
Bahagia bagi Erel itu sederhana Sesederhana saat sedang tak ingin belajar dan ada Pengumuman bahwa guru yang harus mengajar hari ini tidak datang, ditambah beliau tidak memberikan tugas. Hari ini tangan lelaki itu sudah sembuh membuat lelaki itu bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Seketika kelas berubah menjadi Pasar Suara gaduh dimana-mana membuat orang seperti Aurora orang yang senang kedamaian hanya bisa mendengus Pasrah
Gadis itu memutuskan untuk bangkit dari tempat duduknya, " Nes, gue mau ke Perpus dulu ya nanti kalau udah jam Pelajaran selanjutnya, line gue," Pinta Aurora lalu Pergi begitu saja tanpa mendengarkan jawaban dari Nessa
Aurora berjalan menelusuri koridor dan akhirnya sampai di depan Perpustakaan. Gadis itu Pun melangkah masuk ke Perpustakaan. Keadaan sangat sunyi, bahkan Penjaga Perpustakaan sampai-sampai ketiduran karena suasana yang sangat tenang
Aurora berjalan Pelan menuju meja Panjang dengan kursi di setiap sisi meja. Ia melihat ada seorang lelaki tengah sibuk dengan buku di depannya Seketika wajah Aurora ceria saat melihat lelaki yang tak lain adalah Dimas.
" Kak " Panggil Aurora sambil menarik kursi di samping Dimas membuat suara decitan terdengar
" Eh, Aurora lo Ngapain di sini " tanya Dimas sambil menengok ke arah gadis di sampingnya
" Dikelas ribut banget gara-gara nggak ada guru, jadi gue ke sini biar bisa tenang baca novel," kata Aurora
" Btw kok bisa kebetulan ada Kakak di sini ya,"
" Mungkin itu takdir " jawab Dimas sambil tersenyum membuat jantung Kiara berdetak tak keruan
" Kakak mending kerjain tugasnya lagi," saran Aurora Ia tak mau fokus Dimas terganggu gara-gara dirinya
" ini juga mau ngerjain tapi gara-gara ada kamu di samping jadi nggak bisa konsentrasi," goda Dimas
" Udah deh, Kak, jangan ngomong yang aneh-aneh.”
" Emangnya aneh ya kalau gue ngomong jujur di depan orangnya langsung," tanya Dimas Seketika Pipi Aurora merona merah
" Kak jangan ngegombal .... " rengek Aurora
__ADS_1
" iya-iya .... " Dimas mengacak Pelan rambut gadis di sampingnya
Kemudian suasana kembali hening Aurora membuka novelnya dan mulai membaca kata demi kata yang tercetak di atas kertas tersebut. Dimas pun kembali mengerjakan tugasnya walaupun sekali-kali mencuri Pandang pada gadis di sampingnya. Rasanya Dimas bisa gila kalau terus-menerus berada di dekat gadis itu. Bau harumnya yang membuat terlena senyumnya yang menghipnotis, serta tingkahnya yang lucu, membuat siapa saja yang berada di dekat gadis itu akan terpukau.
Hampir satu jam kemudian keadaan masih hening. Dimas tenggelam dalam soal-soal, sedangkan Aurora sudah terbang ke dunia imajinasinya bersama isi cerita dalam novel. Namun, tiba-tiba Ponselnya bergetar, membuat Aurora merogoh saku roknya.
Satu Pesan Line terlihat. Segera Aurora membuka Pesan itu
...Nessa...
...Aurora guru udah mau ke kelas buruan balik...
Segera setelah membaca Pesan tersebut Aurora beranjak dari tempat duduknya.
" Mau ke mana " Dimas menatap ke arah Aurora
" Mau balik ke kelas, guru udah otw bye," kata Aurora lalu memelesat Pergi dari ruang Perpustakaan
" Ra lo mau Pesen apa "
" Gue bakso sama es teh aja,” kata Aurora Nessa pun segera Pergi
Tiba-tiba Rokky datang dan langsung duduk di depan Aurora. Entah mengapa belakangan ini Rokky selalu saja mendekati gadis itu.
" Ngapain sih, Rok " tanya Aurora bingung.
" Nggak apa-apa " jawab Rokky sambil cengengesan.
Lalu, Aurora pun teringat hal yang ingin ia tanyakan Pada lelaki di depannya itu
__ADS_1
" Rok, gue mau nanya, lo tau nggak kenapa Erel musuhan sama Kak Dimas,"
" Gue sih nggak tau jelas banget, karena gue sama Martin baru sahabatan sama Erel waktu SMA. Tapi, yang gue tau Erel itu marah sama Dimas gara-gara Dimas nyelakain adik sepupunya,” jelas Rokky Aurora manggut-manggut sambil mengingat-ingat tentang apa saja yang telah ia ketahui sebelumnya
" Eh, gue Pergi dulu ya," Pamit Rokky saat melihat Nessa datang. Entah kenapa Rokky tampak canggung akan kehadiran Nessa.
Tetapi, laki-laki itu tak sengaja mendorong meja di depannya saat hendak beranjak, membuat tangan Aurora tergores. Aurora mengaduh.
" Eh, sori ya " kata Rokky sambil mengusap tangan Aurora
" Nggak apa-apa, lo Pergi aja "
Rokky menuruti Perintah Aurora dan berjalan meninggalkan kantin. Namun ketika sampai di tikungan koridor tiba-tiba seseorang menariknya dan mengempaskannya ke tembok.
" Rel, lo apa-apaan " tanya Rokky saat Erel mencengkeram kerah bajunya
" Ternyata lo musuh di balik selimut Gue lihat beberapa kali lo deketin Aurora terus. Lo naksir dia " bentak Erel
" Hei ... hei, santai bos woles dikit kenapa ? Gue itu deketin Aurora biar dia bisa comblangin gue sama Nessa,” jelas Rokky. Dan, cengkeraman di kerah baju Rokky pun dilepas oleh Erel
" Oh, jadi lo suka sama Nessa ? Benci jadi cinta ? Basi " Erel tersenyum mengejek.
" Lo sebelum ngomong ngaca dulu Tadi secara nggak langsung lo bilang lo suka Aurora." Rokky tersenyum senang saat melihat wajah Erel berubah masam.
" Sial, ternyata lo Pinter juga,” umpat Erel
" Skor kita satu sama " kata Rokky sambil menepuk bahu Erel
" Gue Pergi dulu ya, Rel. Btw kata-kata lo bagus tadi,” ujar Rokky, lelaki itu terkekeh.
__ADS_1
" Musuh di balik selimut," ejek Rokky lalu Pergi meninggalkan temannya itu.
...•••••...