Dunia Roh

Dunia Roh
Akademi Roh Bayangan


__ADS_3

Brukk... Karena sudah tidak tahan dengan kekuatan yang terlalu besar didalam tubuhnya, akhirnya Xieyu ambruk kelantai dan tak sadarkan diri.


Mata Shan langsung melotot tatkala melihat tubuh Xieyu yang sudah jatuh kelantai dalam keadaan tak sadarkan diri, Shan berusaha keras melepaskan ikatan kedua tangan dan kakinya namun sia sia,karena ikatan itu sangatlah kuat, tubuhnya yang tak memiliki sedikitpun kekuatan roh membuatnya tidak bisa melakukan apa apa.


"Dasar tua bangka biadab, bisa bisanya kabur tanpa mau tanggung jawab!" sulut Shan dengan emosi yang sudah membara.


Akhirnya Shan hanya bisa menunggu dan berharap bahwa Xieyu masih hidup, setelah beberapa jam Shan menunggu,terlihat kelopak mata Xieyu yang mulai bergerak.


"Tuan kau tak mati! " tanya Shan pada Xieyu yang sudah membuka matanya sempurna.


"Kau mengharapkaku mati? " Sinis Xieyu pada Shan,lalu bangkit dari tidurnya untuk berdiri.


"Bukan bukan, bukan itu maksudku,sudahlah bantu saya melepaskan ikatan ini tuan, " mohon Shan pada Xieyu.


Xieyu berjalan kearah Shan dengan tubuh sempoyongan, karena tubuhnya masih terasa lemas, Xieyu mengambil pedang yang terletak tidak jauh dari Shan.


"Aaaaaaaaaa... " Teriak Shan saat Xieyu menebaskan pedangnya kearah tangan Shan.


Srekkk...Srekk... Srekk...Srekkk... Pedang Xieyu langsung menebas rantai rantai yang ada di kedua tangan dan kaki Shan.


"Kau mau membuatku jantungan ya tuan," hardik Shan pada Xieyu.


Xieyu sama sekali tidak menanggapi ucapan Shan,dan memilih langsung pergi meninggalkan Shan yang masih berbaring diatas meja dengan emosi.


"Ehh...Tuan tunggu saya tuan, " Teriak Shan. lalu segera turun dari meja dan berlari mengejar Xieyu.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua berjalan bersama menelusuri terowongan ruangan bawah tanah menuju rumah yang mereka masuki ,setelah beberapa menit mereka menelusuri terowongan itu,akhirnya mereka sampai dan langsung berjalan keluar.


Disebuah akademi roh lain,yang bernama akademi Roh Bayangan yang merupakan khusus akademi roh dengan pelindung roh yang berbentuk asap, di sebuah aula khusus,sedang terjadi perdebatan antara anak dan ayahnya.


"Kenapa kau selalu melarangku pergi? " tanya anak lelaki itu pada ayahnya.


Ayahnya yang sedang duduk dikursi kebesaranya,meneguk satu gelas arak ditanganya,lalu menghela nafasnya berat. "Kexing, kenapa kau selalu membantah ayahmu sendiri, kau mau mempermalukan ayahmu hah,mau ditaruh dimana wajah ayah jika orang luar tau anakku sendiri belajar diakademi lain," sahut ayahnya lagi.


"Kexing,sebaiknya kau tetap di akademi dan berlatih ilmu rohmu disini,turuti saja perkataan ayah, " imbuh Wen baiju kaka pertama kexing yang duduk tak jauh darinya.


"Kalian ini bodoh atau pura pura bodoh! " sulut Kexing yang sudah tersulut emosi.


"Jaga ucapanmu Kexing,ayah dan kami berdua itu peduli padamu," bentak Wen allen kaka keduanya pada Kexing.


Kexing langsung berdiri dari duduknya dan mengarahkan pandangan tajamnya kearah ayahnya. "Untuk apa kalian melarangku,toh roh pelindungku dengan kalian tidak sama, punya kalian semua berwujud asap, punyaku sendiri yang berwujud kupu kupu, aku tau kalian semua malu mengakuiku sebagai keluarga kalian,mangkanya melarangku pergi. "


Kexing mengepalkan tangannya kuat,menahan emosi yang sudah meledak ledak dihatinya. "Tidak usah sok peduli padaku, kalau kau menganggapku sebagai putramu,tidak mungkin kau menamaiku Lan kexing yang sama sekali tidak ada nama margamu!" Sahut Kexing.


Kexing sudah tidak tahan dengan semua yang ayah dan kakanya lakukan padanya, jika ayahnya menyayanginya kenapa hanya namanya yang tidak memikiki marga ayahnya, dan kenapa roh pelindungnya berbeda sendiri dari ayah dan kaka kakanya, kedua kakanya yang sudah memiliki empat cincin roh, selalu menjadi kebanggan ayahnya diakademi, sedangkan Kexing yang hanya memiliki satu cincin roh selalu menjadi bahan ejekan murid murid diakademi milik ayahnya,apalagi pelindung rohnya adalah kupu kupu, Kexing semakin dikucilkan dan menjadi bahan ledekan semua murid.


"Cukup,ayah mau beristirahat," ucap ayahnya lalu pergi meninggalkan aula yang megah itu, diikuti kedua kaka Kexing yang berjalan dibelakang ayahnya.


Kexing menatap sinis kepergian ayahnya dan kedua kakanya. "Lihat saja, apa yang akan aku lakukan, kalian tidak akan bisa terus terusan mengurungku diakademi sialan ini," gumam Kexing lalu berjalan pergi meninggalkan aula itu.


Disisi lain,Xieyu dibuat jengkel dengan kelakuan Shan yang terus mengikutinya,dari keluar ruang bawah tanah sampai malam Shan terus saja mengikutinya dengan mulut yang sama sekali tidak berhenti berbicara.

__ADS_1


"Tuan siapa namamu, mulutmu kram atau bagaimana sih, kenapa susah sekali menyebutkan namamu!" gerutu Shan pada Xieyu yang masih berjalan didepanya.


Saat ini mereka berdua tengah berada ditengah hutan belantara yang ditumbuhi pepohonan rindang yang sangat tinggi, dengan pancaran sinar rembulan yang sangat terang, suara hewan hewan menemani setiap langkah perjalanan mereka, sampai akhirnya mereka berdua berhenti, tatkala melihat sebuah rumah yang berada tak jauh dari mereka.


Xieyu langsung berjalan cepat kearah rumah itu, dilihatnya rumah yang sudah sangat tua dengan pancaran sinar lilin yang ada didalamnya, Xieyu berjalan mendekat kearah pintu dan mengetuknya.


Tok.. tok.. tok... bunyi ketukan pintu yang diketuk oleh Xieyu.


Melihat kelakuan Xieyu yang hanya mengetuk pintu tanpa mengucapkan sepatah katapun ,membuat Shan memutar bola matanya malas. " Kalo ngetuk pintu rumah orang malam malam itu sambil ngomong, jangan cuma diam,yang ada pasti dikira setan roh lah."


Xieyu lalu mundur kebelakang dan menatap Shan datar,Shan yang sudah tau maksud dari Xieyu,langsung berjalan mendekat kearah pintu dan mengetuknya. "Permisi,apa ada orang?" teriak Shan.


Lalu terbukalah pintu yang terbuat dari kayu itu dan tampaklah sosok lelaki yang sudah tua dengan jenggot panjang dan rambut panjang yang sudah berwarna putih, lelaki tua itu juga memakai jubah putih dengan tongkat kayu ditanganya.


"Ada apa anak muda? " tanyanya.


"Maaf tuan, saya dan teman saya apa boleh menginap satu malam disini?" pintanya pada lelaki tua itu.


Lelaki tua itu tersenyum. "Masuk,masuklah anak muda." sambil membuka pintu rumahnya lebar untuk mempersilahkan Xieyu dan Shan masuk kedalam.


Rumah yang hanya berisi satu ruangan, dengan satu meja dan dua kursi panjang yang berada disampingnya,dan satu ranjang yang tak jauh dari kursi itu mengisi seluruh ruangan yang hanya satu petak itu,Xieyu dan Shan yang baru saja masuk kedalam,langsung duduk dikursi kayu itu.


"Arghhhh...Teriak Xieyu saat tubuhnya merasakan sakit dari arah punggungnya. "Arghhhh... " Lagi lagi Xieyu berteriak kencang, saat tubuhnya kembali diterjang kekuatan besar.


Jangan lupa like and komen

__ADS_1


Biar authornya semangat upnya...


Ingat!!!! jangan jadi pembaca bayangan


__ADS_2