DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 6


__ADS_3

" Diem Lo karet unyil Lo itu ya, udah kecil, hidup lagi."


" Eh, bukan gue yang kecil, tapi Lo yang kebesaran." Nessa tak mau kalah.


" Makanya Punya tubuh itu yang ideal dong kayak gue." Rokky ikut-ikutan


Sementara itu Erel dan Aurora sudah sedari tadi meninggalkan kelas. Mereka sekarang berada di halaman belakang sekolah.


" Ngapain sih lo ngajak gue ke sini," tanya Aurora heran.


" Duduk dulu " kata Erel sambil menepuk Permukaan kursi di sebelahnya Dan Aurora Pun duduk


" Pinjem bahu Lo ya buat tidur "


" Jadi Lo Ngajak gue ke sini cuma buat nemenin lo tidur," Aurora sangat kesal dengan sikap Erel


" Tapi, kan .... "


" Gue minta Lo nurut sama gue, apa pun itu dan ini adalah Permintaan kedua gue,” Potong Erel lalu menyenderkan kepalanya di bahu Aurora


Aurora mengembuskan napas kasar. Ia sudah menduga sejak Perjanjiannya dengan cowok itu untuk memberikan tiga Permintaan, ia akan bernasib buruk. Dan sekarang sudah terbukti dia selalu menuruti Permintaan cowok itu


Aurora menatap cowok di sampingnya yang sudah terlelap. Wajahnya sangat damai, berbeda Pada saat ia terbangun Aurora serasa ingin membuat ramuan untuk menidurkan Erel selamanya supaya hidupnya tenang


Perlahan-lahan gadis itu Pun mulai menutup matanya. Ia tertidur di samping Erel. Entah mengapa ia merasa nyaman di dekat cowok itu.


...•••••...


Erel membuka matanya Perlahan-lahan Ia menoleh ke samping dan menemukan seorang gadis sedang tertidur di sebelahnya. Gadis itu tertidur Pulas membuat Erel tak tega membangunkannya. Namun, karena gerakannya yang tiba-tiba Aurora akhirnya terbangun


Aurora mengerjapkan matanya berkali-kali kemudian mengedarkan Pandangannya ke segala Penjuru arah Lalu ditatapnya Erel yang memandanginya


" Ada apa " tanya gadis itu saat melihat Erel terdiam dan memandanginya


" Gue bosen hidup Ra bokap gue udah nikah lagi, terus ninggalin gue dan cuma ngirimin uang Nyokap gue udah meninggal dan kakak gue udah nikah terus hidup sama keluarganya," kata Erel. Ia seolah tak sadar sudah membuka sedikit rahasia yang selama ini ia tutup rapat-rapat

__ADS_1


Aurora yang mendengar hal itu sama sekali tak menyangka jika kira Erel bersikap bandel bukan karena kemauannya. Erel melakukan hal itu karena ia tertekan, sangat tertekan


" Gue Nggak nyangka kalau Lo Punya masalah yang besar," kata Aurora saat mengetahui secuil dari masa lalu Erel


" Maaf jadi curhat " kata Erel sambil menghela napas Panjang


" Enggak apa-apa "


" Btw jam berapa nih " tanya Erel Aurora Pun melihat jam yang melingkar di tangan kirinyaDiem Lo karet unyil Lo itu ya, udah kecil, hidup lagi."


" Eh, bukan gue yang kecil, tapi Lo yang kebesaran." Nessa tak mau kalah.


" Makanya Punya tubuh itu yang ideal dong kayak gue." Rokky ikut-ikutan


Sementara itu Erel dan Aurora sudah sedari tadi meninggalkan kelas. Mereka sekarang berada di halaman belakang sekolah.


" Ngapain sih lo ngajak gue ke sini," tanya Aurora heran.


" Duduk dulu " kata Erel sambil menepuk Permukaan kursi di sebelahnya Dan Aurora Pun duduk


" Pinjem bahu Lo ya buat tidur "


" Jadi Lo Ngajak gue ke sini cuma buat nemenin lo tidur," Aurora sangat kesal dengan sikap Erel


" Tapi, kan .... "


" Gue minta Lo nurut sama gue, apa pun itu dan ini adalah Permintaan kedua gue,” Potong Erel lalu menyenderkan kepalanya di bahu Aurora


Aurora mengembuskan napas kasar. Ia sudah menduga sejak Perjanjiannya dengan cowok itu untuk memberikan tiga Permintaan, ia akan bernasib buruk. Dan sekarang sudah terbukti dia selalu menuruti Permintaan cowok itu


Aurora menatap cowok di sampingnya yang sudah terlelap. Wajahnya sangat damai, berbeda Pada saat ia terbangun Aurora serasa ingin membuat ramuan untuk menidurkan Erel selamanya supaya hidupnya tenang


Perlahan-lahan gadis itu Pun mulai menutup matanya. Ia tertidur di samping Erel. Entah mengapa ia merasa nyaman di dekat cowok itu.


•••••

__ADS_1


Erel membuka matanya Perlahan-lahan Ia menoleh ke samping dan menemukan seorang gadis sedang tertidur di sebelahnya. Gadis itu tertidur Pulas membuat Erel tak tega membangunkannya. Namun, karena gerakannya yang tiba-tiba Aurora akhirnya terbangun


Aurora mengerjapkan matanya berkali-kali kemudian mengedarkan Pandangannya ke segala Penjuru arah Lalu ditatapnya Erel yang memandanginya


" Ada apa " tanya gadis itu saat melihat Erel terdiam dan memandanginya


" Gue bosen hidup Ra bokap gue udah nikah lagi, terus ninggalin gue dan cuma ngirimin uang Nyokap gue udah meninggal dan kakak gue udah nikah terus hidup sama keluarganya," kata Erel. Ia seolah tak sadar sudah membuka sedikit rahasia yang selama ini ia tutup rapat-rapat


Aurora yang mendengar hal itu sama sekali tak menyangka jika kira Erel bersikap bandel bukan karena kemauannya. Erel melakukan hal itu karena ia tertekan, sangat tertekan


" Gue Nggak nyangka kalau Lo Punya masalah yang besar," kata Aurora saat mengetahui secuil dari masa lalu Erel


" Maaf jadi curhat " kata Erel sambil menghela napas Panjang


" Enggak apa-apa "


" Btw jam berapa nih " tanya Erel Aurora Pun melihat jam yang melingkar di tangan kirinya


" Jam dua belas " jawab Aurora dan sedetik kemudian ia langsung Panik


guru


" Jam dua belas " jawab Aurora dan sedetik kemudian ia langsung Panik


" Kenapa "


" Rel, kita belum ngerjain tugas dari Bu Ratna Gimana nih kita bakalan dihukum sama Bu Ratna Soalnya gue denger-denger Bu Ratna itu guru tergalak di sekolah ini," jelas Aurora tampak jelas dari wajah gadis itu bahwa ia ketakutan.


" Santai aja kali " kata Erel sambil berdiri.


" Mau ke mana "


" Ke kelaslah "


" Emang Lo Nggak takut "

__ADS_1


" Gue mah udah kebal sama hukuman," kata Erel santai. Aurora Pun dengan Pasrah mengikuti Erel menuju kelasnya


...•••••...


__ADS_2