Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
25. Acara Penghargaan.


__ADS_3

***Kerajaan Royal Land***


Semuanya telah berkumpul di dalam aula yang begitu besar, mewah dan megah. Beberapa tamu undangan dari perwakilan 3 kerajaan datang. Para bangsawan yang cukup berpengaruh di kerajaan itu. Para pejabat tinggi kerajaan, dan tiga keluarga nona muda yang telah berhasil melakukan ritual.


Mereka semua hadir dengan penampilan glamor mereka. Tidak ada yang terlihat sederhana sama sekali. Beberapa nona dan tuan muda dari keluarga bangsawan datang untuk mencari relasi, koneksi, dan perhatian dari keluarga kerajaan.


Beberapa pangeran dan putri keluarga kerajaan masih banyak yang belum memiliki pasangan hidup. Acara itu sekaligus di gunakan sebagai acara menjadi jodoh dan relasi bagi mereka.


Pemberitahuan atas kedatangan kaisar terdengar dari salah satu kasim istana.


"Yang mulia kaisar telah tiba." Ucapnya lantang.


Semuanya berdiri tegak dan segera duduk bersujud dengan satu kaki yang di tekuk. Memberikan sikap dan salam hormat mereka kepada kaisar Alexander Gavriil.


"Salam hormat kepada matahari kerajaan Royal Land. Semoga yang mulia panjang umur dan selalu memberkati kami dengan cahaya hangat." Serempak mereka memberikan salam hormat kepada kaisar kerajaan Royal Land.


Alexander segera duduk pada singgasananya. Pria itu tampil tampan dan berkharisma dengan balutan pakaian kebesaran kerajaannya.


Pakaian kerajaan yang di dominasi oleh warna merah, hitam dan emas. Membalut pas tubuh kekar atletisnya yang begitu tinggi. Mahkota kebesaran yang ada di atas kepalanya dan tongkat kaisar yang ia genggam semakin melengkapi penampilan Alexander Gavriil.


"Bangkitlah." Perintah kaisar kepada semua orang yang hadir.


Mereka bangkit dan berdiri di hadapan sang kaisar. Wajah Alexander begitu tampan dan terlihat putih bersih. Membuat semua pandang mata para gadis tertuju kepadanya.


Siapa yang tidak ingin berada di sisi pria tampan dan berkuasa itu. Mereka semua ingin bahkan rela jika hanya menjadi penghangat ranjang satu malam saja. Namun Alexander bukanlah pria seperti itu. Ia hanya akan setia kepada satu wanita yang menjadi pilihannya dan yang ia cintai.


Setelah Lukas mendapatkan isyarat dari Alexander. Dia pun memulai acara tersebut.


"Selamat datang para tamu undangan. Di hari yang berbahagia ini, mari kita ucapkan rasa syukur untuk semua kebaikan yang telah terjadi di kerajaan kita ini." Sapa pembuka Lukas.


"Hari ini, keluarga kerajaan khususnya yang mulia kaisar Alexander Gavriil, akan memberikan sebuah penghargaan kehormatan untuk tiga nona muda yang telah berhasil melakukan ritual kepada kaisar." Ungkap Lukas tujuan acara itu di laksanakan.


Anne, Marisa, dan Monica tersenyum bahagia akan hal itu. Itulah yang mereka tunggu selama tiga hari ini. Sebuah penghargaan yang di berikan langsung oleh kaisar tampan mereka.


"Di persilahkan untuk tiga nona muda agar maju ke hadapan yang mulia kaisar." Ucap Lukas terdengar jelas.


Anne, Marisa, dan Monica maju ke hadapan kaisar dan semua orang. Ketiganya tersenyum bangga dan terlihat sangat percaya diri.


Namun Anne tidak menyukai kehadiran Marisa yang ikut maju seperti mereka. Dia tahu Marisa tidak ikut dalam ritual itu. Tentu saja gadis itu sudah memiliki rencana untuk mempermalukan Marisa yang coba mengambil alih posisi seseorang.


Semua orang termasuk Alexander melihat ke tiganya. Dia sudah tahu jika Marisa mencoba untuk mengambil posisi Angel yang belum hadir di sana. Alexander diam dan ingin tahu sampai di mana gadis licik itu akan bermain main dengannya.


Sebelum acara di mulai. Alexander dan Angel bertemu di ruang tunggu aula. Angel meminta kepada Alexander untuk melakukan acara seperti biasanya. Biarkan semuanya berjalan seperti yang di inginkan ketiga nona muda itu.


Tentu saja Alexander menyetujui ide Angel. Pada akhirnya siapa yang berbuat curang dan tidak ingin mengakui kesalahannya, akan di anggap telah mengkhianati kaisar dan tentu saja akan mendapatkan hukuman.


"Sebelum penghargaan di berikan kepada kalian bertiga. Kalian akan melakukan ritual sumpah terlebih dahulu." Ungkap Lukas yang suskes menghilangkan senyum dari ketiga nona muda yang maju ke depan.


"Ritual sumpah." Ucap pelan Monica.

__ADS_1


Lukas melihat ke arah Monica yang mengeluarkan suaranya.


"Iya. Ritual sumpah. Untuk mengetahui kejujuran dari kalian bertiga." Balas Lukas dengan raut wajahnya yang nampak serius.


Anne, Marisa dan Monica mulai gelisah. Sumpah kejujuran akan membuka kebohongan mereka. Mereka sekarang terjebak atas kebohongan mereka sendiri. Ketiganya melihat sekilas ke arah Alexander yang menatap mereka dengan tajam dan dingin.


Mereka hanya bisa berdiri dengan kegelisahan dan menelan salivanya karena rasa takut. Kebohongan yang mereka lakukan akan terbongkar.


'Sial…Mengapa harus memakai ritual sumpah segala sih…itu akan memperlihatkan semua yang aku sembunyikan. Semuanya menjadi kacau. Padahal sedikit lagi aku bisa bersama dengan kaisar, setelah kematian gadis cupu itu.' Gumam Anne di dalam hatinya.


Anne telah mendapatkan kabar dari pembunuh bayaran yang ia sewa. Mereka mengatakan telah berhasil membunuh Angel dan mayatnya di buang ke dalam hutan terlarang.


Tentu saja informasi itu adalah bohong. Anne mendapatkan informasi yang bohong dari ke enam pembunuh bayaran yang masih hidup.


'Aku harus bertindak dan menghindari ritual sumpah itu.' Gumam Anne ingin melakukan sesuatu.


"Maaf sebelumnya yang mulia." Ucap lantang Anne dengan kepercayaan dirinya melihat ke arah Alexander.


"Apakah seperti ini balasan anda kepada kami yang telah melakukan ritual untuk anda." Ucap Anne. Marisa dan Monica diam dan melihat.


"Kami tulus melakukan ritual itu untuk membantu kaisar kerajaan kami. Kami melakukannya dengan resiko yang tidak mudah. Apalagi efek samping setelah melakukan ritual itu sangat mengerikan bagi kami. Tapi, di sini kejujuran kami di pertanyaan kembali dengan ritual sumpah ini. Mohon yang mulia berbaik hati untuk tidak meragukan kejujuran kami." Ungkap Anne panjang lebar.


Dia berharap perkataannya akan mampu merubah hati Alexander untuk tidak melakukan ritual sumpah itu.


"Yang mulia adalah kaisar yang murah hati dan bijaksana. Kami begitu menghormati anda. Kami akan melakukan semuanya untuk kesejahteraan yang mulia. Mohon yang mulia memberikan kebijaksanaan yang mulia kepada kami." Kembali Anne berkata.


Kedua orang tua Anne terlihat bangga akan kecerdasan putrinya yang berani berkata di hadapan kaisar. Tentunya mereka akan mendukung Anne sekuat tenaga.


"Perkenalkan namamu?" Ucap Alexander.


Anne terdiam sejenak. Kaisar bertanya siapa namanya saat ini. Itu sebuah kebaikan untuk Anne.


"Nama hamba Anne Matheo, yang mulia." Ucap Anne memperkenalkan namanya dengan sikap hormat anggunnya untuk kaisar.


"Anne Matheo. Putri dari keluarga bangsawan Matheo. Salah satu keluarga terhormat di kerajaan ini." Kata Alexander dengan tenang.


Keluarga Matheo yang di sebut oleh kaisar, merasa bangga jika kaisar kerajaan itu tahu nama keluarga mereka. Itu suatu kehormatan untuk mereka.


"Kau adalah nona muda yang cukup cerdas dan cantik." Sanjung Alexander sembari tersenyum tipis ke arah Anne.


Alexander sengaja melakukan hal itu untuk menyanjung Anne. Membuat gadis itu melambung tinggi akan sanjungan darinya, sebelum ia terjatuh akan kebohongannya sendiri.


Anne yang mendapatkan sanjungan dari sang kaisar tersenyum bangga. Tidak banyak orang yang mampu mendapatkan sebuah sanjungan dari orang nomer satu di kerajaan itu.


"Kau pantas mendapat penghargaan dariku secara khusus. Aku pastikan kau akan mendapatkannya langsung dariku." Balas Alexander dengan senyumannya yang manis, meluluhkan semua orang yang melihat senyuman itu.


"Terima kasih yang mulia atas kebaikan anda." Balas Anne tersenyum senang sembari memberikan sikap hormat anggunnya.


"Lukas, khusus untuk nona Anne. Dia tidak perlu melakukan ritual sumpah itu." Kata Alexander memberikan perintah kepada Lukas.

__ADS_1


"Baik yang mulia." Balas Lukas.


"Maaf yang mulia, bagaimana dengan hamba? Mengapa hanya nona Anne saja yang tidak melakukan ritual sumpah itu. Hamba juga melakukan ritual itu bersama nona Anne. Mohon yang mulia bersikap adil." Kini giliran Monica berucap. Dia tidak suka melihat Anne mendapatkan perhatian khusus dari kaisar.


"Maaf yang mulia. Hamba juga ingin keadilan dari yang mulia." Kata Marisa ikut masuk ke dalam pembahasan itu.


Alexander melihat keduanya secara bergantian. Dia ingin melihat, apakah yang di katakan oleh Angel akan terjadi?


"Maaf sebelumnya yang mulia. Sebenarnya nona Marisa tidak ikut dalam ritual itu. Nona muda perwakilan dari keluarga Hernando yang melakukan ritual itu adalah Angelica Hernando. Bukan dia…!" Tunjuk Anne mendapatkan kesempatan untuk menyingkirkan Marisa, salah satu saingannya.


Alexander diam dan menyimak.


'Apa yang Angel katakan. Mulai terjadi…!' Kata Alexander di dalam hatinya.


"Apa maksudmu?" Tanya Alexander.


"Seharusnya yang berdiri di sini bersama kami adalah nona Angelica Hernando. Bukan nona Marisa Hernando. Anda bisa tanyakan kebenaran itu kepada tuan Lukas." Ucap Anne melihat tajam ke arah Marisa yang terlihat mulai gelisah.


"Tuan Lukas yang mengarahkan kami. Tentunya tuan Lukas tahu dan melihat langsung wajah kami bertiga yang telah melakukan ritual itu." Kata Anne melihat ke arah Lukas.


"Apa benar Lukas?" Tanya Alexander.


Lukas melihat ke arah Anne dan kembali melihat ke arah Alexander.


"Iya yang mulia. Hamba tahu wajah ketiganya. Maaf sebelumnya, bukan nona ini yang ikut dalam ritual itu. Tetapi nona lainnya." Balas Lukas menjelaskan.


Wajah Marisa pucat pasi saat Lukas menunjuk ke arahnya.


'Sial…apa aku tidak akan mendapatkan penghargaan itu…?' Gumamnya di dalam hati.


'Aku harus melakukan sesuatu untuk ini…!' Gumam Marisa berpikir mencari sebuah cara untuk lolos dari masalah itu.


"Maaf yang mulia. Hamba hadir untuk mewakili saudara sepupu hamba yang tidak bisa hadir di sini, karena suatu hal yang telah terjadi." Kata Marisa tidak ingin di singkirkan oleh Anne.


"Sebelumnya mohon ampun, yang mulia. Hamba hanya sebagai perwakilan dari keluarga Hernando untuk menghormati pemberitahuan kerajaan tentang undangan dari anda. Jika keluarga Hernando yang di undang tidak datang. Itu artinya kami tidak menghormati dan menghargai niat baik anda, yang mulia. Mohon yang mulia bersikap bijaksana. Jika hamba bersalah, mohon ampunan yang mulia." Ungkap Marisa terlihat sedih dan segera duduk bersujud di hadapan kaisar.


"Mengapa nona Angelica Hernando tidak datang memenuhi undangan ini?" Tanya Alexander.


"Mohon ampun yang mulia. Sejak pergi melakukan ritual itu, Angelica tidak kembali pulang ke kediaman kami sampai saat ini. Kami telah berusaha mencarinya, tetapi tidak menemukan keberadaannya." Balas Marisa dengan memasang wajahnya yang terlihat sedih.


Sudah saatnya Marisa bersandiwara. Untuk bisa berada di sisi sang kaisar, dia akan melakukan segala cara agar dapat bersama dengan kaisar tampan yang telah mencuri hatinya. Marisa ingin menjadi salah satu wanita yang ada di samping Alexander Gavriil.


Apakah Marisa mampu untuk itu? Hanya waktu dan takdir yang akan menjawabnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2