
" Gue Nggak bakalan nyerah, Gan. Gue bakalan buktiin bahwa gue yang terbaik bu masalah hasil itu urusan belakang, yang Penting gue udah usaha." Erel yakin dengan ucapannya.
" Ya udah ke dalem mereka udah nungguin."
Mereka berdua Pun berjalan ke ruang tamu. Melihat kedua temannya babak belur Rokky melonjak kaget
" Rel, lo apain Pacar gue " tanya Desi saat Gani duduk di sampingnya
" Udah, udah, sebenarnya gue mau disuruh apa sih," Nessa tidak begitu Peduli dengan Erel dan Gani yang babak belur dan berantakan
" Jadi gini, lo tanyain semuanya sama Aurora dan Pacar gue cari informasi sama ibunya Aurora," Gani memulai rencananya.
" Oh, ya udah, gue sama Nessa langsung cabut aja.” Desi mengambil kunci mobil Gani di atas meja.
" Gue Pinjem mobil lo ya,"
" lya, hati-hati ya "
" Hati-hati juga ya, nyil " kata Rokky yang dihadiahi cubitan maut oleh Nessa.
" Ayo, Nes " ajak Desi. Lalu mereka pun Pergi
" Kita ngapain di sini " Erel buka suara setelah Nessa dan Desi berlalu
Rokky menyahut, " Diem nungguin mereka."
" Masa cuma Cewek aja yang kerja Sebagai cowok kita harus kerja juga,"
" Terus lo mau ngapain ? Mau cuci Piring ? Silakan, kebetulan Piring kotor di rumah gue lagi banyak."
" Ya Ngapain kek buat bantuin Aurora,"
" Gue Punya cara alternatif buat tau siapa Preman yang udah ganggu Aurora,"
__ADS_1
" Apa " tanya Erel dan Rokky bersamaan.
" Kita tanya siapa Preman yang ngeganggu Aurora sama dukun," usul Gani.
" Hah ? Ngapain sih Pakai dukun-dukun segala," Erel tidak habis Pikir dengan usul Gani.Sok tau lo " Lalu Erel memukul Perut Gani. " Itu balasannya karena lo udah buat gue babak belur."
" Bahkan gue tau warna daleman lo Rel," canda Gani sambil membantu Erel berdiri.
" Psikopat lo Masih aja hobi nebak daleman orang," ejek Erel
" Daripada lo nebak Perasaan orang,” balas Gani.
" Jadi gimana "
" Gue Nggak bakalan nyerah, Gan. Gue bakalan buktiin bahwa gue yang terbaik buat Aurora dan masalah hasil itu urusan belakang, yang Penting gue udah usaha." Erel yakin dengan ucapannya.
" Ya udah ke dalem mereka udah nungguin."
Mereka berdua Pun berjalan ke ruang tamu. Melihat kedua temannya babak belur Rokky melonjak kaget
" Rel, lo apain Pacar gue " tanya Desi saat Gani duduk di sampingnya
" Udah, udah, sebenarnya gue mau disuruh apa sih," Nessa tidak begitu Peduli dengan Erel dan Gani yang babak belur dan berantakan
" Jadi gini, lo tanyain semuanya sama Aurora dan Pacar gue cari informasi sama ibunya Aurora," Gani memulai rencananya.
" Oh, ya udah, gue sama Nessa langsung cabut aja.” Desi mengambil kunci mobil Gani di atas meja.
" Gue Pinjem mobil lo ya,"
" lya, hati-hati ya "
" Hati-hati juga ya, nyil " kata Rokky yang dihadiahi cubitan maut oleh Nessa.
__ADS_1
" Ayo, Nes " ajak Desi. Lalu mereka pun Pergi
" Kita ngapain di sini " Erel buka suara setelah Nessa dan Desi berlalu
Rokky menyahut, " Diem nungguin mereka."
" Masa cuma Cewek aja yang kerja Sebagai cowok kita harus kerja juga,"
" Terus lo mau ngapain ? Mau cuci Piring ? Silakan, kebetulan Piring kotor di rumah gue lagi banyak."
" Ya Ngapain kek buat bantuin Aurora,"
" Gue Punya cara alternatif buat tau siapa Preman yang udah ganggu Aurora,"
" Apa " tanya Erel dan Rokky bersamaan.
" Kita tanya siapa Preman yang ngeganggu Aurora sama dukun," usul Gani.
usul lo Lagian dosa tau,” Rokky sepakat dengan Erel.
" Eh, tunggu dulu, darimana lo tau kalau ada Preman yang ganggu Aurora,"
" Tadi si Aurora cerita sama gue kalau dia diganggu Preman.”
" Kok lo Nggak bilang dari tadi," Rokky kesal karena merasa Gani menutupi informasi Penting
" Yeee ... kalau gue bilang yang ada Nessa sama Desi tau dong, terus mereka nggak Penasaran lagi, jadinya mereka nggak bakal semangat cari informasinya," jelas Gani
Rokky manggut-manggut. " Tumben lo Pinter, Gan.”
" Btw Martin mana ? Kok Nggak ada," Erel baru sadar bahwa Martin tidak ada.
Gani menghela napas Panjang. " Dia lagi jalan-jalan sama gebetan barunya.”
__ADS_1
...•••••...