DUNIA AURORA

DUNIA AURORA
EPISODE 22


__ADS_3

" Gue Nggak bakalan nyerah, Gan. Gue bakalan buktiin bahwa gue yang terbaik bu masalah hasil itu urusan belakang, yang Penting gue udah usaha." Erel yakin dengan ucapannya.


" Ya udah ke dalem mereka udah nungguin."


Mereka berdua Pun berjalan ke ruang tamu. Melihat kedua temannya babak belur Rokky melonjak kaget


" Rel, lo apain Pacar gue " tanya Desi saat Gani duduk di sampingnya


" Udah, udah, sebenarnya gue mau disuruh apa sih," Nessa tidak begitu Peduli dengan Erel dan Gani yang babak belur dan berantakan


" Jadi gini, lo tanyain semuanya sama Aurora dan Pacar gue cari informasi sama ibunya Aurora," Gani memulai rencananya.


" Oh, ya udah, gue sama Nessa langsung cabut aja.” Desi mengambil kunci mobil Gani di atas meja.


" Gue Pinjem mobil lo ya,"


" lya, hati-hati ya "


" Hati-hati juga ya, nyil " kata Rokky yang dihadiahi cubitan maut oleh Nessa.


" Ayo, Nes " ajak Desi. Lalu mereka pun Pergi


" Kita ngapain di sini " Erel buka suara setelah Nessa dan Desi berlalu


Rokky menyahut, " Diem nungguin mereka."


" Masa cuma Cewek aja yang kerja Sebagai cowok kita harus kerja juga,"


" Terus lo mau ngapain ? Mau cuci Piring ? Silakan, kebetulan Piring kotor di rumah gue lagi banyak."


" Ya Ngapain kek buat bantuin Aurora,"


" Gue Punya cara alternatif buat tau siapa Preman yang udah ganggu Aurora,"

__ADS_1


" Apa " tanya Erel dan Rokky bersamaan.


" Kita tanya siapa Preman yang ngeganggu Aurora sama dukun," usul Gani.


" Hah ? Ngapain sih Pakai dukun-dukun segala," Erel tidak habis Pikir dengan usul Gani.Sok tau lo " Lalu Erel memukul Perut Gani. " Itu balasannya karena lo udah buat gue babak belur."


" Bahkan gue tau warna daleman lo Rel," canda Gani sambil membantu Erel berdiri.


" Psikopat lo Masih aja hobi nebak daleman orang," ejek Erel


" Daripada lo nebak Perasaan orang,” balas Gani.


" Jadi gimana "


" Gue Nggak bakalan nyerah, Gan. Gue bakalan buktiin bahwa gue yang terbaik buat Aurora dan masalah hasil itu urusan belakang, yang Penting gue udah usaha." Erel yakin dengan ucapannya.


" Ya udah ke dalem mereka udah nungguin."


Mereka berdua Pun berjalan ke ruang tamu. Melihat kedua temannya babak belur Rokky melonjak kaget


" Rel, lo apain Pacar gue " tanya Desi saat Gani duduk di sampingnya


" Udah, udah, sebenarnya gue mau disuruh apa sih," Nessa tidak begitu Peduli dengan Erel dan Gani yang babak belur dan berantakan


" Jadi gini, lo tanyain semuanya sama Aurora dan Pacar gue cari informasi sama ibunya Aurora," Gani memulai rencananya.


" Oh, ya udah, gue sama Nessa langsung cabut aja.” Desi mengambil kunci mobil Gani di atas meja.


" Gue Pinjem mobil lo ya,"


" lya, hati-hati ya "


" Hati-hati juga ya, nyil " kata Rokky yang dihadiahi cubitan maut oleh Nessa.

__ADS_1


" Ayo, Nes " ajak Desi. Lalu mereka pun Pergi


" Kita ngapain di sini " Erel buka suara setelah Nessa dan Desi berlalu


Rokky menyahut, " Diem nungguin mereka."


" Masa cuma Cewek aja yang kerja Sebagai cowok kita harus kerja juga,"


" Terus lo mau ngapain ? Mau cuci Piring ? Silakan, kebetulan Piring kotor di rumah gue lagi banyak."


" Ya Ngapain kek buat bantuin Aurora,"


" Gue Punya cara alternatif buat tau siapa Preman yang udah ganggu Aurora,"


" Apa " tanya Erel dan Rokky bersamaan.


" Kita tanya siapa Preman yang ngeganggu Aurora sama dukun," usul Gani.


usul lo Lagian dosa tau,” Rokky sepakat dengan Erel.


" Eh, tunggu dulu, darimana lo tau kalau ada Preman yang ganggu Aurora,"


" Tadi si Aurora cerita sama gue kalau dia diganggu Preman.”


" Kok lo Nggak bilang dari tadi," Rokky kesal karena merasa Gani menutupi informasi Penting


" Yeee ... kalau gue bilang yang ada Nessa sama Desi tau dong, terus mereka nggak Penasaran lagi, jadinya mereka nggak bakal semangat cari informasinya," jelas Gani


Rokky manggut-manggut. " Tumben lo Pinter, Gan.”


" Btw Martin mana ? Kok Nggak ada," Erel baru sadar bahwa Martin tidak ada.


Gani menghela napas Panjang. " Dia lagi jalan-jalan sama gebetan barunya.”

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2