DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 15


__ADS_3

Jam menunjukkan Pukul tiga sore Hari ini ia Pulang lebih lambat dari biasanya karena harus melaksanakan kegiatan tambahTiba-tiba datang seorang laki-laki dengan keringat di sekujur tubuhnya menghampiri Aurora. Cowok itu menyapa Aurora dengan senyum mengembang di bibirnya lalu duduk di sebelah Auror Kak, kok baru Pulang " Aurora bertanya Pada lelaki di sampingnya yang tak lain adalaa nih Tadi gue habis dihukum sama Bu Ratna. Lo tau lah sekejam apa guru yang satu itu.”


ang Kak


Ngapain sampai dihukum,"


" Gue habis ngerusakin lampu kelas


" Apaan sih ? Lo itu ada-ada aja, Kak." Aurora geleng-geleng kepala mendengar Penuturan Gani


Lelaki itu tengah membalas chat Para fansnya


" Kak .... "


" Hmmm " gumam Gani matanya masih fokus Pada layar Ponselnya


" Gue mau tanya sesuatu "


" Apa " tanya Gani tanpa melirik ke arah Aurora


" Kakak ..... " rengek Aurora seperti anak kecil.


" iya, iya, mau tanya apa " Gani meletakkan Ponselnya lalu menatap Aurora


Aurora terdiam sejenak lalu menatap Gani.


" Mmm ... Kakak tau nggak kenapa Erel sama Kak Dimas musuhan,"


Seketika wajah Gani berubah menjadi serius.


" Gue Nggak bisa jawab hal itu Ra Itu Privasi mereka berdua.”


Aurora hanya terdiam mendengar Penuturan Gani. Apakah sebegitu rumit masalah mereka, sampai-sampai tak boleh ada seorang pun yang tau ? Kiara membatin.


Namun, rasa Penasaran dan Perjanjian Aurora untuk mengubah Erel membuat gadis itu Pantang menyerah. Ia ingin Erel berubah seperti keinginan ibunya tidak hanya dalam Perilaku tapi juga di dalam dirinya. Aurora tak mau lelaki itu memendam rasa benci di dalam diri

__ADS_1


" Ya udah deh, Kak, gue duluan ya udah dijemput," kata Aurora alu beranjak meninggalkan Gani


...•••••...


Aurora berjalan menuju mobil Putih yang berada di depan sekolahnya Gadis itu membuka Pintu mobil dan masuk.


" Kok duduk di belakang sih ? Ayah bukan sopir lho,” kata Pria yang berada di depan.


Seketika wajah Aurora tersenyum cerah.


" Ayah ? Ayah udah Pulang," tanya Aurora tak Percaya.


Sudah hampir sebulan ia tak bertemu ayahnya karena Pekerjaan beliau di luar kota yang membuatnya tidak Punya waktu untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.


" Iya, jadi sekarang Pindah ke depan,” Pinta Ayah.


" Nggak ah, Aurora masih marah sama Ayah. Ayah itu lama banget kerjanya sampai-sampai aku jamuran nunggu Ayah." Aurora cemberut


" Maaf ya, sayang, kamu taulah bos Ayah nyuruh Ayah ini-itu jadi Ayah nggak bisa Pulang," kata lelaki itu Pandangannya terfokus Pada jalanan


"


" Emang Perlu ? Ya udah, gue minta maaf." Erel berkata dengan nada ogah-ogahan.


" Lo itu Cowok apa cewek sih? Nggak Punya inisiatif buat bantuin," Aurora kesal dengan sikap Erel


" Kalau bukan karena ngebantuin lo nggak akan tangan gue kayak gini.”


Aurora tak menghiraukan perkataan lelaki itu. Gadis itu masih sibuk memeriksa buku yang sempat jatuh tadi. Hingga akhirnya ia menyadari sesuatu.


" Tunggu dulu kok lo bisa nyasar di sini," Aurora tak menyangka akan bertemu Erel di toko buku.


" Nyasar " tanya Erel bingung


" iya Masa seorang Erel Antonio yang katanya ganteng itu ke toko buku tanpa alasan,” ujar Aurora tak Percaya

__ADS_1


" Katanya ? Lo bilang katanya ? Heh gue ini cowok ganteng yang rajin ke toko buku.”


" iya deh, Rel, iya. " Aurora mengalah.


" Eh, gue mau minta bantuan lo buat fotoin gue di sini,"


" Hah " Aurora yang merasa bingung akhirnya mengikuti Perintah Erel. Ia memotret lelaki itu beberapa kali, lalu mengembalikan Ponsel Erel


" Makasih "


" Sekarang jelasin kenapa lo Pengin foto di sini sambil Pegang buku-buku itu Mau mempromosikan buku itu," Aurora bingung dengan sikap Erel yang aneh Erel minta difoto sambil memegang beberapa buku


" Tadi gue lupa setor tugas ke Bu Siti dan tadi terakhir kalinya kesempatan yang dia kasih buat gue. Alhasil gue disuruh cari lima Puluh buku yang berbeda yang udah dia tulis di kertas terus gue disuruh foto di toko buku sama satu Persatu buku yang ada di kertas itu.”


" Terus lo ke sini cuma buat foto-foto gitu,"


Erel hanya bergumam sambil cengengesan


" Gue bantu doa aja deh agar hukuman lo cepet selesai. Sekarang gue mau bayar buku dulu soalnya udah ditungguin sama ayah gue.”


" Tungguin gue dulu dong Ra Lagi satu buku kelar kok." Erel berusaha menahan Aurora


" Ya udah deh, gue bayar buku dulu sekalian mau nitip di sana," kata Aurora lalu Pergi dari hadapan Erel


Beberapa menit kemudian gadis itu kembali. Ia membantu Erel mencari buku yang di tulis di catatan tersebut


" Katanya lagi satu tapi kok gue udah sepuluh kali bantu lo cari buku sih,"


" Maksudnya satu tambah satu tambah satu tambah satu tambah satu tambah satu tambah satu ....” Erel berucap tidak jelas sambil terus mencari buku


" Mending gue Pulang daripada bantuin lo.” Aurora mulai kesal akan tingkah laku Erel


" Eh, jangan, ini bener lagi satu kok,” kata Erel


" Dan udah ketemu " kata Erel lalu menyuruh Aurora memotret dirinya

__ADS_1


" Huh akhirnya selesai juga." Erel mengelap keringatnya


" Gue ambil buku gue dulu ya," kata Aurora lalu Pergi menuju kasir Beberapa menit kemudian gadis itu kembali dengan sekantong buku di tangannya.


__ADS_2