
Sampai hampir setengah Jam Wu Bai menggeledah kamar ratu dunia roh, ia sama sekali tidak menemukan apapun yang berharga, membuatnya ingin memutuskan untuk keluar.
Krekkkk...Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka,membuat Wu Bai kelimpungan dan langsung berlari mencari tempat untuk bersembunyi.
"Dasar Xio Nai bodoh! kenapa tidak memberi peringatan padaku," gerutu Wu Bai pelan yang sedang bersembunyi dibelakang ranjang ratu dunia roh yang tertutupi oleh tirai tirai.
Setelah terdengar suara pintu terbuka, tampaklah dua sosok perempuan yang masuk kedalam dengan membawa beberapa kotak perhiasan, dan meletakkannya diatas meja yang tak jauh dari meja rias, setelahnya langsung pergi keluar kembali.
Setelah dirasa cukup aman,Wu Bai memutuskan untuk kembali mencari sesuatu didalam kamar itu, saat ia bangkit dari duduknya tak sengaja tangannya menggeser sebuah lukisan yang berada didinding,dan tampaklah sebuah kunci masuk dibalik lukisan itu.
"Tombol? atau jangan jangan,akhirnya aku menemukan sesuatu," ucap Wu Bai lalu memutar tombol kunci masuk itu kekiri,dan terbukalah dinding itu yang ternyata adalah pintu masuk, segera Wu Bai berjalan masuk kedalam, sepanjang lorong yang Wu Bai lewati penuh dengan pencahayaan, karena banyak obor yang menyala,membuat Wu Bai semakin yakit jika tempat itu adalah tempat rahasia yang sering ratu dunia roh datangi.
Tak lama Wu Bai melewati beberapa lorong,ia mendengar rintihan kesakitan serta tangisan yang perlahan suaranya semakin mendekat.Membuat Wu Bai berhenti dan bersembunyi dibalik tembok, saat matanya melihat penjaga yang tengah menyiksa orang orang yang berada dalam penjara itu.
"Bukankan itu? ternyata selama ini kau menyembunyikannya disini,pantas saja ketua dan Yang Zi tidak bisa menemukannya selama ini." batin Wu Bai
"Cepat katakan, dimana kalian menyembunyikan cincin Mayitan? atau aku akan menyiksa dia lebih kejam lagi!" ancam lelaki itu pada para tahanan disana.
"Sadarlah Dingxi,dia adalah istrimu! jika kau membunuhnya, maka anakmu akan kehilangan sosok seorang ibu dihidupnya,apa kau mau anakmu bersedih karena ayahnya sendiri yang membunuh ibunya?" mohon lelaki tua yang tengah menangis meratapi nasib anaknya yang disiksa oleh suaminya sendiri.
"Sudahlah, kau tak perlu mengemis lagi padanya ayah! jika ia ingin membunuhku maka bunuhlah saja aku sekarang juga, aku sudah lelah menghadapi pahitnya dunia ini, jika aku mati ditangan orang yang paling aku cintai maka aku iklas merelakan nyawaku, pergi saat ini juga," ucap wanita itu, yang tengah disalib dengan berlumuran darah dibajunya serta kulit tubuhnya yang melepuh karena disiksa dengan besi panas yang ditempelkan kekulitnya.
"Dasar gila, ratu biadab itu! tega teganya ia melakukan hal keji ini pada sepasang suami istri,untunglah jendral Yu Xiyi dulu lebih memilih ratu Jhin Shi ketimbang wanita biadab itu." batin Wu Bai yang geram melihat adegan didepannya,ia ingin sekali membantu para tahanan itu, namun niatnya ia urungkan dalam dalam, karena ia sadar jika ia gegabah, maka tamatlah sudah rencananya.
"Wu Bai, apa kau bisa mendengarku?" terdengar suara yang berasal dari loncengnya yang bisa berkomunikasi dengan Xio Nai.
Wu Bai mengambil lonceng yang menggantung diikat pinggangnya lalu mendekatkannya kemulutnya. "Iya Xio Nai,aku mendengarmu,ada apa?" tanya Wu Bai.
"Cepatlah keluar! ratu roh sudah kembali." ucap Xio Nai kembali.
"Baiklah aku akan keluar sekarang."
__ADS_1
Setelah selesai berbicara dengan Xio Nai ,Wu Bai kembali meletakkan loncengnya keikat pinggangnya dan berjalan keluar lorong kekamar ratu, setelah keluar tak lupa menutup kembali pintu masuk rahasia itu seperti sedia kala dan langsung keluar kamar ratu dunia roh.
Flassback of
Setelah mendengarkan cerita dari Wu Bai,Xing Chi mengangguk paham."Pantas saja selama ini aku dan Yang Zi mencari keberadaan keluarga ketua anggota Yang tidak pernah membuahkan hasil, ternyata mereka semua disembunyikan disana."
"Aku sedikit heran dengan apa yang aku lihat, bagaimana bisa seorang suami menyiksa istrinya sendiri, bahkan mengurung keluarganya sendiri didalam penjara, sungguh lelaki biadab!" geram Wu Bai.
"Apa kau tau siapa nama lelaki itu?" tanya Xing Chi.
Wu Bai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sebentar akan ku ingat ingat dulu,kalau tidak salah Dingxi? iya namanya adalah Dingxi,tadi ada seorang kakek kakek tua yang menyebut namanya dengan panggilan Dingxi."
"Ciri cirinya? " tanya Xing Chi kembali.
"Ia memakai jubah hitam dan juga topeng diwajahnya.serta lelaki itu bertubuh tinggi dan gagah."
Setelah mendengar nama Dingxi, serta ciri cirinya,Xing Chi kembali teringat dengan dua orang yang menyerang dirinya dan juga Yang Zi waktu penyerangan istana malam itu, jika tebakannya tidak salah, kemungkinan besar Dingxi adalah orang yang bertarung dengan dirinya.
"Ketua, sudah dulu, karena disini tidak aman, aku akan melanjutkan misiku kembali." pamit Wu Bai.
"Baiklah,berhati hatilah."
Karena keadaan akademi Roh Bulan sedang sepi,membuat Guang Jun merasa kesepian dan memutuskan untuk pergi ketempat kakanya, melepas kerinduannya sekaligus mengisi waktu luangnya.
"Guru aku izin pamit, akan pergi mengisi waktuku sejenak, sekalian bertemu dengan kaka." pamit Guang Jun pada Li Chuan yang tengah duduk didalam ruangan kamarnya.
"Baiklah,aku mengizinkanmu pergi, yang terpenting kau harus kembali sebelum para murid murid terlebih dulu kembali keakademi."
"Baiklah guru, terima kasih,kalau begitu aku pamit guru." pamitnya lalu membungkuk hormat dan berlalu pergi meninggalkan akademi Roh Bulan.
Setelahnya langsung berangkat kegua tempat kakanya berada, dan sampailah Guang Jun disana. lalu segera masuk dan menemui kakanya.
__ADS_1
"Ka,kau dimana?" panggil Guang Jun.
"ka! adikmu datang." panggilnya kembali.
"Kenapa kau kemari?" tanya kakanya yang tiba tiba sudah berdiri tepat didepanyanya membuat Guang Jun terjengkit kaget.
"Hah... Kau ini seperti setan,kenapa kau muncul dadakan didepanku?" sambil mengelus dadanya karena kaget.
"Sudahlah,ayo duduk!" ucap kakanya.
"Hmm." Sambil berjalan untuk duduk.
"Kenapa kau kemari?" tanya Kakanya.
"Aku hanya ingin menemuimu, karena diakademi sekarang sedang sepi, jadilah aku kesini,untuk mengisi waktu luangku."
"Kenapa harus kerumahku? kenapa tidak keempat lain saja."
"Kau ini,adiknya datang bukanya senang malah tidak suka, dasar kaka aneh, asal kau tau aku kesini juga karena ada urusan lainnya."
"Urusan? urusan apa?" tanya kakanya penasaran.
"Apa kau masih ingat dengan cincin Mayitan?" tanya Guang Jun balik.
Jangan lupa like and komen...
Biar author tambah semangat upnya...
ingat!!! jangan menjadi pembaca bayangan...
Ok
__ADS_1