepon dateng."


Dan Aurora pun makan dalam diam


••••nggak dikasi makan," tanya Erel


" Udah cepet makan sebentar lagi taksi yang gue telepon dateng."

__ADS_1


Dan Aurora pun makan dalam diam


...••••...


__ADS_2