Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
26. Tanda Biru.


__ADS_3

***Kerajaan Royal Land***


Ruang tunggu yang berada di samping aula, terdapat sebuah kaca pemisah ruangan yang tidak akan nampak apapun dari arah luar ruangan, tetapi semua terlihat jelas dari dalam ruangan.


Angel dan ketiga temannya melihat semua yang terjadi di dalam aula itu.


"Ternyata kau memiliki seorang saudara yang begitu licik dan kejam." Komentar Alita melihat ke arah Marisa yang sedang duduk bersujud di hadapan kaisar.


Angel duduk dengan tenang pada sofa yang ada di ruangan itu. Di tangannya kali ini sedang memegang sebuah buku kecil yang di berikan oleh Alexander sebelum pria itu masuk ke dalam aula pertemuan.


"Dia cukup cantik. Aku yakin dia sedang mengincar kekasihmu, Angel." Kata Alita berdiri di samping kaca pembatas ruangan sembari melipat kedua lengannya di dada.


Alita melihat ke arah Angel yang hanya diam tidak menjawab perkataannya. Putri itu melihat Angel hanya diam dengan pandangan melihat ke arah buku kecil di tangannya.


Alita melirik ke arah Glory yang ada duduk pada sofa tunggal tidak jauh dari Angel. Ada isyarat mata Alita untuk Glory ke arah Angel.


Glory yang kebetulan melihat ke arah Alita tahu maksud isyarat mata putri itu. Glory melihat sejenak ke arah Angel yang masih betah melihat ke arah buku kecil di tangannya.


Glory hanya mengedikkan kedua pundaknya sebagai jawaban untuk Alita. Dia tidak tahu ada apa dengan Angel yang hanya diam saja.


Alita kembali melihat ke arah Sai yang duduk tidak jauh dari Angel. Alita melakukan isyarat mata yang sama ke arah Sai. Ternyata pria itu juga melakukan hal sama seperti yang di lakukan oleh Glory tadi.


Alita merasa ada yang aneh dari gadis itu. Alita melangkah mendekati Angel dan duduk tepat di hadapan gadis itu.


"Angel…!" Panggil Alita kepada Angel. Yang di panggil masih sibuk pada lamunannya.


"Angel…!" Panggil Alita sedikit keras sehingga kali ini Angel tersadar dari lamunannya.


"Ada apa?" Tanya Angel melihat ke arah Alita yang memanggilnya cukup keras.


"Kau di ajak bicara malah diam dan melamun. Ada apa?" Tanya Alita. Glory dan Sai melihat dan menyimak saja.


Angel tidak langsung menjawab. Dia kembali melihat ke arah buku kecil yang ada di tangannya.


"Ada apa dengan buku itu?" Tanya Alita. Mereka tahu jika buku kecil itu adalah pemberian dari Alexander.


Angel melihat kembali ke arah Alita, lalu berkata.


"Buku kecil ini kosong." Balas Angel yang membuat mereka tidak mengerti.


"Lalu…!" Kata Alita.


"Kaisar Alexander tahu jika aku sudah mulai menggunakan kekuatan Penline. Kekuatan magic dalam goresan atau tulisan." Jelasnya.


"Lalu kenapa? Bukankah itu hal biasa. Karena kau memang bisa menggunakan kekuatan magic itu, sehingga di berikan sebuah buku untuk kau pakai media menulis." Jelas Alita menurut pengetahuannya.


"Tidak. Bukan itu maksudnya." Kembali mereka tidak mengerti maksud dari jawaban Angel.


"Lalu apa…?" Tanya Alita.


"Tadi dia mengatakan kepadaku. Jika aku bisa mulai menulis dan merubah apa yang aku inginkan." Kata Angel.


"Rubahlah apa yang menurutmu salah dan memang harus di rubah. Buatlah sebuah kebaikan yang tidak akan mengurangi sedikit pun kebenaran yang seharusnya terjadi. Itulah katanya…!" Jelas Angel.

__ADS_1


Glory dan Sai yang cukup jenius dan cerdas, mulai mengerti maksud perkataan Alexander.


"Kaisar ingin kau tidak melawan takdir yang seharusnya terjadi." Ucap Sai mengerti maksud dari perkataan Alexander.


"Menikmati hidup yang kau miliki. Bukan berarti kau harus merusak yang seharusnya terjadi. Yang seharusnya kau lakukan adalah merubah hal hal buruk menjadi lebih baik lagi, dan bukannya mencoba merubah takdir yang seharusnya terjadi ataupun yang tidak terjadi di dunia ini." Jelas Glory sembari memainkan sebuah belati di tangannya.


Semua melihat ke arah Glory. Wanita mafia itu melukai jemarinya dengan belati yang ia mainkan. Sehingga luka jarinya mengeluarkan darah segar.


"Seperti yang aku lakukan sekarang. Aku berniat melukai jariku untuk melihat warna darah yang keluar dari luka sayatannya, dan aku ingin merasakan rasa sakitnya. Saat kau melihat aku melakukan ini? Jangan mencoba untuk merubahnya kembali seperti semula, sebelum aku meminta kau melakukannya. Biarkan semuanya mengalir mengikuti keinginan ku sendiri dan takdir hidupku. Seperti itulah contohnya." Penjelasan Glory yang cukup sederhana untuk Angel.


Angel sebenarnya tahu semua itu. Hanya saja yang menjadi pikirannya saat ini adalah maksud dan pengetahuan Alexander tentang dia.


"Aku tidak sebodoh itu sehingga tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Mana yang seharusnya aku rubah atau tidak." Balas Angel sembari mengeluarkan gelang naga emas dari pergelangan tangannya, dan merubahnya menjadi pena ajaib.


"Jika aku pikirkan lagi. Kaisar Alexander memiliki tujuan padaku saat memberikan buku ini." Kata Angel sembari menggambar sebuah pembalut luka dan kasa untuk Glory.


Angel memejamkan matanya sejenak, lalu terlihat cahaya pada gambar yang Angel buat, dan berhasil memunculkan sebuah pembalut luka untuk Glory secara nyata.


"Aku seorang pemula yang seharusnya masih banyak belajar." Ucapnya sembari memberikan pembalut luka dan kasa kepada Glory.


"Kalian harus tahu buku ini adalah buku ajaib yang hanya bisa di gunakan oleh mereka yang memiliki kekuatan magic menulis tingkat tinggi. Bahkan kaisar sendiri tidak bisa menggunakan buku ini." Jelas Angel.


"Dari mana kau tahu?" Tanya Alita.


Sedangkan Glory sedang sibuk membersihkan dan membalut lukanya.


"Aku melihat sendiri kaisar mencoba menggoreskan pena ajaib yang ia miliki ke atas buku ini, tetapi tidak terjadi apapun. Bahkan goresan tintanya tidak ada sama sekali. Sedangkan saat aku melakukan goresan sedikit saja, goresan ku terlihat jelas." Kata Angel.


Angel melihat ke arah Sai, Alita dan Glory secara bergantian. Mereka pun melihat ke arah Angel.


"Dia tahu kalau kalian bertiga datang dari gambar yang aku buat kemarin. Dia tahu kalian berasal dari dunia lain, bukan dari dunia ini." Jelas Angel.


"Bagaimana dia bisa tahu. Apakah wujud kami tidak sama seperti manusia pada umumnya?" Tanya Sai ingin tahu.


"Tidak. Kalian terlihat sempurna seperti manusia biasa. Aura kalian yang berbeda dan ada tanda biru yang ia lihat di belakang telinga kalian. Tanda itu membuktikan jika kalian bukanlah berasal dari dunia ini." Jelas Angel apa yang Alexander katakan.


Alita sontak mendekati Glory untuk melihat tanda yang di maksudkan oleh Angel. Tanda itu benar-benar ada, sebuah tanda lingkaran biru sebesar biji kacang polong.


"Benar ada tanda biru di belakang telinga mu Glory. Coba kau lihat tanda yang aku miliki." Ucap Alita.


Glory melihat tanda itu juga ada.


"Ada." Balas singkat Glory.


Mereka saling memandang, lalu Sai yang lebih dulu bertanya.


"Apa kaisar tidak suka kehadiran kami?" Tanya Sai.


"Tidak." Geleng Angel.


"Dia tidak masalah kalian ada bersamaku, karena aku yang membawa kalian datang ke dunia ini. Selama kalian tidak melukai ataupun menyakitiku. Kaisar Alexander akan membebaskan kalian berbuat apapun di dunia ini. Hanya saja…!" Ucapnya terhenti.


"Hanya saja…apa…?" Alita penasaran.

__ADS_1


"Hanya saja…Kalian harus menghindari manusia yang memiliki tanda merah pada belakang telinga mereka. Kaisar mengatakan, manusia yang memiliki tanda merah memiliki kekuatan penghapus yang tidak bisa kalian hindari. Mereka tercipta dari seseorang yang sama denganku di masa lalu. Jika kalian terhapus oleh mereka, kalian tidak dapat hidup kembali baik di dunia ini ataupun di dunia asal kalian. Itulah katanya." Jelas Angel.


"Dan aku tidak bisa lagi menciptakan kalian seperti semula. Kekuatan penghapus itu tercipta khusus untuk menyingkirkan mereka yang bukan berasal dari dunia ini. " Kata Angel apa yang Alexander katakan.


"Apa sebelumnya orang seperti kami pernah datang ke dunia ini?" Tanya Sai.


"Ada. Katanya beberapa dari mereka yang datang dengan tanda biru telah musnah. Ada beberapa dari mereka yang memang datang untuk urusan yang di butuhkan di dunia ini."


"Contohnya…!" Kata Sai. Dia harus mulai waspada dan mencari tahu lebih dalam lagi tentang hal itu .


"Contoh sederhana yang kaisar katakan adalah menjadi seorang budak. Seseorang yang memiliki tanda biru yang ingin tetap tinggal di dunia ini, hanya bisa menjadi seorang budak."


"Apa…menjadi seorang budak…Ini tidak masuk akal…!" Alita kesal akan kebenaran itu. Bagaimana mungkin dia akan menjadi seorang budak di dunia itu. Dia adalah seorang putri kerajaan, tidak mungkin menjadi seorang budak.


"Tidak. Aku tidak mau…Angel lakukan sesuatu…!!!" Alita datang mendekati Angel. Sedangkan Glory dan Sai hanya diam menyimak.


"Akan aku coba melakukan sesuatu pada tanda biru kalian. Untuk sementara waktu, kalian akan tetap berada di bawah kendali kaisar Alexander agar tetap aman dari mereka yang memiliki tanda merah. Setidaknya pengaruh kaisar cukup kuat untuk membuat mereka tidak akan mendekati kalian." Ucap Angel menenangkan Alita.


"Aku tidak ingin kalian memiliki batasan ruang gerak di dunia ini, kalian aku bawa datang ke dunia ini untuk membantu semua kesulitan ku. Jika ruang gerak kalian terbatas, kedatangan kalian hanyalah sia sia saja." Kata Angel terlihat tidak suka akan situasi mereka.


"Ternyata semua tidak ada yang mudah dalam hidup ini. Di mana pun kita berada, pasti memiliki titik kelemahan. Tetapi aku tidak akan menyerah akan titik kelemahan itu." Ungkap Angel terlihat serius pada tatapan matanya.


"Untuk sementara waktu. Kalian tutupi tanda itu dengan alas kosmetik yang dapat menyamarkan tanda itu. Walaupun aku tidak yakin tanda itu dapat di sembunyikan dari mata mereka yang memiliki tanda merah. Situasi ini cukup sulit." Ungkap Angel sembari memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut karena berpikir keras tentang hal itu.


"Aku akan mencoba membuat alat yang dapat menyembunyikan tanda biru kita." Sebuah ide muncul dari Sai. Pria yang pandai menciptakan sebuah alat alat canggih yang ada di luar nalar manusia.


"Benar. Kau benar Sai…itulah keahlian mu…!" Kata Alita membenarkan sekaligus mendukung ide bagus Sai.


"Benar…Mengapa aku sampai lupa, kalau di sini kita memiliki seseorang yang ahli dalam menciptakan alat alat canggih. Sepertinya ini adalah tugas pertamamu Sai…" Sambung Angel.


"Baiklah…Aku akan mulai membuatnya setelah acara ini selesai. Tentunya kau harus segera menyiapkan semua yang aku butuhkan, Angel."


"Tentu saja. Katakan semua yang kau butuhkan, akan aku coba untuk menggambarnya seperti keinginan mu. Semoga ide ini akan berhasil." Dukung Angel.


Mereka cukup tenang dari masalah itu karena ide dari Sai.


"Sementara waktu, tutupi tanda biru itu dengan pembalut luka dan alat pendengaran ini." Celetuk Glory diam diam juga ingin membantu menyelesaikan masalah mereka.


Glory memberikan sisa pembalut luka yang dapat menempel dan menutupi tanda biru mereka. Tidak lupa Glory memberikan sebuah alat pendengar yang berbentuk seperti anting anting panjang yang melingkar hingga ke belakang telinga, alat yang dapat mendengar pembicaraan seseorang.


"Inilah untungnya memiliki seorang mafia di sekitar kita. Semuanya akan aman terkendali dengan cepat untuk sementara waktu." Celetuk Alita dengan senyum tipisnya.


Sai dan Alita segera menerima alat dan pembalut luka itu. Mereka saling membantu untuk menutupi tanda biru mereka. Sementara waktu mereka aman dan dapat bergerak dengan leluasa.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2