
***Kerajaan Royal Land***
Setelah semua ingatan Angel dan Luna kembali, jiwa Luna kembali lagi ke dalam tubuh Angel. Tubuh yang sedang tidak sadarkan diri di dalam ruangan, tempat di lakukannya ritual beberapa saat yang lalu.
Luna yang kini berada di dalam tubuh Angel, akan melakukan apa yang seharusnya ia lakukan sesuai tujuan kedatangannya ke dunia itu.
Perlahan mata indah itu terbuka, Angel sadar kembali dan bangkit dari tidurnya. Gadis itu melihat ke sekelilingnya, kosong dan hanya ada dia seorang diri.
"Sial…kedua gadis itu meninggalkan aku seorang diri di sini. Aku akan membalas mereka berdua." Gumam Angel pelan sembari bangkit dari duduknya, dia berdiri tegak di hadapan tiga patung yang ada di ruangan itu.
"Aku tidak mengerti akan ritual ini. Apa sebenarnya tujuan di adakannya ritual ini?" Tanya Angel. Bagaimana juga jiwa Luna adalah seorang wanita yang cukup cerdas dan jenius.
Dia bukan orang yang dapat di bodohi seperti sebelumnya. Dia juga sadar tidak memiliki kekuatan ataupun kemampuan apa pun. Setidaknya ia memiliki otak yang cerdas dan jenius, memakai otaknya yang jenius untuk di gunakan sebagai pegangan dan mengatur hidupnya yang lebih baik lagi.
Angel merasakan sakit pada telapak tangan kanannya, dia melihat luka sayatan itu masih mengeluarkan darah. Angel segera merobek gaun bawahnya untuk mendapatkan kain panjang sebagai pembalut lukanya.
Angel mengedarkan pandangan matanya ke seluruh ruangan. Dia melihat beberapa lukisan kuno yang memiliki berbagai motif dan aliran. Jiwa Luna yang datang dari dunia lain adalah wanita yang pandai melukis, karena dia adalah seorang pencipta komik ternama di dunianya. Hampir semua komik ciptaannya banyak di gemari oleh para pencinta komik dan pembaca novel. Jadi dia cukup mengerti mengenai sebuah lukisan.
Gadis itu mendekati salah satu lukisan seorang wanita cantik yang menurutnya tidak asing. Angel berusaha mengingat siapa wanita yang ada di dalam lukisan tersebut. Angel berdiri dan terus melihat wajah wanita yang tersenyum, tetapi memiliki tatapan mata yang terlihat sedih.
"Dia…!!!" Ucap Angel kini mengingat jelas siapa wanita yang ada di dalam lukisan itu.
"Dia wanita yang ada di dalam ingatanku saat pertama kalinya datang ke dunia ini. Wanita misterius yang mengatakan semua kebenaran tentang kecelakaan kedua orang tuaku, dan wanita yang menjelaskan tentang tujuan kedatanganku ke dunia ini." Gumamnya kini mengingat jelas siapa wanita yang ada di dalam lukisan itu.
"Siapa sebenarnya wanita ini? Dia begitu misterius, tapi aku merasa dia adalah wanita yang baik."
Angel terus melihat lukisan wanita itu, dan tiba-tiba saja mata wanita yang ada di dalam lukisan bercahaya. Angel sontak terkejut lalu memundurkan langkahnya, cahaya itu terpantul panjang hingga ke arah patung monster yang tadi ia cium.
Begitu Angel melihat ke arah patung monster itu, cahayanya langsung menghilang. Kini terlihat jelas ada sebuah cahaya samar dari balik lengan patung monster tersebut.
Perlahan Angel melangkah dengan rasa takut untuk mendekati patung monster. Walaupun Ia takut, tetapi dia merasa penasaran akan cahaya samar yang ia lihat saat ini.
Angel mendekati cahaya samar yang ada di dalam genggaman patung monster di hadapannya. Semakin dekat Angel pada cahaya itu, semakin jelas angel melihat sebuah benda panjang yang berkilau. Dengan tangan yang gemeteran Angel meraih benda panjang tersebut.
Begitu ia berhasil mencabut benda panjang itu. Ia pun berkata. "Ini adalah sebuah pena besi." Ucapnya melihat teliti pena besi tersebut.
"Pena ini sangat unik dengan ukiran yang cantik." Gumam Angel pelan.
Angel menggoyangkan pena itu, lalu mencoba menggoreskan penanya ke atas telapak tangan kirinya. Pena itu masih memiliki tinta yang berwarna emas.
"Bahkan tintanya berwarna emas. Sangat cantik jika di pakai untuk menulis sebuah tulisan ukir." Ucap Angel berkomentar mengenai pena tersebut.
"Tapi ini bukan milikku. Aku akan mengembalikannya, aku harus segera pergi dari tempat ini." Ucapnya sembari ingin meletakkan pena itu ke tempatnya tadi.
Saat Angel akan meletakkan pena tersebut, ia melihat sebuah tulisan berwarna emas yang sudah pudar pada telapak tangan patung monster. Angel merasa penasaran akan tulisan cantik itu, dan membacanya.
"Tuliskan kata terlepaslah dari segel ini." Itulah yang ia baca.
"Ini seperti kata perintah teka teki." Gumamnya sembari melihat ke atas, ke arah wajah patung monster.
__ADS_1
Angel tersenyum lucu. Ia merasa seperti berada di dalam sebuah cerita novel dan komik fantasi. Jiwanya sebagai seorang penulis novel dan pencipta komik kini muncul kembali.
"Baiklah. Mari kita coba, setidaknya sudah sangat lama aku tidak menggoreskan sesuatu seperti ini. Lagi pula, pena ini sangat unik dan cantik dengan ukiran dan tintanya yang berwarna emas. Tulisan yang suram ini akan terlihat jelas dan cantik dengan tinta emas ini." Ucap Angel sembari mulai menggoreskan tinta pena itu, mengikuti tulisan yang terlihat samar karena termakan usia.
"Ok selesai. Sekarang terlihat cantik dan jelas. Baiklah, sampai di sini permainan ritual ini. Aku harus segera keluar dari ruangan ini, luka bakarku semakin tidak nyaman." Ucap Angel sembari meletakkan kembali pena tersebut ke tempat asalnya.
Angel segera berlalu pergi dari ruangan itu. Saat membuka pintu besar ruangan, ia sudah di sambut oleh Lukas dan dua penjaga di luar sana.
"Nona. Anda sudah sadar." Sapa Lukas melihat datar ke arah Angel.
"Iya tuan." Balas singkat Angel.
"Mari, kami antar anda untuk kembali ke kediaman keluarga Hernando." Balas Lukas.
"Baik tuan. Terima kasih."
Mereka segera berlalu dari tempat itu. Meninggalkan sesuatu yang mulai berubah dari dalam ruangan. Tanpa di sadari oleh Angel, tindakannya menyelesaikan ritual dengan baik. Membangkitkan sesuatu yang sudah lama tersegel. Angel berhasil melepaskan sang kaisar dari segel yang mengurungnya selama seratus tahun lamanya.
Perlahan patung monster retak dan mengeluarkan cahaya dari balik retakkannya. Semakin lama, retakkannya semakin panjang dan akhirnya patung itu terbelah menjadi dua.
Seorang pria tampan dengan postur tubuhnya yang tinggi atletis muncul dari dalam patung. Perlahan berdiri dan membuka matanya kembali, bersamaan dengan suara gemuruh dan petir yang saling bersahutan di atas langit. Menandakan kebangkitan dari sang kaisar yang lama tersegel.
Pria itu adalah kaisar Alexander Gavriil. Kaisar terkuat di antara lima kerajaan di dunia itu.
Alexander melihat kedua tangannya yang dapat ia gerakkan dengan leluasa setelah lama tersegel di dalam patung batu.
"Akhirnya aku terlepas dari segel terkutuk ini." Gumamnya pelan sembari melihat tulisan emas di tangannya dan juga pena ajaib yang ia miliki.
"Perjalanan kita baru saja di mulai, selamat datang kembali Sang Penulis." Gumamnya sembari memunculkan sepasang sayap berwarna putih ke emasan yang sangat indah pada punggungnya.
Alexander mengepakkan sayapnya dengan kuat dan mulai terbang untuk mengelilingi ruangan luas itu. Hingga tangannya menyentuh dua patung yang menjadi pengikut setianya. Patung singa bersayap dan patung naga terbang.
Alexander mendarat tepat di hadapan dua patung yang mulai hancur. Memunculkan dua pria tampan pengikut setianya yang ikut tersegel bersama dengannya.
Singa bersayap adalah pria tampan dengan rambut tembaganya yang panjang, dan mata abu kecoklatan yang terlihat tajam. Tubuhnya tinggi atletis dengan sepasang sayap coklat tembaga yang sangat indah. Dia adalah Leonardo Miguel.
Naga terbang adalah pria tampan dengan rambut putihnya yang panjang dan halus, mata hijau kuningnya menambah kesan tajam menusuk. Tubuhnya tinggi atletis dengan sepasang sayap putih yang terlihat bersih dan indah. Dia adalah Marques Abelard.
Keduanya segera tunduk bersujud di hadapan sang pemimpin. Kaisar Alexander Gavriil. Kaisar terkuat pada masanya di atas 4 raja di antara lima kerajaan di dunia magic itu.
"Salam hormat kami, yang mulia." Ucap serempak keduanya memberikan salam hormat mereka.
"Bangunlah." Balas Alexander.
"Terima kasih, yang mulia."
Mereka bangkit dengan bersamaan terbukanya pintu besar ruangan tersebut. Pangeran Felix dan Menteri Lukas segera datang setelah merasakan kemunculan sang kaisar. Beberapa pengikut dan anggota keluarga kerajaan lainnya juga datang ke dalam ruangan tersebut. Menyambut datangnya kembali sang kaisar kerajaan Royal Land.
Semua yang datang begitu senang dan bahagia, dapat kembali melihat kaisar mereka yang sudah lama tersegel.
__ADS_1
"Salam hormat kami, yang mulia. Selamat datang kembali." Salam hormat semua orang yang hadir di sana, dengan satu kaki yang di ketuk di atas lantai, memberikan sikap hormat mereka kepada pemimpin kerajaan Royal Land.
Alexander melihat semua pengikutnya yang hadir. Anggota keluarga kerajaan dan beberapa pejabat tinggi kerajaan. Dia senang dapat melihat mereka kembali.
"Bangunlah!!" Perintahnya.
Semuanya bangun dan berdiri di hadapan kaisar. Pangeran Felix mendekati sang kakak.
"Selamat datang kembali, yang mulia." Sapa Felix dengan senyum bahagianya.
Begitu ia mendengar suara gemuruh dan petir yang saling bersahutan. Ia segera tahu jika kaisar telah bangkit kembali. Felix segera meninggalkan pekerjaannya dan datang ke tempat itu.
Alexander menghilangkan sepasang sayapnya. Senyum bahagia terbit pada wajah tampannya.
"Kau berhasil menemukan Sang Penulis. Sehingga segelku dapat terbuka." Ucap Alexander kepada Felix.
"Sang Penulis." Ulangnya. Felix mengingat jelas siapa Sang Penulis yang di maksud oleh Kaisar.
"Iya. Sang Penulis telah terlahir kembali. Dia ada di dunia ini, karena hanya dialah yang bisa membuka segel ini dengan tulisan dari tangannya." Jelas Alexander apa yang menjadi kebenarannya.
"Jadi salah satu dari tiga gadis itu adalah Sang Penulis."
"Tiga gadis." Ulang Alexander.
"Iya, yang mulia. Setiap tahun kami melakukan ritual yang Anda perintahkan. Mengirim tiga gadis atau wanita lajang untuk mempersembahkan darah dan ciuman mereka, sebagai syarat membuka segel anda." Jelas Felix.
"Hari ini ada tiga gadis yang datang dan melakukan ritual tersebut. Jadi salah satu dari mereka yang telah berhasil membuka segel anda. Bagaimana caranya agar tahu siapa Sang Penulis?" Penjelasan Felix.
"Gadis yang telah berhasil menyentuh pena ajaib ini, dan menuliskan tulisan yang ada di telapak tanganku ini. Dialah Sang Penulis." Balas Alexander sembari memperlihatkan tulisan emas di atas telapak tangan kanannya.
Felix melihat ke arah tulisan tersebut. Kemudian melihat ke arah wajah kaisar.
"Cari dan temukan dia dengan segera." Perintah langsung dari Alexander. Dia ingin segera melihat wajah dari Sang Penulis. Seseorang yang berhasil melepaskannya dari segel terkutuk, yang artinya akan menjadi pendamping hidupnya.
"Baik yang mulia, akan kami laksanakan." Balas Felix menerima perintah.
Alexander melangkah untuk keluar dari ruangan tersebut, dia ingin merilekskan dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket serta kaku setelah seratus tahun tersegel.
Semua yang hadir mengikutinya dari arah belakang. Menghantarkan Sang kaisar menuju paviliun pribadinya yang selalu bersih dan rapi seperti dahulu. Setelah itu, Felix memberikan perintah pada beberapa orang untuk menjemput tiga gadis yang tadi siang melakukan ritual.
Mereka akan di bawa ke istana secepat mungkin, untuk mencari siapa yang berhasil pada ritual hari ini. Mereka tidak ingin membuat kaisar menunggu lebih lama gadis yang di maksud oleh kaisar sebagai Sang Penulis. Gadis itu artinya adalah calon Permaisuri kerajaan Royal Land.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.