
***Kerajaan Royal Land***
Beberapa utusan dari istana kerajaan Royal Land telah datang bersama nona muda yang menjalankan ritual hari ini. Mereka yang datang adalah Anne Matheo nona muda keluarga bangsawan Matheo. Monica Phanco nona muda keluarga Phanco.
Keduanya datang dengan pemberitahuan sebelumnya untuk menemui kaisar Alexander Gavriil. Kaisar yang di nyatakan telah bangkit dari segel terkutuknya.
Kedua nona muda itu terdengar senang. Berkat ritual yang mereka lakukan, Sang Kaisar terbebas dari segel terkutuk yang mengurungnya selama seratus tahun lamanya. Walaupun mereka sadari jika bukan mereka berdua yang sebenarnya melakukan ritual tersebut.
Keduanya duduk pada kursi yang telah di siapkan dalam aula yang begitu besar, megah dan indah. Keduanya duduk berdampingan sembari melihat ke sekitar untuk mencari seseorang. Mereka mencari Angelica Hernando yang juga melakukan ritual bersama mereka. Gadis yang sebenarnya melakukan ritual itu seorang diri.
Gadis yang mereka cari tidak nampak sama sekali. Apakah dia telah di singkirkan karena tidak kunjung sadarkan diri? Itulah yang ada di dalam benak mereka berdua.
"Anne…Apakah kita akan baik baik saja?" Tanya bisik Monica sedikit takut dan merasa tidak nyaman akan situasi mereka.
Semua orang hadir di dalam aula itu melihat ke arah mereka berdua. Anne pun sebenarnya merasakan hal yang sama seperti Monica, takut dan tidak nyaman akan situasi mereka. Tetapi dia cukup ahli dalam menyembunyikannya.
"Diam dan cukup kendalikan dirimu. Kita di sini atas undangan langsung dari yang mulia kaisar. Ini adalah hal yang cukup langka dan terhormat untuk kita." Balas bisik Anne sembari berusaha menjaga sikap anggunnya.
Semua mata melihat ke arah mereka berdua, jadi Anne harus tetap terlihat tenang, anggun dan cantik. Selayaknya nona muda dari keluarga bangsawan.
Tidak cuma anggota keluarga kerajaan, beberapa pejabat tinggi, dan tamu undangan lainnya yang hadir di dalam aula tersebut. Ayah dan ibu Anne yang merupakan tuan dan nyonya besar keluarga bangsawan Matheo, juga ikut hadir atas perintah dari kaisar Alexander Gavriil.
Begitu juga ayah dan ibu Monica ikut hadir atas undangan tersebut. Dua keluarga yang terlihat senang dan bangga akan keberhasilan putri mereka. Mereka terlihat bangga, bahkan sedikit menyombongkan diri atas pencapaian besar putri-putri mereka.
Tidak lupa, keluarga Hernando juga hadir di sana. Namun Angelica Hernando tidak nampak sama sekali, yang hadir di sana adalah Marisa Hernando. Putri dari Mario Hernando. Kemana perginya Angelica Hernando? itulah yang menjadi pertanyaan Monica dan Anne.
"Anne… bukan kita yang melakukan ritual itu. Tapi gadis dari keluarga Hernando yang melakukannya seorang diri." Bisik Monica kembali, dia bener-benar takut telah melakukan kesalahan. Dia sadar, jika ritual itu sukses dan berhasil berkat gadis dari keluarga Hernando yang melakukannya. Bukan dia ataupun Anne.
Anne melihat ke arah Monica dengan tatapan tajam dan marahnya. Gadis itu tidak suka akan perkataan Monica yang menurutnya terlalu lancang dan banyak bicara.
"Aku akan membunuhmu jika kau berbicara sembarangan lagi." Ancamnya dengan tekanan pada setiap kata-katanya yang berbisik.
Monica menelan salivanya dengan susah payah, dia sangat mengenal siapa dan bagaimana Anne Matheo? Nona muda yang kejam dan terkadang tidak memiliki perasaan iba.
"Kau lihat, bahkan gadis itu tidak bersama dengan keluarganya. Dia tidak hadir di sini, yang datang malah saudari sepupunya. Marisa Hernando." Bisik Anne memberitahukan kehadiran Marisa, dan ketidak hadiran Angel.
"Kau lihat dengan jelas, bagaimana Marisa tersenyum bahagia. Seolah-olah dialah yang telah berhasil melakukan ritual itu. Apa kau tidak sadar jika keluarga Hernando, hanya memanfaatkan gadis itu?" Ucapnya berbisik.
Monica melihat ke arah Marisa yang di maksudkan oleh Anne. Marisa tersenyum bahagia, seolah-olah dialah yang berhasil melakukan ritual hari ini.
"Apa maksud mu, Marisa yang akan menggantikan posisi gadis itu?" Tanya bisik Monica apa yang ia curigai sekarang.
"Siapa yang tidak ingin berada di posisi gadis itu? Jangan munafik, kita berdua juga menginginkan berada pada posisi gadis itu." Balas Anne.
"Kau benar, Anne. Aku sangat mengenal bagaimana liciknya Marisa saat kami sekolah dulu. Dia gadis yang sangat licik dan pandai memutar balikkan fakta."
"Tapi aku lebih hebat darinya dalam hal itu. Kau tahu bagaimana aku. Apa lagi keluarga Hernando bukanlah apa apa jika di bandingkan dengan keluarga Matheo. Salah satu keluarga bangsawan di kerajaan ini."
__ADS_1
Monica terdiam sejenak. Ada yang mengganjal di hatinya. Dia mendengarkan desas-desus mengenai kekuatan dan kemampuan kaisar Alexander Gavriil dan dua pengikutnya yang hebat. Apakah mungkin dia dan Anne akan berhasil akan hal ini? Untuk mengakui sesuatu yang tidak mereka lakukan.
"Anne…apa kau pernah mendengar desas-desus tentang kaisar dan dua pengikutnya?" Tanya Monica apa yang mengganjal hatinya.
"Tentu saja aku mendengarnya. Apa kau pikir aku ini bodoh yang tidak tahu cara mengikuti zaman di kerajaan ini." Ketus Anne terlihat tidak suka.
"Jadi apakah kita akan baik baik saja untuk mengakui sesuatu yang tidak kita lakukan?"
Kembali Monica membuat Anne marah akan perkataan konyol gadis itu.
"Dengarkan aku baik baik Monica. Jika kau tidak ingin mengakui sesuatu yang tidak kau lakukan, silahkan. Lakukan apapun yang ingin kau lakukan. Tapi ingat satu hal…!" Ucap Anne dengan tatapan tajam membunuhnya.
"Jangan pernah mengatakan apapun tentangku, apa pun yang akan terjadi. Mulai saat ini, kita selesaikan masalah kita masing-masing. Jika kau ikut campur dalam urusan ku kali ini, pastikan hidupmu aman. Kau mengerti…!" Ancam Anne dengan raut wajahnya yang dingin dan tatapan matanya yang tajam membunuh.
Kembali Monica menelan salivanya sembari mengangguk takut akan ancaman Anne.
"Ba…baik…aku mengerti." Balas Monica, kemudian kembali pada posisinya.
Gadis itu menundukkan kepalanya, untuk berusaha menenangkan diri dari rasa takut akan ancaman Anne. Ia tahu Anne serius kali ini.
Sedangkan Anne kembali mengatur penampilannya dan raut wajah yang di buat setenang mungkin. Sudah cukup baginya untuk mendengarkan omong kosong Monica. Sudah saatnya ia melakukan sesuatu yang akan baik untuknya di masa depan.
Rumor yang ia dengarkan saat dalam perjalanan ke istana. Kaisar mencari gadis yang telah berhasil membebaskannya dari segel, untuk di jadikan permaisurinya. Berita itu sangat membuat Anne senang, dan tentunya menginginkan posisi permaisuri yang di maksudkan. Siapa yang tidak suka menjadi pendamping hidup seorang kaisar yang berkuasa di kerajaan itu.
Anne akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan dan keinginannya. Bahkan untuk menyingkirkan gadis dari keluarga Hernando itu sekali pun, akan Anne lakukan.
Tapi satu hal yang tidak pernah ia bayangkan. Kehadiran Marisa Hernando ke istana, bahkan gadis licik itu tersenyum bahagia. Seolah-olah dialah yang melakukan ritual itu hari ini. Tentunya Anne tidak akan tinggal diam, kalau saja Marisa mengaku sebagai Angelica Hernando. Anne akan melawannya, dan jika perlu meminta ayahnya untuk menghancurkan keluarga Hernando.
Anne memanggil pengawal pribadinya untuk datang mendekat. Seorang pria berkulit sedikit gelap tetapi tampan, datang mendekat.
"Iya nona…" Ucap pria itu yang bernama Neo.
"Neo…apakah sudah ada kabar dari mereka?" Tanya Anne dengan berbisik.
"Belum nona." Balas Neo.
Anne kesal dan marah. Anak buahnya belum membawakan kabar baik untuknya. Selama kabar kematian Angel belum ia dengar, dia belum sepenuhnya tenang.
"Cepat lakukan apa yang aku perintahkan tadi."
"Baik nona, akan saya laksanakan."
"Satu lagi." Ucap Anne saat Neo akan pergi.
"Iya nona…!"
"Pastikan untuk menghilangkan jejak dengan rapi. Kau mengerti…!"
__ADS_1
"Mengerti nona…!"
"Bagus, pergilah…!" Perintahnya. Neo segera pergi berlalu dari tempat itu.
Beberapa saat kemudian, pemberitahuan kehadiran kaisar pun terdengar. Seorang kasim memberitahukan secara lantang.
Mereka yang hadir segera bangkit dari duduk mereka. Menyambut kedatangan dari kaisar Alexander Gavriil yang telah lama tidak mereka lihat. Semua mata terkesima melihat betapa tampannya Sang kaisar penguasa kerajaan Royal Land. Auranya kuat dan berkharisma.
Beberapa gadis lajang yang hadir, bahkan nyonya keluarga para bangsawan juga ikut terpesona akan ketampanan pria yang selalu menjadi idaman sejati sejak dahulu.
Alexander Gavriil menggunakan pakaian Kekaisaran yang begitu gagah dan melekat sempurna di tubuhnya. Jubah yang panjang berwarna hitam ke emasan semakin memberikan nilai plus pada penampilannya. Mahkota kaisar yang di penuhi oleh beberapa batu berharga seperti permata, berlian, mirah dan juga crystal terlihat mewah dan sempurna.
Mereka tidak pernah menduga, jika kaisar Alexander Gavriil begitu tampan dan terlihat masih sangat muda. Di saat usianya yang hampir lebih dari ratusan tahun, pria berkuasa itu masih tetap sama seperti seratus tahun yang lalu. Tidak menua sama sekali.
Semua memberikan salam dan sikap hormatnya kepada kaisar, setelah pria tampan berkuasa itu duduk di atas singgasananya.
"Salam hormat kami untuk matahari kerajaan Royal Land. Semoga yang mulia panjang umur dan selalu memberkati kami dengan sebuah perlindungan cahaya hangat." Ucap serempak semua orang.
Sudah lama sekali mereka tidak melakukan salam seperti itu. Sebuah kehormatan bagi mereka yang berkesempatan hadir malam ini.
Anne, Monica dan Marisa sangat terpesona melihat ketampanan pria yang menjadi kaisar di kerajaan itu. Mereka tidak pernah tahu jika kaisar Alexander Gavriil begitu tampan dan masih terlihat sangat muda, di usianya yang hampir lebih dari seratus tahun lamanya.
Tentunya Anne sangat berharap untuk menjadi pendamping hidup dari sang kaisar tampan. Anne akan melakukan apapun untuk berada di posisi itu, menjadi permaisuri kerajaan Royal Land. Memiliki pendamping hidup seperti Alexander Gavriil.
Begitu juga Marisa dan Monica. Mereka juga menginginkan hal yang sama seperti yang Anne inginkan. Mereka akan melakukan apapun untuk bisa berada di sisi Sang kaisar.
"Bangunlah." Perintah Kaisar kepada seluruh orang yang telah hadir di sana.
Pandangan mata Alexander melihat ke seluruh ruangan. Ia mancari seseorang yang kini sangat penting baginya, sangat penting di dalam hidupnya saat ini. Siapa lagi kalau bukan Sang Penulis yang telah berhasil membebaskannya dari segel terkutuk.
Namun ia tidak dapat merasakan sama sekali aura dari Sang Penulis. Aura yang sudah ia kenali dengan sangat baik, karena darah Sang Penulis telah mengalir masuk ke dalam tubuhnya.
Itulah yang tidak banyak orang ketahui. Darah yang di teteskan dan di berikan sebagai persembahan ke dalam mulut patung moster, akan menjadi satu dengan darah kaisar Alexander Gavriil yang ada di dalam patung monster tersebut. Kaisar Alexander Gavriil, telah meminum darah segar milik Sang Penulis yang di berikan saat ritual tadi.
Sehingga darah milik Sang Penulis kini berada di dalam tubuh Alexander. Itu memudahkannya untuk mengenali Sang Penulis yang tidak ia ketahui wajah dan sosoknya seperti apa? Aliran darah di dalam tubuhnya akan bereaksi saat berada dekat dengan sang pemilik darah lain yang ada di dalam tubuh Alexander.
Jadi Alexander cukup heran dan merasa kehilangan semangatnya saat ini, karena tidak dapat merasakan aura dari gadis yang ia cari. Calon pendamping hidupnya dan calon permaisuri kerajaan Royal Land di masa depan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1