
" Oh .... " Erel tak acuh ia kembali menut masuk kelas yang sudah kosong karena bel Pulang sekolah sudah sedari tadi berbunyi. Saat ia sudah masuk kelas, ia melihat seorang lelaki sedang memainkan Ponselnya. Erel Cowok itu Pergi begitu saja tanpa membantu Aurora sedikit Pun, Padahal mereka dihukum bersama sama. Aurora berjalan sambil mengentak entakkan kaki dengan memasang wajah kesal. Ia harap cowok itu Peka bahwa dirinya sangat kesalmendengar entakan kaki Pun menoleh.
" Udah selesai "
" Dih jutek amat," lkl-cepat sampai di rumah terus tidur deh, " batin Aurorra menggendong tas ranselnya lalu berjalan menuju gerbang sekolah Ia berencana akan Pulang naik taksi Aurora celingak-celinguk mencari taksi yang lewat, tetapi sebuah tangan menariknya dan membawanya hingga masuk ke mo hobi banget ngoceh," balas Erel tak mau kalah
" Ngapain Lo narik-narik gue," tanya Aurora jutek. Ia masih kesal dengan cowok di sampingnya itu.
" Lo emang lupa kalau sekarang kita latihan nyanyi buat ngisi acara ulang tahun sekolah," tanya Erel sambil menyetir menengok ke arah Erel " Lama amat sih nyetirnya,” katanya sewotOh jadi lo mau gue ngebut ? Jangan salahin gue kalau lo kenapa-napa," kata Erel sambil tersenyum mirinmelajukan mobilnya dengan cepat membuat Pengguna jalan lainnya mengklakson Eo yang mulai duluan "
Beberapa menit kemudian mobil telah terparkir di garasi sebuah rumah Aurora pun turun bersama Erel Kepala gadis itu jadi Pusing gara-gara ulah Erel yang membawa mobil dengan ugal-ugalan
" Gue Nggak bakal mau naik mobil yang lo setir," kata Aurora sambil memegangi kepalanya
" Siapa suruh ngomong asal ceplos aja." Erel tak merasa bersalah sedikit pun
" Udah cepet masuk Yang lain udah Pada nungguin," kata Erel lalu masuk ke rumahnya meninggalkan Aurora yang sedang menyumpah serapahi cowok itu.
" Tungguin gue " teriak Aurora ia lalu menyusul Erel yang sudah masuk ke rumahnya.
__ADS_1
" Lelet amat sih Lo "
" Biarin "
Akhirnya Aurora bisa menyejajarkan langkahnya dengan cowok itu. Cowok itu menghentikan langkahnya di ruang tamu, dan Aurora mengikuti
" Hai, guys " sapa Erel Pada teman-temannya yang sedang menonton televisi. Erel berjalan menuju sofa dan duduk di sebelah Martin
" Kok ada dedek imut " Martin bersuara.
" Sini duduk sama abang " goda Rokky
" Kok ada kalian " Aurora bingung melihat geng Erel berkumpul di depannya.
" iya, Rel, kok kita diundang ke sini sih," Gani bertanya keheranan
" Jadi gue udah dapet vokalisnya," kata Erel
" Aurora " tebak Rokky.
__ADS_1
" iya "
" Maksudnya " Aurora yang tidak tahu apa-apa hanya bisa celingukan
" Tunggu sebentar ya ! Gue mau ngomong sama Aurora," kata Erel sambil bangkit dari sofa, lalu menarik tangan Aurora menjauh dari ruang tamu.
" Apa maksudnya, Rel "
" Jadi gini gue mau ngisi acara untuk Pensi nanti, dan menurut gue Lo itu cocok jadi vokalisnya. Gue waktu itu denger suara lo Pas nyanyi Balonku dan menurut gue, suara lo bagus."
" Jadi ..... " Aurora tak bisa berkata-kata karena terkejut
" Ya, Lo harus mau masuk ke grup band gue.”
" Kok Lo gampang banget sih ngomong kayak gitu ? Mana Lo udah daftarin nama gue lagi.”
" inget Permintaan kedua gue," kata Erel membuat Aurora mendengus frustrasi. Dan, Aurora seratus Persen yakin, bahwa akan ada masalah yang akan menghiasi hidupnya nanti.
...•••••...
__ADS_1