
***Kerajaan Royal Land***
Leonardo sang singa terbang tengah berdiri tidak jauh di samping singgasana kaisar Alexander Gavriil.
Di saat itulah ia merasa aneh akan tubuh dan pikirannya yang terasa berbeda. Setelah suara gemuruh dan petir yang begitu besar selesai terdengar, tubuh dan pikirannya segera teralih pada pintu samping aula.
Pria itu melangkah dengan sendirinya ke arah pintu dan membuka pintu tertutup rapat tersebut. Di sana sudah berdiri tegak Angel, Alita, Glory dan Sai.
"Tolong katakan kepada yang mulia kaisar. Saya akan masuk sekarang!" Perintahnya dengan nada sopan.
Angel mengucapkan perintah itu dengan raut wajahnya yang terlihat ramah dan senyum tipis di bibir merahnya, seakan menghipnotis Leonardo.
"Akan saya katakan." Balas Leonardo patuh begitu saja, tatapan matanya seakan tidak dapat berpaling dari Angel.
Leonardo segera berlalu dari hadapan mereka, dengan bersamaan terdengar komentar dari Glory dari arah belakang Angel dan Alita.
"Kau mulai lagi. Sungguh luar biasa pengaruh kekuatan menulis mu itu." Komentar Glory terdengar sinis.
Angel tersenyum. Gadis itu senang dengan apa yang berhasil ia lakukan dan dapatkan.
Saat menuju ke depan pintu samping aula. Mereka dapat melihat jelas, Angel menuliskan sebuah kalimat perintah untuk Leonardo datang dan membukakan pintu. Angel tidak lupa memberikan sedikit kalimat agar Leonardo mengikuti semua perintahnya setelah melihat senyuman di wajah ramahnya.
"Orang akan pandai bersilat lidah. Tetapi kau pandai bersilat tulisan." Komentar Glory terdengar semakin sinis.
Glory tidak suka melihat Leonardo mendapatkan perintah seenaknya dari Angel. Apalagi Angel melakukan perintah itu dengan cara manipulasi tulisan yang memiliki sebuah kekuatan yang tidak dapat di cegah oleh siapapun.
Angel tersenyum akan komentar sinis yang Glory keluarkan.
"Setidaknya aku tidak mencelakai seseorang dengan bersilat tulisan seperti ini." Ucapnya membalas sembari Angel menunjukkan buku ajaibnya kepada Glory tanpa melihat ke arah wanita mafia itu.
Glory tersenyum sinis melihat punggung Angel. Dia sadar tidak akan mudah baginya melawan Sang Penulis yang ada di hadapannya itu. Seseorang yang telah menciptakan dirinya, Alita dan Sai sehingga dapat memiliki sebuah rupa dan karakter tersendiri untuk mereka.
Beberapa saat kemudian Leonardo datang kembali mendekati mereka, lalu berkata.
"Nona, akan masuk setelah yang mulia kaisar memberikan sebuah isyarat." Ucap Leonardo dengan ramah, tetapi wajahnya yang terlihat datar.
"Baik, saya mengerti." Balas singkat Angel mengerti apa yang di maksudkan Leonardo.
Mereka masih setia berdiri pada pintu. Mendengarkan apa yang terjadi di dalam aula. Mario dan Marisa terlihat masih duduk bersujud di hadapan sang kaisar. Mereka tanpa sengaja menunjukkan keburukkan dan kebohongan yang mereka miliki.
Alexander menatap mereka tajam dan begitu dinginnya. Kebohongan dan kelicikan mereka yang ada di hadapannya cukup membuatnya marah dan murka.
Tanpa rasa malu dan penuh akan kepercayaan diri mereka terus untuk berbohong. Tentunya Alexander sebagai kaisar kerajaan Royal Land merasa di khianati oleh rakyatnya.
"Aku tidak suka di khianati dengan cara apa pun. Aku adalah kaisar kerajaan ini dan hidupku sudah sangat lama atau dapat di katakan kekal abadi untuk waktu yang cukup lama. Jadi aku tahu apapun yang semuanya telah terjadi, bahkan sebelum kalian semua lahir ke dunia ini. Jangan pikir akan dapat membodohiku... !!" Ucap Alexander dengan beberapa kata kata yang ia tekankan. Begitu sinis dan dinginnya.
Mereka yang hadir di sana terdiam takut akan perkataan kaisar. Cukup dapat di mengerti oleh beberapa dari mereka, terlebih lagi oleh mereka yang ada di hadapan sang kaisar tirani.
Anne, Marisa, Monica dan Mario cukup tahu arah perkataan Alexander. Mereka diam seribu bahasa dengan beberapa kali berusaha menelan saliva mereka.
"Hukuman yang cukup berat akan kalian dapatkan jika berani berkhianat padaku. Apa lagi berbohong di hadapanku." Jelasnya dengan tegas.
Lagi lagi mereka berempat menelan saliva mereka dengan susah payah.
"Sebelum sebuah kebenaran terungkap. Aku akan memberikan satu kesempatan terkahir untuk kalian berkata jujur kali ini." Ungkapnya lagi.
__ADS_1
Kembali ke empat orang yang ada di hadapan kaisar menelan saliva mereka dengan susah payah.
Monica yang sangat terlihat ketakutan, tidak ingin menambah beban kesalahan yang telah ia perbuat. Gadis itu cukup penakut untuk terus meneruskan rencananya semula.
'Aku tahu kaisar mengetahui kebohongan kami. Aku tidak ingin mendapatkan kemurkaan dari Kaisar, cukup sampai di sini. Aku tidak ingin masuk lebih dalam lagi.' Gumam Monica di dalam benaknya.
Monica segera duduk bersujud.
"Mohon ampunan yang mulia." Ungkap Monica terlihat takut akan kemurkaan kaisar.
Semua orang tentunya terkejut melihat sikap Monica berubah begitu cepat.
"Ada apa? Mengapa kau meminta ampunan dariku?" Tanya Alexander.
Monica melihat ke arah Alexander yang melihat ke arahnya.
"Ampun beribu ampun yang mulia." Sujudnya dengan kepala yang ia tundukkan hingga menyentuh lantai.
Anne terlihat tidak suka akan sikap Monica yang berubah dengan begitu cepat. Tentunya gadis itu tidak ingin terseret oleh Monica, jika saja Monica ingin berkata jujur saat ini.
Alexander dan yang lainnya diam dan melihat ke arah Monica.
"Hamba bersalah karena telah berani mencoba untuk berbohong kepada anda. Hamba tidak ikut melakukan ritual untuk kebangkitan anda, yang mulia." Pada akhirnya Monica jujur dan tidak ingin berbohong lebih dalam lagi.
Alexander terdiam dan menyimak pengakuan Monica yang cukup berani.
"Apa kau yakin? Itu artinya kau tidak akan mendapatkan penghargaan dariku." Tanya dan penjelasan Alexander.
Monica tidak berani mengangkat kepalanya. Gadis itu hanya dapat menundukkan kepalanya karena rasa takutnya terhadap sang kaisar.
"Maafkan hamba yang mulia. Hamba bersalah dan tidak pantas menerima kebaikan yang mulia. Mohon ampunan yang mulia." Suara Monica terdengar semakin takut.
"Jika kau tidak ikut melakukan ritual kebangkitan ku. Itu artinya hanya dua orang yang melakukannya?" Tanya Alexander.
Monica berada pada pilihan yang sulit. Jika mengungkapkan kebenarannya, itu artinya dia menentang Anne. Tapi jika dia tidak jujur, itu artinya dia berkhianat kepada sang kaisar.
"Maafkan hamba yang mulia. Beberapa hal ada di luar kendali hamba. Mohon kebijaksanaan yang mulia akan masalah ini." Balas Monica mencari aman saja.
"Baiklah. Setidaknya aku hargai kejujuran mu yang berani mengakui kesalahan mu itu." Ungkap Alexander dengan wajahnya yang datar dan tatapan matanya yang begitu dingin.
"Lukas, kau tahu harus berbuat apa pada nona ini. " Perintah sang kaisar kepada menteri kepercayaannya. Lukas melihat ke arah Alexander.
"Baik yang mulia, hamba mengerti." Balas Lukas dengan patuh.
Lukas memberikan isyarat mata kepada dua pengawal yang ada di tidak jauh darinya. Dua pengawal yang segera mengerti harus berbuat apa.
Mereka berdua datang mendekati Monica yang masih pada sujudnya.
"Nona Monica Pancho... !" Panggil Lukas dengan lantang.
Monica mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat ke arah Lukas.
"Silahkan bangkit dan berdiri lah di sisi singgasana kaisar. Anda akan aman oleh penjagaan dari mereka berdua." Ucap Lukas kembali sembari melihat ke arah dua pengawal tersebut secara bergantian.
"Baik tuan." Balas Monica mengerti.
__ADS_1
"Terima kasih atas kebaikan yang mulia. " Ucap Monica sebelum bangkit dari sujudnya.
Gadis itu merasa aman melihat sikap sang kaisar yang tidak marah lagi kepadanya. Tanpa Monica sadari, itu hanya sedikit trik tarik ulur dari sang kaisar tirani.
Monica bangkit dari sujudnya, melangkah dengan di iringi oleh dua pengawal kerajaan hingga berada tidak jauh di sisi singgasana sang kaisar.
Kembali pada tiga orang lagi. Anne masih setia pada kepercayaan diri dan keteguhan hatinya untuk melakukan semua yang ingin ia lakukan. Sekalipun harus berbohong di hadapan kaisar Alexander. Gadis itu tidak peduli pada apa yang akan terjadi selanjutnya.
Alexander melihat ke arah Mario dan Marisa yang masih setia pada sikap sujudnya, kemudian melihat ke arah Anne yeng terlihat masih sama pada posisinya semula.
"Bagaimana dengan kalian? Apakah ada yang ingin kalian katakan? Setelah kesempatan kedua yang aku berikan?" Tanya Kaisar Alexander menatap dingin ke arah ketiganya.
"Maaf yang mulia, hamba menerima semua keputusan anda." Balas Anne masih setia pada keyakinannya, jika Angel sudah tewas dan kebohongannya tidak akan terungkap.
Alexander terlihat tenang serta datar, melihat ke arah Anne yang begitu penuh akan kepercayaan dirinya.
'Gadis bodoh.' Gumam Alexander di dalam benaknya meremehkan Anne.
"Bagaimana dengan kalian berdua?" Tanya Alexander melihat ke arah Mario dan Marisa.
"Maaf yang mulia, kami mengikuti semua keputusan anda." Balas Mario melihat Alexander dengan keberanian yang ia paksakan.
Alexander terdiam sejenak untuk menikmati suasana yang ada saat ini.
"Baiklah." Ucapnya melihat ke arah Lukas.
"Lukas…!" Panggil Alexander kepada orang kepercayaan itu.
"Hamba yang mulia." Balas Lukas sembari bersikap hormat kepada sang kaisar.
"Berikan penghargaan itu kepada mereka." Perintahnya.
"Siap laksanakan yang mulia." Balas Lukas menerima perintah sang kaisar.
Beberapa pelayanan istana datang mendekati Lukas yang berdiri di hadapan Anne, Mario dan Marisa dengan membawa baki.
Lukas meraih sebuah gulungan berwarna hitam keemasan yang ada di atas baki tersebut. Membuka dan membaca isi di dalam gulungan itu.
"Rasa syukur dan terima kasih aku ucapkan kepada kalian yang telah setia kepada ku. Penghargaan ini di berikan sebagai tanda jasa untuk membalas kebaikan kalian yang telah membantu ku lepas dari kutukan. Ini tanda kehormatan dari kaisar kerajaan Royal Land. Kaisar Alexander Gavrill" Ucap lantang Lukas membaca isi dari gulungan di tangannya.
Lukas kembali menggulung gulungan tersebut. Kemudian di serahkan satu persatu kepada Marisa dan Anne yang siap menerimanya dengan sikap tunduk hormat mereka.
"Terima kasih atas kebaikan dan kehormatan dari yang mulia kepada kami." Balas Marisa dan Anne serempak.
Lukas kembali memberikan sebuah kotak berwarna putih keemasan kepada kedua gadis yang masih setia pada posisi mereka.
Tentu saja kedua gadis itu menerima hadiah tersebut dengan senyuman yang merekah kebahagiaan di wajah mereka.
Tanpa mereka sadari apa yang akan terjadi selanjutnya kepada mereka berdua. Hanya akan terjadi setelah semua jelas terlihat.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.