Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
9. Dragon White.


__ADS_3

***Kerajaan The Royal Forest***


Angel tetap siaga dan melihat ke arah pasukan yang berasal dari Kerajaan The Royal Forest. Dia yakin jika semua yang ia ucapkan, tidak akan mudah untuk membuat pria di hadapannya percaya begitu saja. Semua tuduhan pria itu sudah sangat jelas adalah sebuah penolakan, yang tidak akan percaya semua perkataan Angel.


Pria tampan yang menjadi pemimpin pasukan itu adalah pangeran kedua sekaligus jendral perang dari kerajaan The Royal Forest, pangeran Shadow Draco. Pria terkuat jelmaan dari Naga hitam terbang, setelah raja mereka yaitu Evandaru Draco. Raja Kerajaan The Royal Forest.


Semua binatang dan penghuni hutan terdalam dan terlarang itu, akan sangat tunduk serta patuh kepada sang pangeran yang terkenal kuat, cepat dan pandai dalam permainan pedangnya. Pria tampan yang selalu di kenal dengan sebutan sebuah bayangan dari sang raja. Shadow Draco.


Shadow melihat nona muda yang ada di hadapannya itu dengan cukup heran, gadis yang terlihat biasa biasa saja. Mampu membunuh tiga serigala hitam, tiga anak buah penjaga hutan yang cukup kuat untuk seorang manusia biasa dengan hanya menggunakan pedangnya saja.


Bahkan Shadow tidak merasakan kekuatan magic yang di miliki oleh gadis di hadapannya tersebut. Serigala di belakangnya juga mengatakan, jika ketiga temannya tewas akan tebasan dua pedang di genggam oleh Angel. Shadow cukup terkesan akan permainan pedang gadis yang ada di depannya itu.


"Siapa sebenarnya dirimu? Bahkan aku tidak dapat merasakan kekuatan magic yang kau miliki." Ungkap Shadow melihat dingin ke arah Angel.


Angel terdiam, dia cukup lelah untuk menjawab. Dia yakin apapun jawabannya saat ini, tidak akan berguna ataupun membuat dirinya aman.


"Kau bahkan mampu membunuh tiga anak buah penghuni hutan ini. Apakah permainan pedang mu sangat bagus dan tangguh? Sehingga dapat membunuh ketiganya hanya dengan menggunakan pedang saja." Ungkap Shadow.


"Aku yakin, apa pun jawaban ku tidak akan mampu membuat mu percaya begitu saja. Jadi untuk apa aku menjawab pertanyaan darimu?" Balas Angel terdengar ketus.


Tubuhnya benar-benar sekarat. Luka luka di sekujur tubuhnya terasa sakit yang sangat menyakitkan. Tanpa sadar tubuh Angel tumbang ke tanah, namun mampu ia tahan dengan pedang yang ia tancapkan ke atas tanah.


Angel tersenyum lucu akan kondisinya saat ini. Bahkan untuk mempertahankan tubuhnya, ia tidak mampu. Dia benar-benar sudah tidak dapat bertarung lagi. Apakah Angel akan pasrah dan mati malam ini?


"Kau lihat, bahkan untuk berdiri saja aku tidak mampu." Ucap Angel dengan senyuman lemah akan kondisinya saat ini.


Pria yang ada di depannya tidak bergeming. Ia hanya diam pada tempatnya dengan tatapan aneh melihat Angel saat ini.


"Sepertinya ajalku sudah dekat. Malam ini adalah malam terakhir ku." Ungkap Angel sembari duduk pasrah di atas tanah.


Tidak ada yang dapat ia lakukan lagi. Rasa sakit membuat lemas tubuhnya dan tidak bertenaga sama sekali. Angel pasrah dengan tatapan mata yang terlihat mulai melembut.


"Silahkan bunuh aku, jika itu mampu membalas kematian dari tiga serigala yang aku bunuh." Kata Angel menatap sendu ke arah pria yang juga memandangnya dengan intens.


Shadow adalah pria kuat, tetapi dia bukanlah pria pengecut yang akan menyerang seseorang yang sudah tidak berdaya, seperti kondisi Angel saat ini.


Angel memejamkan matanya dengan kepala yang tertunduk. Dia berharap dapat meredam rasa sakitnya sedikit saja, Angel ingin mati dengan sedikit mengurangi penderitanya malam ini. Mati dengan tenang setidaknya baik untuk akhir hidupnya.


Shadow dan pasukannya masih diam terpaku pada tempatnya. Shadow adalah salah satu keturunan inti dari binatang sakral naga putih dan hitam yang menjadi nenek moyang di hutan tersebut. Pria yang cukup jenius dan memiliki sedikit kekuatan spritual dengan energi QI di dalam tubuhnya.


Dia dapat merasakan betapa tenang hati gadis di hadapannya tersebut. Tenang yang ia rasakan, bukalah tenang seperti biasanya. Hati gadis yang ada di hadapannya tenang semurni air jernih yang tidak ternoda. Shadow merasa ada yang aneh pada gadis tersebut.


'Perasaan ini…! Ini seperti perasaan saat aku bertemu Naga Putih, Dragon White untuk pertama kalinya saat aku mendapatkan kekuatan spritual dan energi QI yang aku miliki sekarang.' Gumam Shadow di dalam benaknya.

__ADS_1


Dragon White yang Shadow maksudkan adalah Ular Naga Putih yang menjadi nenek moyang mereka sejak dahulu sebelum mereka di lahirkan. Ular Naga Putih yang akan menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang berada di Kerajaan The Royal Forest.


Legenda mereka mengatakan dan mengakui. Jika mereka yang dapat melihat bayangan sang nenek moyang Dragon White. Mereka adalah orang-orang yang terpilih dan akan memiliki takdir kekuatan tertinggi dari semua penghuni hutan tersebut.


Mereka akan memiliki kekuatan spritual dan energi Qi yang cukup kuat seperti raja mereka Evandaru Draco. Bahkan pangeran kedua Shadow Draco bertemu Dragon White di dalam mimpi pun memiliki kekuatan spritual dan energi QI yang cukup kuat. Bagaimana jika mereka melihat dan bertemu langsung dengan arwah atau bayangan dari Dragon White? Tentunya akan memiliki kekuatan yang cukup besar.


Itulah yang sekarang Angel sedang alami. Ia seperti berhalusinasi. Melihat begitu besarnya seekor Ular Naga Putih yang berada tepat di belakang pasukan Kerajaan The Royal Forest.


Angel tersenyum karena terkejut melihat kehadiran binatang sakral yang ia ketahui hanyalah sebuah legenda yang tidak nyata.


"Bahkan kalian memanggil seekor Ular Naga Putih yang begitu besar untuk melawanku. Apakah ini masuk akal…?" Ucap Angel melihat ke arah Naga Putih yang hanya berbentuk arwah bayangan, dan hanya Angel yang dapat melihatnya.


Tentunya perkataan Angel membuat mereka terkejut. Tidak ada satu pun yang tahu cerita tentang nenek moyang mereka, Ular Naga Putih. Apakah benar Angel dapat melihat itu? Itulah pertanyaan di dalam hati mereka.


"Ular Naga Putih…!!" Kata Shadow ingin memastikan.


Angel melihat dan tertawa lucu ke arah Shadow. Pria itu bertanya seakan tidak percaya akan apa yang Angel ucapkan. Sedangkan dia melihat nyata Ular Naga Putih tersebut ada tepat di belakang mereka. Begitu besar dan kuat terbang di atas belakang kepala mereka. Terlihat kuat dengan aura yang menakutkan.


"Lihatlah, dia ada tepat di belakang kalian." Balas Angel melihat jelas arwah dari nenek moyang mereka. Ular Naga Putih.


Mereka semua sontak melihat ke arah belakang. Kosong dan tidak melihat apapun? Apakah Angel hanya membual saja dan hanya sekedar untuk menakuti atau mengecoh mereka.


Tetapi orang orang luar dari Kerajaan The Royal Forest, tidak tahu mengenai cerita Ular Naga Putih. Jadi tidak mungkin Angel hanya omong kosong. Siapa sebenarnya Angel?


"Omong kosong." Balas Angel tidak mengerti, sedangkan dia melihat nyata dan jelas Ular Naga Putih tersebut berada tepat di atas belakang mereka.


"Untuk apa aku omong kosong. Kalian lihat sendiri, Naga Putih itu bahkan melihat ke arah ku dengan tajam dan matanya yang biru cukup membuat tatapannya dingin sedingin es." Ucap Angel apa yang benar-benar ia lihat.


"Mata biru sedingin es. Itu adalah warna mata Naga Putih. Dragon White." Gumam pelan Shadow yang tentu saja dapat di dengarkan oleh semua anak buahnya.


Shadow melihat serius ke arah Angel yang juga melihat ke arahnya. Angel tahu ada yang salah dari tatapan mata Shadow.


"Jika kau benar-benar melihat Ular Naga Putih. Apakah kau tahu dan melihat sesuatu yang special dari Ular Naga Putih itu?" Tanya Shadow untuk meyakinkan kecurigaannya, jika Angel benar-benar dapat melihat arwah dari nenek moyang mereka.


Angel kembali melihat heran ke arah Shadow dan ke arah Ular Naga Putih secara bergantian.


"Ada batu permata berwarna biru pada keningnya, dan kedua kumis panjangnya berwarna emas. Cukup aneh jika untuk seekor Ular Naga Putih." Balas Angel apa yang ia lihat dengan jelas.


"Kau…! Kau benar-benar dapat melihatnya." Balas Shadow cukup terkejut akan kebenaran yang Angel katakan mengenai ciri-ciri khusus sang Ular Naga Putih.


"Tidak mungkin. Siapa dirimu sebenarnya?" Tanya Shadow tidak percaya.


Angel terdiam dengan mata yang membulat sempurna. Sang Ular Naga Putih datang mendekatinya, untuk menghindar dan lari Angel tidak mampu. Ia pasrah dan diam pada tempatnya. Dia pasrah jika malam itu adalah malam terakhir yang ia miliki.

__ADS_1


"Selamat datang kembali ke dunia magic ini, Sang Penulis. Senang dapat melihat dan bertemu denganmu kembali. Apa yang memang menjadi milikmu sejak awal akan tetap kembali menjadi milikmu mulai sekarang dan selamanya. Hiduplah dan rubah semuanya menjadi lebih baik lagi. Kami akan selalu bersama dan mendukungmu." Ungkap Sang Ular Naga Putih tepat di hadapan Angel.


"Kau bisa berbicara." Ucap gugup Angel tidak percaya akan pendengar dan pengelihatanya saat ini. Ular Naga Putih di depannya dapat berbicara kepadanya.


"Tentu saja My Lord. Salam hormat hamba kepada Sang Penulis." Balas Dragon White dengan menundukkan sedikit kepalanya.


"Apa ini nyata?" Tanya Angel sembari memejamkan matanya dan membuka kembali matanya. Ia berharap semua ini hanyalah halusinasinya saja.


Namun semua itu memang nyata ada pada pengelihatan di depan matanya sendiri. Hanya dia yang dapat melihat dan mendegar Sang Naga Putih tersebut.


"Ini nyata. Hanya anda my Lord yang dapat melihat hamba. Sekian lama kita tidak bertemu, anda terlihat sedikit berbeda. Lebih murni dan kuat dari sebelumnya, Sang Penulis." Balas Dragon White.


Angel belum kembali dan pulih dari keterkejutannya. Apa yang harus Angel lakukan? Untuk tidak percaya tetapi itu semua nyata terjadi tepat di depan matanya.


Angel melihat ke arah Shadow dan pasukannya. Mereka melihat heran ke arah Angel. Mereka seakan melihat Angel berbicara sendiri tanpa lawan bicara yang mereka dapat lihat.


"Mereka tidak dapat melihat hamba, my Lord. Hanya anda yang dapat melihat hamba." Ungkap Dragon White tahu arah pandangan mata Angel.


"Hamba akan mengembalikan sesuatu yang akan membuat anda berada pada tempat yang seharusnya anda berada sejak dahulu." Kembali Dragon White berbicara.


Beberapa saat kemudian muncul cahaya biru pada kening Angel, dan cahaya emas pada lengan kanan Angel. Cahaya biru tersebut adalah cahaya dari batu pertama biru yang tertanam pada kening Angel, sedangkan cahaya emas adalah gelang emas yang melingkar pada lengan kanan Angel.


Angel dapat merasakan sesuatu yang hangat pada keningnya. Dia menyentuh keningnya dan dapat merasakan batu pertama tersebut. Sedangkan lengannya terdapat gelang emas yang berbentuk seekor naga emas.


"Apa ini?" Tanya Angel.


Tidak ada yang melihat batu permata pada kening Angel. Hanya mereka yang memiliki kekuatan spritual dan energi QI yang dapat melihat batu pertama tersebut. Sedangkan gelang naga emas pada lengan Angel semua orang dapat melihatnya.


"Dua benda itu adalah milik anda sejak dahulu. Dua benda yang anda titipkan pada hamba sebelum pergi menghilang." Jelas Dragon White.


"Batu permata dan gelang Naga emas itu adalah jati diri anda yang sebenarnya. Batu permata adalah pusat kekuatan yang anda miliki, dan gelang Naga emas adalah sebuah pena ajaib yang akan menjadi senjata terkuat utama anda di dunia ini. Selamat datang kembali Sang Penulis." Ungkap Dragon White.


"Ingat satu hal my Lord. Kita sekarang telah terhubung. Jadi anda dapat memanggil hamba kapan saja anda inginkan dan butuhkan kehadiran hamba. Hamba akan segera datang untuk membantu anda." Ungkap Dragon White segera menghilang dari hadapan Angel.


Angel tidak dapat berkata apapun lagi. Semuanya terjadi begitu saja dengan sangat cepat. Terlihat nyata dan bukan halusinasi semata. Apa yang akan terjadi di masa depan dengannya? Hanya Sang waktu yang akan mampu untuk menjawab semuanya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2