DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 8


__ADS_3

Dua jam telah mereka lewati untuk latihan membuat semuanya sangat lelah, terutama Aurora, Aurora merasa tenggorokannya sangat kering. Ia butuh minum.


" Rel, dapur Lo di mana "


" Di rumah inilah " jawab Erel asal. Ia masih sibuk dengan gitarnya


Aurora mendengus kesal. " Beneran Gue haus."


" Telen air liur lo aja "


Gani yang mendengar hal itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya Tingkah sahabatnya itu sangat tak acuh. Ingin rasanya ia menenggelamkan sahabatnya ke bak kamar mandi sekarang juga.


" Sama gue aja, Ra gue juga Pengin ngambil snack,” ajak Gani


Mendengar hal itu Martin yang sedari tadi sedang sibuk dengan drumnya akhirnya membuka suara


" Gani ngambil start duluan,”


" Apaan sih Tin "


Aurora Pun beranjak dari duduknya diikuti Gani. Mereka Pun berjalan menuju dapur. Sepanjang Perjalanan Aurora hanya celingak-celinguk melihat sekitar, sampai akhirnya ia membuka suara.


" Kak kalau boleh tau Erel itu tinggal sendiri ya di sini "


Gani Pun menengok ke arah Aurora Ia menatap sebentar gadis itu lalu menjawab


" iya dia di sini cuma sama asisten rumah tangga Itu Pun udah Pulang jam segini."


Aurora hanya menggumam mendengar Penjelasan Gani


" ini dapurnya Lo kalau mau minuman dingin, ed tinggal ambil di kulkas aja Gue mau nyari snack dilemari makanan."


Aurora berjalan menuju kulkas yang berada di ujung, Namun, tiba-tiba dia melihat seorang wanita Paruh baya di sampingnya.


" Hai Aurora ya " tanya wanita itu ramah


Ragu-ragu Aurora menjawab " Iya Tante siapa,"


" Tante ibunya Erel," jawab wanita itu sambil tersenyum


" Dek ngomong sama siapa " tanya Gani saat mendengar Aurora berbicara dengan seseorang.

__ADS_1


Aurora Pun menoleh ke arah Gani. " ini sama .... " kata Aurora sambil kembali melihat tempat di sampingnya, " Loh kok kosong," tanya Aurora bingung


" Dari tadi kosong kali Dek Lo ngomong sama siapa," Gani mendekati Aurora


" Tadi ada Perempuan kayak udah tua gitu terus dia bilang ibunya Erel," kata Aurora Panik


" Hah ? Ibunya Erel kan udah meninggal," kata Gani terkejut Aurora langsung terkesiap saat mendengar Penuturan Gani


" Lo Punya kemampuan untuk ngelihat makhluk gaib gitu,"


" Enggak ..... " Aurora menjawab lemah


" Menurut gue sih ibunya Erel mau minta tolong sama Lo. Biasanya kan gitu kalau ada sosok dari dimensi lain coba komunikasi sama manusia."


" Apa gue harus kasih tau Erel "


" Jangan dulu nanti masalahnya tambah ribet."


" Ya udah kalau gitu, Kak, kakak juga jangan ember."


" iya mana mungkin seorang Gani itu ember."


" Udah tenang aja Percaya deh sama gue." Gani menenangkan Aurora


" Gue Percaya sama Kakak.”


" Ya udah kita ke studio lagi yuk," ajak Gani yang dijawab anggukan oleh Aurora


Gani berjalan lebih dulu disusul oleh Kiara di belakangnya. Lalu keduanya masuk ke studio musik


" Lama amat lo, Gan," omel Rokky


" Bawel Lo udah untung gue ambilin snack buat Lo," Gani melempar snack ke arah Rokky. Rokky dengan sigap menangkap snack tersebut


" Eh ini udah selesai kan latihannya,"


Gani menjawab Pertanyaan Rokky dengan anggukan. Tak lama kemudian Rokky berpamitan Pulang


" Gue juga mau Pulang,” kata Martin lalu merapikan barang-barangnya.


Gani Pun beranjak dari duduknya

__ADS_1


" ikut, Tin, gue ke sini kan bareng lo,” kata Gani sambil menyusul Martin. Dan tinggalah Erel serta Aurora di dalam studio.


" Ra Lo udah hafal kan sama lagunya," Erel memecah keheningan


" Udah Tapi ada nada yang belum gue bisa."


" Ya udah kita latihan lagi sekali," kata Erel yang masih memegang gitar Aurora Pun mendekat ke arah cowok itu.


" ini kan Lo yang nyanyi terus Pas abis lo nyanyi gue langsung nyanyi atau jeda dulu," Aurora menunjuk kertas yang berisi lirik lagu


" ini Lo jeda dulu biar bagus tapi jangan lama-lama."


" Oh, btw, tumben banget lo kayak gini."


" Tumben " tanya Erel bingung


" Ya, biasanya kan lo jahat kayak iblis."


" Jadi sekarang gue baik gitu " goda Erel Seketika Pipi Aurora merona membuat Erel semakin gemas dengan Aurora


" Lo itu lucu tau Nggak," tanya Erel sambil mencubit Pipi Aurora


" Tembem banget imut "


" Erel jangan dicubit sakit tau." Aurora mengusap Pipinya yang dicubit Erel


" Abis gemesin "


" Anterin gue Pulang dong udah sore nih,” kata Aurora


" Males ah, gue mau siap-siap ke tempat balapan Lo Pulang sendiri aja."


Baru saja Erel bersikap baik sekarang ia sudah kembali ke sifat aslinya. Dan, itu membuat Aurora kesal setengah mati


" Ngapain sih balapan ? Mau mati Lagian yang bawa gue ke sini kan elo jadi Lo harus nganterin gue Pulang,"


" Sekarang gue tau, selain imut Lo juga cerewet,” kata Erel sambil berdiri


" Ya udah ayo " kata Erel lalu keluar dari studio itu disusul oleh Aurora


...••••••...

__ADS_1


__ADS_2