
Erel berjalan Pelan menuju kantin Mereka Pun berjalan menuju halaman belakang. Sepanjang Perjalanan banyak yang menatap Amel.
"
" Dia udah nyia-nyiain lo, Rel, dan gue lakuin ini untuk lo karena gue suka sama lo ....” Amel mulai menangis.
" aja nanti,” kata Erel.
" Gue rasa lo bakalan kalah sama ancaman keluar dari sekolah ini." Erel meninggalkan gadis itu.
...•••••...
Satu Pesan masuk ke Ponsel Aurora Pada
Aurora
" Ke mana "
" Udah ikut aja "
ke sini."
" Makanya gue Ngajak lo ke sini Ayo kita ke danau,"
Erel menarik tangan gadis itu sampai di m dan Erel hanya sekadar teman.
__ADS_1
" m
" iya jadi lo harus nyeritain tentang kejadian yang buat lo sama Dimas bertengkar," Kata Aurora dengan ekspresi seolah-olah dia tidak kenapa-kenapa
" Lo Pinter banget ya cari kesempatan di dalam kesempitan. Oke, gue bakal cerita,” ujar Erel
" Jadi dulu gue itu sahabatan sama Dimas Terus gue Punya saudara jauh namanya Lanna dan kebetulan dia mau sekolah di sini dan akhirnya dia tinggal di rumah gue. Lama-kelamaan gue suka sama dia. Gila, kan, gue suka sama saudara gue sendiri," Erel menertawai dirinya sendiri.
" Suatu ketika gue denger kalau Dimas suka sama Lanna Dan, gue Nggak mau halangin sahabat gue. Toh gue nggak akan mungkin nikah sama saudara gue sendiri. Dan suatu hari gue kecelakaan Setelah siuman gue dapet kabar kalau Lanna meninggal karena Dimas mau nolongin Lanna tapi malah nyelakain Lanna," jelas Erel Ia tak menyadari bahwa air matanya jatuh.
" Maaf " kata Aurora merasa bersalah karena sudah membuat Erel mengingat semua masa lalu yang menyedihkan.
" Nggak apa-apa kok justru sekarang gue merasa lebih lega karena udah ceritain sedikit tentang hidup gue yang berantakan,” ujar Erel
" Boleh Peluk " Erel meminta izin Sementara Aurora hanya mengangguk.
" Lo harus selalu di deket gue Ra Lo Nggak boleh Pergi karena cuma lo yang gue Punya Gue bahagia kalau di deket lo walau gue tau kalau kita cuma temen.”
" Gue Nggak akan Pergi kok Gue bakalan di sini terus kalau lo belum nganterin gue Pulang,” canda Aurora
Erel melepaskan Pelukannya. " Lo itu ya masih aja bisa bercanda Padahal gue ini lagi serius sama apa yang gue ucapin tadi," kata Erel membuat Aurora terpaku Gadis itu menyangka Erel hanya bercanda dengan apa yang ia ucapkan.
" Nggak kok gue bercanda " Erel berbohong.
" Padahal gue harap lo serius " gumam Aurora
__ADS_1
" Apa "
" Apanya yang apa "
" Lo bilang apa tadi "
" Nggak ada ayo Pulang " kata Aurora sambil beranjak.
" Gue denger kok tadi lo ngomong apa Jadi ayo bilang apa yang lo omongin tadi." Erel terus berjalan mengejar Aurora yang sudah berada di depan
" Nggak ! Gue nggak ngomong apa-apa," bohong Aurora
" Ya udah Padahal gue Pengin lo berharap apa yang gue omongin tadi itu serius.”
" Mimpi " ujar Aurora sambil menjulurkan lidah.
" Nggak ada yang nggak mungkin bagi cowok seganteng gue."
" Ganteng ? Lo bilang ganteng ? Yang ada muka lo kayak Pantat bayi," ejek Aurora
" Coba lo bilang lagi sekali " kata Erel sambil terus mendekati Aurora
" Muka lo kayak Pantat bayi " ujar Aurora lalu berlari
" Awas aja lo Kalau ketangkep Nggak akan gue ampuni," ancam Erel sambil mengejar gadis itu
__ADS_1
...•••••...