Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
24. Pilihan Terbaik Angel.


__ADS_3

***Kerajaan Royal Land***


Alita, Sai dan Glory bersiap untuk menemani Angel ke dalam acara penghargaan yang akan di laksanakan hari ini.


Sai lebih cepat untuk bersiap, dia duduk dengan tenang sembari membaca sebuah buku panduan tentang Kerajaan Royal Land.


Angel mendekatinya.


"Sai…!" Panggil Angel.


"Mmmm…Ada apa?" Tanya Sai tidak melihat ke arah Angel, dia masih fokus kepada bukunya.


"Aku hanya ingin memberikan ini kepadamu." Ucapnya sembari menyerahkan sesuatu di atas pangkuan Sai. Pria itu melirik sejenak, dan pada akhirnya melepaskan bukunya dengan cepat.


Sai meraih apa yang ada di atas pangkuannya. Sebuah benda yang memang sangat ia perlukan. Sebuah benda yang seharusnya ikut kemanapun ia berada.


Benda itu adalah kotak ajaib yang ia ciptakan. Sebuah kotak kecil seukuran genggaman tangan orang dewasa. Kotak ajaib yang dapat mengeluarkan apa saja yang mereka inginkan.


"Black Box. Ini milikku, dari mana kau dapatkan?" Tanya Sai terkejut. Benda sekaligus senjata kesayangannya sekarang ada bersamanya.


"Kau lupa siapa aku?" Tanya Angel menatap serius dan intens ke arah Sai.


Sai tidak menjawab, dia melihat teliti ke dalam mata Angel. Tatapan Angel begitu tajam dengan penuh keyakinan. Sai sadar jika gadis di hadapannya itu adalah Luna Parker.


Seorang wanita yang telah menciptakan dirinya di dalam sebuah cerita komik, dan dialah pemeran utama dari cerita yang Luna buat itu. Tentu saja Luna dapat melakukan apa saja dengan setiap goresan ajaibnya.


Membuat dia yang awalnya hanya sebuah gambar kartun, kini dapat berubah wujud ke dalam wujud manusia. Apakah ada yang tidak mustahil Luna bisa lakukan?


"Kau Luna Parker. Apa sehebat itu Pena ajaib mu? Bahkan kau dapat merubah wujudku menjadi manusia sama seperti dirimu." Ucapnya, Angel hanya diam menyimak.


"Dunia macam apa sebenarnya ini?"


"Jika kau merasa penasaran tentang dunia ini. Cari tahulah kebenarannya. Mari kita bekerja sama, aku akan membantu menyediakan apapun yang kau perlukan di dunia ini. Semuanya akan ada dalam bentuk asli dan nyata." Ungkapnya sedikit berbisik.


"Mari kita taklukkan dunia ini." Ajaknya. Angel kemudian tersenyum licik seperti rubah.


Sai terdiam pada tempatnya. Banyak karakter yang ia temui di dalam alur cerita komiknya. Namun karakter seperti Luna atau Angel. Baru kali ini Sai temui, tidak dapat di tebak alurnya akan kemana? Siapa dan Sifat dari karakter seperti apa Luna?


"Lakukan seperti biasanya. Aku akan selalu ada di belakangmu. Mari kita saling menjaga dan percaya kita bisa melakukan semuanya yang terbaik." Ungkap Angel sembari menepuk pundak Sai.


Gadis itu bangkit dan berlalu pergi masuk ke dalam ruang ganti. Di mana ada Glory di dalam sana.


Sai hanya bisa melihat punggung Angel menghilang dari balik pintu. Kemudian dia melihat ke arah buku yang ada di pangkuannya, lalu melihat kembali ke arah Black Box miliknya.


"Wanita itu bahkan lebih berbahaya dari pada Ratu kejahatan yang ada di duniaku. Sepertinya untuk lepas dari wanita itu akan sangat sulit. Apa aku sudah berada di dalam genggamannya?" Gumamnya pelan sembari meremas kuat Black Box nya.


Sai adalah karakter pria yang sangat jenius. Tidak mudah di bodohi dan pandai membaca situasi yang ada.


"Tentu saja aku berada di dalam genggamannya saat ini. Dialah yang telah menciptakan diriku. Aaahhhh…Situasi yang sangat tidak menguntungkan bagiku. Baiklah…Mari kita bekerja sama, saling melindungi, menjaga dan saling percaya. Benar…Hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. Setidaknya aku bisa merasakan menjadi seorang manusia berkat dirinya." Katanya pelan.


Sai kembali melihat Black Box nya dan tersenyum senang. Sekarang dia dapat melakukan apapun yang ia inginkan dengan mudah, selama Black Box itu ada di tangannya.


Sedangkan yang terjadi di dalam ruang ganti Glory.


Angel duduk pada kursi tunggal yang menghadap ke arah cermin besar.


Dari pantulan cermin besar itu, Angel dapat melihat Glory sedang memasang sepatunya.


"Sepertinya persiapan mu kurang hari ini, Glory…!" Ucap Angel melihat ke arah cermin dimana dia bisa melihat Glory dengan mudah.


Glory melirik ke arah cermin sejenak. Tatapan mata mereka bertemu walaupun hanya beberapa detik saja.


Wanita itu kembali melakukan aktivasinya untuk memakai sepatu satunya lagi.

__ADS_1


"Penampilan mu akan lengkap jika di tambah dengan ini semua." Ungkap Angel melihat ke arah cermin sembari menggenggam sebuah senapan api di tangannya.


Glory menghentikan gerakkan tangannya melihat apa yang sedang Angel genggam. Wanita itu berdiri tegak setelah selesai memasang sepatunya.


"Apa yang kau inginkan dengan benda itu?" Tanya Glory terlihat waspada.


Tentu Angel tahu raut waspada Glory saat ini, karena dialah yang menciptakan Glory seperti apa?


"Aku tidak menginginkan apapun? Ini bukan milikku…!" Ucapnya melihat Glory tajam.


"Tapi milikmu…" Sambungnya.


Angel bangkit dari duduknya. Kini menghadap ke arah Glory langsung. Berdiri menantang sembari memegang sebuah koper hitam yang sangat Glory kenali.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Glory lagi.


"Sudah aku katakan. Aku hanya ingin bekerja sama denganmu. Mari kita saling menjaga dan percaya kita bisa melakukan semuanya yang terbaik." Ungkapnya sembari datang mendekati Glory lebih dekat lagi.


"Ini semua adalah milikmu. Aku yakin kau akan membutuhkannya saat berada di dunia ini."


Angel menyerahkan koper dan senapan api itu kepada Glory. Tentu saja Glory menerimanya dengan senang hati.


"Aku bisa memberikan semua yang kau perlukan. Bahkan lebih dari semua ini…!" Katanya dengan suara pelan.


Angel mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi. Saat mulutnya berada dekat pada telinga Glory, Angel berkata dengan berbisik.


"Lakukan seperti biasanya. Mari kita taklukkan dunia ini bersama. Aku akan selalu berada di belakangmu." Bisiknya dengan tersenyum licik pada telinga Glory.


"Ingat kan pada dirimu, siapa aku…Aku adalah Luna Parker. Wanita yang menciptakan karakter mu di dalam dunia komik. Jadi aku tahu siapa dan bagaimana dirimu, aku tahu segalanya tentangmu…Ratu mafiaku…!" Bisiknya dengan beberapa tekanan pada kalimat terakhirnya.


Angel melihat kembali ke arah Glory, melangkah mundur dan berdiri tegak di hadapan Glory yang melihatnya dengan tatapan dingin.


"Jangan melihat ku dengan tatapan dinginmu itu. Aku bisa saja merubah karakter dinginmu ini menjadi ramah dan mudah tersenyum." Ucap Angel tersenyum licik.


"Tersenyum lah untuk menikmati dunia barumu ini." Sambungnya lagi.


Angel melihat ke arah cermin, di mana terdapat pantulan Glory di sana.


"Kau bahkan lebih dingin dan mengerikan dariku. Kau wanita rubah yang bersembunyi di balik tubuh gadis ini." Ungkap Glory apa yang ada di dalam hati dan pikirannya tentang Angel saat ini.


Angel tersenyum untuk menanggapi perkataan berani Glory tentangnya. Itulah karakter Glory yang sebenarnya. Wanita pemberani, kuat dan tangguh. Karakter wanita mafia yang tidak akan takut pada siapapun dan apapun?


"Kau benar. Aku bahkan lebih mengerikan dari pada apa yang kau bayangkan. Jadi nikmati semua alur cerita yang aku buat untuk kita di dunia ini." Balas Angel masih dengan senyum liciknya.


Glory tidak menjawab. Tatapan matanya begitu dingin dan tajam melihat ke arah Angel. Sedangkan Angel tersenyum sejenak, lalu wajahnya kembali datar secepat kilat. Gadis itu pergi meninggalkan Glory dengan pemikirannya sendiri.


Glory meremas kuat gagang koper yang ada di tangannya. Sebuah koper yang berisikan beberapa senapan api, racun, obat dan alat-alat yang ia butuhkan dalam setiap misi mafianya.


"Wanita yang sangat mengerikan." Gumam Glory sembari mengeraskan rahangnya sedikit kesal jika mengingat senyum licik Angel.


"Bahkan dia lebih berbahaya dari mafia mafia yang menjadi musuhku. Wanita yang memegang kendali atas diriku. Sungguh wanita rubah yang sangat mengerikan." Komentarnya.


Begitulah karakter si ratu mafia ciptaan Luna Parker.


Angel keluar dari kamar Glory dan menuju ke dalam kamar Alita.


"Apa kau belum selesai bersiap juga?" Tanya Angel melihat Alita yang masih mengikat rambut panjangnya yang hitam berkilau.


Angel duduk di tepi ranjang Alita.


"Sebentar lagi. Apa acaranya akan segera di mulai?" Tanya balik Alita.


"Mungkin beberapa menit lagi." Balas singkat Angel.

__ADS_1


Alita adalah karakter putri kerajaan yang memiliki hati yang lembut, mudah menolong orang lain, dan mudah untuk berteman dengan siapapun.


Tetapi Alita bisa bersikap kejam dan bengis kepada mereka yang di anggap jahat. Bahkan Alita mampu membunuh seseorang seperti kerasukan iblis.


"Penampilan mu akan terlihat sempurna, jika di lengkapi dengan ini. Putri Alita…!" Ungkap Angel sembari memainkan sebuah pedang yang sangat Alita kenali.


Sontak Alita bangkit dan mendekati Angel. Putri cantik itu melihat teliti ke arah Angel yang sedang memainkan pedangnya dengan cara membuka tutup besi putih itu dari sarungnya.


"Dari mana kau dapatkan pedang itu ?" Tanya Alita heran.


"Tentu saja dari tempat di mana kau menyembunyikannya." Balas Angel sembari menutup keras pedang itu ke dalam sarungnya.


Angel berdiri di hadapan Alita. Kemudian menyerahkan pedang yang Alita miliki. Alita meraihnya dengan senang hati.


"Aku mendapatkan pedang itu dari ruang dimensi yang kau miliki di dalam cincin ini." Ungkap Angel sembari memperlihatkan cincin yang ada di jari tengahnya.


Sontak Alita membuka mulutnya dan membulatkan matanya dengan sempurna karena terkejut. Cincin dunia dimensinya ada pada Angel.


"Dari mana kau dapatkan itu?" Tanya Alita tidak percaya akan apa yang ia lihat.


"Apa kau lupa siapa aku?" Tanya Angel.


Alita terdiam. Tentu saja dia mengingat jelas siapa gadis di hadapannya itu. Luna Parker. Wanita yang telah menciptakan dirinya di dalam dunia komik yang ia buat.


"Tentu saja aku ingat siapa dirimu. Luna Parker. Apa yang kau inginkan dariku? Bukankah kita sudah sepakat untuk bekerja sama?" Balas Alita.


"Sepertinya di antara kalian bertiga, kaulah yang paling peka dan jujur apa adanya. Aku selalu suka karakter mu…!" Balas Angel dengan mengedipkan satu matanya sembari tersenyum.


Angel mendekati Alita sembari melepaskan cincinnya dan menyempatkan cincin itu ke jari tengah Alita.


"Mari kita saling menjaga dan percaya kita bisa melakukan semuanya yang terbaik. Kita taklukkan dunia ini bersama sama." Kata Angel kembali berdiri di hadapan Alita.


"Kau adalah karakter putri kerajaan yang sangat aku sukai. Putri yang baik hati, ramah, mudah menolong, dan cepat berteman dengan siapa saja. Namun kau juga bisa berubah menjadi putri yang kejam dan bengis bagi mereka yang jahat. Aku sangat menyukai karakter mu, Putri Alita Sakura. Putri Pedangku." Ucap Angel dengan senyuman yang lebar.


Alita tidak menjawab. Raut wajahnya datar melihat ke arah Angel.


"Tersenyumlah sayang…jangan seperti itu, kecantikan mu akan berkurang. Mari kita bersenang-senang." Bujuk Angel dengan senyum rubahnya yang licik.


"Kau tahu Luna Parker. Kau bahkan memiliki karakter yang begitu mengerikan dari pada Ratu iblis." Balas Alita dengan tatapan matanya yang dingin.


Angel tertawa mendengar perkataan Alita yang terdengar kasar dan kejam.


"Kau dan Glory sama saja. Menyebutku wanita yang mengerikan. Sepertinya sebutan itu tidak terlalu buruk untuk ku. Setidaknya karakter mengerikan itu bisa melindungiku." Balas Angel tersenyum licik.


Beberapa detik kemudian raut wajah Angel kembali dingin.


"Bersiaplah dalam setiap pertarungan putri Pedangku." Kata terakhir yang Angel katakan sebelum ia berbalik untuk pergi keluar dari kamar Alita.


"Benar benar wanita yang mengerikan. Sekarang dia adalah pemegang kendali atas kami semua. Sepertinya akan sangat sulit untuk melawannya tanpa strategi yang matang." Gumam Alita pelan.


"Setidaknya dia masih sedikit baik. Membawakan pedang dan cincinku ini kembali lagi kepadaku. Aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan. Setidaknya aku aman berada di dunia ini. " Komentarnya sembari tersenyum melihat ke arah pedang dan cincinnya.


Sedangkan yang terjadi di luar kamar. Angel melihat ke arah dua kamar yang ada di hadapannya.


"Kalian harus tetap bersamaku. Setidaknya kalian akan hidup seperti biasanya di dunia kalian masing-masing. Bagaimana juga aku tidak ingin terjadi apapun pada kalian. Aku tidak ingin kehilangan kalian. Aku tidak tahu masa depan seperti apa yang akan kita hadapi. Semoga kalian adalah pilihan ku yang terbaik. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk kalian." Gumam Angel pelan.


Diapun berbalik dan melangkah pergi. Angel akan menunggu ketiganya di dalam ruang tunggu aula. Angel sudah meminta seorang pelayan untuk menuntun mereka ke sana.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2