DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 13


__ADS_3

a udah ngingetin." Dimas mengacak Pelan rambut gadis di depannya. Ia merasa hatinya sudah bisa melepas seseorang dan kembali menerima orang lain Menerima perlakuan Dimas, Aurora menjadi salah tingkah. Ingin rasanya ia berteriak, tapi ia masih cukup waras untuk tidak melakukan hal itu di kantin sekolemakan bakso yang ada di depannya dengan Perlahan. Entah mengapa, mood-nya kembali baik setelah mendengar suara gadis di depannya itu. Gadis itu sangat mirip dengan seseorang Pada masa lalunya Dimas tersenyum tipis saat melihat Aurora sedang memakan mi goreng yang ia Pesan tadggak tuh emang salah ya kalau gue senyumila karena lo," kata Dimas membuat Pipi Aurora mer di lapangan basket tadi


" Kak, gue boleh tanya nggak "


" Tanya apa "l


" l menyalin jawaban milik Rokky yang tentunya bukan ia jawab sendi


" Rel " Panggil Aurora


" Hmmm " Erel bergumam Pelan


"


" Ya udah mana jawabannya "


" Nyontek itu nggak baik lho,” kata Erel sambil menggeser kertas ulangannya ke Aurora


" Mas Erel yang terhormat sebaiknya Anda ngaca dulu sebelum berbicara Paham," kata Aurora sambil mengambil lembar jawab Erel lalu menaruhnya di kolong bangku.


" Gue kan enggak Pernah nyontek " Erel berucap dengan Penuh Percaya diri


" Semerdeka lo aja deh," kata Aurora sambil menyalin jawaban Erel lebih tepatnya jawaban hasil menyontek jawaban teman.


...•••••...


tersebut.


"


" Lo teriak sekenceng-kencengnya.” Lalu, Erel menarik napas, dan beberapa saat setelahnya ia berteriak sekencang-kencangnya. Aurora pun mengikuti hal yang dilakukan Erel


" Gimana "

__ADS_1


" Rasanya lebih enak dari sebelumnya Stres gue karena ulangan tadi lenyap seketika," Aurora menatap mata Erel Mereka saling bersitatap selama beberapa saat.


" Udah lega, kan "


" Udah " jawab Aurora


" Kalau boleh tau, tadi lo kenapa berantem sama Kak Dimas "


" Jangan nyebut nama orang itu lagi "


" Kenapa sih setiap gue nyebut nama Dimas di depan Erel atau sebaliknya mereka kayak langsung emosi gini," batin Aurora


" Ra Pulang yuk " ajak Erel setelah bisa mengendalikan emosinya Namun tak ada jawaban dari gadis itu


" Aurora halo " kata Erel sambil melambai-lambaikan tangan kirinya di depan wajah Aurora membuat gadis itu tersada


" Rasanya lebih enak dari sebelumnya Stres gue karena ulangan tadi lenyap seketika," Aurora menatap mata Erel Mereka saling bersitatap selama beberapa saat.


" Udah lega, kan "


" Udah " jawab Aurora


" Kalau boleh tau, tadi lo kenapa berantem sama Kak Dimas "


" Jangan nyebut nama orang itu lagi "


" Kenapa sih setiap gue nyebut nama Dimas di depan Erel atau sebaliknya mereka kayak langsung emosi gini," batin Aurora


" Ra Pulang yuk " ajak Erel setelah bisa mengendalikan emosinya Namun tak ada jawaban dari gadis itu


" Aurora halo " kata Erel sambil melambai-lambaikan tangan kirinya di depan wajah Aurora membuat gadis itu tersadar.


" Eh, apa "

__ADS_1


" Gue ngajakin lo Pulang makanya jangan bengong terus,"


" Ya udah ayo Pulang " Aurora menjawab PatuhRasanya lebih enak dari sebelumnya Stres gue karena ulangan tadi lenyap seketika," Aurora menatap mata Erel Mereka saling bersitatap selama beberapa saat.


" Udah lega, kan "


" Udah " jawab Aurora


" Kalau boleh tau, tadi lo kenapa berantem sama Kak Dimas "


" Jangan nyebut nama orang itu lagi "


" Kenapa sih setiap gue nyebut nama Dimas di depan Erel atau sebaliknya mereka kayak langsung emosi gini," batin Aurora


" Ra Pulang yuk " ajak Erel setelah bisa mengendalikan emosinya Namun tak ada jawaban dari gadis itu


" Aurora halo " kata Erel sambil melambai-lambaikan tangan kirinya di depan wajah Aurora membuat gadis itu tersadar.


" Eh, apa "


" Gue ngajakin lo Pulang makanya jangan bengong terus,"


" Ya udah ayo Pulang " Aurora menjawab Patuh


••••••


" Gue ngajakin lo Pulang makanya jangan bengong terus,"


" Ya udah ayo Pulang " Aurora menjawab Patuh


••••••


" Gue ngajakin lo Pulang makanya jangan bengong terus,"

__ADS_1


" Ya udah ayo Pulang " Aurora menjawab Patuh


...••••••...


__ADS_2