DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 31


__ADS_3

Di lain tempat seorang lelaki tengah menabur bunga di atas kuburan seseorang.


" Maafin gue ya Selama ini gue kira lo jahat ternyata lo baik," ujar Erel sambil tersenyum. Ia tahu Dimas mendengarnya walau Dimas tak bisa menjawab. Ingin sekali rasanya lelaki itu memeluk sahabat lamanya. Namun semuanya sudah telat dan ia hanya bisa menyesal.


" Maafin gue juga karena Nggak bisa ngejaga Aurora Tapi gue bakalan jaga dia dari jauh Gue nggak mau dia bernasib sama kayak Lanna Gue nggak mau dia Pergi dari hidup gue karena gue bakalan hancur saat itu juga," ujar Erel


" Gue balik dulu ya Gue harap lo nggak marah sama gue." Dan setelah itu Erel berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Suara bel rumah membuat gadis itu keluar kamar dengan ogah-ogahan Aurora berjalan dengan baju kaus dan celana selutut. Sesampainya di depan Pintu, Aurora membuka Pintu tersebut dan melihat seseorang sudah berdiri di depannya.


" Selamat siang ini ada surat untuk saudari Aurora mohon diterima," katanya sambil memberikan sebuah amplop.


" Surat dari siapa " tanya Aurora bingung


" Maaf saya tidak tahu Permisi " kata orang itu lalu Pergi. Aurora merasa aneh. Ia pun berbalik dan menutup Pintu. Gadis itu Pun membuka surat berwarna Pink tersebut.


...Gue tunggu lo di depan taman...


...Erel Antonio...


Hanya satu kalimat saja membuat senyum Aurora kembali mengembang Tanpa ragu, gadis itu langsung keluar dari rumahnya dan menyetop taksi Saking senangnya ia sampai lupa kalau dia hanya membawa uang seratus ribu saja. Bahkan ia lupa membawa Ponselnya


Beberapa menit kemudian gadis itu telah sampai di taman. Segera ia turun dari taksi. Aurora berjalan Pelan menuju kursi Putih yang berada di dekat Pohon. Gadis itu duduk di sana sambil menatap rerumputan Senyumnya sama sekali tidak Pudar dari bibirnya.


Namun tiba-tiba seseorang membekap mulutnya menggunakan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Mata gadis itu Pun Perlahan-lahan mulai tertutup Gadis itu Pingsan.

__ADS_1


" Dia sudah Pingsan Bos " kata lelaki berbadan kekar tersebut.


" Ya sudah bawa dia ke mobil " Perintah gadis itu


" Sebentar lagi Erel bakalan ngerasain hancur yang luar biasa kaya kita dulu Dek," kata lelaki di sampingnya


" iya dan gue sangat menanti-nanti hal itu terjadi," katanya sambil tersenyum licik.


" Sebentar lagi Erel bakalan jadi debu dan dengan sekali tiup dia bakalan musnah."


" Bos dia sudah saya ikat." lapor Pria tersebut.


Setelah itu mereka Pun masuk ke mobil dan melaju dengan kencang. Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah rumah tua. Pria berbadan kekar menggendong Aurora masuk ke rumah tua tersebut.


" Sebentar lagi, Kak " kata gadis itu lalu mereka berdua tersenyum licik


...•••••...


" Di mana gue " batin Aurora


Tiba-tiba Pintu terbuka menampakkan dua orang. Seorang lelaki mendekati Aurora dan menyapa gadis itu. Lelaki itu melepaskan lakban yang menempel di mulut Aurora. Melihat sosok itu Aurora kaget setengah mati. Ia tidak menyangka bahwa orang itu adalah dalang di balik semua ini.


" Kenapa ? Kaget ? tanya lelaki itu


" Kakak Ngapain Culik gue " tanya Aurora bingung.

__ADS_1


" Ngapain ya " tanya lelaki itu Pura-pura berpikir


" Kalau bunuh lo boleh Nggak "


" Kakak kenapa ini Pasti mimpi, kan," Aurora masih tak Percaya


Plak ! Satu tamparan mendarat mulus di Pipi Aurora


" Sakit ? Kalau sakit berarti ini bukan mimpi dong ini nyata Kita adalah orang yang ngancurin semuanya dan sebentar lagi semuanya bakalan hancur total,” ucap si gadis


" Gimana kalau gue telepon Erel," tanya lelaki di sebelah sang gadis


" ide bagus Gue mau dia dateng ke sini sambil mohon-mohon sama seperti orangtua kita dulu,"


Lelaki tersebut Pun menelepon Erel dengan Ponsel barunya


" mengendarai mobil tersebut


Lelaki itu tidak tahu akan ke mana selain ke rumah Gani. Beberapa menit kemudian lelaki itu telah sampai di rumah Gani. Tanpa Permisi Erel langsung masuk ke rumah sahabatnya itu. Erel langsung berjalan menuju kamar Gani dan menemukan Gani tengah asyik bermain PS.


" ketakutan.


Tiba-tiba Pintu terbuka menampakkan dua orang dengan Pisau di salah satu tangan. Mereka berjalan Pelan mendekati Aurora


" Gue rasa ajal lebih cepat mendekati lo l seorang lelaki dengan napas terengah-engah

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2