DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 27


__ADS_3

m sama lo "


" sekolah udah *** pun berhamburan keluar kantin.


" Ra, ke kantin yuk " ajak Nessa dan Rokky


" Gue ikut " kata Erel


" Ya udah, ayo," Mereka Pun berjalan bersama menuju kantin.


" Ra aku mau ngomong bentar, bisa," Dimas menginterupsi langkah Auror


" Erel,


Aurora hanya bisa terdiam Kepalanya Udah, ini keputusan yang terbaik, kita udahan aja sampai di sini." Ucapan yang Dimas keluarkan sangat mantap membuat siapap un tidak akan tau bahwa lelaki itu sedang terluka.


" lirih Aurora Air mata gadis itu turun membasahi pipiny Dimas tulus sambil memegang kedua Pipi Auror

__ADS_1


" Apa kita masih bisa jadi temen gue mau kita jaga jarak dulu. Gue mau ngelupain lo Walau gue tau itu bakalan sakit, tapi gue akan coba."


" Maaf ...,” lirih Aurora sambil menangis.


" ini bukan salah lo, Ra, ini emang takdir. Ya udah, gue balik ke kelas dulu.”


Namun tiba-tiba ada seseorang yang memukul Dimas secara mendadak Dimas yang kaget tak bisa mengelak dari Pukulan itu.


" Berengsek lo Gue udah kasih kesempatan buat lo, tapi lo malah buat Aurora nangis," Erel emosi.


" Rel, lo salah Paham " Aurora berusaha menahan lelaki itu tetapi usahanya gagal.


Erel yang mendengar kalimat itu pun terdiam seketika dan menatap gadis itu dengan Pandangan tidak Percaya.


Aurora menutup mulutnya sendiri. la menyesal telah berbicara seperti itu. Ia hanya tidak tega melihat Dimas dipukuli oleh Erel


" Gu ... gue Nggak bermaksud ngomong kayak gitu," ujar Kiara terbata-bata sambil memegang bahu Erel

__ADS_1


Erel melepaskan tangan Aurora yang memegangi g bahunya. " Maaf, gue terlalu ikut campur."


" Maaf, Rel " Aurora


" Lo Nggak salah Mungkin gue aja yang berharap banyak sama lo,” kata Erel membuat Aurora menatapnya bingung,


" Gue suka sama lo, Ra, bahkan gue rasa gue udah cinta sama lo. Gue rela ngelakuin apa aja demi lo, tapi ... gue tau gue cuma cahaya kecil yang ada di hidup lo. Nyatanya lo Punya banyak cahaya yang nerangin hidup lo.”


" Rel " lirih Aurora Pelan, mata gadis itu tak kuasa menahan tangis. Ia tak menyangka kalau lelaki itu menyimpan Perasaan untuknya. Mungkin ini salahnya karena tidak Pernah Peka akan Perasaan Erel


" Nggak usah kasih tau gue, gue tau kalau lo bakalan ngasihanin gue, tapi gue nggak Perlu itu. Mending sekarang lo bantuin Dimas. Gue bakalan menjauh dari lo biar nggak jadi Penghalang hubungan kalian," ujar Erel dan setelah ucapan itu Erel berbalik lalu pergi.


" Gue juga suka sama lo Erel " bisik Aurora Pelan Kini gadis itu mulai menyesal karena ia telat mengucapkan kalimat tersebut.


Aurora berjalan mendekati Dimas


" Kakak Nggak apa-apa " Aurora membantu lelaki itu berdiri.

__ADS_1


" Seho Lebih baik lo tenangin diri lo sendiri dan setelah itu lo bisa nentuin keputusan. Tapi Pesan gue satu, jangan lepasin orang yang udah buat lo nyaman. Maaf gue nggak bisa meluk lo buat nenangin lo kayak dulu. Tapi, gue bakal selalu ada kalau lo Perlu," ujar Dimas lalu meninggalkan gadis itu sendirill penderitaan orang lain karena memang itu rencananya sejak awal Dan dengan kejadian ini rencana berjalan lebih mudah, sehingga dendam akan segera terbalaskan.


...•••••...


__ADS_2