DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 18


__ADS_3

" Gue beli minum dulu " kata Martin lalu Per


" Maaf, maaf, gue nggak tau itu uang lo. Kalau lo mau minta aja sama dia lagi, Pasti dia langsung ngasih.” kejepit atau kenapa sih ? Bisa turun harga diri gue minta uang kembalian ke adik kelas,” kata Rokky kesal. Ia menusuk bakso yang ia Pesan tadi. Seketika wajahnya berubah merah Kenapa lo " Erel heran dengan Perubahan ekspresi Rokky.


" Gue beli minum dulu " kata Martin lalu Pergi


" Eh, Martin, lo kasih berapa sendok sambel ini Pedes, gila," umpat Rokky kesal. Ia langsung meminum es tehnya hingga tetesan terakhir. Martin memang sebelumnya ikut mengantre bersama dua adik kelas yang dipaksa mengantarkan bakso Pesanan Rokky


" Kenapa lo " tanya Martin dengan wajah Polosnya saat kembali.


" Kenapa, kenapa, lo tuh nggak usah kebanyakan akting, gue abisin juga lo di sini.” Rokky menahan kesal.


" Eh, tenang-tenang kalian


" Kenapa lo " tanya Martin dengan wajah Polosnya saat kembali.


" Kenapa, kenapa, lo tuh nggak usah kebanyakan akting, gue abisin juga lo di sini.” Rokky menahan kesal.


" Eh, tenang-tenang kalian berdua kalau mau bertengkar mending di lapangan aja," saran Gani

__ADS_1


" Lo lagi, Gan, balikin uang gue "


" Cuma uang seribu lima ratus aja sampe segitunya, Rok.”


" Eh, jangan salah, uang segitu tuh amat berarti.”


" Woi, ini Erel kenapa diem kek sapi bloon," tanya Gani mengalihkan fokus Rokky sambil memperhatikan Erel yang sedang melihat ke arah seseorang


" itu mah bukan diem, tapi ngelihatin sang Pujaan hati." Rokky membalikkan badan dan melihat ke arah Pandangan Erel. Rokky pun menemukan Aurora sedang duduk bersama Nessa.


" Pantesan Ada Aurora toh,” kata Rokky setelah membalikkan badannya ke Posisi semula.


" Ah, udah nggak berani gue nampilin muka gue di depan dia lagi. Malu, Gan.”


Martin dan Gani pun tertawa karena mengingat kejadian kemarin


" Eh, gue Punya ide cemerlang,” kata Rokky. Lelaki Itu dengan jailnya menukar baksonya dengan bakso Erel


" Mumpung Punya Erel masih belum disentuh, daripada keburu dingin mending gue aja yang makan,” kata Rokky, lalu melahap bakso itu dengan rakus dan Pergi meninggalkan kantin

__ADS_1


" Eh, Rel, bengong aja dari tadi. Kalau suka langsung tembak aja, jangan dilihatin terus." Ucapan Gani membuat Erel berhenti melihat Aurora


" Udah gue kasih kode, tapi nggak Peka-peka Cewek itu susah peka.”


" Gimana mau Peka, lo kasih kodenya kayak gitu. Lo kasih kode atau hukuman ? Gue jadi kasihan lihat Aurora menderita tiap deket lo.”


" Sialan lo " umpat Erel lalu memakan baksonya. Seketika wajahnya memerah. Dengan kalap Erel meminum air milik Gani sampai habis


" Siapa yang kasih sambel di bakso gue,"


" Tanyakan Pada Rokky Gue sama Gani nggak ikutan.” Martin membela diri


" Sialan itu anak " Erel mengumpat sambil terus kepedasan. Bibirnya sampai memerah karena Panas dari cabai.


" Eh, Rel, itu Dimas ngapain nyamperin Aurora ," Gani bertanya Pada Erel Pandangan Erel pun beralih ke arah Aurora. Di sana Aurora sedang berbicara dengan Dimas dan tertawa bersama. Hanya mereka berdua, entah ke mana Nessa yang tadi duduk bersama Aurora


" Yang sabar ya, Rel. " Martin menguatkan.


" Sialan lo " umpat Erel lagi lalu Pergi meninggalkan kantin. Ia benci melihat Aurora dekat dengan Dimas.

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2