
***Kerajaan Royal Land***
Angelica Hernando adalah gadis cantik yang ceria, ramah dan baik hati kepada siapa pun yang baik kepadanya. Pekerja keras sejak usianya 15 tahun, melakukan pekerjaan apapun yang dapat menghasilkan uang halal untuk biaya hidupnya.
Keluarga Hernando tidak lagi memberikan biaya hidup untuk Angel sejak ia lulus sekolah Akademi di kerajaan itu. Bahkan untuk biaya sekolahnya dulu, gadis itu harus mendapatkan sendiri dari pekerjaan paruh waktunya di beberapa tempat.
Beberapa pekerjaan pernah Angel lakukan. Melakukan semuanya dengan senang hati sebagai rutinitasnya di luar rumah, karena begitu ia kembali lagi ke kediaman keluarga Hernando. Dia hanyalah seorang pembantu rumah besar itu.
Ingin menangis, Angel sudah sangat lelah untuk menangisi nasib dan takdir hidupnya. Bahkan di dalam keluarga Hernando yang memiliki kekuatan magic pengendali tanah. Hanya dia yang tidak bisa apapun, tidak memiliki kekuatan apapun. Dia hanya manusia biasa sejak di lahirkan ke dunia itu
Selama hidupnya, tidak ada kebahagiaan yang Angel rasakan. Hanya penderita, bullyan dan hinaan yang selalu dia dapatkan serta sudah menjadi cap khusus pada dirinya.
Angel dan dua gadis lainnya di giring menuju ke dalam Istana Kekaisaran. Masuk ke dalam sebuah ruangan khusus dengan warna dinding putih bersih dengan beberapa lukisan terpajang pada dinding ruangan.
Dua gadis hadir bersama Angel, mereka melihatnya dengan tatapan tidak suka. Angel dengan penampilan cupu yang hanya menggunakan gaun lusuh yang memiliki model sudah sangat ketinggalan zaman, namun sangat pas membalut tubuhnya yang tinggi dan langsing berisi. Gaun lama milik sang ibu yang sudah lama meninggal dunia, gaun satu-satunya yang di miliki oleh Angel di dalam lemari pakaiannya.
Bahkan untuk datang ke dalam istana sebagai perwakilan dari keluarga Hernando, keluarga Hernando sama sekali tidak memberikannya pakaian yang layak untuk ia gunakan. Bibinya tidak pernah peduli akan kebutuhan yang Angel perlukan selama hidup gadis itu.
Wajahnya yang memiliki beberapa bintik hitam di bagian pipi dan bawah matanya hingga ke hidung. Membuat wajah Angel sangat jelek dan seperti tidak pernah terurus. Wajah jelek Angel itu hanya terlihat keindahan pada matanya yang berwarna biru bening dan kulit putih wajahnya.
Sebenarnya bintik-bintik hitam pada wajah Angel adalah bintik-bintik buatan dari sebuah pensil alis. Itu semua keinginan dari saudari sepupunya, Marisa Hernando. Gadis itu tidak suka melihat kecantikan alami yang di miliki oleh Angel.
Kecantikan Angel akan menghilangkan dan menyingkirkan kecantikan yang di miliki oleh Marisa. Marisa cukup cantik, tetapi tidak secantik Angel yang cantik alami dengan warna matanya yang biru bening dan kulit putihnya yang bersih.
"Hei.... kau dari keluarga mana?" Tanya salah satu gadis yang bergaun biru tosca. Gadis manis dengan gaunnya yang terlihat mahal dan di lengkapi beberapa perhiasan emas di tubuhnya.
Angel yang di tanya, masih diam dan hanya melihat ke arah mereka berdua.
"Hei, kau tuli atau tidak bisa bicara? Kau dari keluarga mana?" Tanya gadis bergaun biru tosca itu lagi, karena Angel masih diam saja.
"Aku dari keluarga Hernando." Jawab Angel pelan.
Tatapan tajam serta tidak suka kedua gadis itu, cukup membuat ciut nyali Angel. Keduanya terlihat cantik, anggun dan terpelajar dengan penampilan mereka yang sedikit glamor. Gaun dan perhiasan yang indah serta mahal melekat erat pada tubuh mereka. Penampilan yang sangat jauh jika di bandingkan dengan penampilan Angel saat ini.
"Keluarga Hernando." Ucap salah satu gadis bergaun pink di hadapan Angel.
"Kau siapanya Marisa Hernando?" Tanya gadis bergaun pink tersebut. Seakan gadis itu mengenal Marisa.
"Aku saudari sepupunya." Balas Angel.
Gadis bergaun pink kemudian berbisik kepada teman di sebelahnya. Gadis bergaun biru tosca hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Keduanya datang mendekati Angel. Lalu berkata pelan yang hanya dapat di dengarkan oleh mereka bertiga, tanpa membuat para penjaga yang ada di sana curiga.
"Dengarkan aku baik-baik cupu. Aku adalah teman sekolah Marisa, aku tahu siapa kau sebenarnya? Kau hanya saudari sekaligus pembantu di kediaman keluarga Hernando." Ucap gadis bergaun pink.
Angel melihat heran kepada gadis itu.
__ADS_1
"Aku berasal dari keluarga Phanco. Kau cukup cerdas bukan untuk tahu siapa keluarga Phanco?" Jelasnya.
Angel masih diam, walaupun dia tahu dan sadar jika saat ini dirinya mulai di bully.
"Keluarga Hernando tidak ada apa-apa jika di bandingkan dengan keluarga Phanco, yang lebih kaya dan terpandang dari pada keluarga Hernando. Apalagi jika di bandingkan dengan keluarga bangsawan Matheo." Ucap gadis bergaun pink sembari melirik ke arah gadis bergaun biru tosca di sampingnya.
Senyum keduanya sangat Angel kenali. Senyum licik yang memperlihatkan jika mereka adalah yang berkuasa dan kuat saat ini.
"Ikuti semua perintah kami, agar kau selamat di masa depan." Ucapnya sembari mengarahkan telapak tangannya di hadapan Angel.
Sebuah semburan api kecil tepat berada di atas telapak tangan gadis bergaun pink.
"Jika kau tidak mengikuti apa yang kami perintahkan. Sebaiknya berdoa mulai saat ini. Begitu kau keluar dari istana ini, hidupmu akan berada di dalam neraka." Ancamnya. Angel mengerti akan ancaman itu.
Apakah Angel bisa menolak atau melawan dua gadis di hadapannya yang memperlihatkan kekuatan magic mereka. Sedangkan Angel tidak memiliki kekuatan ataupun kemampuan magic apapun. Tentunya dia hanya bisa pasrah dan mengalah saja sekarang.
"Apa kau mengerti gadis cupu?" Ucapnya sembari mendekatkan semburan api itu ke arah wajah Angel. Sontak Angel memundurkan kepalanya untuk menghindari semburan api tersebut.
"Iya aku mengerti." Jawab Angel pasrah.
"Bagus." Balas gadis bergaun pink dengan senyum kemenangan di wajahnya.
Keduanya saling memandang sejenak, lalu kembali ke tempat duduk mereka masing-masing dengan senyum kemenangan yang masih terpatri pada wajah mereka.
Angel kini pasrah pada apa yang akan terjadi. Untuk melawan atau menolak perintah dua gadis itu tidak ada gunanya lagi. Dia sadar, setelah ritual ini berakhir, dunia dan hidupnya juga akan berakhir. Semua mala petaka dan kesialan sepanjang hidupnya, akan datang. Seperti rumor yang ia dengar dari beberapa orang di sekitarnya.
Mereka sekarang di giring masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup luas, tetapi terasa sangat dingin dan mencekam. Ruangan itu luas, dingin dan hanya terdapat beberapa benda yang memiliki bentuk aneh.
Satu patung lainnya, berbentuk Naga terbang yang sangat besar dengan posisi duduk. Wajah Naga terbang terlihat garang, tetapi matanya terlihat sedih melihat ke arah sebuah patung monster yang ada di tengah-tengah patung singa dan Naga terbang.
Patung satunya lagi adalah patung monster yang sangat mengerikan. Wajahnya seram dengan mata yang melotot tajam, mulut terbuka yang memperlihatkan semua gigi runcingnya. Namun tatapan matanya seakan menderita dan terlihat sedih melihat ke arah depan.
"Patung yang sangat aneh dan mengerikan." Gumam gadis bergaun tosca.
"Apa patung-patung ini yang harus di cium dan di berikan tetesan darah." Gumam gadis bergaun pink.
"Iiihhh aku tidak sudi. Apa lagi ini adalah ciuman pertama ku, mana mungkin aku memberikannya pada patung-patung ini." Komentar si gadis bergaun biru tosca dengan raut wajah jijiknya melihat ke arah patung-patung tersebut.
"Sama, aku pun tidak sudi melakukan itu. Maka dari itu, dialah yang akan melakukannya untuk kita." Tunjuk gadis bergaun pink ke arah Angel.
Angel yang di maksudkan, segera melihat ke arah dua gadis yang melihatnya dengan tatapan sinis.
'Jadi ini rencana dan perintah mereka untuk aku lakukan.' Gumam Angel di dalam hatinya.
"Hei... Cepat lakukan semuanya dengan benar." Perintah si gadis bergaun biru tosca.
Angel masih diam pada tempatnya.
__ADS_1
"Kau mendengar jelas bukan apa yang menjadi arahan dari tuan Menteri tadi?" Tanyanya.
Angel terpaksa menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Jadi lakukan semuanya dengan benar." Perintahnya lagi.
"Kau akan mewakili kami berdua untuk melakukan ritual ini. Kau mengerti?"
"Iya aku mengerti!!!" Balas Angel pada akhirnya mengalah, karena tidak ada gunanya untuk melawan mereka.
Melakukan ataupun tidak ritual itu sama saja. Kesialan akan tetap ada pada dirinya. Melakukan ritual itu dengan cepat dan keluar dari istana ini, lebih baik untuk Angel lakukan sekarang. Dia sudah muak akan hidup dan takdir yang tidak pernah baik kepadanya.
Sebelum ia melakukan ritual tersebut, Angel memejamkan matanya untuk berdoa. Mengikuti arahan dari tuan Menteri yang tadi menunjukkan jalan kepada mereka.
'Ya Dewa Agung. Hamba pasrahkan semuanya kepada engkau. Hidup, takdir dan kematian hamba adalah milikmu, ya Dewa Agung. Hamba menerima semuanya dengan ikhlas dan hamba mohon kabulkanlah satu permintaan hamba ini. Setelah kematian menjemput hamba, tolong pertemukan hamba kepada kedua orang tua hamba. Terima kasih atas hidup yang engkau berikan selama 23 tahun di dalam hidup hamba. Terima kasih untuk semua nikmat yang engkau berikan.' Doa Angel di dalam hatinya.
Begitu tulus di dalam hatinya, ia sedih dan merasa sakit di dalam hati akan hidupnya selama ini. Air matanya mengalir begitu saja.
Setelah berdoa, Angel melangkah lebih dekat lagi pada patung yang ada di ruangan itu. Angel melihat serius dan teliti setiap patung, dan entah mengapa? Patung monster yang begitu menyeramkan, terlihat sangat sedih. Hati Angel seolah dapat merasakan kesedihan patung tersebut.
"Kamu begitu sedih sekali. Sebenarnya apa yang telah terjadi kepadamu?" Gumam pelan Angel kepada patung monster yang ia lihat.
"Hei cupu, cepat lakukan. Jangan hanya diam melihat saja. Aku sudah tidak tahan lama-lama berada di dalam sini." Ucap gadis bergaun tosca.
Suasana semakin mencekam, aura di dalam ruangan itu semakin dingin. Beberapa saat kemudian, terdengar suara gemuruh yang cukup kuat hingga membuat mereka bertiga terkejut. Suara gemuruh membuat beberapa bingkai kayu jendela ikut bergetar.
"Aaaaa…!" Dua gadis yang ada di belakang Angel ketakutan mendengar suara gemuruh yang cukup kuat.
"Apa akan turun hujan hari ini?" Tanya gadis bergaun pink.
"Aku tidak tahu. Suasana di dalam sini semakin mencekam. Aku tidak suka, aku ingin segera pulang dan masuk ke dalam kamarku yang nyaman." Balas gadis bergaun biru tosca.
"Sama, aku juga." Ucap gadis bergaun pink.
"Hei cupu, cepat lakukan…aku ingin segera pulang." Perintah gadis bergaun biru tosca dengan sedikit meninggikan suaranya.
Suaranya bergema di dalam ruangan yang luas itu. Suasana semakin mencekam dan membangunkan bulu kuduk untuk berdiri, mereka kini ketakutan. Entah karena apa?
Suara gemuruh kembali terdengar beberapa kali, dan kali ini semakin besar lagi. Hingga terasa langit akan runtuh dari atas kepala mereka. Kembali ketiga gadis itu histeris karena terkejut dan merasa takut. Dua gadis saling berpelukan, sedangkan Angel hanya berdiri sendiri dan menggenggam kain gaun bawahnya yang lusuh.
Tatapan takut Angel melihat ke arah patung monster yang ada di hadapannya. Dia benar-benar takut, dan ingin segera pergi dari tempat itu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.