
***Kerajaan Royal Land***
Angel duduk dengan tenang pada sebuah sofa yang ada di dalam kamar yang begitu luas. Mereka duduk saling berhadapan. Angel adalah jelmaan dari wanita yang cukup cerdas dan jenius di dunia asalnya.
Ada rasa curigai tentang pria yang ada di depannya saat ini. Angel curiga jika pria itu adalah salah satu orang yang sangat berkuasa di dalam istana.
"Siapa anda sebenarnya tuan?" Tanya Angel langsung pada intinya.
Alexander melihat serius ke arah gadis di hadapannya. Dia tahu kemana arah pembicaraan mereka sekarang.
"Namaku Alexander Gavriil." Jujurnya langsung pada inti jawabannya.
Angel terdiam beberapa detik, mencerna semuanya dengan baik.
'Alexander Gavriil. Jadi dia adalah kaisar kerajaan ini, kaisar yang sudah terbebas dari segelnya. Sejak kapan?' Pikirnya.
'Apa aku telah berhasil melepaskannya dari segel. Apakah dia terlepas setelah kepergian ku dari istana ini?' Tanyanya di dalam hati.
'Apakah selain diriku. Ada yang lainnya datang dan melakukan ritual itu. Tapi yang aku tahu hanya akan ada tiga gadis lajang yang melakukan ritual tersebut.' Gumamnya kembali berdebat dengan pikiran dan hatinya sendiri.
"Ada apa? Mengapa kamu diam saja." Tanya Alexander melihat heran ke arah Angel yang hanya diam saja.
"Selamat datang yang mulia. Selamat telah berhasil bebas dari segel itu." Balas Angel pada akhirnya.
Alexander diam sejenak. Angel terlalu tenang setelah tahu siapa dirinya. Alexander melihat ada yang berbeda dari gadis ini.
"Itu semua berkat dirimu yang mampu melakukan ritual dengan baik. Terima kasih kamu telah melakukan ritual itu."
"Sudah tugas serta kewajiban hamba sebagai rakyat kerajaan Royal Land, untuk membantu kaisarnya." Balas Angel.
"Sepertinya, untuk mengharapkan mu terkejut setelah mengetahui siapa aku sebenarnya. Semua itu hanyalah pikiran ku saja."
Keduanya saling memandang serius kali ini.
"Terbukti jelas jika kamu cukup tenang mengetahui ini semua."
Angel kembali mengingat kejadian semalam. Dia dapat melihat jelas jika Alexander dan tiga pengikut setianya datang untuk menyelamatkannya dari hutan.
"Apa tujuan anda menyelamatkan hamba dari hutan dan pasukan kerajaan The Royal Forest?" Tanya Angel ingin tahu.
Dia masih sadar jika semua yang ada di dunia tidak ada yang benar-benar tulus dan gratis.
Alexander terdiam akan pertanyaan Angel. Gadis itu cukup tenang dalam bersikap.
"Apakah kamu tidak tahu aturan dari ritual tersebut?" Tanya Alexander.
Angel menggelengkan kepalanya, karena memang dia tidak tahu banyak tentang aturan dari ritual tersebut. Dulu dia hanyalah gadis yang lemah dan biasa biasa saja. Tapi sekarang Angel berbeda, dia adalah jiwa Luna Parker yang cukup tahu bagaimana harus bersikap dan bertindak.
"Siapa saja yang dapat menyelesaikan ritual dan membebaskan ku dari segel. Gadis itu akan menjadi permaisuri ku." Jawabnya jujur.
Angel terdiam akan jawaban itu. Menjadi permaisuri, dia akan menjadi permaisuri dari pria itu? Itu artinya Angel dan kaisar kerajaan Royal Land akan menikah.
"Apa harus seperti itu?" Tanya Angel.
Alexander terdiam akan pertanyaan sekaligus jawaban Angel yang ada di luar perkiraannya.
"Apa kamu tidak ingin menjadi permaisuri ku?" Tanya balik Alexander.
"Tidak semudah itu yang mulia. Tidak harus seperti itu"
__ADS_1
"Hamba senang dapat membantu yang mulia terbebas dari segel itu. Bukan berarti hamba harus menjadi permaisuri anda."
"Kamu menolak ku?"
Angel terdiam sejenak. Situasi ini cukup serius dan sulit untuknya. Sebuah pernikahan dan menjadi seorang permaisuri bukanlah tujuan hidupnya di dunia itu. Tujuannya adalah balas dendam kepada keluarga Hernando untuk keluarga Angelica Hernando.
Jika ia harus menikah dan menjadi permaisuri, bagaimana dia akan bisa membalaskan dendamnya. Orang-orang jahat itu akan hidup bebas dan tidak membayar perbuatannya. Angel benci jika membayangkan itu semua.
"Carilah wanita lainnya yang mulia. Maafkan hamba, tapi hamba tidak bisa menjadi permaisuri anda." Tolaknya secara halus.
Alexander terdiam dan cukup tercengang. Untuk pertama kalinya dia di tolak oleh seorang gadis. Selama hidupnya, tidak akan ada yang berani menolak dirinya. Semua gadis dan wanita lajang menginginkan posisi itu, tapi Angel menolaknya secara mentah-mentah.
Pria itu tersenyum lucu. Dia adalah penguasa kerajaan terbesar di dunia itu. Tetapi dia tidak berhasil membuat gadis di depannya menerima lamaran darinya.
"Apa kamu yakin dapat menolaknya?" Tanya Alexander terlihat serius. Jujur hatinya sakit akan penolakan Angel. Dia semakin ingin mendapatkan gadis yang telah di takdirkan untuknya oleh alam semesta.
"Apa hamba tidak boleh menolaknya?" Tanya balik Angel.
"Tentu saja tidak boleh. Suka ataupun tidak, kamu akan tetap menjadi permaisuri ku. itu sudah menjadi aturan dan hukum kerajaan ini."
"Bagaimana jika hamba tetap menolaknya?"
"Tentu ada hukuman untuk itu."
Angel terdiam. Sudah dapat ia tebak akan begitulah alurnya. Di mana pun dia hidup, akan sangat keras untuk di jalani. Di dunia manapun ia berada, tidak akan ada yang mudah untuk di jalankan. Semua ada timbal baliknya dan ada harga mahal yang harus ia bayar.
"Tidak masalah. Tentu saja hukuman akan hamba dapatkan, karena berani menolak keinginan anda. Tidak akan masalah bagi orang seperti hamba, yang mulia." Balas Angel dengan keyakinan di dalam hatinya.
"Mengapa kamu lebih memilih hukuman dari pada posisi tertinggi di kerajaan ini?"
Angel tersenyum. Tidak akan mungkin ia mengatakan kebenaran tentangnya. Tujuan hidupnya di dunia itu, untuk memperbaiki sesuatu yang salah. Mengembalikan sesuatu yang telah di renggut paksa. Bukan untuk menikah dan menjadi permaisuri sebuah kerajaan.
" Itulah pilihan dari hamba. Apakah harus ada alasan di balik penolakan itu?"
"Perasaan cinta. Kita berdua tidak memiliki itu. Jadi bagaimana mungkin hamba menjalani kehidupan pernikahan tanpa ada perasaan cinta di dalamnya. Hamba tidak ingin seperti itu. Itulah alasan hamba." Balasnya yakin.
"Perasaan cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu."
"Apa anda yakin akan bisa seperti itu?"
"Mengapa anda tidak memilih wanita atau gadis lainnya?"
"Karena aku tidak ingin gadis ataupun wanita lainnya. Selain gadis yang memang sudah di takdirkan oleh alam semesta untuk ku selama ini. Dan gadis itu adalah kamu."
Angel terdiam. Cukup sulit situasinya saat ini. Dia yakin tidak akan baik untuk menolak seorang kaisar yang berkuasa. Angel tidak ingin mati sia-sia sebelum dapat membalaskan dendamnya.
Angel tahu kaisar di hadapannya itu adalah kaisar yang cukup kuat, kejam dan berpengaruh di dunia ini. Tidak mudah untuk melawannya, sedangkan dia tidak memiliki kekuatan atau kemampuan apapun.
"Kalau seperti itu, biarkan waktu yang akan menjawabnya. Apakah kita benar-benar sudah di takdirkan oleh alam semesta atau tidak?" Balas Angel.
"Apakah waktu untuk kita saling mengenal tidak akan ada?"
"Tentu saja ada jika itu yang kamu inginkan. Mari kita mencoba untuk saling mengenal terlebih dahulu. Jika kita memang tidak di takdirkan bersama, aku akan melepaskan mu dan melupakan aturan itu."
"Baik. Itu lebih baik, dari pada ada kata terpaksa dan menyesal nantinya."
"Baiklah, itu lebih baik." Balas Alexander pasrah. Setidaknya gadisnya tidak akan cepat cepat untuk menolak dan lari darinya.
"Jadi sudah kita sepakati. Kita akan saling mengenal terlebih dahulu sebelum menikah. Tapi ingat satu hal, kamu tetap calon permaisuri kerajaan ini hingga keputusan terakhir kita dapatkan."
__ADS_1
Angel tidak langsung menjawabnya. Dia berpikir sejenak. Sepertinya tidak akan menjadi masalah, jika hanya menjadi calon saja. Jika waktu kembalinya telah tiba, keputusan terakhir akan terjadi juga. Lebih baik mencari aman daripada mencari masalah.
"Baiklah. Hamba setuju."
Alexander tersenyum senang akan keputusan Angel. Tanpa mereka sadari, sebuah ikatan takdir telah mengikat mereka berdua. Hanya saja, benang tak kasat mata itu masih terbentang jauh, dan akan bergerak mendekat dengan seiring berjalannya waktu kebersamaan mereka berdua.
"Kalau begitu, mulai saat ini kamu akan tinggal di istana."
"Maaf yang mulia. Itu tidak mungkin. Maafkan hamba, hamba tidak bisa tinggal di istana. Ada urusan di luar sana yang masih belum hamba selesaikan. Jadi hamba mohon untuk yang mulia mengerti situasi yang hamba hadapi ini." Balas Angel cepat.
Tidak akan mungkin dia bisa balas dendam kepada keluarga Hernando, jika dia tinggal di dalam istana dan keluar dari kediaman keluarga Hernando.
"Urusan apa? Biar aku bantu untuk menyelesaikannya."
"Tidak begitu penting. Hamba bisa menyelesaikannya sendiri."
"Baiklah kalau seperti itu. Tapi ingat satu hal…di mana pun kamu berada. Kamu adalah calon permaisuri kerajaan ini. Semua orang di kerajaan ini akan mengenalmu seperti itu. Apa kamu mengerti?"
Iya, hamba mengerti."
'Setidaknya gelar itu akan sedikit memudahkan rencana balas dendamku. Akan aku pastikan keluarga Hernando membayar lunas dan mahal semuanya.' Gumamnya di dalam hati.
"Apa ada yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Alexander tidak suka melihat gadisnya terlalu diam.
"Tidak yang mulia, tidak ada."
"Apakah kamu ingin melihat istana ini bersama denganku?"
Angel melihat intens ke arah Alexander.
"Apakah ini sebuah ajakan kencan, yang mulia?" Tanya Angel langsung pada inti tujuan Alexander.
"Anggap saja seperti itu. Bukankah kita harus mulai saling mengenal."
"Baiklah…Tapi hamba belum bersiap siap." Balasnya dengan tersenyum.
"Aku akan menunggu mu. Bersiap siaplah. Selesai sarapan kita akan jalan jalan."
"Baik yang mulia."
Alexander tersenyum senang. Kesempatan ini akan ia gunakan sebaik mungkin untuk mendekati dan mengenal Angel lebih baik lagi. Dia harus bisa menaklukkan hati gadis itu. Bagaimana juga, keyakinan di dalam hatinya akan tetap ia jalani. Angelica Hernando adalah gadis yang sudah di takdirkan oleh alam semesta untuk menjadi pendamping hidupnya.
Sementara waktu menantikan Angel yang sedang bersiap. Alexander memberikan perintah kepada Felix dan dua pengikut setianya untuk mempersiapkan semua yang di butuhkan dalam kencan pertamanya bersama Angel.
Tentu saja ketiga pria itu dengan senang hati melakukan perintah dari junjungan mereka.
Satu jam telah berlalu. Angel telah selesai bersiap. Gadis itu terlihat cantik dengan balutan gaun biru langit yang terlihat lembut membalut tubuhnya yang tinggi dan langsing berisi.
Mereka berdua menikmati sarapan pagi pertama mereka. Beberapa obrolan ringan mereka lakukan. Membuat suasana di antara mereka cukup hangat untuk mulai saling mengenal.
Setelah sarapan selesai. Mereka berdua menuju ke taman Sehat yang di miliki oleh istana bagian utara. Pihak istana sengaja membangun taman Sehat tersebut, selain buah dan sayur mayur yang di tanam di sana sering di panen sebagai bahan makanan di dapur istana. Wilayah taman Sehat itu juga menjadi tempat yang nyaman bagi mereka yang menyukai tumbuh-tumbuhan.
Keduanya menikmati jamuan minum teh di siang hari. Taman yang begitu indah menurut Angel. Ia tidak pernah tahu jika di sebuah istana kerajaan, akan ada taman khusus seperti itu. Angel sangat menyukainya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.