
menegang Semua badannya terasa kaku melihat dua orang yang ia Percaya ternyata musuh terbesarnya Merekalah orang yang menusuk Percaya dengan dua orang yang berada di hadapannya
" Salah lo ? Lo tanya sala
" Kalian jahat kalian Gila " teriak Aurora Gadis itu sudah sangat marah Pada dua orang di depanny
" Dek Aurora kok ngomong gitu sih Kita semua kayak gini ada alasannya jadi kita nggak jahat dong." Lelaki itu menempelkan Piitu lalu berbisik.
" Cuma sedikit licik "
" Jauhin Aurora ! Atau .... "
" Kalau gue nggak mau kenapa? Nggak boleh,"
" Mau kalian apa sih " tanya Erel frustrasi
" Mau kami ? Lo tanya mau kami ? Kami mau lo menderita kayak keluarga kami dulu," Jenny buka suara
__ADS_1
" iya gara-gara bokap lo, bokap gue jadi bangkrut Dia kehilangan miliaran uangnya gara-gara bokap lo. Dan karena itu juga bokap gue depresi sampai akhirnya meninggal. Lo mau tau nggak nyokap gue gimana ? Nyokap gue bunuh diri gara-gara nggak bisa terima kematian bokap gue," Kepala Martin yang tadinya tertunduk sekarang terangkat, " Dan gara-gara itu adik gue Pindah sekolah ke luar negeri dia tinggal sama tante gue,"
" Dan lo mau tau hidup gue ? Hidup gue menderita Sejak SMP gue udah cari uang sendiri Erel Mungkin keberuntungan ada di Pihak gue. Gue dapet warisan dari kakek gue. Dan warisan itu gue Pakai buat kehidupan gue sehari-hari," jelas Martin
" Tapi waktu itu gue denger kabar kalau nyokap lo meninggal mungkin itu balasan buat keluarga lo. Cuma gue belum Puas sampe di situ Akhirnya gue ngehancurin keluarga lo. Gue kirim Perempuan yang bisa bikin bokap lo jatuh cinta sama dia Dan gue buat lo salah Paham sama bokap lo. Lo nggak tau kan kalau sebenarnya bokap lo di sana lumpuh,"
" Gue juga ngerusak kakak lo. Gue ngirim orang buat bikin masa depan kakak lo hancur. Gue ngelakuin itu mulus banget, tanpa hambatan Sampe-sampe lo nggak tau kalau gue udah nebar banyak bom di kehidupan lo,” kata Martin dengan bangga. " Oh ya, gue suka waktu tau Persahabatan lo dan Dimas hancur Lo nggak Punya siapa-siapa lagi,"
" Belum sampai di situ gue masih belum puas. Gue akhirnya mikirin cara buat lo tambah sengsara Kebetulan gue satu sekolah sama lo waktu SMA. Dan lo dengan bodohnya jadiin gue sahabat Itu memudahkan Pekerjaan gue. Gue ngehubungin adik gue buat balik ke Indonesia. Dan kami berdua mulai ngrencanain sesuatu yang bakal buat lo hancur.”
" Dan karena gadis cantik ini datang Itu memudahkan gue buat ngehancurin lo Erel Gue manfaatin dia buat bales dendam," kata Martin Lelaki itu mengusap Pelan rambut Aurora " Tapi rencana gue gagal karena Dimas nyelamatin Aurora." Lelaki itu menarik rambut Aurora membuat gadis itu mengaduh kesakitan
" Please Martin Lepasin Aurora ! Lo boleh ngelakuin apa aja sama gue tapi jangan coba sentuh Aurora " Erel berteriak. Hatinya sakit saat melihat gadis itu menangis.
" Tapi kayaknya lebih enak kayak gini deh, Kak Kita sakiti Dia di depan mata Erel Biar kita bisa lihat ekspresinya Kayak gimana," kata Jenny Gadis imenghunjamkerlari menghampiri gadis yang setengah sadar tersebut. Lelaki itu melepaskan ikatan yang mengikat tubuh gadis itu. Aurora memandang kosong ke arasebelum akhirnya matanya tertutup Dan kesempatan itu digunakan Jenny serta Martin untuk kabur.
" Aurora gue cinta lo Gue mohon sama lo jangan tinggalin gue," lirih Erel sambil mencium k
__ADS_1
" ini ada apa " Gani baru saja datang Lelaki itu tampak sedikit babak belur karena melawan dua orang Pria berbadan kekar mengadangnya di depan tadi.
" Gan, Martin sama Jenny Pelakunya Dia nusuk Aurora," kata Erel
" Kita harus bawa Aurora ke rumah sakit." Erel menggendong Aurora dan berjalan keluar diikuti Gani di belakangnya.
" Kalau sampai Aurora kenapa-kenapa gue Pastiin Martin dan Jenny nggak bakal hidup lagi," ancam Gani Mobil Pun memelesat menuju rumah sakit
•••••
Erel menendang tembok lalu mengacak rambutnya frustrasi
" ini semua salah gue Gara-gara gue Aurora jadi kayak gini ini semua gara-gara gue Setiap kali ada orang yang deket sama gue Pasti bahaya Nggak Lanna, nggak Dimas sekarang A
" Tenang dong masalah nggak akan ki itu Pun mengeluarkan Ponseun menelepon Sinta. Ia pun berusael memilih Pergi ke taman rumah sakit. Ia takut, sedih, duk di kursi taman. Hatinya sakit. Orang yang ia Percaya ternyata orang yang menghancurkannya Hatinya hancur mengetahui semuanya
••••
__ADS_1