
Huek...Huek... Xieyu malam ini memuntahkan darah beberapa kali, tubuhnya sangatlah panas melebihi suhu tubuh manusia pada umunya, Shan dan Li Jan yang merawatnya dengan sangat telaten, mereka berdua selalu berbagi tugas menjaga Xieyu dari menyuapi makan sampai mengelap tubuh Xieyu dengan air.
Sebenarnya mereka berdua selalu meneteskan air mata, melihat keadaan Xieyu saat ini, walaupun sikap Xieyu yang terbilang pendiam dan cukup dingin, sebenarnya mereka berdua tau, bahwa semua itu adalah kedok Xieyu untuk menutupi keresahan dihatinya.
Shan menatap nanar Xieyu yang sedang tertidur. "Apa kau tau? aku sering sekali melihatnya menyendiri saat malam hari ketika kita bertiga tertidur,aku sering melihatanya menatap indahnya bulan dan bercerita pada bulan, tentang keluh kesahnya," kata Shan pada Li Jan yang duduk tak jauh darinya.
"Sebenarnya ketika ia mencurahkan seluruh hatinya setiap malam, aku selalu mendengarnya,namun aku tetap berpura pura tertidur,"
"Diantara kita berempat,dialah yang usianya paling muda, namun bagiku dialah yang paling berpikiran dewasa," kata Shan.
"Kau benar. " ucap Lie Jan membenarkan.
Disisi lain sekarang Guang Jun tengah berbincang dengan wanita yang ia temui tadi. "Ka! " panggilnya.
Wanita itu menghentikan aktivitas makanya, lalu menatap wajah Guang Jun intens. "Aku tau kau mau bertanya apa? percuma kau memohon, aku tidak akan pernah membantunya apapun."
"Kenapa kau tega dengan anakmu sendiri ka!" tegasnya.
"Kau pasti tau alasannya Anjun," jawabnya santai lalu melanjutkan makannya.
"Semua yang kau lakukan itu hanyalah demi keegoisanmu! bukan demi kebaikan Xieyu,jika kau tetap diam saja, maka nyawa anakmu akan melayang ka! " Guang Jun melepaskan semua kata kata yang sudah ia pendam sejak tadi,Guang jun tak habis pikir dengan kakanya,bisa bisanya menyiksa anaknya sendiri hanya dengan alasan agar Xieyu menjadi lebih kuat.
Setelah Xieyu diberikan obat penawar,bawalah ia kegua salju yang ada di pegunungan sebelah, masukkan ia kedalaman kubangan air salju yang mencair," sahutnya.
"Kenapa harus aku! kenapa bukan kau saja yang jelas jelas adalah ibunya! " hardik Guang Jun.
"Jika kau tidak mau, maka kau harus siap kehilangan keponakanmu yang baru saja bertemu denganmu setelah enambelas tahun ini." ucapnya sambil berdiri dan berlalu pergi.
"Kaa!" panggilnya, namun kakanya tidak memperdulikanya. "Dasar orang tua egois! masih hidup selama tujuhbelas tahun bahkan sampai punya anak sebesar itu, kau bahkan tidak menemui adik kandungmu sendiri," sungutnya sebal lalu pergi meninggalkan gua itu.
Hari ini adalah hari terakhir dimana Xieyu harus meminum obat penawarnya,namu hingga siang hari Kexing tak kunjung datang,membuat semua tetua yang berkumpul dikamar Xieyu semakin panik, karena Xieyu yang sudah tidak bisa bergerak dengan darah yang terus mengalir dari panca indranya.
Dengan telaten Guang Jun menyeka setiap darah yang keluar dari hidung dan telinga Xieyu. "Bersabarlah keponakanku," gumamnya pelan.
"Bagaimana ini guru, jika dalam satu jam Kexing tak kunjung datang, maka nyawanya pasti tidak dapat tertolong," panik Shan.
__ADS_1
Lie chuan menepuk pundak Shan yang ada disampingnya pelan. " Percayalah pada dewa, semuanya pasti akan baik baik saja, " ucapnya menenangkan.
"Arghhhh... " teriak Xieyu tiba tiba, membuat semua orang yang ada disana semakin panik ,Xieyu meremas selimutnya kuat, semua otot ditangannya dan dilehernya menonjol, keringatnya bercucuran membasahi bajunya.
"Arghhh..." teriaknya lagi ,dengan tubuhnya yang kejang kejang.
"Bagaimana ini guru? " tanya Guang Jun panik.
"Guruuu... " Teriak seseorang dari arah luar.
Mereka semua menoleh kearah pintu. "Kexing," ucap mereka bersamaan.
Kexing langsung berlari dan menyerahkan Ginseng emas pada gurunya, yang langsung membuatnya menjadi ramuan dan segera diminumkan oleh Xieyu.
Setelah meminum ramuan Ginseng emas, tubuh Xieyu berhenti kejang kejang, dan darahnya berhenti mengalir, serta suhu tubuhnya menurun drastis,kemudian langsung tertidur,membuat semua orang yang ada disana bernafas lega.
Li Chuan yang penasaran bagaimana cara Kexing berhasil membawa Gingseng emas itu, langsung bertanya. "Kexing," panggilnya.
Kexing yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh. "Iya guru," jawabnya dan berjalan mendekat kearah gurunya.
"Sebenarnya aku adalah anak dari Wen Xiowen pemilik akademi Roh Bayangan guru, jadi aku hanya memintanya pada ayah."
Flassback on
"Sebenarnya aku sakit apa ayah?" tanya Kexing penasaran.
"Kau tidak berhak untuk tau! " bentak ayahnya.
"Ini hidupku! kenapa aku tidak berhak mengetahui penyakitku sendiri,kenapa!" sulut Kexing emosi.
"Sudahlah, ayah tidak mau membahasnya," sambil bangkit dari duduknya dan melangkah pergi.
"Jika kau tidak memberitahukannya padaku! maka jangan harap aku akan mau menyembuhkan penyakitku,aku tidak takut mati!" teriaknya.
Ayahnya langsung berjalan kearah Kexing dan menamparnya keras. "Apa kau gila hah! apa kau tau perjuanganku dan kedua kakamu selama ini menjagamu, mencari segala obat untukmu, tetapi apa balasannya, kau malah selalu melawan ayahmu dan kakamu sendiri! bahkan mengatakan tidak takut mati! dimana otakmu! " sulut ayahnya yang sudah sangat emosi.
__ADS_1
"Sudahlah ayah, beritahukan saja apa penyakitnya, " sahut Allen yang juga sudah mulai tersulut emosi.
"Kau itu mempunyai penyakit bawaan dari lahir, yang persis sama seperti bunda!" imbuh Baijun.
"Apa? " tanyanya penasaran.
"Pembekuan ginjal, yang membuatmu tidak bisa belajar kekuatan roh terlalu keras, itulah sebabnya kami selalu melarangmu untuk berlatih terlalu keras, karena ginjalmu sangatlah lemah," jawab Baijun.
Kexing langsung tertunduk lesu, mendengar semua yang kakanya ucapkan, ternyata selama ini dia sudah salah menilai keluarganya sendiri,ia selalu berfikir bahwa dia hanyalah anak yang tidak diinginka oleh ayahnya dan kedua kakanya.
"Kenapa namaku tidak ada marga ayah? dan kenapa roh pelindungku berbeda dengan kalian? " ucapnya pelan dengan pandangan kosong kedepan.
"Nama Lan diambil dari marga bundamu Lan Qian, dan kupu kupu adalah roh pelindung bundamu yang terwariskan padamu, " jawab ayahnya.
"Aku tidak peduli dengan kematianku! yang terpenting sekarang aku harus mendapatkan Ginseng emas itu, atau selamanya hidupku akan dipenuhi dengan rasa bersalah! aku mohon ayah,ka,berikan gingseng itu," mohonya sambil bersujud dikaki ayahnya.
"Kexing!" panggil kakanya Allen.
Karena tak kunjung menjawab ataupun bergerak sedikitpun akhirnya Baijun mengguncang badan Kexing,membuat tubuh Kexing langsung ambruk kelantai.
"Ayah! Kexing pingsan!" panik Allen.
Mereka berdua langsung membopong tubuh Kexing keatas ranjang dan mengobati tangannya yang sudah mengeluarkan banyak darah.
Keesokan paginya, Kexing menceritakan semuanya pada ayah dan juga kedua kakanya, tentang kejadian Xieyu yang menggantikanya meminun racun Gu dan kejadian Xieyu yang melindunginya dari serangan roh air.
Setelah mendengarkan semua cerita Kexing,dengan berat hati ayahnya menyerahkan Gingseng emas itu pada Kexing dengan syarat Kexing harus kembali kerumah, menuruti semua perkataan ayahnya dan kedua kakanya,serta mau menjalani pengobatan.
Flassback off
jangan lupa like and komen...
Biar author tambah semangat!!!
ingat!! jangan menjadi pembaca bayangan!!!
__ADS_1