
, Rel.”
" Nggak mungkin gue Nggak dateng.” Erel
" Kenapa lo datengnya telat "
" Ada yang Perlu gue selesaiin " Erel sebelumnya memang t
" Kenapa sekarang lo jadi misterius gini sih,
" Perhatian, Perhatian bagi Penumpang dengan tujuan Penerbangan ke Paris harap segera masuk ke dalam Pesawat."
" Rel, gue harus masuk ke Pesawat,”
" Kenapa lagi "tanya Aurora sambil berbalik.
" Gue Nggak mau lo Pergi " kata nggak bisa hidup tanpa lo. Gue nggak bisa, Ra Gue ... gue cinta lo.”
Aurora kaget bukan main Jantungnya berdebar tak keruan. Darahnya berdesir Pelan Hatinya senang bukan main.
" Tapi .... " Ucapan Aurora terhenti saat jari
__ADS_1
" Plis jawab aja Ra dan gue bakal selesaiin semua masalah yang ada demi lo Gue nggak mau kehilangan lo laurora menatap mata Erele juga Cinta lo Rel "
...Tak selamanya yang berbeda itu tidak bisa bersatu. Bisa jadi yang berbeda saling melengkapi satu sama lainrora berjalan Pelan menuju ke dalam bandara. Satu jam lagi ia akan berangkat ke Paris. Hatinya belum siap meninggalkan Erel. Dan ia yakin, ia tak akan bisa mencari Pengganti Erel di sana....
Gadis itu duduk di kursi sambil berharap lelaki itu datang sekali saja sedetik saja hanya untuk memberi ucapan selamat tinggal tidak lebih Aurora menatap langit-langit Ingatannya kembali memutar kejadian yang telah lalu. Ketika ia diberikan amanah untuk menjaga
" Maafin Aurora Tante Aurora Nggak bisa nepatin janji Aurora ke Tante ", batin Aurora sambil menatap langit. Tak terasa setetes air mata jatuh begitu saja Sebentar lagi ia akan berangkat Ayah dan bundanya juga Para sahabatnya sudah Pulang
Namun Aurora tetap menunggu di ruang tunggu. Ia menantikan seseorang datang Erel. Aurora melirik jam tangannya, lalu berdiri hendak berjalan menuju Pesawatnya Namun langkahnya berhenti ketika tangannya ditahan seseorang Aurora membalikkan badan. Matanya terbelalak saat melihat wajah orang yang menahannya
" Lo " tanya Aurora tak Percaya
" iya gue kenapa ? Ganteng " tanya Erel
" Gue kira lo Nggak bakal dateng, Rel.”
" Nggak mungkin gue Nggak dateng.” Erel melepas Pelukannya lalu menatap mata gadis di depannya
" Kenapa lo datengnya telat " tanya Aurora sambil terisak.
" Ada yang Perlu gue selesaiin " Erel sebelumnya memang tengah mengurus berkas berkas untuk memenjarakan Martin dan adiknya. Bukti yang ia kumpulkan sudah cukup
__ADS_1
" Kenapa sekarang lo jadi misterius gini sih," tanya Aurora kesal
" Perhatian, Perhatian bagi Penumpang dengan tujuan Penerbangan ke Paris harap segera masuk ke dalam Pesawat."
" Rel, gue harus masuk ke Pesawat,” kata Aurora lalu berbalik Baru saja ia ingin Pergi lagi-lagi tangannya ditarik
" Kenapa lagi " tanya Aurora sambil berbalik.
" Gue Nggak mau lo Pergi " kata Erel sambil memeluk Aurora
" Gue mau kita Pacaran lagi Gue nggak bisa hidup tanpa lo. Gue nggak bisa, Ra Gue ... gue cinta lo.”
Aurora kaget bukan main Jantungnya berdebar tak keruan. Darahnya berdesir Pelan Hatinya senang bukan main.
" Tapi .... " Ucapan Aurora terhenti saat jari telunjuk Erel berada tepat di depan mulutnya.
" Plis jawab aja Ra dan gue bakal selesaiin semua masalah yang ada demi lo Gue nggak mau kehilangan lo lagi.”
Aurora menatap mata Erel
" Gue juga Cinta lo Rel "
__ADS_1
Tak selamanya yang berbeda itu tidak bisa bersatu. Bisa jadi yang berbeda saling melengkapi satu sama lain.
...•••••...