Dunia Roh

Dunia Roh
Roh Pelindung Ganda


__ADS_3

Dengan berlari cepat mereka berdua menaiki anak tangga satu persatu, setelah tiba didepan ratu dunia roh,mereka berdua segera bersujud memohon ampun atas ketidak mampuan mereka menjaga istana.


"Maafkan kami yang mulia ratu," ucap mereka berdua.


"Berdirilah!" perintahnya dengan memalingkan wajahnya dari mereka berdua.


"Baik yang mulia," ucap mereka berdua serempak, lalu bangkit untuk berdiri.


"Selama kalian menjalankan misi kalian yang lain, kalian berdua juga harus mencari tau dalang dari kejadian malam ini, aku akan memberikan hadiah yang pantas jika salah satu dari kalian berdua berhasil mengungkap tuntas kejadian malam ini dan juga berhasil membawa rombongan bedebah itu kehadapanku!" ucap ratu roh.


"Baik yang mulia, kami pasti dapat menemukan siapa pelakunya," ucap Dingxi penuh keyakinan.


"Begitupun juga hamba yang mulia,hamba akan menjalankan tugas yang mulia ratu berikan, walaupun dengan taruhan nyawa hamba sendiri,hamba tidak berharap lebih mengenai hadiah dari yang mulia ratu," kata Baiyi.


"Bagus!" puji ratu roh.


Mendengar perkataan Baiyi yang sangat lihai dalam mendapatkan hati yang mulai ratu roh, membuat Dingxi melirik sekilas kearah Baiyi. "Munafik," ucapnya pelan.


Sedangkan disanggar Yunzi terlihat Xing Chi yang tengah mengobati Yang Zi yang terluka parah.


" ***....Auuu... Pelan bodoh!" maki Yang Zi pada Xing Chi yang tidak sengaja menyenggol luka Yang Zi dengan kain hangatnya saat mengompres luka pada kaki Yang Zi.


"Kau mau kubantu atau tidak!" sinis Xing Chi,yang masih berjongkok dibawah Yang Zi.


"Hehe...Lanjutkan lanjutkan."


"Dasar tidak tau terima kasih!" sindir Xing Chi kembali.


"Ngomong ngomong ,kenapa selama ini kau menyembunyikan roh pelindungmu, dan juga apa gunanya kau selalu memanjat jendela saat masuk kamarku? roh pelindungmu kan roh asap, kau bisa masuk dengan mudah, atau terbang, kenapa harus repot repot memanjat? " tanya Yang Zi penasaran.


"Aku hanya takut."


"Takut? takut dengan apa?"


"Aku takut kau akan iri dengan kekuatanku yang lebih unggul darimu,aku takut kau akan bunuh diri karena hal ini." Remeh Xing Chi lalu berdiri dan duduk disebrang Yang Zi.


"Dasar gila! mana mau aku iri denganmu,kita hanya berbeda saru cincin roh, begitu saja kau sudah besar kepala!"


"Tapi tetap saja aku lebih hebat darimu bukan?" ucap Xing Chi sambil tersenyum mengejek kearah Yang Zi.

__ADS_1


"Sebentar,aku teringat sesuatu tentang roh pelindungmu,jika roh pelindungmu adalah asap hitam, bagaimana bisa kau juga mempunyai roh pelindung harimau? karena setahuku setiap master roh hanya akan memiliki satu roh pelindung."


Flassback on


"Nyonya,jika hamba menyerang istana dunia roh dengan kekuatan hamba sekarang,hamba tidak yakin jika hamba bisa menjalankan tugas dari anda dengan baik." ucap Xing Chi pada nyonyanya yang tengah duduk didepannya.


"Aku tau kau pasti akan menemuiku dan menannyakan hal ini maka dari itu aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu,"


"Sesuatu? apa itu nyonya?" tanya Xing Chi penasaran.


Nyonyanya mengeluarkan tangannya dari jubah panjangnya dan muncullah cahaya merah dari tangannya, dan muncullah sebuah kotak hitam kecil,lalu menyodorkan kotak itu pada Xing Chi yang berdiri didepannya.


"Ambillah!"


Xing Chi mengambil kotak itu. " Ini apa yang nyonya?" tanya Xing Chi.


"Nanti akanku jelaskan padamu, sekarang aku akam memberikanmu roh pelindung milikku agar kau bisa menghancurkan kekuatan roh pelindung yang melingkari istana dunia roh."


"Apakah memberikan roh pelindung kepada orang lain bisa dilakukan nyonya? " tanya Xing Chi penasaran.


"Tentu saja bisa, kemarilah mendekat padaku!" perintahnya.


"Arghh...Sakit nyonya!" rintih Xing Chi kesakitan saat tubuhnya menerima kekuatan besar dari nyonyanya.


"Bertahanlah! sebentar lagi selesai. "


Setelah beberapa menit menyalurkan roh pelindungnya pada Xing Chi, nyonyanya melepaskan tangannya, dan membantu Xing Chi untuk duduk, karena kondisi tubuhnnya yang melemah setelah mendapatkan roh pelindung ganda.


"Tubuhku terasa sakit dan kebas semua nyonya. " rintih Xing Chi.


"Tenanglah sebentar lagi pasti akan hilang. "


"Baik nyonya. "


"Aku punya sebuah rencana untukmu!" ucapnya nyonyanya saat teringat dengan rencana yang ia siapkan.


"Rencana? bukankah kita sudah membuat rencana, yaitu memecahkan kekuatan roh pelindung yang melindungi istana, lalu menyerang istana dan mencelakai sang ratu dunia roh, bukankan rencana kita itu nyonya?."


"Rencana pertama kita memanglah itu, namun kita harus mempunyai rencana cadangan,agar usahamu tidak sia sia jika rencana pertamamu gagal. "

__ADS_1


"Rencana apa itu nyonya?" tanya Xing Chi penasaran.


"Saat kalian membuat keributan dihalaman istana, aku akan mengirimkan dua orang master roh yang sudah berpengalaman dan berpengetahuan luas untuk diam diam menyelinap masuk kedalam istana dengan menggunakan identitas orang lain,agar memudahkan kita mendapatkan setiap informasi yang akurat dengan mudah. "


"Bukankan beberapa anggota Yang sudah menyusup kedalaman istana? untuk apa kita melakukannya lagi nyonya?"


"Karena para anggota Yang yang berada didalam istana bukanlah seorang master roh yang hebat, mereka hanya sekelompok kecil master roh yang tidak berpengetahuan luas dan belum berpengalaman dalam hal memata matai, cepat atau lambat anggota Yang pasti akan ketahuan oleh wanita biadab itu!"


"Baiklah nyonya, aku akan melakukannya sesuai dengan perintah anda."


Flasback of


"Untuk apa kau tau? itu semua bukan urusanmu!" sewot Xing Chi


"Kita ini satu tim, untuk apa kau menyembunyikannya dariku, aku hanya penasaran saja," sewot Yang Zi tak mau kalah dari Xing Chi.


"Sudahlah! kau buang saja rasa penasaranmu itu, toh sampai kapanpun aku juga tidak akan sudi memberitahukan padamu!"


"Dasar pelit!" sinis Yang Zi.


Malam yang gelap dengan hembusan angin yang kencang membuat suhu semakin dingin, benda bulat berwarna putih yang biasanya menyinari bumi tatkala malam hari tiba, sekarang sama sekali tak menampakkan dirinya, bahkan gemerlap bintang yang biasanya berhamburan diatas langit juga sama sekali tidak terlihat satupun.


Karena lelahnnya tubuh yang seharian bekerja keras membantu para warga yang terjangkit wabah, membuat kelima remaja itu terkapar diatas rerumputan hijau dibawah pepohonan hutan yang menjulang tinggi dengan dedaunan. yang lebat.


Saat ini kelima murid akademi Roh Bulan tengah beristirahat dihutan tak jauh dari desa Roh Mawar,mereka memilih menginap dihutan agar bisa tidur dengan leluasa dan bisa bernafas bebas tanpa menggunakan cadar.


"Apa kalian juga merasa lelah?" tanya Lie Jan,yang tergeletak ditanah dengan mata tertutup.


"Lumayan," ucap Zhang Shi.


"Aku sangatlah lelah, membopong mayat mayat yang sangat bau itu seharian." keluh Kexing.


"Apalagi dengan diriku,aku hampir saja pingsan karena tidak kuat menahan bau mayat dan para warga disana."


Jangan lupa like and komen....


Biar aurora tambah semangat upnya...


ingat!!! jangan menjadi pembaca bayangan!!!

__ADS_1


__ADS_2