Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
13. Angel Dan Alexander.


__ADS_3

***Kerajaan Royal Land***


Angel, Alexander dan Felix berdiri tepat di depan ruang kerja kaisar. Dua pengikut setia kaisar masih setia berdiri tidak jauh dari mereka.


Angel berpikir sendiri. Bagaimana caranya bisa keluar dari tempat itu? Lalu apa hubungan Felix dengan istana kerajaan Royal Land? Angel benar-benar tidak tahu apa pun tentang semua itu? Bahkan Angel tidak tahu siapa dua pria yang ada di hadapannya tersebut?


"Maaf tuan. Tuan Felix bekerja di istana ini?" Pada akhirnya Angel tidak tahan untuk diam saja. Dia harus tahu mengapa Felix bisa membawanya masuk kembali ke dalam istana.


Angel masih mengingat kejadian kemarin. Dia sama sekali tidak bertemu dengan Felix. Sejak datang hingga keluar dari istana itu, Angel tidak bertemu Felix sama sekali.


Felix melirik sejenak ke arah Alexander. Seakan meminta ijin apakah boleh untuk di jawab atau tidak? Felix tidak ingin melakukan kesalahan sedikitpun. Apalagi ini berkaitan dengan seseorang yang sangat berharga bagi kaisar kerajaannya.


"Jawab pertanyaannya dengan jujur." Perintah Alexander kepada Felix.


"Iya, saya bekerja di sini untuk yang mulia kaisar Alexander Gavriil." Balasnya jujur. Namun tidak mengatakan posisinya adalah seorang pangeran kedua kerajaan itu. Orang kedua yang harus di hormati setelah kaisar.


"Bekerja untuk kaisar. Maaf tuan…apa tidak salah…? Bekerja untuk kaisar dalam hal apa…?" Tanyanya lancang. Namun Angel segera sadar jika pertanyaannya begitu lancang.


"Maaf tuan…tidak usah di jawab. Jika itu tidak sopan dan saya lancang, maafkan saya tuan." Balas cepat Angel.


Felix kembali melirik ke arah Alexander. Pria tirani itu hanya memberikan isyarat untuk Felix terus menjawab jujur.


"Mengapa Anda bertanya seperti itu?" Tanya Felix balik.


"Maaf tuan…!" Ucapnya terhenti.


"Mungkin anda tidak tahu, jika kemarin saya masuk ke dalam istana kekaisaran." Bisiknya kepada Felix yang tentu saja masih dapat terdengar oleh Alexander.


"Oya. Anda masuk ke istana kekaisaran. Untuk apa nona?" Kini giliran Alexander yang bertanya.


Angel melihat heran ke arah Alexander yang ikut masuk ke dalam perbincangannya bersama Felix.


"Keluarga Hernando mendapatkan giliran untuk mengirimkan gadis lajangnya mereka ke dalam istana, gadis yang akan melakukan ritual kepada kaisar." Balas pelan Angel. Dia terlihat melihat ke sekitar.


Dia takut melihat pria tua galak yang kemarin mendampinginya. Pria itu adalah menteri Lukas Stewart.


"Saya adalah perwakilan dari keluarga Hernando." Balasnya.


Alexander dan Felix masih diam menyimak. Pandangan mata keduanya masih melihat ke arah Angel yang juga melihat intens keduanya. Angel mengerutkan keningnya melihat ke arah Alexander dan Felix yang memiliki wajah yang sangat mirip.


"Kalian berdua sangat mirip. Apa kalian bersaudara?" Tanya Angel pada kecurigaannya.


Alexander dan Felix diam. Mereka hanya melihat intens ke arah Angel. Gadis itu mulai menyadari sesuatu.


"Benar. Kami kakak beradik." Balas Alexander.


Angel cukup terkejut, tetapi hanya beberapa detik saja. Ia kembali normal.


"Wajah kalian mirip sekali. Kalian berdua bekerja bersama di istana ini. Apakah bekerja di dalam istana sangat nyaman? Bagaimana bisa bekerja tanpa adanya kaisar yang memimpin?" Tanyanya.


"Mengapa berkata seperti itu?" Tanya Alexander.


Cukup membuat Angel aneh. Dia bertanya kepada Felix, tetapi lagi lagi Alexander yang menjawabnya.


"Bukankah kaisar masih tersegel. Lalu siapa yang memimpin di istana ini?" Tanyanya tidak tahu jika kaisar yang ia maksudkan telah terbebas dan ada di hadapannya.


"Saat kaisar tersegel, sementara yang memimpin istana adalah pangeran kedua." Balas Alexander kembali.


"Hai tuan…saya bertanya kepada tuan Felix. Mengapa malah anda yang menjawab terus menerus…?" Kata Angel terdengar tidak suka.


"Siapa pun yang menjawabnya, itu sama saja kan…!" Balas Alexander tidak ingin kalah.


Angel terlihat kesal. Wajahnya di Teluk dan terlihat lucu di mata Felix dan Alexander.


"Baiklah…Kalau begitu, jawab pertanyaan saya. Apa anda tahu caranya keluar dari istana ini tanpa ketahuan oleh pangeran kedua atau tuan menteri Lukas Stewart?" Tanyanya.


Keduanya cukup heran akan pertanyaan Angel. Untuk apa Angel keluar dari istana? Jika mereka saja dengan susah payah membawa gadis itu masuk dan datang ke dalam istana.

__ADS_1


"Untuk apa tahu cara keluar dari istana? Siapa yang ingin keluar dari istana?" Tanya Alexander.


"Saya tuan. Saya harus segera keluar dari istana ini dengan segera. Lagi pula, saya sudah menyelesaikan ritualnya. Jadi seharusnya saya di bebaskan dan keluar dari istana ini bukan."


"Apa kamu tidak suka berada di dalam istana?"


"Tidak sama sekali. Tempat ini mencekam bagi saya." Jawab Angel apa yang ia rasakan kemarin.


Terlihat raut kecewa di wajah Alexander. Gadisnya tidak suka berada di dalam istananya, karena di istana sangat mencekam baginya.


"Mengapa kamu berkata seperti itu?" Tanya Alexander terdengar sedih. Felix dan dua pengikut setianya tahu dan mengerti kaisar mereka saat ini tidak bersemangat.


"Saya tidak cocok hidup di dalam istana. Lagi pula pekerjaan saya sedang menunggu di luar sana. Saya harus terus hidup dan kembali lagi ke dalam keluarga Hernando." Balasnya. Angel masih ingat tujuan balas dendamnya terhadap keluarga Hernando.


"Apa kamu benar benar tidak suka berada di dalam istana ini?"


"Iya. Tidak ada yang bisa saya lakukan di sini. Lagi pula untuk apa saya di sini?"


"Banyak yang bisa kamu lakukan di sini. Kamu tidak perlu bekerja. Cukup diam dan duduk manis menikmati semuanya. Lakukan semuanya, apapun yang ingin kamu lakukan." Balas Alexander.


"Apa maksud anda tuan? Jangan bilang saya terkurung di dalam istana ini." Balas Angel. Dia sontak memundurkan langkah kakinya.


Di saat itulah Alexander dan Felix baru menyadari. Jika Angel tidak menggunakan alas kaki sama sekali. Gadis itu jalan bertelanjang kaki di sepanjang lorong istana.


"Kamu tidak menggunakan alas kaki." Ucap Alexander sontak segera duduk sujud dan ingin meraih kaki telanjang Angel.


Tentunya Angel dengan gerakkan cepat mundur menjauh. Sikap itu tidak sopan baginya, mana mungkin dia membiarkan seorang pria menyentuh kakinya yang kotor.


"Jangan tuan. Saya tidak apa apa. ini sudah biasa." Balas Angel terlihat tidak nyaman akan sikap Alexander yang sujud di hadapannya.


"Bagaimana ini tidak apa apa…kakimu bisa terluka jika tidak memakai alas kaki." Balas Alexander sedikit marah akan tindakan gegabah Angel.


Angel yang merasa tidak nyaman. Ikut bersujud di hadapan Alexander. Membuat Felix dan dua pengikut setia serta beberapa penjaga yang ada di sana ikut bersujud seperti keduanya. Mereka ada pada situasi yang serba salah.


Kaisar mereka sedang bersujud. Tidak mungkin mereka hanya akan berdiri saja. Tindakan itu tidaklah sopan di hadapan seorang kaisar yang sedang merendahkan tubuhnya.


Angel tidak begitu perhatian akan hal yang terjadi.


Alexander melihat intens ke arah Angel. Dia pun membuang nafanya yang terasa berat. Alexander bangkit seperti permintaan Angel, kemudian di ikuti oleh yang lainnya. Sehingga Angel baru menyadari sikap semua orang yang ikut bersujud seperti mereka.


'Ada apa dengan mereka semua?' Gumam Angel di dalam benaknya.


"Bangun. Mari kita kembali ke kamar." Ajak Alexander dengan cepat dan tegas.


Cukup baginya untuk mengikuti permainan Angel. Kini giliran permainannya yang harus Angel ikuti. Angel harus tahu siapa dirinya?


Saat Angel telah bangkit. Dengan gerakkan cepat Alexander merangkul dan menggendong Angel ala bridal. Tentunya Angel sangat terkejut akan perbuatan Alexander.


"Tuan…apa yang anda lakukan. Turunkan saya…!!" Kata Angel terkejut karena ia kini berada di dalam gendongan ala bridal Alexander. Dia juga malu terlihat oleh Felix dan beberapa orang di sana.


"Diam. Atau aku akan menghukummu." Balas tegas Alexander.


"Menghukum saya. Itu tidak mungkin tuan, apa salah saya sehingga harus di hukum?"


"Kamu tidak patuh padaku, ingin kabur dari istana, dan menjauh dariku, tidak sopan berpakaian, dan tidak menggunakan alas kaki. Banyak alasan kesalahan yang kamu perbuatan sehingga dapat aku hukum." Jelasnya.


"Apa hak anda melakukan ini pada saya tuan?" Bantah Angel sembari terus berontak di dalam gendongan Alexander.


Pria itu cukup kuat untuk menahan tubuh langsing Angel. Sehingga gadis itu tidak akan mudah untuk lepas dari rangkulan kuatnya. Alexander senang di dalam hatinya jika telah memegang kendali seperti itu.


Alexander terus melangkah, dan melewati semua orang. Felix dan dua pengikut setia kaisar hanya dapat mengikuti dari arah belakang.


"Tuan…jangan seperti ini. Saya bisa jalan sendiri, turunkan saya tuan." Angel masih saja berontak.


Tentunya Alexander tidak akan peduli sikap berontak Angel. Dia terus melangkah menuju ke kamar pribadinya.


"Tuan Felix…tolong katakan kepada kakak anda ini untuk menurunkan saya dari gendongannya." Pinta Angel melihat ke arah belakang melalui pundak Alexander.

__ADS_1


Felix tidak menjawab, dia hanya memasang wajah datarnya. Mana berani dia melakukan hal itu. Menarik gadis yang sedang di rangkul oleh kaisarnya, ataupun menasehati sang kakak. Jika itu berani ia lakukan, sudah pasti hukuman dari kaisar tirani akan ia dapatkan.


"Tuan Felix…tolong jangan diam saja…!" Histeris Angel tidak suka di perlakukan seperti itu.


"Diam dan coba untuk tenang." Ucap Alexander menghentikan langkah kakinya. Ia melihat serius ke arah Angel.


"Tuan…tolong jangan seperti ini. Saya malu…!" Ucap Angel sedikit takut akan tatapan tajam Alexander. Angel melihat aura sedikit gelap pada wajah Alexander.


"Cukup tenang, dan ikuti apa yang aku lakukan. Aku tidak akan menyakitimu." Balasnya terlihat dan terdengar tulus.


"Tapi tuan…!!"


"Tidak ada bantahan lagi." Balasnya cepat.


Alexander kembali melangkah. Sepanjang lorong yang ia lalui, semua penjaga yang mereka lewati memberikan sikap hormatnya kepada Alexander. Tentu saja Angel heran melihat itu semua.


Siapa pria ini? Itulah pertanyaan di dalam hatinya. Angel benar-benar tidak mengenal ataupun tahu siapa pria yang sedang merangkulnya di dalam gendongan ala bridal saat ini.


"Tuan…!" Panggil pelan Angel.


"Mmmm…!" Balas pelan Alexander.


"Apa anda salah satu keluarga kerajaan?"


"Siapa yang kamu lihat dariku?"


Angel terdiam sembari melihat terus ke arah setiap penjaga yang mereka lalui. Mereka semua memberikan sikap hormat mereka kepada Alexander. Sedangkan saat Felix dan dua pria lainnya di belakang melangkah, setiap penjaga hanya menundukkan kepala mereka sedikit.


Sungguh lain perbedaannya. Angel mulai merasa ada yang aneh tentang siapa pria yang sedang merangkulnya tersebut.


"Anda pasti salah satu keluarga kerajaan." Ungkapnya pelan.


Alexander melihat sejenak ke arah Angel, lalu tersenyum tipis. Angel semakin heran akan sikap santai pria tersebut.


"Tuan…!" Tiba-tiba Angel menyembunyikan wajahnya di balik pundak Alexander dan memeluk lehernya dengan erat. Sontak Alexander berhenti dari langkahnya akan sikap intim yang di lakukan oleh Angel.


"A…ada apa…?" Tanya Alexander sembari menelan salivanya karena rasa gugup akan keintiman mereka berdua.


Angel bersembunyi karena melihat sosok menteri Lukas Stewart yang sangat ingin ia hindari. Sosok yang cukup tegas dan dingin saat kemarin ia melakukan ritual di istana Kekaisaran.


"Tuan, ada menteri Lukas di sana. Tolong sembunyikan saya…saya takut padanya…!" Ucap Angel di sela sela wajahnya yang ia sembunyikan.


Alexander tersenyum, sikap Angel sangat menggemaskan di matanya. Dianpun melihat ke arah menteri Lukas yang datang mendekati mereka.


"Salam hormat hamba, yang mulia." Sapa Lukas memberikan sikap hormatnya dengan satu kaki yang di tekuk.


Lukas tidak merasa heran akan sikap kaisarnya yang sedang merangkul seorang wanita. Pasalnya ia sudah mengetahui segalanya mengenai Angel. Hanya Angel saja yang tidak tahu apapun.


"Bangunlah. Lukas…bisakah kau menghindar untuk sementara waktu. Ada yang takut bertemu denganmu." Ucap Alexander melihat ke arah Lukas yang terlihat bingung akan perkataannya.


Sedangkan Angel menyimak dengan tenang di dalam persembunyiannya.


Alexander memberikan isyarat jika Angel lah yang takut bertemu dengannya. Lukas pun mengerti maksud dari sang kaisar.


"Baik yang mulia. Hamba mengerti." Balas Lukas dengan sikap hormatnya.


"Hamba undur diri, yang mulia. Selamat pagi." Pamit Lukas segera berlalu dari tempat itu.


Sedangkan Angel mencoba mencerna semuanya. Sikap hormat semua orang kepada Alexander. Semuanya mengikuti apa yang Alexander perintahkan, tanpa ada yang berani membantah.


'Apa pria ini memiliki jabatan yang begitu tinggi, sehingga semua orang bersikap hormat kepadanya. Jika dia adalah salah satu pangeran kerajaan, sikap hormat semua orang tidak akan berlebihan seperti ini. Seolah mereka sedang hormat kepada seorang kaisar kerajaan. Tidak mungkin, tidak mungkin pria ini adalah seorang kaisar. Bukannya kaisar sedang tersegel di dalam patung." Gumam Angel di dalam benaknya menerka siapa Alexander sebenarnya?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2