
" Dari mata lo aja gue udah tau lo ada masalah sama Erel Nggak mau cerita?”
" Gue belum bisa Cerita, Kak .... "
" Ya udah Nggak apa-apa,” kata Gani halus.
" Gimana kalau lo Pulang naik taksi aja,"
" Boleh deh. Btw, kita jadi ngisi Pensi kan,"
" Jadi karena Pensi lagi dua hari, gue mutusin latihan hari ini di rumah Erel jam enam Lo datang ya,"
" Emang harus latihan ya " Bukannya Aurora tidak mau latihan tapi masalahnya ia akan bertemu Erel lagi Ah, rasanya masalah datang terus-menerus batinnya.
" Pensi tinggal dua hari lagi Dek Aurora," kata Gani sambil mengelus dada.
" Emangnya kenapa lo Nggak mau ketemu Erel Emang dia bakalan makan lo,"
" Bukan itu masalahnya,” elak Aurora
" Eh, itu ada taksi yang lewat, Kak, gue Pulang dulu.” Aurora lalu memelesat Pergi. Gadis itu tak ingin membahas masalahnya karena nantinya dia akan mengingat kembali kejadian kemarin yang membuat hatinya retak.
Dia marah, sedih, ia kesal, dan takut Semuanya bercampur menjadi satu Membuat hatinya jadi tak keruan. Satu tetes air mata jatuh membasahi Pipinya. Air mata yang keluar saat kemarin malam lagi-lagi keluar saat ini Air mata yang sudah susah Payah ia tahan, keluar begitu saja.
__ADS_1
Aurora masuk ke taksi. Gadis itu memutuskan untuk mampir sebentar ke taman yang sering ia kunjungi bersama Erel dan menenangkan hatinya. Untuk sejenak ia ingin melupakan masalah ini
Beberapa menit kemudian, gadis itu telah tiba di taman. Aurora berjalan pelan menuju tepi danau. Gadis itu menghirup udara segar, lalu mengembuskannya secara Perlahan Seperti yang Erel ajarkan cara ini mampu membuat beban Pikirannya hilang walau hanya sementara.
Lagi-lagi Aurora teringat Pada lelaki itu Bukannya ia baru saja Putus dengan Dimas ? Tapi kenapa ia selalu teringat kepada Erel Pikirnya galau.
Gadis itu berjalan menuju pohon besar dan menyadarkan Punggung di sana Angin mulai menerpa Pelan tubuhnya membuat Panas matahari tergantikan oleh sejuknya udara di tepi danau Matanya Pun ia mulai terpejam hingga akhirnya ia tertidur Pulas di sana
...•••••...
" Si Aurora mana " tanya Rokky
" Tumben banget dia telat " komentar Martin.
" Rel, coba lo telepon si Aurora gih "
" Bodo amat gue sama dia Udah ayo cepet latihan gue mau balapan.”
" Wih, wih, wih, ada apakah gerangan seorang Erel Antonio tampak akan berubah menjadi berandal lagi," Rokky berlagak seperti Pembawa berita.
Tiba-tiba Pintu terbuka. " Maaf gue telat, tadi ketiduran," kata gadis yang tampak ngos-ngosan. Aurora datang dengan wajah tampak berantakan. Ia buru-buru datang ke rumah Erel setelah tadi sempat ketiduran di taman
" Lama amat sih mending gue tidur aja dari tadi kalau tau ada orang nggak disiplin,” ujar Erel sinis. Ia Pun beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Erel melewati Aurora tanpa menatap gadis itu sama sekali. Hati Aurora sakit Ia merasa lelaki itu berbeda sangat berbeda
" Kenapa nih " Martin bingung melihat tingkah Erel dan Aurora
Gani yang sedari tadi diam pun angkat suara. " Sebenarnya gue nggak mau ikut-ikut masalah kalian tapi kalau kayak gini caranya gue harus ikut campur." Lalu, Gani berdiri.
" Gue harus Pakai jurus kayak waktu itu buat nyeret itu anak.”
" Ngapain sih lo kayak gini, Rel ? Nggak ada gunanya sembunyi kayak semut gini,” kata Gani sesampainya ia di kamar Erel
" Ngapain lo ikut campur "
" Setidaknya jangan campurin urusan Pribadi lo sama band Profesional dong Erel," bentak Gani.
" Lo emang orang terbacot yang gue kenal Oke fine gue latihan," ujar Erel sambil beranjak dari duduknya
" Nah gitu dong, Dek Aurel, kan Bang Gani jadi tambah suka," kata Gani centil.
" Sedeng lo " umpat Erel
Sesampainya Erel dan Gani di ruang musik mereka latihan musik seperti biasa. Erel tampak biasa saja saat berlatih bersama Aurora Ia berusaha terlihat Profesional.
Namun berbeda dengan Aurora rasa canggung terus-menerus menghampirinya Apalagi saat tatapan mereka bertemu.
__ADS_1
Hingga akhirnya jam menunjukkan Pukul setengah sembilan mereka pun memutuskan untuk Pulang.
...•••••...