Dunia Roh

Dunia Roh
Roh Pelindung Air


__ADS_3

Setelah membersihkan wajahnya yang penuh dengan darah, Xieyu lebih memilih untuk menghentikan mengejar bayangan itu, karena pandangan matanya yang mulai buram, akhirnya Xieyu kembali kerumah kepala desa.


Saatnya malam tiba,langit malam dengan terangnya sinar bulan dan gemerlap bintang malam yang bertaburan tiba tiba turunlah hujan dari atas langit yang sangat lebat, membasahi desa Roh Sungai.


"Ayo masuk! " teriak Shan saat tengah duduk bersantai bersama dihalaman.


"Hujan! " Lie Jan,langsung berlari masuk kedalam rumah dengan diikuti Xieyu dan Shan dibelakangnya.


"Huahh...Kenapa bisa hujan, padahal langit malam sangatlah cerah? " ucap Shan sambil berjalan untuk duduk.


"Hujan datang tidak pernah memandang langit terang ataupun tidak, itu semua sudah kehendak langit, " sahut Kexing yang duduk tak jauh dari Shan.


"Aneh, " gumam Xieyu pelan yang sama sekali tidak terdengar.


Dari arah dapur datanglah kepala desa dengan membawa nampan berisi teh hangat yang kemudian disajikan kepada mereka berempat. "Silahkan diminum! " ucapnya mempersilakan.


Mata Shan langsung melebar dan tersenyum. "Uwwah...Terimakasih kepala desa," ucapnya lalu mengambil secangkir teh dah meminumnya.


"Bagaimana? " tanyanya.


Shan menghirup bau teh itu dalam dalam. "Aromanya sangatlah pekat dan rasanya seperti embun pagi, " pujinya.


"Benar,rasanya juga pekat seperti aromanya yang menggugah selera," imbuh Lie Jan.


Melihat Xieyu yang hanya diam saja ,membuat Kexing langsung angkat bicara. " Minumlah teh itu! hargailah usaha kepala desa! " ucapnya sinis.


Xieyu mengambil secangkir teh itu, lalu menghirup aromanya pelan,dan langsung menenggak habis, membuat keempat pria yang ada disana memandang Xieyu heran.


"Apa lidahmu tidak terbakar, tehnya itu masih panas sekali." heran Shan.


Xieyu langsung menatap heran kearah Shan. "Panas? "


"Iya panas, kenapa kau tidak meniupnya dulu atau meminumnya secara perlahan," tanyanya lagi.


"Oh, punyaku sudah dingin,aku pamit kebelakang," jawab Xieyu lalu berjalan kearah ruangan belakang yang merupakan dapur rumah itu.

__ADS_1


"Dasar aneh! mungkin lidahnya sudah mati rasa!" ucap Kexing yang masih bisa didengar oleh Xieyu.


Saat berada dibelakang rumah, Xieyu duduk di salah satu bangku yang berada didapur itu, pikirannya kembali berkecamuk mengenai racun Gu yang ada ditubuhnya,mungkin inilah yang dimaksud penderitaan sebelum dirinya mati, penderitaan yang sangat menyiksa tubuhnya, dimana semua panca indranya perlahan menghilang seiring berjalannya waktu, bahkan tumbuhnya selalu terasa lemah saat ia kelelahan atau terlalu banyak mengeluarkan energi rohnya,saat ini dirinya bahkan sudah tidak bisa merasakan rasa makanan yang ia makan, atau membedakan panas atau dingin, hidungnya juga sudah tak bisa mencium aroma apapun,bahkan matanya juga sudah mulai rabun mungkin sebentar lagi pendengaranya juga akan menghilang.


Xieyu membuang nafasnya berat. "Mungkin sekarang tinggal menghitung waktu, " ucapnya sambil terus menatap air hujan yang berjatuhan dari arah pintu.


Sampai tengah malam, air hujan itu tak kunjung berhenti membuat desa Roh Sungai mengalami kebanjiran, yang tingginya sudah setinggi betis kaki manusia.


Mereka berempat yang tengah tertidur bersama disatu ranjang,yang hanya setinggi limapuluh cm, mebuat ranjang mereka sudah tergenangi air.


"Kenapa kau menyiramku dengan air, dingin bodoh! " ucap Kexing. yang masih tertidur.


Shan yang juga merasakan bajunya basah langsung terbangun dari tidurnya. "Banjir? " sambil melihat air didepanya.


Dan langsung membangunkan mereka bertiga yang masih tertidur. "Lie Jan, Xieyu, Kexing bangun! bangunlah disini banjir! " teriaknya.


Mereka bertiga langsung terbangun dan syok melihat baju mereka yang sudah basah, dan genangan air yang masuk kedalam rumah.


"Banjir? " Lie Jan panik.


"Sebaiknya kita pergi, sebelum airnya semakin tinggi!" sahut Xieyu yang kemudian masuk kedalam air dan berjalan keluar rumah.


Diseluruh desa yang kebanjiran, terdapat sebuah ruangan didalam rumah yang sama sekali tidak terkena air sedikitpun.


"Kau harus bisa menguasai kekuatan Roh Air itu!" ucapnya pada seorang lelaki yang diikat dikursi.


Lelaki itu menatap bengis kearah pria tua yang ada didepanya. "Kenapa harus aku! " teriaknya.


"Karena kau adalah satu satunya penduduk desa Roh Sungai yang memiliki kekuatan roh pelindung air, yang bisa membuat roh air yang melegendaris bermutasi," jelasnya.


"Cuih! dasar tidak berkeprimanusiaan,hanya demi membuat roh air bermutasi, kau tega menghancurkan desa Roh Sungai, bahkan membunuh semua penduduk yang ada, apa kau gila hah! " makinya.


"Aku tidak peduli dengan nyawa mereka, yang kutau adalah aku bisa kembali membangkitkan roh air, hahahaha... " tawanya menggelegar memenuhi isi ruangan itu.


Saat ketinggian air sudah mencapai dada manusia, saat ini mereka bertiga tengah berenang diair banjir, bergegas pergi meninggalkan desa itu.

__ADS_1


Karena air banjir yang arusnya lumayan deras, membuat tubuh Xieyu yang lemah mudah terseret arus air,"Tolong!" teriak Xieyu saat tubunnya sudah terseret jauh oleh air.


"Xieyuu!" teriak Shan.


"Ayo kita harus segera mengejar Xieyu, sebelum air meninggi dan kita mati tenggelam disini, " sahut Lie jan lalu bergegas mencari Xieyu .


"Dasar menyusahkan!" sinis Kexing.


Setelah beberapa menit mereka bersama sama mencari Xieyu,akhirnya mereka berhasil menemukannya. "Lihatlah! itu Xieyu," tunjuk Lie jan pada sebuah rumah yang berada disamping sungai.


Mereka bertiga langsung brgandengan tangan melawan arus air untuk membantu Xieyu yang tersangkut dipapan papan rumah itu.


"Kau tidak papa? " tanya Shan khawatir,sambil membantu Xieyu yang sudah tidak berdaya.


"Sebaiknya kita harus cepat pergi meninggalkan tempat ini!" kata Kening dengan wajah acuh tak acuh melihat tubuh Xieyu yang sudah memucat tak berdaya.


"Arghhhhh..." terdengar suara teriakan yang berasal dari dalam rumah itu, membuat mereka tercengang kaget.


"Mungkin ada orang didalam, ayo kita bantu! " Lie jan masuk kedalam rumah itu mencari sumber suara teriakan itu.


Saat mereka Berempat masuk kedalam salah satu ruangan,mata mereka membulat sempurna, saat melihat ruangan itu yang tidak terkena air banjir,karena dilingkari oleh kekuatan roh berwarna biru, dan yang lebih mengejutkan lagi, adalah kepala desa yang juga berada didalam ruangan itu.


"Arghhh... Hentikan! " teriak pria yang kesakitan karena tubuhnya yang diberi kekuatan.


"Kepala desa kau bisa menyakitinya jika kau terus memberinya kekuatan ro! " Sulut Shan yang juga kasihan melihat pria itu kesakitan.


"Kita tidak bisa masuk kedalam," kata Shan sambil terus memukul cahaya pelindung itu.


Karena besarnya kekuatan roh didalam lingkaran pelindung itu membuat mereka berempat sama sekali tidak bisa masuk kedalam lingkaran air itu, saat menyentuhnya, tangan mereka akan seperti menyentuh tembok, membuat mereka hanya bisa berteriak agar kepala desa menghentikan tranfusi kekuatan pada pria yang ada didalam.


"Dasar pengganggu! kalian hanya akan merusak rencanaku, pergilah dari sini! " teriaknya yang masih terus mengalirkan kekuatanya ketubuh pria itu.


"Jika kau terus melakukannya, dia bisa mati, karena tidak kuat menerima kuatan yang besar secara mendadak ditubuhnya,kekuatan roh itu bisa memberontak didalam tubuhnya! " Sungut Xieyu yang juga geram melihat kepala desa.


jangan lupa like and komen, biar author tambah semangat upnya,,,

__ADS_1


__ADS_2