Dunia Roh

Dunia Roh
Perjalanan Baru


__ADS_3

Kokokan ayam telah berkumandang keseluruh tempat, yang menandakan bahwa waktu malam yang gelap sebentar lagi akan habis dan berganti dengan pagi yang cerah.


Xieyu perlahan membuka matanya lalu mengerjapkanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya matahari yang sudah mulai masuk kerumahnya melalui celah celah papan rumah.


Terlihat wajahnya yang usang dengan bibir menawanya yang sudah pucat pasif, dan matanya yang sembab serta rambutnya yang berantakan, Xieyu mengucek kedua matanya, lalu bangun dari tidurnya dan duduk ditepi ranjang minimalis yang biasanya menjadi tempat tidur bundanya.


"Sebenarnya bunda dimana? " ucapnya lirih.


"Kalau memang bunda benar benar ingin Xieyu kuat, maka Xieyu janji bunda, mulai saat ini Xieyu akan berubah menjadi lelaki yang kuat agar bisa bertemu dengan bunda," ucap Xieyu tegas dengan penuh keyakinan.


"Xieyu janji gak akan ngecewain bunda." sambil menyeka air matanya kasar.


Kemudian Xieyu bergegas untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian,setelahnya Xieyu mengemasi semua barang barangnya dan bersiap untuk pergi meninggalkan rumahnya untuk memenuhi keinginan bundanya.


Ditempat lain di sebuah gua yang sangat besar terlihat semua aktivitas yang dilakukan oleh Xieyu, segala sesuatu yang Xieyu lakukan semuanya muncul dilayar cermin yang berukuran cukup besar.


"Awasi terus semua pergerakan dari putraku,jangan sampai ada yang menyakitinya sedikitpun!" perintah Wanita paruh baya yang sangatlah cantik dengan balutan gaun berwarna merah.


"Baik baginda ratu, " ucap bawahannya serempak.


Wanita itu menatap cermin dengan penuh kesedihan, sebenarnya ia sangatlah tidak tega untuk meninggalkan putra semata wayangnya, namun ia harus melakukannya, agar putranya Xieyu dapat tumbuh menjadi lelaki yang hebat.


"Maafkan bunda sayang, bunda melakukan semuanya demi kebaikanmu, tapi bunda janji sayang, bunda akan terus menjagamu sampai akhir hayat bunda," batinya,lalu menyeka air matanya yang sudah membasahi pipinya.


Xieyu yang sudah pergi meninggalkan rumahnya,menuju akademi roh bulan,saat ditengah perjalanan Xieyu merasa perutnya mulai lapar, akhirnya memutuskan untuk singgah disebuah penginapan untuk membeli makanan.


Sampailah Xieyu dipenginapan, segera ia duduk disalah satu meja." Pelayan," panggilnya pada salah satu pelayan yang berdiri tidak jauh dari tempat duduknya.


Pelayan itu langsung berlari kearah tempat Xieyu duduk. "Iya tuan,mau pesan penginapan atau makanan? " tanyanya.

__ADS_1


"Arak satu teko, dan ayam bakar satu," ucap Xieyu dengan wajah dinginya.


"Baik tuan, " sambil tersenyum kemudian berlari kearah belakang.


Saat Xieyu menangis dikamar bundanya tadi malam, ia menemukan dua kantong koin uang dan beberapa jenis pakaian yang bagus dilemari bundanya dengan sepucuk surat yang mengatakan bahwa koin uang itu untuk perjalanannya menuju keakademi,karena itulah Xieyu berani untuk makan dipenginapan,walaupun harganya yang lumayan mahal.


Brakkk... terdengar suarah meja yang ditendang sampai hancur. Xieyu yang tengah menikmati arak dan ayam bakarnya langsung menoleh kearah sumber suara lalu kembali melanjutkan aktivitasnya menyantap hidangan didepanya.


"Dasar pencuri, mau mati kau? " teriak lelaki tua dengan badan yang lumayan besar, terlihat wajahnya yang sudah merah karena marah.


"Saya tidak mencuri tuan, tolong ampuni saya tuan, " pinta lelaki remaja itu.


Bughh...lelaki tua itu menendang tubuh mungil lelaki remaja yang dituduh mencuri itu,membuat tubuhnya jatuh tersungkur kelantai,semua orang yang berada dipenginapan itu hanya berani melihat kejadian itu dari jauh, karena mereka takut berurusan dengan master roh yang dapat menghilangkan nyawa mereka dengan mudah.


Xieyu yang awalnya sama sekali tidak peduli dengan kejadian itu, perlahan berjalan mendekat kearah kerumunan itu, dan membantu lelaki remaja itu untuk berdiri.


"Mau jadi pahlawan rupanya," ejek peria tua itu pada Xieyu.


Lelaki tua itu meregangkan kedua tanganya,menutup kedua matanya, untuk berkosentrasi penuh."Argh," teriaknya.lalu muncullah tanda seperti api yang berwarna hitam didahinya yang menandakan bahwa roh pelindungnya adalah kabut asap berwarna hitam, dan ditubunya melingkar cahaya berwarna hijau yang menandakan bahwa dia adalah seorang master roh tingkat satu.


Saat Xieyu bersiap untuk mengeluarkan kekuatan rohnya, tiba tiba tanganya ditarik dan dibawa lari oleh pemuda yang ia bantu tadi.


"Lepaskan," ucap Xieyu sambil terus berlari bersama dengan pemuda tadi.


"Sudahlah tuan ini taktik yang paling jitu, kalau mau selamat ya lari,jangan sok jagoan tuan, saya tau tuan cuma pura pura kuat kan. " sambil terus berlari pergi meninggalkan penginapan itu.


Lelaki tua itu terus mengejar kedua remaja itu dengan para anak buahnya, membuat kehebohan diseluruh jalanan kota, sedangkan mereka berdua yang sudah berlari cukup jauh berhenti sejenak untuk menetralkan nafas mereka.


"Huftt,hahh,gila itu tua bangka, bisa bisanya masih ngikutin kita, lihat saja kau ya! " ucap lelaki itu lalu kembali menarik tangan Xieyu dan membawanya masuk kedalam sebuah rumah.

__ADS_1


Lelaki tua yang masih mengejar Xieyu langsung menghentikan laju larinya,karena kehilangan jejak Xieyu dan lelaki tadi.


"Kemana mereka? ,semuanya berpencar cari mereka sampai dapat! " perintah lelaki tua itu pada para bawahannya.


"Baik tuan," ucap bawahannya serempak lalu pergi berpencar untuk mencari Xieyu.


Sementara Xieyu dan lelaki tadi masih berdiri didepan pintu rumah yang barusan mereka masuki. "Akhirnya Selamet ini nyawa, " ujar lelaki itu sambil mengelus dadanya perlahan.


"Perkenalkan tuan nama saya Shan Huo,panggil saja Shan." sambil mengulurkan tangannya kearah Xieyu,namun Xieyu tetap diam saja, Xieyu sama sekali tidak berniat menerima jabatan tangan Shan.


Shan yang tidak mendapatkan respon dari Xieyu,langsung menarik tangan Xieyu lalu memaksa Xieyu untuk berjabat tangan denganya.


"Siapa kalian." tiba tiba seorang lelaki paruh baya keluar dengan dua pengawal dibelakangnya.


"Hehe,maaf tuan kami cuma salah masuk rumah, kalau gitu kami pamit dulu tuan, sekali lagi maaf, " kata Shan lalu menarik tangan Xieyu untuk bersiap keluar.


"Tangkap mereka!" teriak lelaki tua itu.


Belum sempat Shan dan Xieyu kabur, kedua pengawal itu sudah lebih dulu menangkap mereka berdua."Bawa keruang bawah tanah! " perintah lelaki tua itu.


Akhirnya Shan dan Xieyu dibawa oleh kedua pengawal itu keruang bawah tanah yang letaknya tepat dibawah rumah yang mereka masuki tadi.


Mereka berdua ditidurkan diatas meja dengan kedua tangan dan kaki mereka yang diikat. " Tuan tolong lepaskan saya tuan, " pinta Shan pada lelaki tua itu.


Pandangan Xieyu mengedar keseluruh sudut ruangan bawah tanah itu, terlihat banyak sekali kerangka tubuh manusia yang berserakan,bahkan ada beberapa jasad manusia yang masih tergeletak ditanah,seperti baru saja mati,karena tubuh mereka yang terlihat masih lumayan segar.


"Tuan,kenapa kau diam saja, apa kau tak panik hah, kau tak takut mati ya? ".bisik Shan yang jaraknya tidak jauh dari Xieyu.


jangan lupa like and komen

__ADS_1


Biar authornya semangat upnya


ingat!! jangan jadi pembaca bayangan ya..


__ADS_2