
Dua jam telah mereka lewati untuk latihan membuat semuanya sangat lelah, terutama Aurora, Aurora merasa tenggorokannya sangat kering. Ia butuh minum.
" Rel, dapur Lo di mana "
" Di rumah inilah " jawab Erel asal. Ia masih sibuk dengan gitarnya
Aurora mendengus kesal. " Beneran Gue haus."
" Telen air liur lo aja "
Gani yang mendengar hal itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya Tingkah sahabatnya itu sangat tak acuh. Ingin rasanya ia menenggelamkan sahabatnya ke bak kamar mandi sekarang juga.
" Sama gue aja, Ra gue juga Pengin ngambil snack,” ajak Gani
Mendengar hal itu Martin yang sedari tadi sedang sibuk dengan drumnya akhirnya membuka suara
" Gani ngambil start duluan,”
" Apaan sih Tin "
Aurora Pun beranjak dari duduknya diikuti Gani. Mereka Pun berjalan menuju dapur. Sepanjang Perjalanan Aurora hanya celingak-celinguk melihat sekitar, sampai akhirnya ia membuka suara.
" Kak kalau boleh tau Erel itu tinggal sendiri ya di sini "
Gani Pun menengok ke arah Aurora Ia menatap sebentar gadis itu lalu menjawab
" iya dia di sini cuma sama asisten rumah tangga Itu Pun udah Pulang jam segini."
Aurora hanya menggumam mendengar Penjelasan Gani
" ini dapurnya Lo kalau mau minuman dingin, ed tinggal ambil di kulkas aja Gue mau nyari snack dilemari makanan."
Aurora berjalan menuju kulkas yang berada di ujung, Namun, tiba-tiba dia melihat seorang wanita Paruh baya di sampingnya.
" Hai Aurora ya " tanya wanita itu ramah
Ragu-ragu Aurora menjawab " Iya Tante siapa,"
" Tante ibunya Erel," jawab wanita itu sambil tersenyum
" Dek ngomong sama siapa " tanya Gani saat mendengar Aurora berbicara dengan seseorang.
__ADS_1
Aurora Pun menoleh ke arah Gani. " ini sama .... " kata Aurora sambil kembali melihat tempat di sampingnya, " Loh kok kosong," tanya Aurora bingung
" Dari tadi kosong kali Dek Lo ngomong sama siapa," Gani mendekati Aurora
" Tadi ada Perempuan kayak udah tua gitu terus dia bilang ibunya Erel," kata Aurora Panik
" Hah ? Ibunya Erel kan udah meninggal," kata Gani terkejut Aurora langsung terkesiap saat mendengar Penuturan Gani
" Lo Punya kemampuan untuk ngelihat makhluk gaib gitu,"
" Enggak ..... " Aurora menjawab lemah
" Menurut gue sih ibunya Erel mau minta tolong sama Lo. Biasanya kan gitu kalau ada sosok dari dimensi lain coba komunikasi sama manusia."
" Apa gue harus kasih tau Erel "
" Jangan dulu nanti masalahnya tambah ribet."
" Ya udah kalau gitu, Kak, kakak juga jangan ember."
" iya mana mungkin seorang Gani itu ember."
" Udah tenang aja Percaya deh sama gue." Gani menenangkan Aurora
" Gue Percaya sama Kakak.”
" Ya udah kita ke studio lagi yuk," ajak Gani yang dijawab anggukan oleh Aurora
Gani berjalan lebih dulu disusul oleh Kiara di belakangnya. Lalu keduanya masuk ke studio musik
" Lama amat lo, Gan," omel Rokky
" Bawel Lo udah untung gue ambilin snack buat Lo," Gani melempar snack ke arah Rokky. Rokky dengan sigap menangkap snack tersebut
" Eh ini udah selesai kan latihannya,"
Gani menjawab Pertanyaan Rokky dengan anggukan. Tak lama kemudian Rokky berpamitan Pulang
" Gue juga mau Pulang,” kata Martin lalu merapikan barang-barangnya.
Gani Pun beranjak dari duduknya
__ADS_1
" ikut, Tin, gue ke sini kan bareng lo,” kata Gani sambil menyusul Martin. Dan tinggalah Erel serta Aurora di dalam studio.
" Ra Lo udah hafal kan sama lagunya," Erel memecah keheningan
" Udah Tapi ada nada yang belum gue bisa."
" Ya udah kita latihan lagi sekali," kata Erel yang masih memegang gitar Aurora Pun mendekat ke arah cowok itu.
" ini kan Lo yang nyanyi terus Pas abis lo nyanyi gue langsung nyanyi atau jeda dulu," Aurora menunjuk kertas yang berisi lirik lagu
" ini Lo jeda dulu biar bagus tapi jangan lama-lama."
" Oh, btw, tumben banget lo kayak gini."
" Tumben " tanya Erel bingung
" Ya, biasanya kan lo jahat kayak iblis."
" Jadi sekarang gue baik gitu " goda Erel Seketika Pipi Aurora merona membuat Erel semakin gemas dengan Aurora
" Lo itu lucu tau Nggak," tanya Erel sambil mencubit Pipi Aurora
" Tembem banget imut "
" Erel jangan dicubit sakit tau." Aurora mengusap Pipinya yang dicubit Erel
" Abis gemesin "
" Anterin gue Pulang dong udah sore nih,” kata Aurora
" Males ah, gue mau siap-siap ke tempat balapan Lo Pulang sendiri aja."
Baru saja Erel bersikap baik sekarang ia sudah kembali ke sifat aslinya. Dan, itu membuat Aurora kesal setengah mati
" Ngapain sih balapan ? Mau mati Lagian yang bawa gue ke sini kan elo jadi Lo harus nganterin gue Pulang,"
" Sekarang gue tau, selain imut Lo juga cerewet,” kata Erel sambil berdiri
" Ya udah ayo " kata Erel lalu keluar dari studio itu disusul oleh Aurora
...••••••...
__ADS_1