Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
21. Perseteruan Alita Dan Sai.


__ADS_3

***Kerajaan Royal Land***


Glory diam terpaku pada tempatnya. Melihat sosok yang begitu ia rindukan selama ini, kini berada tidak jauh darinya. Bagaimana bisa ini terjadi?


"Leon…!" Panggil Glory pelan. Sorot matanya penuh akan kerinduan.


Angel dan yang lainnya melihat itu juga. Hanya cara itu yang dapat Angel gunakan, agar Glory si ratu mafia sudi tetap tinggal dan bekerja sama dengannya di dunia itu. Entah kebetulan atau tidak, sosok pria yang kini Glory lihat adalah pria yang sangat wanita itu cintai selama hidupnya.


Angel pun melihat ke arah sosok tersebut. Leonardo Miguel. Salah satu pengikut setia kaisar Alexander. Singa terbang yang cukup tampan dan kuat.


"Leonardo…kemarilah… !" Panggil Angel melihat ke arah Leonardo.


Pria itu segera mendekat setelah panggilan dari calon permaisuri kerajaannya.


"Hamba yang mulia." Ucap Leonardo memberikan sikap hormatnya dengan membungkukkan sedikit tubuhnya ke depan.


Glory menatapnya intens dengan sorot yang penuh akan kerinduan. Bahkan matanya berkaca-kaca karena melihat seseorang yang penting dalam hidupnya kini ada tepat di hadapannya.


"Apa kamu melihat semua yang aku lakukan tadi?" Tanya Angel.


"Maaf yang mulia, jika hamba sudah lancang." Balasnya dengan segera menundukkan kepala. Pria itu takut telah berbuat kesalahan.


"Kamu tidak bersalah." Balas Angel sembari bangkit dari duduknya.


Begitu ia membawa orang baru ke dunia itu, tentunya Angel memerlukan tempat untuk ketiganya tinggal. Di mana Angel berada, ketiganya akan berada dekat dengannya.


"Oya Leonardo…Kenalkan, ini teman temanku yang datang dari suatu tempat yang berada jauh dari kerajaan ini." Ucapnya ingin memperkenalkan ketiganya kepada Leonardo. Khususnya Glory yang sejak tadi tidak lepas dari pandangannya melihat ke arah Leonardo.


Leonardo melihat ke tiganya dengan tatapan datar yang cukup tenang. Pria itu tidak merasakan aura jahat pada ketiganya. Namun ia dapat merasakan aura yang cukup kuat dari ketiganya. Khusus aura yang mengusik dirinya adalah aura putri Alita, yang memang memiliki kekuatan spritual yang kuat dengan binatang sakral spirit burung phoniex apinya.


"Dia adalah putri Alita Sakura dari kerajaan yang berada cukup jauh. Itu nona Glory Johanes seorang dokter yang handal, dan tuan Sai Ricardo temanku yang sangat menyukai hal hal baru di sekitarnya." Ucap Angel memperkenalkan mereka satu persatu.


"Salam kenal untuk kalian." Ucap Leonardo memberikan sikap hormatnya.


Hanya putri Alita yang membalas salam Leonardo, sedangkan Glory dan Sai bersikap biasa saja. Leonardo memandang mereka dengan sikap yang selalu waspada, aura mereka bertiga cukup membuat Leonardo tidak akan lengah dalam tugas melindungi calon permaisuri dari sang kaisar.


"Apakah kau bisa mencarikan tempat untuk mereka tidur malam ini? Mereka adalah tamu ku. Apakah aku harus melaporkannya kepada yang mulia kaisar?" Tanya Angel ingin tahu bagaimana aturan istana jika membawa seorang teman masuk ke dalam istana itu.


"Sebaiknya seperti itu, yang mulia. Menteri Lukas yang akan mengaturnya untuk anda." Balas Leonardo.


"Baiklah. Kalau begitu tunjukkan jalan, aku ingin menemui kaisar sekarang juga."


"Baik yang mulia. Silahkan." Balas Leonardo, segera berlalu pergi dari taman dan di ikuti oleh mereka.


Di sepanjang perjalanan. Alita tahu jika mereka benar-benar ada di sebuah istana kerajaan.


"Ini istana di kerajaan mana?" Tanya Alita melangkah sejajar beriringan dengan Angel.


"Istana kerajaan Royal Land. Kerajaan terbesar dan terkuat di dunia magic ini." Balas Angel sedikit berbisik, tetapi masih dapat terdengar oleh Glory dan Sai yang melangkah di belakang mereka.


"Istana ini sepertinya lebih besar dari istana di kerajaan ku." Balas Alita sembari melihat ke sekeliling tempat yang ia lalui.


"Oya Luna…!" Ucap Alita yang sukses membuat Angel menghentikan langkah kakinya.


"Namaku Angel. Bukan Luna, kau mengerti…!" Ucap bisik Angel melihat ke arah Alita. Angel tidak lupa melirik ke arah Leonardo yang ada beberapa langkah di depan mereka. Angel takut Leonardo mendengarkan panggil Alita yang menyebutkan namanya. Luna Parker, karena di dunia itu dia adalah Angelica Hernando.


"Baik, aku mengerti." Balas Alita mengerti.


Mereka kembali melanjutkan langkahnya.


"Laki-laki itu memiliki aura yang berbeda." Kata Alita melihat ke arah punggung Leonardo.


Alita tahu jika Leonardo adalah jelmaan dari Singa Terbang yang juga memiliki kekuatan spritual sama seperti dirinya.


"Kau benar. Coba tebak aura apa yang ia miliki?" Tanya balik Angel.

__ADS_1


Glory dan Sai diam dan terus menyimak.


"Dia memiliki kekuatan spritual yang cukup kuat. Satu lagi aura yang membuatnya berbeda, dia adalah jelmaan dari binatang sakral Singa terbang. Benar bukan…!"


Glory terkejut akan tebakan Alita. Bagaimana mungkin pria yang menarik perhatiannya adalah jelmaan binatang sakral Singa terbang. Alita pasti salah dalam menebaknya.


"Kau benar…dia adalah jelmaan Singa terbang." Kata Angel membenarkan.


"Apa…!" Glory benar benar terkejut akan kebenaran tersebut.


Glory menarik lengan Angel hingga menghadap ke arahnya.


"Apa itu benar?" Tanya Glory.


Angel memandang sejenak ke arah Glory yang terkejut.


"Iya benar. Aku juga tidak tahu mengapa Leon yang ada di dunia ini bisa menjadi jelmaan dari binatang sakral Singa terbang." Jelas Angel.


Glory melepaskan genggamannya dari lengan Angel. Dia sungguh terkejut akan kebenaran itu. Pandangan matanya melihat ke arah punggung Leonardo yang terlihat lebar dan bidang.


"Apa sesuatu telah terjadi kepadanya?"


"Mengapa tidak kau tanyakan dan cari tahu sendiri. Agar rasa penasaran mu itu terjawab."


Angel kembali melanjutkan perjalannya, diam diam gadis itu tersenyum. Dia berhasil membuat Glory si ratu mafia akan tetap tinggal di dunia itu.


"Angel, aura di istana ini tidak biasa. Banyak yang memiliki kekuatan spritual dan elemen yang cukup kuat. Dunia macam apa ini sebenarnya?" Tanya Alita.


"Biarkan Sai yang akan mencari tahu tentang itu." Balas Angel.


Mereka terus melangkah mengikuti ke mana Leonardo membawa mereka.


"Tentu saja. Kau bisa percayakan itu kepadaku." Balas Sai dari arah belakang.


Alita menghentikan langkahnya, yang otomatis membuat mereka juga terhenti.


"Siapa yang kau sebut putri kecil?" Tanya Alita terlihat kesal melihat ke arah Sai. Gadis itu tidak terima di katakan putri kecil, karena dia merasa sudah dewasa.


"Siapa lagi kalau bukan kau…!" Balas Sai menunjuk Alita dengan ujung matanya.


"Jangan sembarangan memanggilku seperti itu, jika kau tidak ingin aku hajar." Balasnya dengan tatapan tajam membunuhnya ke arah Sai.


"Apa kau pikir aku takut?" Tantang Sai tidak ingin kalah dari gadis kecil di depannya.


"Rupanya kau memang benar benar ingin di hajar oleh ku." Ucapnya.


Dengan gerakan yang cepat, Alita menggunakan ilmu bela diri yang ia kuasai untuk menyerang Sai. Tentu saja setiap serangan Alita dapat Sai hindari dan membalas kembali. Keduanya terlibat pertarungan yang masih seimbang, saling menyerang dan saling menghindari serangan masing-masing.


Glory hanya diam melihat dan membaca setiap gerakkan mereka berdua. Sai cukup kuat dalam menyerang dan pandai membaca gerakkan Alita. Sedangkan Alita cukup cepat dalam setiap serangannya, dan pandai menghindar dengan kelincahan tubuh kecilnya.


Sedangkan Angel tidak dapat percaya akan keduanya. Melakukan pertarungan di tempat yang tidak seharusnya. Leonardo yang mendengar sebuah pertarungan menghentikan langkahnya dan melihat ke arah sumber suara.


Pria itu berlari mendekati Angel dan bertanya.


"Ada apa dengan mereka yang mulia?" Tanya Leonardo yang kini mendapatkan perhatian dari Angel dan Glory.


"Tolong pisahkan mereka berdua. Mereka hanya salah paham." Pinta Angel kepada Leonardo.


"Baik yang mulia." Leonardo segera melakukan apa yang di katakan oleh Angel.


Leonardo masuk ke dalam pertarungan keduanya, dengan beberapa gerakkan untuk memisahkan keduanya, Leonardo cukup kesulitan. Namun tidak mudah bagi Leonardo untuk memisahkan keduanya tanpa harus melukai mereka dengan gerakkan ilmu bela diri yang ia miliki.


Leonardo terus menjaga keseimbangan gerakkannya, agar tidak melukai keduanya. Glory yang pandai membaca setiap gerakkan lawannya, tahu jika Leonardo cukup kesulitan untuk memisahkan Alita dan Sai.


"Dia cukup kesulitan." Kata Glory berkomentar.

__ADS_1


"Mengapa kau tidak ikut melerai mereka. Apa kau tidak iba melihat Leonardo melakukannya seorang diri dan terlihat kesulitan seperti itu?" Balas Angel.


Glory melihat ke arah sampingnya.


"Kau mencoba memerintah diriku." Kata Glory ketus.


"Tidak. Kau lihat sendiri…dia cukup kesulitan untuk tidak melukai keduanya. Tetapi tidak berhasil untuk memisahkan mereka. Aku yakin sebentar lagi, baik Alita ataupun Sai pasti akan menyerang Leonardo yang ikut ke dalam pertarungan mereka."


Glory dapat membenarkan perkataan Angel. Terlihat jika Sai dan Alita mulai menyerang Leonardo secara bergantian. Hati Glory meradang saat melihat Leonardo mulai mendapatkan serangan dari Sai dan Alita.


"Sial…!" Umpat Glory sembari berlari dan ikut masuk ke dalam pertarungan itu.


Glory tidak tega melihat Leonardo mendapatkan serangan dari keduanya. Glory memberikan isyarat singkat kepada Leonardo untuk mereka bekerja sama dalam memisahkan Alita dan Sai.


Glory dan Leonardo berhasil memisahkan keduanya. Glory kini sedang memeluk tubuh Alita agar tidak menyerang Sai lagi. Sedangkan Leonardo dapat menahan tubuh Sai agar tidak menyerang Alita lagi.


Diam diam Angel tersenyum. Dia senang melihat Glory kini memiliki pawangnya sendiri. Si ratu mafia itu akan selalu mengalah jika semua hal yang berkaitan dengan Leonardo. Laki-laki yang sangat mirip dengan laki-laki yang pernah Glory cintai sepanjang hidupnya. Entah mengapa, Glory terlihat seperti terikat kuat akan sosok Leonardo.


Angel melangkah mendekati mereka.


"Apa yang kalian lakukan? Mengapa melakukan pertarungan yang tidak berguna?" Tanya Angel dengan tatapan tajamnya.


"Aku tidak suka jika dia memanggilku putri kecil." Ungkap Alita kesal.


"Memang kau putri kecil. Lihat ukuran tubuhmu yang mungil, bahkan kau telihat seperti anak kecil." Balas Sai.


"Rupanya kau masih ingin aku hajar."


"Jika kau mampu, lakukan…aku tidak akan mengalah walaupun kau seorang wanita."


"Wanita. Pada akhirnya kau menyebutku seorang wanita. Dasar laki-laki tidak tetap pada pendiriannya."


"Apa kau bilang…lepaskan…biar aku hajar mulutnya yang lancang itu…!"


"Sini kau…Glory lepaskan aku…aku muak pada laki-laki ini…!"


Angel sungguh frustasi akan keduanya. Mereka seperti anjing dan kucing. Mengapa seperti ini jadinya, seharusnya mereka saling bekerja sama bukannya berseteru seperti ini.


"Sudah sudah…tidak ada gunanya kalian berseteru. Seharusnya kalian bekerja sama untuk tujuan kalian semula." Ungkap Angel ingin melerai keduanya.


"Siapa yang sudi bekerja sama dengan seorang laki-laki yang tidak bisa tetap pada pendiriannya. Aku tidak sudi." Kata Alita.


"Apa kau pikir aku juga sudi bekerja sama dengan putri kecil seperti mu itu. Bahkan untuk melindungi diri sendiri saja kau tidak bisa, hanya akan merepotkan ku saja nantinya."


"Sialan kau…kau menghina kemampuan ku…!"


"Sudah sudah…jangan buat aku berpikir untuk mengembalikan kalian ke dunia kalian masing-masing." Ancam Angel putus asa harus bagaimana dengan kelakuan keduanya.


Mereka semua melihat ke arah Angel yang terlihat kesal dan bersungguh-sungguh.


"Aku mampu untuk itu. Aku memiliki banyak karakter komik yang bisa aku ajak bekerja sama selain kalian berdua. Jadi pikirkan ucapan ku ini, keputusan apa yang akan kalian ambil…"


"Tetap bekerja sama atau kembali ke dalam dunia kalian masing-masing." Pilihan Angel untuk keduanya.


Alita dan Sai berpikir. Keduanya tahu Angel serius akan ucapan dan ancamannya tersebut. Sai masih penasaran akan dunia itu, begitu juga Alita yang ingin tahu kekuatan apa saja yang ada di dunia itu. Keduanya sama-sama masih ingin ada di dunia yang membuat mereka tertantang.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2