Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
15. Penjelasan Alexander.


__ADS_3

***Kerajaan Royal Land***


Mereka berdua masih menikmati jamuan teh dan aneka kue yang di persiapkan oleh pihak istana.


Angel terlihat bahagia berada di dalam taman Sehat itu. Banyak pohon buah, tanaman aneka sayur mayur dan aneka jenis bunga yang sedang bermekaran. Membuat taman itu terlihat indah dan asri.


"Apa kamu senang berada di taman ini?" Tanya Alexander. Dia bahagia jika melihat Angel terus tersenyum bahagia seperti sekarang ia lihat.


"Iya yang mulia. Hamba senang. Taman ini indah sekali." Balas Angel seraya tersenyum manis.


'Benar-benar kecantikan yang alami.' Ucap Alexander di dalam benaknya.


Alexander sangat mengagumi kecantikan yang di miliki oleh Angel. Kecantikan yang alami dan tidak banyak orang di kerajaan itu akan memilikinya.


"Jika kamu suka, kita akan sering-sering datang ke tempat ini. Sepertinya beberapa hari lagi, kita akan bisa panen buah anggur merah dan bunga mawar itu." Tunjuk Alexander ke arah area pohon anggur merah, area bunga mawar putih dan merah yang sudah banyak memiliki tunas bunga kuncup di beberapa dahan pohonnya.


"Anda benar yang mulia. Bunga bunga mawar itu pasti akan sangat cantik dan indah. Hamba suka." Balas Angel dengan terus tersenyum.


Tidak pernah ada pada bayangannya akan memiliki waktu luang seperti itu. Tidak pernah ada dalam pikiran dan angan-angannya jika akan mendapatkan kesempatan yang sangat indah seperti itu. Bersantai dan menikmati teh sembari melihat keindahan taman istana.


Apakah ini takdirnya yang mulai membaik? Ataukah setelah keindahan dan kesenangan ini berlalu, ada yang akan menantinya di masa depan? Tidak akan ada yang tahu, begitu juga Angel. Menikmati semuanya selagi bisa, itulah yang akan Angel lakukan.


"Bisakah kamu tidak menggunakan panggilan yang mulia dan hamba. Kita berdua seperti tidak memiliki hubungan yang cukup dekat, kita seperti memiliki batasan." Kata Alexander cukup aneh mendengarkan Angel berbicara dengan panggilan seperti itu.


"Itu tidak akan sopan. Anda adalah seorang kaisar dan hamba hanya rakyat biasa. Bisa berada di dekat anda sudah kebaikan bagi hamba, yang mulia." Balasnya.


"Cukup gunakan kata saya dan anda. Lebih baik pada pendengaran ku. Ini perintah dariku. Kamu mengerti…! Lagi pula kamu adalah calon permaisuri kerajaan ini. Cukup kuat alasan untuk menggunakan panggilan akrab di antara kita." Ucapnya tegas dan tidak ingin di bantah.


Angel terdiam sejenak, ia mencerna semuanya dan berpikir apakah itu ide yang baik atau tidak.


"Baiklah." Balasnya singkat.


"Ada apa? Sepertinya ada yang mengganjal di hatimu." Tanya Alexander melihat raut wajah Angel yang sedang memikirkan sesuatu.


"Tidak apa apa. Hanya tidak percaya saja akan semua ini, saya bisa mendapatkan kesempatan yang bagus seperti sekarang. Kesempatan yang sangat langka bagi saya." Balasnya.


"Semua itu sudah takdir dari alam semesta. Kita hanya bisa berusaha menjalaninya dengan baik, selama kesempatan itu masih ada."


"Anda benar. Walaupun menurut saya semuanya berada di luar pikiran saya selama ini, tapi ini semua nyata terjadi." Angel menyentuh gelang naga emas yang ada di pergelangan tangan kanannya.


"Tentunya anda pasti tahu segalanya yang terjadi di dunia ini. Hidup anda yang kekal abadi dan memiliki umur yang panjang, tentu saja memiliki pengalaman hidup yang sangat luar biasa." Ungkap Angel sembari melihat serius ke arah Alexander.


Alexander terus memperhatikan semua pergerakan yang di lakukan oleh Angel. Dari menyentuh gelang naga emas dan melihat ke arahnya dengan raut wajahnya yang serius.


Alexander tahu arah pembicaraan Angel saat ini.


"Anda sangat kuat, berkuasa dan cukup berpengaruh. Tentunya anda tahu gelang apa yang saya pakai ini, dan tentunya anda bisa melihat batu permata biru yang tertanam pada kening saya sekarang." Ucap Angel menatap Alexander dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


Angel ingin mengetahui sedikit dunia macam apa yang sedang ia datangi. Gelang naga emas dan batu permata biru apa yang ia dapatkan? Bertanya kepada seseorang yang memiliki kehidupan abadi dan pengalaman hidup yang cukup luas adalah cara yang bagus untuknya.


Alexander melihat ke arah gelang naga emas dan batu permata biru yang Angel maksudkan. Tentu gadis di hadapannya ini ingin tahu tentang hal itu. Pria itu tersenyum lalu berkata sembari mengeluarkan pena ajaib yang ia miliki. Pena ajaib yang pernah Angel sentuh dan pakai untuk membebaskannya dari segel.


"Ini adalah Pena ajaib." Tunjuknya dan mulai menjelaskan.


Angel terlihat serius untuk menyimak semuanya.


"Seseorang yang memiliki Pena ajaib di dunia ini, akan otomatis memiliki kekuatan magic Penline. Kekuatan magic yang di lakukan hanya dengan sebuah goresan dari tinta Pena ajaib ini. Apapun yang ditulis, di gambar dan di ciptakan oleh seseorang yang memiliki Pena ajaib ini, akan menjadi kenyataan seperti yang di inginkannya." Penjelasan Alexander cukup akurat dan dapat Angel mengerti dengan baik.


Angel mengerti dan mengingat jelas tiga serigala yang sudah tewas hidup lagi setelah ia menggambarkan ketiga serigala itu dengan utuh.


"Magic ini begitu menakutkan." Ucap Angel.


Alexander tidak mengerti maksud menakutkan yang di katakan oleh Angel.


"Menakutkan, maksudmu?"


Angel menatap serius ke arah Alexander sebelum ia menjawab.


"Tentunya anda masih mengingat apa yang terjadi semalam?" Katanya mengingatkan. Alexander diam menyimak.


"Tiga serigala yang sudah tewas, hidup kembali setelah saya selesai menggambar mereka secara utuh dengan menggunakan Pena ajaib ini." Ungkapnya. Angel melepaskan gelang naga emasnya dan menggenggam erat gelang tersebut yang kemudian berubah menjadi sebuah Pena emas dengan beberapa ukiran cantik.


"Kekuatan magic ini dapat menghidupkan apa yang seharusnya sudah mati. Apakah kekuatan ini tidak berbahaya dan akan menjadi sangat mengerikan jika di salah gunakan." Jelas Angel apa yang menjadi bayangannya.


"Kamu benar. Dapat menghidupkan sesuatu yang sudah mati adalah hal yang sangat luar biasa. Tentu saja akan sangat berbahaya jika di salah gunakan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab." Balas Alexander terlihat tenang.


"Tapi satu hal yang aku ketahui sepanjang hidupku ini." Ucapnya terhenti dan terus menatap gadis di hadapannya yang ia yakini sedang mencari tahu sesuatu darinya.


"Apa yang kamu lakukan semalam adalah untuk pertama kalinya aku lihat seumur hidupku. Aku tidak pernah tahu dan belum pernah menemukan seseorang yang menggunakan kekuatan magic Penline atau Pena ajaib dapat menghidupkan sesuatu yang seharusnya sudah mati."


Angel diam menyimak, walaupun di dalam hatinya tercengang akan penjelasan tersebut. Angel dapat dengan baik mengendalikan dirinya dan tetap bersikap tenang dalam menyikapinya.


Alexander tahu gadis di hadapannya mungkin cukup terkejut, tetapi cukup baik dalam mengendalikan dirinya.


"Sang Penulis. Siapa dia?" Tanya Angel masih dengan sikap tenangnya.


"Sang Penulis. Aku tidak banyak tahu tentang siapa Sang Penulis. Yang aku tahu, Sang penulis adalah orang yang telah menciptakan dunia ini sebelum aku terlahir. Sang Penulis yang aku ketahui dari cerita para leluhur ku, dia memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dalam mengendalikan setiap goresan dari Pena ajaibnya. Apapun yang ia goreskan dan kehendaki akan menjadi kenyataan. Itu yang aku ketahui mengenai Sang Penulis." Jelasnya dengan jujur apa yang Alexander ketahui.


Angel melihat kejujuran dari sorot mata Alexander.


"Apa anda pernah bertemu dengannya?" Tanya Angel lebih jelas lagi.


"Tidak. Hanya para leluhur terdahulu yang pernah bertemu dengannya. Kami tidak pernah sekalipun bertemu atau melihat sosoknya dengan nyata. Kami tahu hanya dari sebuah lukisan, cerita dan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa dia ada nyata pada zaman dahulu."


"Lukisan, cerita dan beberapa bukti. Apakah itu cukup membuktikan semuanya nyata pada zaman dahulu?"

__ADS_1


"Tentu saja semua itu dapat membuktikannya. Kami yang terlahir dan masih hidup sampai sekarang adalah bukti nyata jika Sang Penulis adalah yang menciptakan kami ada nyata di dunia ini."


Angel kembali tercengang mendengar penjelasan Alexander yang tidak masuk akal. Mana ada sosok manusia akan bisa melebihi Sang Pencipta. Apa yang sebenarnya terjadi pada zaman terciptanya dunia ini? Apakah mereka tidak percaya akan adanya Sang Pencipta, Tuhan dan para Dewa? Sungguh membuat Luna Parker yang ada di tubuh Angel tercengang akan hal itu.


"Apakah saya boleh melihat lukisan dari sosok Sang penulis?" Ucapnya dengan pelan.


"Maaf jika saya lancang." Angel berkata dengan cepat, dia tidak ingin Alexander salah paham.


"Tentu saja boleh. Akan aku tunjukkan satu lukisannya yang ada di istana ini." Balas Alexander tidak masalah.


"Tapi bukti nyata lainnya yang aku lihat, seperti cerita para leluhur kami. Sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas." Ucapnya.


"Maksud anda?"


"Para leluhur kami pernah mengatakan. Sang penulis memiliki ciri-ciri khusus yang membuatnya terlihat istimewa."


"Ciri-ciri khusus?"


"Iya. Ciri-ciri khusus Sang Penulis yang tidak akan di miliki oleh siapa pun di dunia ini."


"Apa itu?" Angel begitu terlihat penasaran.


Alexander tersenyum sejenak dan kembali serius melihat ke arah gadis yang terlihat begitu penasaran tentang penjelasannya.


"Dia seorang wanita, memiliki mata berwarna biru sedingin es dan sedalam lautan luas, memiliki batu permata biru yang tertanam indah pada keningnya, memiliki sebuah Pena ajaib yang dapat berubah menjadi apapun yang ia inginkan, memiliki sepasang sayap putih dan memiliki hati yang begitu tenang dan murni." Jelas Alexander apa yang ia ketahui.


Angel terlihat heran. Beberapa ciri-ciri yang di sebutkan ada padanya. Apa maksud Alexander? Itulah yang ada di dalam pikirannya saat ini.


"Beberapa ciri-ciri itu ada padamu." Kata Alexander kembali. Angel masih diam dengan pemikirannya sendiri.


"Apa anda berpikir, kalau saya adalah Sang Penulis?" Tanyanya.


"Mengapa tidak. Beberapa ciri-ciri yang aku sebutkan tadi ada padamu. Hanya sepasang sayap yang tidak kamu miliki. Selain itu, semuanya ada padamu. Sang Penulis." Ungkapnya dengan senyum tipis dan tekanan pada kalimat terakhirnya.


"Bukan berarti kamu tidak akan memiliki sepasang sayap. Mungkin saja sepasang sayap itu belum ada, dan akan ada tidak lama lagi. Semuanya mungkin saja akan terjadi." Ucap Alexander kembali tersenyum.


"Tapi menurut saya ini hanya kebetulan saja. Seperti yang anda katakan. Di dunia ini ada beberapa orang yang dapat memiliki kekuatan magic Penline atau dapat mengendalikan goresan dari Pena ajaibnya."


"Hanya beberapa saja, kamu salah. Sementara di dunia ini hanya ada dua orang yang memiliki kekuatan Penline. Aku dan Raja iblis Tayron Hayden. Raja dari Kerajaan Darkness Of The Kingdom, seorang raja yang memiliki sebuah kutukan dari Sang penulis. Kutukan yang tidak bisa di patahkan oleh siapa pun, kecuali satu orang. Yaitu Sang Penulis yang telah menciptakan kutukan itu sendiri." Ungkap Alexander dengan raut wajahnya yang serius.


Angel terdiam. Tiba-tiba hatinya merasakan sesuatu yang tidak nyaman akan hal tersebut. Angel terlihat mengeraskan rahangnya dan menggenggam erat Pena ajaib di tangan kanannya. Mendengar kata kata kutukan dan sebuah nama raja membuat hatinya sakit dan dan tidak nyaman. Ada apa ini?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2