DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 29


__ADS_3

...asuk ke kamar Aurora Mata gadis itu Pun Perlahan-lahan mulai terbuka. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Hingga akhirnya ia tersadar bahwa hari ini Pensi akan diadakan. ia pun beranjak dari tempat tidurnya lalu menunit kemudian gadis itu telah siap dengan dress hitam di atas lutut dan tanpa lengan yang ia beli kemarin bersama Nessa dan Desi Aurora Pun berjalan Pelan menuju cermin Kelopak matanya tampak bengkak karena ia menangis semalam hingga harus memakai kacamata untuk menurora terbuka menampakkan dua orang gadis cantik Tanpa izin sang Pemilik kamar dua gadis itu masuk bedengan semangatnya berjalan mendekatdah bilang kalau gue sama Kak Desi mau dandanin lo." Nessa mengeluarkan Peralatan makeup dari tasnya....


..." Apaan sih lo ? Alay banget Gue tuh cuma mau ngisi acara Pensi doang ngapain mesti Pakai dandan segala "...


..." ini juga Ngapain kalian bawa alat-alat lukis ke sini " Aurora mengambil kotak makeup yang dibawa Nessa....


...Desi yang duduk di kasur pun berjalan mendekati Aurora....


..." Lo bloon banget sih soal makeup.” Desi menoyor kepala Aurora...


..." ini tuh Peralatan makeup."...


..." Ngapain sih bawa kayak gini ke sini Lo mau dandanin gue kayak ondel-ondel,"...


..." Lo jangan banyak Protes Udah untung gue mau dandanin lo," kata Nessa lalu mulai mendandani sahabatnya....


..." Bukan untung tapi buntung " gerutu Aurora ia pun Pasrah mukanya diberi Polesan-polesan oleh sahabatnya itu...


..." Ribet amat sih kalian Pakai kayak beginian," gerutu Aurora Gadis itu tampak risi dengan makeup yang dipoleskan di wajahnya...


..." ini tuh biar lo kelihatan Cantik di depan Erel," kata Desi Seketika mimik wajah Aurora berubah drastis, membuat Desi sedikit merasa bersalah...


..." Eh, lo asal ceplos aja sih, Aurora kan masih Pacarnya Kak Dimas Gimana sih kalian," Nessa berusaha menetralkan suasana....


..." Gue udah Putus sama Kak Dimas ...,” ujar Aurora Pelan....

__ADS_1


..." Hah ? Syukur deh " ceplos Nessa...


..." Berarti lo bakal jadian dong sama Erel bentar lagi, " tanya Nessa semangat. Ia tidak menyadari bahwa nama yang sedang Aurora tidak ingin dengar adalah nama Erel...


..." ini udah selesai " tanya Aurora mengalihkan Pembicaraan....


..." Udah " jawab Desi...


..." ini heels buat lo gue Pilih yang Nggak tinggi banget haknya." Desi memperlihatkan heels berwarna hitam...


..." Ngapain Pakai heels segala sih," Protes Aurora...


..." Udah Pakai aja " Nessa memaksa...


...Aurora Pun dengan sangat terpaksa memakai sepatu hak yang diberikan Desi. Dengan susah Payah Aurora berjalan keluar kamar...


..." Lo Ngomong langsung nancep di hati gue, Ra," kata Nessa dramatis....


..." Udah buruan kenapa Gue ngisi acara sebagai host entar telat lagi," kata Desi....


...Mereka Pun masuk ke mobil Desi. Desi Pun melajukan mobilnya dengan kecepatan standar. Hingga beberapa waktu kemudian mereka telah sampai di depan gerbang sekolah. Mobil Desi pun masuk ke sekolah dan Parkir di tempat Parkir khusus mobil. Mereka pun turun dari mobil tersebut. Desi berjalan duluan diikuti Aurora dan Nessa di belakangnya....


...Tak berapa lama Desi membalikkan badannya....


..." Ya ang malas mendengar ocehan mereka Pun memutuskan untuk berjalan terlebih dahulu. Namun kakinya menyandung sesuatu membuatnya terjatuh Untung ada seseorang yang dengan sigap menangkap Aurora...

__ADS_1


...Gadis itu Pun berusaha berdiri sendiri walau kakiny Ujar Aurora lalu mendongak Ia pun terkejut saat melihat wajah orang yang menolongnya. Erel lelaki yang selama ini selalu bisa membuat Aurora menangis bombay tiap kali mengingat Peril...


..." Lain kali hati-hembut sangat lembut, membuat Aurora tak Percaya lelaki di depannya itu adalah Erel...


..." Btw lo Cantik banget hari ini tapi gue lebih suka lo yang apa adanya Soalnya kalau kayak gini cowok-cowok Pada ngelihatin lo. Dan gue nggak suka Punya gue dilihatin orang." Erel membuat Pipi Aurora merona merah....


..." Kalau kayak gini caranya, mana bisa gue move on dari lo, Rel, " batin Aurora...


..." Gue Pergi dulu " Erel Pun meninggalkan gadis itu dengan Perasaan bingung. Erel berjalan Pelan menghampiri Gani yang sedang sibuk mengecek Perlengkapan untuk manggung...


..." Makasih ya Gani atas sarannya," kata Erel sambil menepuk Punggung Gani...


..." Iya sama-sama Lagian gue ngelakuin ini karena bosen liat orang munafik kayak lo," ejek Gani sambil duduk di kursi....


...•••••...


..." Gimana semuanya " tanya seorang lelaki Pada seorang gadis cantik...


...Mereka sedang berada di halaman belakang sekolah yang sepi. Hanya ada mereka berdua. Gadis itu tersenyum licik Pertanda semuanya sudah siap....


..." Udah siap dong " kata gadis itu dengan bangga seolah-olah semua yang ia lakukan sudantuk tampil Semuanya sudah siap. Gani dengan Pianonya. Martin dengan drumnya. Rokky dengan bassnya. Sementara Erel dengan gitar dan mik yang berada di depannya. Mic juga berada di depan gadis yadeg-degan di samp...


...Jantung Aurora berdetak saat melihat banyak orang di depannya. Ada yang berteriak histeris melihat Erel dan kawan-kawan. Ada yang berbisik-bisik Ada yang mengedipkan matanya pada Aurora Dan ada juga ya...


..." Ya udah, karena udah siap, langsung aja kita beMereka juga saling menatap satu sama lain, walau akhirnya selalu ada yang membuang muka. Mereka bernyanyi dengan lancar tanpa ada masalah. Namun tepat saat di akhir nyanyiannya, ada ses dengan secepat kilat berlari ke arah Panggung. Bertepatan dengan itu lampu yang berada di atas Panggung terjatuh dan darah segar Pun mengalir membasahi karpet Panggung...

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2