DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 20


__ADS_3

Aurora berjalan pelan menuju kelasnya. Sesampainya . di kelas Aurora disambut dengan ucapan selamat dari teman-temannya.


" ini kenapa Pada nyelamatin gue sih," Aurora bingung sendiri. Ia baru saja menaruh tas di bangkunya saat teman-temannya sibuk memberi selamat.


" Kan lo baru jadian, Ra," kata Tata yang duduk di depan bersama Zen


" ini gara-gara lo Nes. " Aurora marah Pada Nessa yang duduk didekatnya Namun Nessa hanya cengengesan, lalu melanjutkan kembali kegiatan menyalin PR milik teman.


Tiba-tiba seorang lelaki dengan Pakaian urakan datang. Ia berjalan menuju bangkunya. Erel tampak berantakan Pagi ini. Beberapa menit kemudian guru pun datang


" Eh, udah dateng aja Bu Siti. Woi KJ mana KJ," Zen berteriak histeris.


" Eh, KJ gue mana ? Siapa yang nyuri nih," Doni bertanya dengan bingung.


" Anak-anak " teriak Bu Siti sambil memukulkan Penggaris Pada Papan tulis karena murid-muridnya sangat ribut dan tidak bisa diatur.


" iya Bu Cantik,” jawab Rokky tengil.


" iya, Bu. Ibu Cantik banget hari ini,” sambung Deni.


" Jadi makin suka deh sama ibu.” Doni tak mau kalah.


" Apalagi kalau ulangannya dibatalin,” kata Zen yang langsung dapat Pelototan tajam oleh Bu Siti.


" Tumben lo Nggak ikut nyeletuk," kata Aurora Pada Erel yang sedang membaca buku sejarah. Aurora melihat suatu kegiatan yang sangat jarang lelaki itu lakukan.


" Lagi Nggak Pengin aja," kata Erel sambil membuka halaman buku selanjutnya.


" Oh, tumben banget sih.” Aurora masih tak Percaya dengan sikap Erel yang anteng.


" Emangnya gue Nggak boleh belajar," Erel sewot.

__ADS_1


" Ya Nggak gitu juga, kali "


" Ya udah diem "


" Iya, iya.” Aurora tak ingin mendebat Erel. Ia pun memilih diam.


...•••••...


" balik bertanya.


" Nggak sih .... "


" Ya udah, ayo duduk " kata Erel sambil duduk di kursi yang disediakan


" Mas satenya dua Piring ya," kata Erel sambil mengacungkan dua jarinya


" Kok lo Ngajak gue ke sini sih ? Kalau tau gitu kan gue bisa ganti baju dulu sama ngambil sandal."


" Gue kan mau kelihatan Cantik di depan Kak Dimas," jawab Aurora membuat hati Erel semakin sakit


" Gue emang bukan siapa-siapanya Aurora dan akan tetap seperti itu," batin Erel


" ini Sate nya " kata Penjual satai sambil memberikan dua Piring berisi satai dan lontong


Aurora Pun mengambil dan melahap satai tersebut. Erel yang melihat hal itu pun tersenyum, walaupun hanya hal kecil saja, sudah bisa membuat dirinya tersenyum.


" Lo lahap banget makannya "


" Abis gue laper banget "


" Emang lo Nggak diajak makan sama Pacar lo,"

__ADS_1


" Ya diajak sih diajak tapi kan gue harus jaga kelakuan gue di depan Kak Dimas jangan sampai dia ngecap gue cewek rakus.”


" Tapi Kenapa lo Nggak jaga kelakuan lo di depan gue,"


" Kan lo bukan orang yang gue suka gimana sih," Ucapan Aurora membuat Erel merasa dihantam batu besar


" Walaupun alasan lo kayak gitu, nggak apa-apa kok, gue suka lo yang apa adanya kayak gini jadi jangan Pernah berubah," kata Erel Penuh arti membuat Pipi Aurora merona


" Jangan blushing dong nggak enak kalau Dimas tau lo blushing di depan orang lain.”


" Erel Lo itu sebenernya mau ngomong apa," Aurora mengalihkan Pembicaraan


" Oh iya Gue sampai lupa " Erel menaruh Piring di kursi sebelahnya


" Kayaknya ini kali terakhir gue ngajak lo jalan deh, Ra,"


" Loh, kenapa ? Lo marah sama gue," Tiba-tiba Aurora merasa khawatir


" Nggak kok, gue Nggak enak aja deketin cewek yang udah Punya Pacar Jadi, gue mutusin untuk ngejauh dari lo,” kata Erel lalu berdiri dan membayar satai yang ia beli tadi.


" Ya udah itu aja yang Pengin gue omongin.”


" Tapi kita kan masih bisa jadi temen Erel," Aurora berjalan mendekati Erel


Lelaki itu hanya tersenyum miris. Ia hanya dianggap teman bagi Aurora tidak lebih


" Maaf Nggak bisa Ra gue mau lupain Perasaan gue sama seseorang Seseorang yang nggak akan Pernah bisa gue gapai," kata Erel Penuh makna


" Udah malem nih kita Pulang yuk "


Aurora Pun naik ke motor Erel Gadis itu tidak tahu bahwa ada Pesan tersirat di dalam kata-kata lelaki itu tadi

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2