Dunia Magic Sang Penulis.

Dunia Magic Sang Penulis.
22. Kita Ini Teman.


__ADS_3

***Kerajaan Royal Land***


Alita dan Sai tidak ingin kembali secepat itu ke dunia mereka. Mereka berdua masih ingin tinggal di dunia magic tersebut. Mereka ingin menuntaskan rasa penasaran dan tantangan yang mereka rasakan.


"Tidak. Aku ingin tetap tinggal di sini. Aku akan bekerja sama seperti rencana semula." Ungkap keinginan Alita. Dia tidak ingin kembali, karena belum puas untuk bersenang-senang di dunia yang auranya terasa berbeda baginya.


"Aku juga. Aku masih ingin tinggal di sini. Aku akan bekerja sama seperti rencana awal kita." Balas Sai apa yang menjadi keinginannya. Sai masih penasaran akan dunia tersebut, dunia lain yang berbeda dari dunia asalnya.


"Itu tergantung dari sikap kalian berdua. Kita ini teman, mengapa harus berseteru karena hal hal sepele." Ungkap Angel.


Alita dan Sai terdiam akan perkataan Angel. Keduanya tidak pernah memiliki teman yang seperti Angel katakan. Apakah mungkin mereka dapat berteman?


"Teman…!" Ucap Sai dan Alita secara bersamaan.


"Iya. Kita ini teman bukan. Teman seperjuangan mulai sekarang." Kata Angel melihat Alita, Sai dan Glory secara bergantian.


Alita melirik ke arah Sai sejenak, lalu segera memalingkan wajahnya ketika melihat Sai juga melirik ke arahnya.


"Ingat. Teman tidak saling menyerang ataupun menjelekkan. Justru kita harus saling mendukung dan melindungi." Ucap Angel ingin menyentuh hati mereka.


Alita, Glory, Sai dan Leonardo tersentuh akan perkataan Angel.


"Maafkan aku." Ucap Alita melihat ke arah Angel dan Sai secara bergantian.


"Glory, lepaskan aku. Aku sudah tenang." Ucapnya kepada Glory.


Glory yang tahu maksud Alita, akhirnya melepaskan rangkulannya.


Alita melangkah mendekati Sai. Dengan raut wajah tenangnya ia melihat intens wajah Sai yang juga melihat ke arahnya.


"Sai…maafkan aku. Tapi tolong, jangan memanggilku putri kecil lagi. Aku memiliki sebuah trauma akan kata kata itu." Ungkap Alita.


Angel seketika mengingat perjalanan dan alur cerita kehidupan seorang putri Alita Sakura. Iya, Alita memiliki trauma berat akan kata kata putri kecil. Alita benci akan dua kata itu.


"Putri Alita benar, tuan Sai. Dia memiliki trauma berat akan dua kata itu." Kata Angel membenarkan.


Sai melihat ke arah Angel. Pria itu melihat kejujuran dari sorot mata Angel. Dia yakin jika Angel sebagai orang yang menciptakan karakter mereka, tidak akan berbohong.


"Maafkan aku, putri…Aku tidak bermaksud untuk membangkitkan rasa trauma mu itu." Balas Sai terdengar tulus.


"Iya. Aku memaafkan mu." Balas Alita menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua sepakat untuk tidak berseteru lagi. Semua berakhir dengan aman.


Mereka melanjutkan perjalanan yang di tunjukkan oleh Leonardo. Diam diam Angel tersenyum tipis, dia berhasil mulai mengatur segalanya mengikuti apa yang ia inginkan.


'Apa kalian pikir dapat memandangku dengan remeh. Kalian lupa siapa aku yang sebenarnya. Akulah yang menciptakan kalian, sehingga kalian ada menjadi sebuah karakter. Akulah yang membuat dan menentukan semuanya tentang kalian. Kalian tidak akan bisa menolak apa yang aku inginkan. Ini demi kebaikan kita semua.' Gumam Angel di dalam hatinya.


Tidak ada yang mengetahui, jika saat perseteruan Alita dan Sai terjadi. Diam diam Angel menulis alur cerita baru untuk mereka semua. Menuliskan sebuah alur untuk menyelesaikan perseteruan tersebut di atas telapak tangannya.


Alur cerita yang Angel buat adalah, dari awal Leonardo datang untuk membantu memisahkan Alita dan Sai atas perintah darinya. Memberikan pengertian untuk Glory agar mau membantu Leonardo dalam perseteruan itu. Alur kerja sama Leonardo dan Glory yang dapat sama sama untuk memisahkan Alita dan Sai. Keberhasilan membuat Alita dan Sai berbaikan kembali karena ancaman dari Angel.


Semua yang terjadi beberapa saat yang lalu adalah alur cerita baru yang Angel tulis di atas telapak tangannya, dan Angel cukup terkesan karena semuanya berhasil menjadi kenyataan seperti yang ia inginkan.


Angel merasa kalau saat ini, ia sedang membuat sebuah karya tulis yang di perankan langsung oleh mereka. Sungguh ajaib bagi Angel.


'Pena ini benar-benar sangat berguna. Pena ajaib yang mulai aku sukai. Semuanya terbukti nyata, dan mengikuti apa yang aku tulis dan inginkan.' Gumamnya di dalam hati.


Mereka sampai pada tempat tujuan. Alexander yang duduk di balik meja kerjanya melihat kedatangan Angel dan beberapa orang yang tidak ia kenali.

__ADS_1


"Salam hormat yang mulia." Sapa Angel. Sedangkan yang lainnya hanya diam saja.


"Ada apa?" Tanya Alexander.


"Maaf jika saya mengganggu anda. Saya membawa tiga teman untuk datang berkunjung ke dalam istana. Apakah mereka boleh tinggal beberapa malam di istana ini?" Tanya Angel meminta ijin Alexander.


Alexander tidak langsung menjawab. Ia merasakan aura yang berbeda dari ketiga teman yang di maksudkan oleh Angel. Terlebih lagi ke arah Alita yang memang memiliki aura kekuatan spiritual dengan spirit binatang sakral burung phoniex apinya yang melegenda.


"Teman…!" Ucap Alexander melihat ke arah Angel dan yang lainnya secara bergantian.


"Iya yang mulia. Perkenalkan, ini putri Alita Sakura datang dari sebuah kerajaan yang jauh dari Kerajaan ini. Ini nona Glory Johanes seorang dokter yang selalu membantu saya di saat terluka. Sedangkan ini tuan Sai Ricardo yang selalu membantu saya di saat kesulitan." Ungkap Angel memperkenalkan mereka satu persatu.


"Apakah mereka boleh tinggal beberapa malam di istana ini. Saya meminta bantuan mereka untuk menyelesaikan dan mencari tahu dalang dari pembunuh bayaran yang ingin membunuh saya, yang mulia." Ungkapnya.


Sontak Alita, Sai, dan Glory terkejut karena tidak tahu menahu tentang hal itu. Sejak kapan mereka akan melakukan apa yang Angel katakan tadi.


Alexander terdiam sejenak sembari mencerna apa yang Angel katakan.


"Baiklah! Silahkan." Balas Alexander.


"Leonardo, katakan kepada Lukas untuk mempersiapkan kamar untuk mereka." Perintahnya kepada Leonardo.


"Baik yang mulia." Balas Leonardo menerima perintah, dan segera berlalu dari tempat itu.


"Tiga teman mu boleh tinggal di istana ini. Ingat tetap mengikuti aturan istana." Peringatan dari Alexander.


"Tentu saja, terima kasih yang mulia." Angel senang urusannya di permudah, walaupun ia tidak mencoba melakukan sesuatu dengan Pena ajaibnya untuk membuat alur cerita agar Alexander setuju.


Awalnya Angel akan menggunakan Pena ajaibnya jika Alexander menolak keinginannya, tetapi itu tidak terjadi.


"Silahkan nona, tuan…Kamar kalian sudah di persiapkan." Kata Leonardo setelah mendapatkan informasi cepat dari anak buah Lukas, jika kamar yang mereka perlukan sudah tersedia.


"Kamu tetap di sini Angel." Ucap Alexander kepada Angel yang ingin ikut pergi.


"Ada sesuatu yang ingin aku bahas bersama mu mengenai acara besok pagi." Balas Alexander.


Angel berpikir sejenak. Dia pun melihat ke arah Alita, Sai dan Glory. Memberikan isyarat untuk ketiganya pergi bersama Leonardo.


Ketiganya mengikuti kemana Leonardo pergi. Kini tinggal Angel dan Alexander berdua saja di ruangan itu.


Alexander bangkit dan melangkah mendekati Angel. Pria itu meraih tangan Angel dan menariknya untuk duduk ke atas sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Duduklah." Perintah Alexander.


Mereka duduk berdampingan pada satu sofa panjang. Alexander menatap teduh gadisnya.


"Apakah kamu baik hari ini?" Tanya Alexander.


"Saya baik yang mulia." Balasnya.


"Mereka bertiga benar-benar teman mu?"


Angel melihat teliti dan serius ke arah Alexander.


"Iya yang mulia. Mereka adalah teman saya, dan akan membantu saya dalam menyelesaikan semua kesulitan saya."


"Apa kamu dapat merasakan aura mereka yang terasa kuat. Aku khawatir kepadamu…!" Ucap Alexander sangat perhatian.


"Saya tahu yang mulia. Putri Alita Sakura adalah putri yang memiliki kekuatan spritual dengan binatang spirit burung phoniex apinya. Dia putri yang baik hati dan teman yang sangat baik untuk saya." Jelas Angel.

__ADS_1


"Sedangkan Glory dan Sai adalah teman yang selalu ada ketika saya membutuhkan bantuan dari mereka." Jelas Angel.


Angel tahu Alexander benar-benar khawatir kepadanya. Angel hanya ingin memiliki seorang teman sekaligus pengikut yang akan selalu berada di sisinya.


"Baiklah, kalau itu yang memang kamu inginkan." Kata Alexander sembari memperbaiki anak rambut Angel yang terurai ke arah belakang telinganya.


Angel cukup tercengang akan sikap lembut Alexander yang tidak terduga tersebut. Tubuhnya kaku melihat ke arah Alexander yang tersenyum manis ke arahnya.


"Besok aku akan mengumumkan bahwa kamu adalah calon permaisuri ku kepada semua orang yang hadir. Agar seluruh rakyat kerajaan ku tahu calon permaisuri mereka." Ungkap Alexander menatapnya dengan teduh.


Angel diam tidak bergerak. Hanya bisa menelan salivanya. Situasi yang membuat tubuhnya mulai memanas akan perlakuan lembut Alexander kepadanya.


"Mengapa diam saja?" Tanya Alexander.


"Iya yang mulia. Lakukan apa yang menurut anda baik."


"Kamu tidak keberatan bukan."


"Tentu saja tidak, yang mulia."


"Tapi, apakah pengumuman itu bisa di lakukan setelah selesai memberikan penghargaan untuk dua nona muda yang mengikuti ritual. Yang mulia."


"Mengapa seperti itu?"


"Biarkan berita bahagia ini di umumkan di akhir acara. Akan terlihat lebih berkesan untuk semua orang yang hadir. Mereka akan selalu mengingat peristiwa itu sepanjang hidup mereka."


"Itu ide yang cukup bagus. Baiklah."


"Terima kasih yang mulia."


Angel tersenyum senang.


'Kita akan lihat nona nona muda. Apakah kalian akan senang menerima nasib baikku ini. Kalian yang memandangku remeh dan bersikap sombong kepada ku. Apakah akan melakukan hal yang sama setelah mendengar berita bahagia ini. Aku yakin kalian berdua akan semakin membenciku. Apa aku peduli, tidak sama sekali. Kalian harus tahu siapa aku yang sekarang.' Gumam Angel di dalam hatinya.


"Baiklah, ayo kita kembali ke kamar. Bersiap siap untuk makan malam." Ajak Alexander.


"Kamu tidak akan makan malam bersama teman-teman mu bukan, dan meninggalkan aku makan malam seorang diri. Aku ingin kita makan malam berdua saja malam ini." Kembali Alexander berkata.


"Tentu yang mulia. Saya akan makan malam bersama anda." Balas Angel tersenyum manis.


Mencari perhatian dari pria di hadapannya adalah hal yang harus ia lakukan saat ini. Berada dekat dengan pria ini akan baik untuknya. Pria yang berkuasa dan berpengaruh di dunia magic itu.


Alur yang akan baik untuk Angel jalani, jika dia memiliki dukungan dari orang yang berkuasa dan berpengaruh seperti Alexander.


Mereka kembali bersama ke dalam kamar. Bergandengan tangan dengan mesra, hingga tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya.


Bagi Alexander kebersamaannya dengan Angel adalah hal yang selalu ingin ia lakukan. Apalagi hari ini hampir satu hari penuh dia bergulat dengan pekerjaannya yang di berikan oleh Felix dan Lukas. Sehingga tidak dapat menemani gadisnya untuk menikmati waktu luang.


Alexander ingin malam ini menikmati harinya berdua bersama Angel. Makan malam, menikmati teh hangat, membaca buku bersama dan pada akhirnya tidur bersama satu ranjang di dalam selimut yang sama.


Alexander tersenyum bahagia membayangkan semua itu terjadi malam ini. Kebahagiaan yang begitu sederhana, tetapi sangat berkesan di hatinya. Hatinya telah terikat dan tertarik kuat kepada sosok Angelica Hernando. Apakah itu karena ada darah gadis itu yang mengalir di dalam tubuhnya? Sehingga Alexander ingin selalu berada dekat dengan calon permaisurinya tersebut.


Alexander hanya tahu, ingin selalu bersama Angelica Hernando.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2