
***Kerajaan The Royal Forest***
Angel terduduk lemas di tempatnya. Semua yang terjadi begitu cepat tanpa dapat ia cegah. Apa yang ia dapatkan dari arwah Sang Ular Naga Putih atau Dragon White, adalah sesuatu yang tidak pernah ada pada bayangan di dalam hidupnya selama ini.
Sedangkan Shadow yang memiliki kekuatan spritual dan energi QI di dalam tubuhnya, tentu saja dapat melihat jelas batu pertama biru yang tertanam indah pada kening Angel. Batu permata biru yang sama seperti yang di miliki oleh nenek moyang mereka Dragon White.
Pria itu juga melihat jelas gelang Naga emas yang ada pada lengan kanan Angel. Gelang yang dapat berubah menjadi sebuah pena ajaib. Pena ajaib yang di miliki oleh Sang penulis sejati pada zaman awal terciptanya dunia magic itu.
Pena tersebut konon di gunakan oleh Sang Penulis sebelumnya untuk menulis, menggambar, menciptakan dan membuat sebuah goresan dan alur cerita yang akan menjadi sebuah kenyataan. Sedangkan batu permata biru yang tertanam pada kening adalah sumber kekuatan spritual dan energi QI yang di miliki oleh Sang Penulis, dan di gunakan untuk mengaktifkan semua goresan dari Pena ajaibnya.
"Kau benar-benar bertemu dengan Dragon White. Siapa sebenarnya dirimu?" Tanya Shadow tidak percaya apa yang ia lihat saat ini.
Ingin ia pungkiri tetapi semuanya nyata. Apakah mungkin Angel berbohong? Tidak mungkin nona muda di hadapannya itu akan berbohong tentang hal sepenting itu. Hati Shadow dapat merasakan aura dari Dragon White, aura yang sama seperti aura miliknya dan Sang kakak Raja Evandaru Draco. Bahkan aura yang Angel miliki lebih kuat dan murni dari mereka berdua.
Angel hanya diam saja, karena jujur dia tidak mengerti semua yang telah terjadi. Gadis itu masih diam pada duduknya, melihat Shadow datang perlahan untuk mendekatinya.
Semakin dekat Shadow, semakin ia dapat merasakan sesuatu yang berbeda dari dalam tubuh pria tampan itu. Begitu dekat jarak mereka, sehingga Angel kini dapat melihat mata hijau yang sangat indah. Mata hijau milik Shadow begitu tajam sekaligus menenangkan saat di lihat dari jarak hanya beberapa senti saja.
Shadow meraih lengan kanan Angel dan melihat gelang Naga emas. Ia ingin memastikan dengan matanya sendiri, apakah itu nyata?
"Ini nyata. Ini asli…!" Ucapnya pelan saat mengenali gelang Naga emas dan batu permata biru yang hanya menjadi legenda di dalam kerajaannya selama ini. Dua benda sakral yang hanya di miliki oleh nenek moyang mereka yaitu Sang Ular Naga Putih, Dragon White.
"Siapa dirimu sebenarnya?" Tanya pria itu kembali.
Tatapan keduanya bertemu dengan begitu intens. Angel dapat melihat semuanya, dia melihat siapa sebenarnya pria tampan yang ada di hadapannya tersebut.
"Kau adalah jelmaan Naga Hitam." Ucap Angel keluar begitu saja dari mulutnya, setelah ia melihat jati diri Shadow yang sebenarnya melalui sorot mata pria itu.
Shadow terdiam. Perlahan pria itu bangkit dan berdiri dari duduknya. Melihat intens gadis di depannya, gadis biasa yang tadi tidak dapat ia rasakan kekuatannya. Kini dapat dia rasakan betapa kuat dan murninya kekuatan spritual dan energi QI yang gadis itu miliki.
"Siapa kau sebenarnya, nona…!" Ucapnya dengan penekan kata terakhirnya.
Angel benar-benar tidak mengerti semua yang terjadi, tetapi ia dapat merasakan aura Shadow kini terlihat mulai menggelap. Shadow tidak dapat lagi menahan rasa penasaran dan sabarnya terhadap gadis yang berubah dengan begitu cepat.
"Siapa kau…!" Suara Shadow begitu tinggi hingga sontak membuat tubuh Angel bergetar karena terkejut akan bentakan Shadow.
"A…Aku Angelica Hernando." Hanya jawaban itu yang dapat keluar dari dalam mulutnya.
"Angelica Hernando. Angel…apa kau sering di panggil Angel…?" Tanya Shadow kembali.
"Iya. Itu namaku." Balas Angel sembari menganggukkan kepalanya.
Shadow diam, tetapi aura gelapnya tadi menghilang begitu saja. Shadow terdiam dan terpaku pada tempatnya. Pria itu sangat terkejut mengetahui siapa sebenarnya gadis di hadapannya tersebut.
Angel adalah sebuah nama yang menjadi legenda di dalam kerajaannya sejak dahulu. Nama yang tidak boleh di gunakan oleh sembarangan orang dan semua penghuni yang berasal dari Kerajaan The Royal Forest. Sebuah nama yang di sucikan oleh mereka. Kini nama itu di miliki oleh seorang gadis yang berasal dari luar kerajaannya.
Semua ini masih tidak dapat Shadow percayai. Ia ingin memastikan lebih dalam lagi bersama sang kakak. Apakah semua itu nyata atau hanya bualan dari gadis itu. Pada akhirnya ia memutuskan untuk menangkap dan membawa Angel kepada raja mereka.
"Tangkap dan bawa gadis ini, cepat…!" Perintahnya dengan lantang kepada anak buah di belakangnya.
__ADS_1
"Baik yang mulia." Balas salah satu dari mereka. Mereka tahu itu adalah perintah mutlak dari pemimpinnya.
Dua orang segera merangkul paksa kedua lengan Angel. Untuk melawan, Angel sudah tidak mampu. Luka lukanya semakin terasa sakit dan membuat ia tidak bertenaga. Untuk kuat terus terjaga agar tetap berada pada kesadarannya, itu sudah cukup sulit untuk Angel lakukan.
"Apa yang ingin kalian lakukan?" Tanya Angel tidak suka melihat tindak paksaan tersebut.
"Membawa mu ke hadapan raja kami." Balas Shadow begitu saja.
"Cepat bawa dia…!" Perintahnya kembali kepada anak buahnya.
"Baik yang mulia." Balas salah satu yang sedang memegangi Angel.
Saat akan menarik tubuh Angel untuk berdiri. Terdengar suara lantang seorang pria dari arah belakang mereka.
"Lepaskan dia…!" Suara lantang seorang pria datang mendekati mereka.
Semuanya melihat ke arah sumber suara, kecuali Angel yang sudah lemah tidak berdaya, kesadaran Angel perlahan menurun walaupun dia masih mendengar secara samar suara lantang tersebut.
Shadow melihat jelas siapa yang datang mendekati mereka? Tentunya pria itu cukup terkejut melihat seseorang yang sudah lama tidak ia jumpai. Seseorang yang sudah lama tersegel di dalam kerajaannya, kini muncul dan berdiri menantang di hadapannya. Pria itu adalah Kaisar kerajaan Royal Land, kaisar Alexander Gavriil dan tiga pengikut setianya.
"Kau…!" Tunjuk Shadow ke arah Alexander.
"Kau sudah terlepas dari segel terkutuk itu." Ucap Shadow kembali.
Alexander bahkan tidak menghiraukan perkataan Shadow, apalagi melihat ke arah pria itu. Pandangan matanya tertuju pada gadis yang ada pada rangkulan kedua anak buah Shadow.
Kini dapat Alexander lihat mata biru itu begitu lemah, lembut dan menenangkan jiwa serta hatinya. Gadis yang ia cari kini berada tepat di hadapannya, gadisnya.
"Apa yang sudah kau lakukan padanya?" Tanya Alexander terlihat marah melihat kondisi gadisnya yang mengenaskan.
Shadow tahu Alexander berada pada amarah yang cukup membuat gelap aura pria tirani tersebut. Shadow sangat mengenal siapa pria di hadapannya itu, bagaimana kekuatan besar yang di milikinya? Tentunya Shadow tahu di mana kemampuan mereka berdua yang sangat berbeda jauh.
Bahkan untuk melawan salah satu dari tiga pengikut setia sang kaisar, Shadow harus mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki. Jadi dia tahu diri bukanlah tandingan dari ke empat pria di depannya.
"Kami tidak melakukan apapun kepada gadis ini. Dia masuk ke dalam hutan dan membunuh tiga serigala di hutan ini." Balas Shadow ingin memberitahukan kebenaran yang terjadi.
Alexander dan ketiga pengikut setianya melihat ke arah tiga serigala yang telah tewas. Pandangan Alexander kembali melihat ke arah Angel yang terlihat berusaha berada pada kesadarannya.
'Bahkan gadis ini mampu membunuh tiga serigala seorang diri. Apa benar seperti itu?' Tanya Alexander di dalam benaknya.
Seketika pandangan matanya fokus kepada batu permata biru yang ada pada kening Angel. Batu permata biru yang tentu saja ia ketahui.
Alexander kini tahu dan yakin, gadis di depannya lah Sang Penulis yang sebenarnya. Kembali ia melihat ke arah lengan kanan Angel, di mana melingkar gelang naga emas yang merupakan pena ajaib Sang Penulis. Dua benda pusaka yang benar-benar menandakan jati diri dari Sang Penulis sebenarnya.
'Sang Penulis. Gadis ini Sang Penulis.' Gumam Alexander kembali di dalam benaknya.
"Lepaskan dia sebelum ada pertikaian di antara dua kerajaan." Ucap Alexander ingin mereka melepaskan Angel.
Shadow terdiam dan berpikir sejenak. Seharusnya dia membawa Angel untuk menghadap kepada raja mereka. Namun situasi mereka kini berubah setelah kedatangan Sang kaisar penguasa itu. Apakah Shadow harus menyerah begitu saja? Atau tetap akan membawa Angel dengan resiko pertarungan akan terjadi di antara mereka.
__ADS_1
"Maaf yang mulia, kami tidak bisa melepaskan gadis ini begitu saja, seperti yang anda ketahui bagaimana sistem hukum pada kerajaan kami. Kami akan tetap meminta pertanggung jawaban dari gadis ini atas perbuatannya membunuh tiga serigala kami. Mohon yang mulia tidak mempersulit kami." Balas tegas Shadow ingin tetap mempertahankan Angel ada padanya.
Alexander terdiam dan mengerti maksud dari Shadow. Dia sebagai seorang kaisar tahu apa arti hukum kerajaan dan sebuah pertanggung jawaban yang harus di taati di sebuah kerajaan. Tidak akan baik bagi mereka untuk melanggarnya, jika tidak ingin hukuman alam akan mereka dapatkan.
"Apakah benar seperti itu kejadian yang sebenarnya?" Tanya Alexander masih menginginkan Angel.
Tatapan tajam serta dingin Alexander melihat ke arah Shadow. Alexander tidak akan mudah percaya dan menyerahkan Angel begitu saja kepada Shadow.
"Tentu saja. Bukti sudah sangat jelas terlihat di sini. Tiga serigala kami tewas di bunuh oleh gadis ini saat memaksa masuk lebih dalam lagi ke dalam hutan kami." Balas Shadow seperti yang ia ketahui dari dua serigala di belakangnya.
"Apa itu bisa di buktikan?" Tanya Alexander.
"Bukti apa lagi yang Anda inginkan, yang mulia? Tentunya anda tahu hukum sebuah kerajaan yang harus di taati." Balas sengit Shadow.
"Aku tahu itu, tetap saja harus ada bukti yang akurat mengenai kondisi ini…!" Ucapnya terputus karena mendengar suara dari Angel.
Sejak awal kedatangan Alexander dan tiga pengikutnya. Angel mendengar semua percakapan tersebut. Angel tahu jika pria yang ada di depannya datang untuk membantunya. Dia juga semakin yakin saat mengenali salah satu dari empat pria yang baru saja datang. Pria yang ia ketahui adalah pria yang baik.
"Semuanya salah." Ucap lemah Angel. Kini semua orang melihat ke arah gadis itu.
"Aku terpaksa masuk ke dalam hutan untuk menghindari pembunuh bayaran yang menginginkan nyawaku, aku masuk ke dalam hutan ini untuk berlindung. Saat masuk lebih dalam lagi ke dalam hutan, lima serigala menghadang jalanku. Salah satu dari mereka menyerangku terlebih dahulu dari arah belakang, dan aku terpaksa melawan dan membunuh mereka. Untuk melindungi diriku dari serangan mereka." Ucap tertatih Angel dengan susah payah mengeluarkan setiap kata-katanya.
"Apa aku tetap salah untuk melindungi diri dari serangan mereka?" Tanyanya terdengar putus asa.
Angel berusaha membuka lebar matanya. Tatapan matanya begitu dingin, semua dapat melihat itu.
"Kalian semua penjahat yang tidak dapat melihat sebuah kebenaran." Ucap Angel dengan menekan semua kalimatnya.
Angel mengatur nafasnya yang begitu lemah. Ia tidak ingin berakhir tragis malam ini. Sesuatu harus ia lakukan untuk keluar dari situasinya dengan cepat sebelum nyawanya melayang dengan sia-sia.
"Aku hanya melindungi diriku. Aku tidak sepenuhnya bersalah, aku bersumpah…!" Ucap Angel dengan susah payah.
Semuanya hanya diam menyimak.
"Jika kematian ku sia sia malam ini. Di bawah sinar bulan purnama akan menjadi saksi kehancuran kalian semua. Dunia yang tidak pernah adil terhadap kaum yang lemah, akan hancur oleh hukum alam semesta." Ucapnya lemah namun terdengar mengerikan bagi mereka.
Dua pria yang merangkul kuat kedua lengan Angel, seketika melepaskan gadis itu. Hingga Angel jatuh terduduk kembali ke atas tanah. Mereka mundur beberapa langkah dari gadis yang baru saja mengeluarkan sebuah kalimat yang terdengar seperti sebuah kutukan untuk mereka. Semuanya melihat Angel dengan pandangan mata yang berbeda-beda.
Angel memandang dingin mereka semua. Tangan kirinya menyentuh gelang naga emas dan melepaskan gelang tersebut dari lengannya. Gelang itu berubah menjadi sebuah pena setelah Angel menggenggamnya erat.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1