Dunia Roh

Dunia Roh
Rencana Wanita Bordil


__ADS_3

Diperjalanan menuju kedesa Roh Sungai, mereka berhenti disungai yang tidak jauh dari akademi, untuk minum dan beristirahat sejenak, sambil mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan , setelahnya mereka sampai dikota Jingling, mereka berempat memilih untuk beristirahat dipenginapan.


"Lihat,didepan ada penginapan Jingsun disana terkenal akan keindahan yang membuat mata kita kembali sehat, " ucap Shan antusias.


"Baiklah, karena hari sudah mulai larut, kita akan beristirahat disana malam ini, " imbuh Kexing lalu berjalan terlebih dulu untuk masuk kedalam penginapan itu.


Xieyu dan Lie Jan serta Shan, Kexing ,langsung duduk disalah satu meja dipenginapan itu, saat Kexing beberapa kali memanggil pelayan,tidak ada pelayan yang mendengarnya, karena sore itu pelanggan sangatlah ramai, membuat Kexing menggebrak meja pelan.


"Kau! cepat panggil pelayan, untuk memesan makanan dan minuman," tunjuk Kexing pada Xieyu.


Xieyu mengangguk , melihat gelagat Kexing yang menyuruh Xieyu seenaknya membuat Shan jengkel dengan Kexing, sebelum Shan hendak berbicara, Xieyu terlebih dulu memegang kain baju Shan lalu menggeleng pelan bermaksud agar Shan tidak berdebat lagi dengan Kexing,dan dibalas lirikan tajam oleh Shan,setelahnya Xieyu langsung pergi kearah pelayan.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Shan dipenginapan Jingsun memanglah surganya untuk mencuci mata, disana banyak sekali wanita wanita cantik yang sedang menari, bernyanyi dan bermain musik menghibur para pelanggan yang datang,sepanjang menikmati makanan,mata Shan sama sekali tak berkedip sedikitpun bahkan mulutnya terus tersenyum kearah para wanita itu, membuat Lie Jan yang melihatnya menggelengkan kepalanya pelan.


Setelah menginap satu malam dipenginapan itu, saat ini mereka berempat sudah bergegas untuk melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda, setelah hampir setengah hari menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, mereka berempat langsung tersenyum tatkala melihat pemandangan yang indah didepan mereka.


"Uwwaahh... Air terjun, " teriak Shan kegirangan sambil berlari kearah sungai yang mengalir dibawah air terjun itu.


"Dasar kampungan, " sindir Kexing sambil tersenyum mengejek.


Xieyu dan Lie jan yang berada dibelakang Kexing lebih memilih diam,dan berjalan kearah sungai itu, untuk mengisi kantong persediaan air mereka yang hampir habis.


Kexing memutar kedua bola matanya malas, "Sudahlah jangan seperti orang kampungan, lebih baik kita segera pergi agar cepat sampai didesa Roh Sungai, agar aku bisa segera membunuh setan roh itu dengan tanganku sendiri, " ucap Kexing dengan gaya angkuhnya.


Karena kehidupan Kexing yang sejak kecil hidup diakademi Roh Bayangan dengan segala hinaan dan cemoohan tanpa pernah mendapatkan pujian sedikitpun, sekarang dirinya menjadi angkuh dan sombong setelah dipuji oleh Guang jun dan mendapatkan kepercayaan memimpin perjalanan kedesa Roh Sungai.


"Sonbong!" sahut Shan.

__ADS_1


Mendengar ucapan Shan,Kexing langsung menatap tajam kearah Shan. "Memangnya kenapa? bukankah memang akulah yang terkuat diantara kalian semua." sambil melipatkan kedua tangannya kedada.


"Sudahlah,sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita, didepan adalah kota Roh Awan," imbuh Lie Jan menengahi perdebatan mereka.


"Baiklah aku akan membawa kalian semua ketempat yang paling terbaik didesa Roh Awan," kata Shan penuh semangat.


"Aku harap, bukan seperti yang aku pikirkan saat ini, " gumam Lie Jan pelan.


Ternyata tebakan Lie Jan tidak salah sama sekali,Shan membawa mereka berempat ketempat penginapan wanita bordil yang paling terkenal disana,saat mereka berempat masuk, mereka langsung disambut dengan gaya centil khas wanita pelacur yang selalu menempel pada tubuh mereka.


Xieyu yang terus ditempeli oleh ulat bulu yang selalu meraba raba tubuhnya membuatnya ingin sekali melempar semua wanita itu dari tubuhnya, sedangkan Shan ia menikmati makanannya sambil terus meladeni wanita ulat bulu yang terus menggodanya begitupula dengan Kexing.


"Enyahlah dari tubuhku! " usir Xieyu pada para wanita itu dengan wajah dinginya,membuat para wanita ulat itu pergi menjauh karena ketakutan.


"Apa kau sudah menyiapkannya?" tanya seorang lelaki pada salah satu wanita bordil disana.


"Sudah tuan, sekarang kita tinggal tunggu reaksinya saja, " jawab wanita bordil itu sambil tersenyum.


Setelah selesai memakan semua hidangan yang ada diatas meja, sekarang mereka berempat sudah berada disalah satu kamar penginapan untuk tidur.


Saat yang lainnya sudah tertidur pulas, Xieyu yang tengah duduk menikmati pemandangan bulan dari jendela,merasakan kepalanya sangatlah pusing, Xieyu memukul kepalanya pelan, menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk menyadarkan dirinya.


Brukk... Tiba tiba tubuh Xieyu terjatuh dari jendela kelantai dan tak sadarkan diri.


Setelah beberapa menit Xieyu tidak sadarkan diri, masuklah lima orang lelaki lalu membawa mereka berempat pergi dari penginapan itu.


Mereka berempat dibawa kedalam ruangan yang sangat pengap dengan kapasitas cahaya yang minim, serta ruangan yang kotor penuh dengan debu mereka semua dibaringkan diatas meja,

__ADS_1


Terlihat seorang lelaki yang sedang membelah dada seorang pria yang tak sadarkan diri, dengan cekatan, lelaki itu menetel netel seluruh dada pria itu, mengambil jantung yang ada didalam tubuh pria itu dengan tanganya,ia menarik paksa jantung itu agar cepat putus, setelahnya lelaki itu membelah perut pria itu lalu mengaduk isi perut pria itu secara brutal, dan membuang usus usus serta lambungnya kesembarang arah.


Setelah puas bermain dengan isi perut pria itu, lelaki biadab itu membuka paksa kelopak mata pria itu, lalu menyayat kulitnya agar kelopak mata itu semakin besar dan memudahkanya mengambil paksa mata pria itu dengan tanganya.


"Hiii,geli geli enak rasanya, " lelaki itu tersenyum sambil memainkan bola mata yang berlumuran darah ditanganya.


"Kau ini, cepat selesaikan tugasmu,lihatlah milikmu masih tersisa empat orang, cepatlah sedikit!" sahut lelaki yang disebelahnya yang juga sedang melakukan hal yang sama denganya.


Setelah selesai dengan pria itu,lelaki itu langsung pindah kesebelah pria muda disampingnya."Kalau yang ini pasti organ tubuhnya masih sangatlah sehat, karena usianya masih sangatlah muda, " ucap pria itu sambil tersenyum girang.


Perlahan lelaki itu menyayat perut pria itu yang tak lain adalah Xieyu, Xieyu tengah berbaring diatas meja dengan tak sadarkan diri.


"Xieyu, Xieyu bangun sayang, Xieyu,"panggil bundanya pada Xieyu dibawah alam sadarnya.


"Xieyu sadarlah sayang, " panggil bundanya kembali.


Xieyu yang sedang berbaring dan tertidur dialam bawah sadarnya perlahan membuka matanya, setelah matanya melebar sempurna Xieyu memegang kepalanya yang terasa berat.


"Sadarlah sayang, nyawamu dalam bahaya!" terdengar kembali suara bundanya.


"Bunda, bunda, bunda dimana? bunda Xieyu rindu bunda, bunda kembalilah pulang, Xieyu rindu bunda, " rintih Xieyu sambil mencari arah suara bundanya.


"Sekarang kembalilah, dan selamatkanlah teman temanmu, jika sudah waktunya, bunda akan menemui sayang, " ucap bundanya.


"Bunda,bundaa," teriak Xieyu yang masih tertidur,membuat Lelaki yang sedang menyayat dadanya terjengkit kaget.


jangan lupa like and komen

__ADS_1


Biar author tambah semangat!!!


ingat!! jangan menjadi pembaca bayangan!!!


__ADS_2