
***Kerajaan Royal Land***
Angel berdiri di tengah-tengah aula. Dia menggenggam erat Pena ajaibnya. Meyakinkan dirinya, jika dia bisa melakukan itu.
Angel ingin menghadirkan ular naga putih atau Dragon White yang semalam datang kepadanya, dan memberikan sebuah Pena ajaib serta menanamkan batu permata biru pada keningnya.
'Kamu bisa Luna Parker. Lakukan seperti biasanya. Anggap kamu sedang menggambar sebuah komik dan mulai membuat sebuah alur cerita baru yang menjadi hidup.' Gumam Angel di dalam hatinya meyakinkan dirinya sendiri.
"Baiklah aku pasti bisa." Ucapnya pelan.
Setelah tenang Angel mulai duduk di atas lantai aula. Mulai menggoreskan Pena ajaibnya yang memiliki sebuah tinta emas.
Awal membuat sebuah garis yang berbentuk persegi panjang, dan mulai berbentuk sebuah buku yang terbuka yang memiliki ukuran cukup besar. Pada gambar buku itu, Angel mulai menggambar sebuah ular naga terbang yang ada di dalam ingatannya semalam.
Angel menggambar Ular naga putih itu semirip mungkin seperti aslinya. Dari mulai kepala, mata yang tajam memiliki batu permata biru di keningnya. Dua kumis panjang yang berwarna emas, sepasang sayap yang begitu besar dan lebar. Terakhir ekor yang memiliki tiga cabang seperti kobaran api dan sisik indahnya yang berkilau. Angel terus menggambar hingga memiliki kemiripan yang sama.
Empat laki-laki yang ada di sana, berdiri tegak di belakang Angel. Mereka melihat semua proses tangan lincah Angel menari dengan Pena ajaibnya. Menciptakan sebuah gambar ular naga putih yang terlihat sangat indah, kuat dan suci. Sebuah gambar yang baru pertama kalinya mereka lihat cara pembuatannya.
Begitu gambarnya terlihat sempurna di matanya, Angel menuliskan nama Dragon White dan sebuah kalimat perintah pada bagian bawah gambar. Kata perintah yang bertuliskan.
"Dragon White, datanglah…aku butuh bantuan dari mu…!!" Itulah perintah Angel.
Beberapa saat telah berlalu. Angel yang telah bangkit dari duduknya berdiri tepat di depan gambarannya. Namun tidak ada yang terjadi, apa yang kurang dari gambarnya?
"Yang mulia. Mengapa tidak terjadi apapun?" Tanya Angel kepada Alexander.
Alexander kembali melihat ke arah gambar dan tulisan yang di buat oleh Angel.
"Gambar mu cukup bagus, seperti nyata. Apa itu ular naga terbang?" Tanya Alexander.
"Iya. Ini gambar Ular Naga Putih. Dragon White." Balas Angel yang sontak membuat mereka terkejut.
"Ada apa?" Tanya Angel melihat gelagat terkejut ke empat laki-laki di depannya.
"Dragon White. Leluhur dari Kerajaan The Royal Forest." Celetuk Marquez.
Mereka melihat ke arah Marquez.
"Iya. Dari mana anda tahu tuan?" Balas Angel membenarkan.
"Beliau adalah leluhur hamba dan Leonardo, yang mulia." Balas Marquez dengan nada sopan terhadap panggilan untuk Angel.
"Dari mana kamu tahu tentang Dragon White? orang di luar Kerajaan The Royal Forest tidak banyak yang tahu mengenai hal ini. " Jelas Alexander.
"Dragon White yang memberikan Pena ajaib dan batu permata biru ini kepada saya semalam."
"Jadi anda bertemu dengan beliau, leluhur kami." Terkejut Leonardo.
"Iya." Angguk Angel.
Mereka saling memandang tidak percaya. Apakah itu benar? Tentu mereka tahu tidak sembarangan orang yang dapat bertemu dengan leluhur dari Kerajaan The Royal Forest tersebut. Namun Angel mendapatkan kesempatan itu.
"Jadi bagaimana yang mulia. Mengapa ini tidak berfungsi?" Tanya Angel sembari memperlihatkan pena ajaibnya.
"Seharusnya langsung bereaksi. Apakah gambar dan tulisannya ada yang salah atau kurang?"
__ADS_1
Alexander dan yang lainnya melihat kembali ke arah tulisan tersebut.
"Dragon White hidup dengan bebas seperti kemauannya sendiri. Tidak mudah untuk di atur ataupun di batasi." Celetuk Marquez apa yang ia ketahui.
Angel kembali memperhatikan gambarnya. Dia mencocokkan dengan perkataan Marquez. Kemudian dia memiliki ide, dan menghapus gambar buku tersebut. Seperti yang Marquez katakan, Dragon White hidup bebas seperti yang di inginkannya, tidak mudah di atur ataupun di batasi. Gambar naga itu kini seakan terbang bebas tanpa batasan.
"Baca dengan lantang apa yang kamu tulisakn sebagai perintah atau alur ceritanya. Gunakan hatimu dengan tenang." Saran Alexander.
Angel menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Dragon White, datanglah…aku butuh bantuan dari mu…!!" Ucap Angel terdengar tulus sebagai permintaan darinya.
Beberapa detik kemudian gambar yang Angel buat mengeluarkan sebuah cahaya hangat yang di sertai angin yang cukup kencang. Alexander sigap menarik tubuh Angel dan memeluknya untuk melindungi Angel dari apa yang akan terjadi.
Setelah angin yang cukup kencang dan cahaya itu meredup, muncullah Seekor Ular Naga Putih di hadapan mereka. Mereka cukup terkejut melihat sebuah legenda yang hanya mereka dengar dari sebuah cerita para leluhurnya, kini melihat nyata binatang sakral tersebut.
Marquez dan Leonardo yang memang asli berasal dari kerajaan The Royal Forest, segera bersujud dengan satu kaki yang di tekuk untuk menyambut dan memberikan rasa hormatnya kepada leluhur mereka, Dragon White.
Sedangkan Alexander masih memeluk Angel untuk melindunginya. Felix berdiri terpaku tepat di samping Alexander.
"Salam hamba my Lord…!" Sapa Dragon White memberikan salamnya.
Angel mengenali suara tersebut, segera keluar dari pelukan Alexander. Dia tersenyum senang melihat Dragon White kini benar-benar hadir di sana. Semuanya menjadi nyata.
"Dragon White…kamu datang…!" Balas Angel.
"Hamba my Lord." Balas Dragon White.
Semuanya masih diam tidak percaya pada apa yang mereka saksikan sekarang. Mereka dapat melihat nyata Sang Ular Naga Putih yang melegenda sejak dahulu kala.
"Bantuan seperti apa my Lord?"
Angel melihat ke arah Marquez dan Leonardo yang masih bersujud di sana.
"Kalian berdua kenapa?" Tanya Angel heran.
"Kami memberikan salam hormat kepada leluhur kami, yang mulia Dragon White." Ucap Marquez mewakili keduanya.
Dragon White melihat mereka berdua. Naga itu tentunya mengenali aura dari keduanya yang merupakan jelmaan dari Singa terbang, dan Naga terbang. Anak keturunan yang ia miliki.
"Bangkitlah Naga terbang Marquez Abelard dan Singa terbang Leonardo Miguel." Perintah Dragon White kepada mereka berdua.
"Terima kasih, yang mulia." Balas keduanya segera bangkit.
"Tolong saya untuk membawa lukisan itu ke hadapan Dragon White." Pinta Angel kepada keduanya.
"Baik yang mulia." Balas Marquez mewakili.
Marquez dan Leonardo membawa lukisan wanita itu ke hadapan Dragon White. Tentunya Dragon White melihat lukisan tersebut.
"Dragon White, coba kamu lihat lukisan siapa ini? Apakah wanita ini Sang Penulis yang kamu kenal dahulu?" Tanya Angel.
Dragon White melihat lukisan tersebut dengan teliti dan serius. Kemudian kembali melihat ke arah Angel.
"Tentu saja bukan my Lord. Wanita ini bukanlah Sang Penulis." Balas Dragon White.
__ADS_1
Mereka yang mendengar jelas jawaban Dragon White, terdiam dan terus menyimak. Mereka yakin Dragon White tidak akan salah ataupun berbohong kepada mereka.
"Apa kamu mengenal siapa wanita yang ada di dalam lukisan ini?" Tanya Angel ingin tahu siapa wanita yang pernah ia temui waktu pertama kali kedatangannya ke dunia itu.
"Tentunya my Lord lebih mengenal siapa wanita ini? Bukankah anda sudah pernah bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu."
"Aku memang pernah bertemu dengannya satu kali. Tapi aku tidak mengenal siapa dia? Bahkan aku tidak tahu siapa namanya."
Dragon White melihat ke arah lukisan sejenak dan melihat kembali ke arah Angel.
"Wanita ini tercipta atas kehendak anda sendiri my Lord. Dia tetap bersama anda dan berada jauh di dasar alam bawah sadar anda." Balasnya. Semakin Angel tidak mengerti akan semua itu.
"Apakah kamu bisa menjelaskan semuanya dengan rinci. Aku mohon…Aku yakin jika kamu tahu bagaimana aku yang sekarang." Mohon Angel ingin kejelasan dari semuanya.
Dragon White kembali terdiam dan hanya melihat ke arah Angel.
"Anda sendiri yang menciptakan wanita ini dari sebuah lukisan yang anda buat dahulu. Wanita yang anda buat abadi tanpa raga dan anda tempatkan di dalam diri anda. Tepatnya di bawah alam sadar anda sendiri. Wanita yang akan membantu anda di saat anda tersesat tidak tahu arah. Wanita yang akan membantu anda menciptakan dunia ini lebih baik lagi."
"Jadi maksud mu, wanita ini tidak ada di dunia ini. Tapi ada di dalam diriku? Begitu maksud mu?"
"Iya my Lord. Kalian akan selalu terhubung dan saling membantu menunjukkan jalan tujuan yang terbaik."
Angel terdiam. Terlintas semua kejadian yang berhubungan dengan wanita yang ada di dalam lukisan itu. Kejadian cahaya yang keluar dari mata lukisan itu membantunya menemukan pena ajaib kaisar sebagai kunci terakhir untuk membebaskan sang kaisar. Kejadian saat mata lukisan itu menunjukkan sebuah pantulan seorang wanita yang sedang melukis. Wanita yang mirip dengannya.
Semua itu pasti terhubung erat. Angel semakin yakin semua ini seolah sudah di atur sejak awal. Tapi oleh siapa?
"Dragon White. Jika wanita ini bukan Sang Penulis. Apakah kamu tahu bagaimana wajah sang penulis yang sebenarnya pada zaman dahulu?" Tanya Angel.
"Tentu saja hamba tahu my Lord. Wajahnya seperti wajah anda sekarang. Sangat mirip tanpa kekurangan apapun. Hanya saja aura anda yang sekarang lebih kuat lagi dan sedikit berbeda dari sebelumnya." Balas Dragon White.
Semua terdiam. Itu artinya apa yang Angel katakan atas kecurigaannya benar.
"Pantulan atau bayangan dari pelukis di dalam mata lukisan wanita itu adalah Sang Penulis yang sebenarnya. Dia bersembunyi di balik lukisan wanita ini." Ucap Angel sembari melihat lukisan wanita yang ada di depannya. Terfokus ke arah mata wanita itu.
"Dialah Luna Parker. Angel Painting Queen." Kata Angel sembari melihat wanita di dalam lukisan tersebut.
"Anda benar my Lord. Wanita ini bernama Angel Painting Queen atau sering di sebut Ratu Lukis oleh Sang Penulis pada zaman dahulu." Balas Dragon White.
Semuanya semakin menjadi jelas. Sang penulis yang sebenarnya adalah wanita yang sedang melukis di dalam bayangan mata wanita di dalam lukisan itu. Sedangkan wanita yang di lukis adalah sosok yang akan selalu hidup di dalam diri Sang Penulis. Wanita yang tidak memiliki raga, tetapi di berikan jiwa abadi oleh Sang Penulis, Luna Parker.
Angel diam sejenak memikirkan semuanya. Setidaknya ada sedikit titik terang atas semua yang terjadi kepadanya.
"Baiklah Dragon White. Terima kasih atas penjelasan mu, semua sangat membantu saat ini. Kembalilah dan beristirahat, senang bisa bertemu denganmu." Ucap Angel ingin menyelesaikan semuanya. Dia cukup lelah hari ini akan semuanya.
"Baik my Lord. Hamba undur diri, sampai jumpa lagi di lain waktu" Balas Dragon White pamit dan segera menghilang dari hadapan mereka.
Angel memberikan senyum tulusnya kepada Dragon White atas semua penjelasan yang di berikan oleh Naga itu. Sedangkan semuanya masih diam dan setia pada keterkejutannya. Mereka tidak pernah menduga jika gadis yang terlihat lemah itu, bisa terhubung oleh salah satu leluhur mereka dahulu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.