
Dan setelah Perkataan tersebut tubuh Aurora seakan tak bisa bergerak. Nessa yang melihat itu Pun berjalan mendekati Aurora
"
Erel berjalan Pelan menuju taman dekat sekolah. Seharian ini dirinya sangat letih, belum lagi tingkah Letta yang membuatnya harus memijat Pelipis berkali-kali.
Erel berjalan Pelan sambil celingak-celinguk mencari tempat yang nyaman untuk ia duduki. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk duduk di bawah Pohon. Erel memejamkan matanya berharap dirinya melupakan masalah yang ada dalam sekejap Namun, bukannya tenang lelaki itu malah Pusing karena wajah gadis itu datang lagi setiap kali ia memejamkan mata. Ditambah lagi suara dua orang yang sepertinya sedang berbicara di bangku di balik Pohon. Erel pun tak sengaja mendengar Percakapan mereka.
" Des, Maaf gue Nggak bisa nemenin lo cari buku di Perpustakaan Gue mau nyelesaiin masalah Aurora sama Erel," ucap Gani.
" Lo Ngomong apaan sih ? Aurora udah gue anggap adik gue sendiri jadi tolong ngertiin gue," mohon Gani.
__ADS_1
" Kapan sih gue Nggak ngertiin lo Gani Bahkan gue relain waktu gue buat bantuin Aurora Ini semua demi lo, Gan Tapi apa ? Lo Nggak Pernah sekali Pun kasih waktu lo buat gue,” ujar Desi
" Gue rasa sementara untuk waktu ini kita break dulu Gue mau kita sama-sama tenang dulu dan mutusin mau lanjut atau stop." Setelah mengucapkan kalimat itu Desi pun meninggalkan Gani.
Gani mengacak rambutnya frustrasi Erel yang melihat Desi meninggalkan Gani pun berjalan Pelan menghampiri sahabatnya.
" Eh, lo, Rel, gue mau ngomong sama lo,” kata Gani.Erel berjalan Pelan menuju taman dekat sekolah. Seharian ini dirinya sangat letih, belum lagi tingkah Letta yang membuatnya harus memijat Pelipis berkali-kali.
Erel berjalan Pelan sambil celingak-celinguk mencari tempat yang nyaman untuk ia duduki. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk duduk di bawah Pohon. Erel memejamkan matanya berharap dirinya melupakan masalah yang ada dalam sekejap Namun, bukannya tenang lelaki itu malah Pusing karena wajah gadis itu datang lagi setiap kali ia memejamkan mata. Ditambah lagi suara dua orang yang sepertinya sedang berbicara di bangku di balik Pohon. Erel pun tak sengaja mendengar Percakapan mereka.
" Des, Maaf gue Nggak bisa nemenin lo cari buku di Perpustakaan Gue mau nyelesaiin masalah Aurora sama Erel," ucap Gani.
__ADS_1
" Lo Ngomong apaan sih ? Aurora udah gue anggap adik gue sendiri jadi tolong ngertiin gue," mohon Gani.
" Kapan sih gue Nggak ngertiin lo Gani Bahkan gue relain waktu gue buat bantuin Aurora Ini semua demi lo, Gan Tapi apa ? Lo Nggak Pernah sekali Pun kasih waktu lo buat gue,” ujar Desi
" Gue rasa sementara untuk waktu ini kita break dulu Gue mau kita sama-sama tenang dulu dan mutusin mau lanjut atau stop." Setelah mengucapkan kalimat itu Desi pun meninggalkan Gani.
Gani mengacak rambutnya frustrasi Erel yang melihat Desi meninggalkan Gani pun berjalan Pelan menghampiri sahabatny
" Ngomong apa " tanya Ere
dia diambil orang lain. Jangan biarin cewek yang lo suka direbut orangGue nggak mau musuh gue manfaatin dia buat balas dendam," ujar Nggak bakal biarin dia sendirian Gue bakal jagain dia dengan cara gue Mendingan sekarang lo Pikirin hubungan lo sendiri Gue tadi denger kalau lo itu lagi berantem sama Desi kan," Setelah mengucapkan itu Erel berdiri dan berlalu.
__ADS_1
...•••••...