Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
12. Berada Di Dalam Istana.


__ADS_3

***Kerajaan Royal Land***


Pagi menjelang. Angel mulai membuka matanya setelah semalaman tertidur dengan lelap dan nyaman berada di dalam pelukkan hangat kaisar Alexander Gavriil.


Gadis cantik itu perlahan membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang masuk. Angel merasakan nyaman saat menggerakkan tubuhnya. Di saat itulah ia mengingat jika semalam ia sangat menderita dengan banyaknya luka luka pada sekujur tubuhnya.


Ia segera bangkit dari baring dan melihat ke seluruh tubuhnya. Mencari luka luka semalam yang begitu mengenaskan. Namun nihil, satupun luka luka itu tidak ada sama sekali. Menghilang bagaikan di telan bumi.


"Luka ku…kemana perginya?" Gumamnya pelan sembari terus melihat letak luka luka tersebut.


"Menghilang semua…bagaimana bisa…? Apakah semalam hanya mimpi…?" Tanyanya bingung akan keadaannya pagi ini.


Angel sadar di mana ia berada sekarang. Gadis itu melihat ranjang yang ia duduki. Sangat empuk dan nyaman. Bahkan selimut sutra tebal yang menutupinya begitu lembut dan wangi dengan aroma yang begitu menenangkan.


Angel kembali mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling kamar mewah tersebut. Kembali ia terkejut akan kamar yang ia tempati sekarang. Sangat luas, mewah, megah dan terlihat selayaknya sebuah kamar istana dengan beberapa furnitur dan hiasan mahal yang begitu langka memiliki ukiran sangat indah.


"Di mana ini…?" Tanyanya semakin bingung.


"Apa aku masih hidup? Ataukah aku sudah mati dan berada di surga?" Celotehnya semakin bingung.


Angel mengaduh kesakitan ketika ia merasakan rasa sakit saat mencubit lengannya sendiri.


"Ini sakit. Berarti ini nyata dan bukan mimpi." Ucapnya kembali.


Angel melihat gaun tidur yang ia gunakan. Dia yang berasal dari keluarga yang sangat mengerti jenis jenis kain. Sangat tahu jika gaun tidur yang ia gunakan memakai kain sutra terbaik di kerajaan itu. Dia juga tahu kain itu akan sangat mahal harganya.


"Angel perlahan turun dari ranjang yang memiliki ukuran cukup besar untuknya tidur sendiri. Berdiri dan mulai melangkah mendekati pintu ukiran yang begitu besar dan megah. Angel berusaha mendorong untuk membuka pintu tersebut.


Begitu pintu terbuka, dua penjaga pintu segera memberikan sikap hormat mereka kepada Angel. Tentu membuat gadis itu bertanya tanya sembari melihat ke arah dua penjaga di depannya secara bergantian.


"Maaf tuan, ini di mana?" Tanya Angel kepada dua penjaga.


Dua penjaga melihat sejenak ke arah Angel, kemudian dengan cepat menurunkan pandangan matanya ke bawah. Tentu Angel heran akan sikap dua penjaga tersebut.


Angel melihat ke arahnya sendiri, apakah ada yang aneh di tubuhnya? Tidak ada yang aneh, menurutnya. Hanya saja Angel yang memiliki jiwa Luna Parker dari dunia masa depan. Lupa akan aturan berpakaian di kerajaan itu.


Dia hanya menggunakan gaun tidur bagian dalam, walaupun panjang dan dengan lengan terbuka. Angel lupa untuk memakai jubah luarannya. Dia belum sadar apa yang salah pada dirinya.


"Di mana ini?" Tanya Angel kembali. Tapi dua penjaga hanya diam saja.


Angel menjadi kesal dan malas bertanya lagi. Dia memutuskan melangkah tanpa alas kaki sama sekali. Menyusuri lorong istana yang begitu panjang. Sepanjang lorong ada beberapa penjaga yang menjaga, namun lagi lagi mereka hanya menunduk dan tidak berani melihat ke arah Angel.


Angel acuh akan hal itu. Ia melangkah terus hingga mencapai ujung lorong yang menghubungkannya ke arah istana Barat. Di mana tempat aula pertemuan dan ruang kerja kaisar berada.


"Apa ini di istana?" Gumam Angel melihat ke sekeliling yang terlihat jelas begitu luas dan indah bagaikan di dalam sebuah istana.


Angel terus melangkah untuk menemukan orang yang dapat ia tanyakan. Jauh Angel memandang dan pada akhirnya tersenyum senang. Dari kejauhan dia melihat sosok yang ia kenal baik dahulu. Felix berdiri bersama beberapa orang dan sedang berbicara di depan pintu sebuah ruangan.


Angel melangkahkan kakinya untuk mendekati Felix. Dia akan mencari celah untuk dapat menemui Felix. Sementara dia bersembunyi di balik pilar yang berada paling dekat dengan lokasi Felix berdiri.


Begitu beberapa orang masuk ke dalam ruangan. Felix adalah orang terakhir yang masih berdiri di sana dengan sebuah dokumen di tangannya.

__ADS_1


Angel tersenyum senang dan mulai mendekati Felix yang masih terlihat fokus pada dokumen di tangannya.


"Tuan Felix…!" Sapa Angel dengan senyuman bahagianya dapat bertemu kembali dengan pria penyelamat hidupnya dulu dan semalam.


Felix yang di sapa mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang ada di depannya.


Felix terkejut dengan kedatangan Angel hanya menggunakan gaun tidurnya saja.


"Anda…!" Gugup Felix melihat Angel di depannya dengan tersenyum manis kepadanya.


"Anda mengingat saya tuan Felix." Tanya Angel masih dengan senyum manisnya. Tentu saja terlihat sangat cantik alami. Angel tidak menutupi kecantikan wajahnya seperti biasa, hingga Felix tanda sadar terdiam akan kecantikan di depannya.


"Tuan…tuan Felix…!" Tegur Angel sembari melambaikan tangannya di hadapan wajah Felix yang hanya memandanginya.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini…?" Tanya seorang pria tiba-tiba datang.


Felix segera sadar dan menundukkan pandangan matanya. Dia sadar telah melakukan kesalahan, memandang dan menikmati kecantikan dari calon permaisuri kakaknya. Matilah dia hari ini, apa yang akan ia dapatkan dari kaisar tirani kerajaan itu?


Alexander tidak suka melihat Angel datang hanya menggunakan gaun tidurnya saja. Pria itu segera melepaskan jubah yang ia gunakan, dan menutupi tubuh Angel yang memperlihatkan beberapa lekuk tubuhnya yang indah dan kulit putih bersih gadis itu.


Angel terdiam akan sikap Alexander yang tidak ia kenal. Angel melihat ke arah jubah yang di berikan dan Alexander secara bergantian.


"Tidak bisakah sebelum keluar kamar, kamu memakai jubah mu dulu. Lihat gaunmu begitu tipis." Tegur Alexander terlihat posesif.


Angel terdiam sejenak dan berpikir. Apakah ada yang salah dengan gaun tidurnya. Begitu ia mengingat dunia apa yang ia tempati sekarang? Angel akhirnya sadar jika saat ini dia tidak sopan karena keluar kamar hanya menggunakan gaun tidurnya yang tipis.


"Maaf tuan. Saya terburu-buru. Terima kasih." Balas Angel sekarang sadar apa kesalahannya.


Alexander tidak dapat marah begitu saja terhadap gadisnya yang mengatakan tidak sengaja melakukan itu. Tingkah laku Angel yang terlihat malu malu, membuat luluh hati Alexander. Pria itu tersenyum tipis dapat melihat mata biru yang begitu menenangkan hati dan perasaannya setiap memandang mata birunya.


"Baiklah, sedang apa kamu di sini?" Tanya Alexander pada akhirnya dengan suara lembut.


"Maaf tuan, ini tempat apa?" Tanya Angel sembari melihat ke sekelilingnya.


"Istana kerajaan Royal Land." Balas Alexander.


"Apa…Istana Royal Land…?!?" Angel terkejut.


Bagaimana bisa dia kembali lagi ke istana ini. Baru saja kemarin siang ia keluar dari istana itu dengan susah payah. Sekarang dia malah terjebak lagi di dalamnya.


"Bagaimana caranya saya ke sini tuan…?" Tanya Angel belum sadar siapa yang ia ajak bicara dengan begitu santai.


Angel segera melihat ke arah Felix yang ada di samping Alexander.


"Tuan Felix…anda kan tahu rumah saya di mana. Tapi kenapa malah membawa saya ke dalam istana…?"Tanya Angel tidak mempedulikan Alexander. Fokusnya saat adalah Felix.


Felix yang di tanya melirik ke arah Alexander yang juga melihatnya tajam. Felix benar-benar ada pada situasi sulit saat ini.


Angel melihat lirikan mata itu. Dia tahu jika Felix terlihat takut pada Alexander.


"Ada apa?" Tanya Angel tidak mengerti situasi mereka.

__ADS_1


"Tuan Felix…tolong jawab, ada apa ini…?" Tanya Angel. Felix hanya diam saja, pria itu tidak berani untuk berucap jika belum memiliki ijin dari Alexander.


Sedangkan Alexander melihat ke arah Felix dan Angel secara bergantian. Bukan Alexander jika tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


"Di mana kamu mengenal Felix…?" Tanya balik Alexander melihat serius ke arah Angel.


Angel melihat ke arah Alexander yang bertanya kepadanya.


"Kami bertemu sebelas tahun yang lalu. Tuan Felix yang telah menyelamatkan saya dari kematian saat mengalami kecelakaan bersama kedua orang tua saya di hutan bagian selatan kerajaan Royal Land. Tuan Felix juga yang membawa saya pulang dengan selamat ke rumah saya." Jelas Angel awal pertemuannya bersama Felix.


Alexander melihat ke arah Angel dan Felix secara bergantian.


"Kalian bertemu sebelas tahun yang lalu. Apa itu benar Felix…?" Tanya Alexander ingin jawaban dari adiknya.


Felix terdiam dan berpikir dengan cepat. Pertemuan sebelas tahun yang lalu di dalam hutan. Menyelamatkan seorang gadis dari kecelakaan bersama orang tuanya.


Lama Felix berpikir dan mengingat apa yang Angel jelaskan. Pada akhirnya Felix mengingat kejadian itu. Pada saat itu, Angel masih sangat belia dan hanya pertemuan sesaat. Hanya satu nama yang ia ingat akan gadis belia yang ia selamatkan dulu.


"Anda Angelica Hernando." Ucap Felix. Tentu saja membuat Angel senang, karena Felix mengingatnya.


"Iya tuan. Saya Angelica Hernando. Angel." Balas Angel dengan wajah yang berbinar bahagia. Menambah kecantikan Angel semakin kuat.


"Jadi kalian saling mengenal sejak sebelas tahun yang lalu." Ucap Alexander menekankan setiap kata katanya sembari melihat tajam dan dingin ke arah Felix.


Felix menelan salivanya akan tatapan tajam serta dingin sang kaisar. Alexander mulai tersulut rasa cemburu, mengetahui jika gadisnya mengenal Felix dan terlihat akrab. Tanpa Angel sadari, dia tidak sengaja mulai mematik percikan api yang membuat suasana semakin memanas.


Felix yang di pandang tajam. Hanya dapat tertunduk. Mana berani pria itu melawan seorang kaisar penguasa kerajaan terbesar di dunia itu.


Seketika guntur dan petir di atas langit terdengar sangat keras. Hingga beberapa kayu pintu dan jendela di sekitar tempat itu ikut bergetar.


Angel yang juga terkejut akan suara ledakan dasyat tersebut, sontak mendekati Alexander dan memeluk tubuh yang paling dekat dengannya untuk berlindung.


"Aahhhhh…!!!" Angel terkejut dan takut akan suara guntur serta petir yang begitu besar membengkakkan telinganya.


"Suaranya membuat dunia seakan runtuh. Apa akan turun hujan? Mengapa kerajaan ini sering sekali ada petir dan guntur serta hujan. Aku tidak suka." Ucap Angel geram sembari terus meremas kemeja Alexander yang dia peluk dan genggam dengan kuat.


Tentunya sikap spontan Angel yang memeluknya dengan tiba-tiba, membuat tubuh Alexander menjadi kaku. Mendapatkan pelukan dari gadisnya, tentu saja hati akan berdegup kencang.


Angel dapat mendengar debaran jantung yang begitu keras di samping telinganya. Dia pun melihat ke arah atas, dan baru menyadari perbuatannya saat ini.


"Maafkan saya tuan…Maaf, saya tidak sengaja…" Ucap Angel setelah melerai pelukannya. Dan segera menundukkan kepalanya beberapa kali untuk meminta maaf atas perbuatannya.


Tanpa Angel ketahui. Sikap spontannya tersebut, Sungguh ampuh merubah suasana hati Alexander yang tadinya marah dan mulai cemburu, menjadi bahagia dan menghangat kembali. Ada senyum tipis yang terbit pada wajah Alexander melihat sikap Angel yang terlihat salah tingkah dan malu kepadanya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2