
Saat mereka bertiga sibuk berbincang mengenai masalah racun yang ada ditubuh Shan dan juga desa Roh Mawar,berbeda dengan Xieyu yang hanya diam saja, dengan otak yang terus berfikir.
Setelah mendengar penjelasan yang sangat rinci dari Zhang Shi, Xieyu kembali berfikir tentang apa yang terjadi selama didesa Roh Mawar,semuanya terasa sangatlah rumit bagi Xieyu, ia belum berhasil memecahkan masalah berbedaan mayat lelaki dan perempuan itu, namun sudah didatangkan dengan masalah wabah racun yang baru, yang ternyata buatan manusia, jika benar dugaanya,kemungkinan besar semua yang terjadi didesa Roh Mawar adalah perbuatan manusia. Sungguh kejam manusia yang melakukan itu, Xieyu harus segera berfikir untuk mencari cara menyelesaikan semua ini.
Kexing yang melihat Xieyu melamun segera menghampirinya, lalu menepuk pundak Xieyu pelan, guna untuk menyadarkannya dari lamunanya. "Kau kenapa diam saja? "
Xieyu yang sudah tersadar dari lamuannya ,segera menoleh kearah Kexing yang berada disampingnya. "Tidak,aku aku...Sudahlah lebih baik kita segera menyelamatkan Shan sebelum hal yang tidak kita inginkan terjadi."
"Caranya?" tanya Lie Jan.
"Sebaiknya kita berbagi tugas saja, aku dan Kexing akan menjaga Shan disini,sedangkan Lie Jan dan Zhang Shi pergilah kekota untuk mencari tabib,bagaimana?" tanya Xieyu balik.
"Baiklah aku setuju," jawab Kexing.
"Kalau begitu kami berdua akan berangkat sekarang juga, ayo Lie Jan." ajak Zhang Shi dan langsung diangguki oleh Lie Jan.
"Berhati hatilah!" ucap Kexing.
Kemudian Lie Jan dan Zhang Shi mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan hutan menuju kekota menjalankan tugas yang Xieyu sarankan. Sedangkan Xieyu dan Kexing,hanya berdiam diri dihutan sambil menjaga Shan.
Sampai pada waktu malam tiba,Xieyu dan juga Kexing masih tetap berjaga untuk menjaga Shan,karena sudah seharian ini Shan tak kunjung sadarkan diri.
Saat Xieyu dan Kexing tengah mengobrol tak jauh dari Shan, secara tidak sengaja pandangan Xieyu mengarah keShan yang membuat Xieyu langsung panik dan berlari menuju kearah Shan yang sedang berbaring.
"Shan!" panik Xieyu.
Membuat Kexing kaget dan juga berlari kearah Shan."Kenapa badan Shan berubah menjadi biru? Xieyu kita harus bagaimana?"
__ADS_1
"Aku akan keluar sebentar mencari tabib disekitar daerah sini,siapa tau ada tabib yang bisa menolong Shan sebelum Lie Jan dan Zhang Shi datang."
"Baiklah,cepatlah kembali Xieyu!"
"Emmm,kau juga harus berhati hati disini,aku pergi dulu." Kemudian Xieyu langsung pamit pergi meninggalkan Kexing.
Saat sudah jauh dari hutan, Xieyu berhenti sejenak untuk berfikir kemana arah langkah kakinya menuju, karena sebenarnya Xieyu sendiri tidak tau harus mencari tabib kemana, namun pandangan Xieyu tiba tiba tertuju kearah gerbang masuk desa Roh Mawar yang masih diselimuti kabut putih.
"Aku harus keman? aku juga bingung dengan tujuanku sendiri," ucap Xieyu yang masih bingung harus kemana, karena ia baru ingat bahwa desa Roh Mawar letaknya jauh dari kota dan pemukiman penduduknya semuanya berada didalam desa Roh Mawar,tidak ada pemukinan lain selain didesa itu.
"Sebaiknya aku kedesa Roh Mawar,siapa tau tabib utama masih hidup,aku bisa meminta bantuan darinya untuk menyelamatkan Shan." Kemudian tanpa pikir panjang,Xieyu segera melangkahkan kakinya menuju kearah desa Roh Mawar.
Sedangkan Saat ini, Lie Jan dan juga Zhang Shi sudah sampai dikota Shanzau mereka berdua sedang mencari tabib keseluruh penjuru kota Shanzau,namun tak ada satu tabibpun yang mau pergi bersama mereka berdua, dengan alasan takut terjangkit wabah racun yang ada didesa Roh Mawar, sudah hampir larut malam, mereka berdua tak kunjung berhasil, sampai pada akhirnya hanya tinggal satu tabib dikota Shanzau yang belum mereka datangi.
Sampailah Zhang Shi dan Lie Jan di depan rumah khusus praktik tabib,saat Lie Jan hendak masuk kedalam,langkah kakinya tiba tiba berhenti sesaat setelah Zhang Shi menepuk pundaknya pelan dari arah belakang,yang membuat Lie Jan segera menoleh kebelakang.
"Kenapa?" tanyanya.
"Caranya?" tanya Lie Jan kembali.
"Ikutlah aku masuk kedalam ,kau cukup diam dan lihatlah apa yang aku lakukan!"
"Emm,baiklah."
Kemudian mereka berdua segera masuk kedalam rumah praktik tabib, saat baru masuk, pandangan mata mereka disuguhkan dengan ruangan yang tidak terlalu besar yang penuhi dengan berbagai macam jenis obat obatan dan juga tanaman herbal yang sudah dikeringkan, yang tertata rapih diatas meja.
Kemudian datanglah seorang pelayan yang menghampiri mereka berdua."Silahkan masuk tuan, tuan mau berrobat atau mau membeli obat obatan?" dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Saya mau bertemu tabib," ucap Zhang Shi.
"Kemarilah tuan! karena kalian hari ini beruntung bisa langsung bertemu tabib tanpa harus menunggu seperti pasien biasanya yang harus menunggu berjam jam karena tabib biasanya selalu pergi dan jarang berada ditempat praktik," ucap pelayan itu, sambil menunjukkan jalan Zhang Shi dan Lie Jan menuju ruangan tabib berada.
"Silakan tuan," senyum ramah pelayan itu.
Kemudian Lie Jan dan Zhang Shi masuk kedalaman dan duduk ditempat khusus pasien yang berada tepat didepan tabib yang hanya terhalang oleh meja dengan setumpuk kertas dan alat untuk pengobatan diatasnya.
"Tabibnya kemana?" tanya Lie Jan.
"Sebentar tuan, saya panggilkan dulu tabibnya tuan, biasanya beliau sedang berada diruangan sebelah untuk meracik obat"
"Emm." Lie Jan mengangguk.
Sesaat setelah pelayan itu pergi keruangan sebelah, pandangan Zhang Shi dan Lie Jan tertuju kearah pintu masuk yang berada disamping sesaat mendengar suara hentakan kaki,dan terlihatlah sosok lelaki yang sudah tua dengan rambut putih panjangnya yang tergelung rapih diatas kepalanya serta jenggot putih panjangnya yang tumbuh didagu wajahnya yang sudah berkeriput, namun tak mengurangi wibawahnya sedikitpun.
"Kau!" ucap tabib itu saat melihat dua pasien didepannya yang memandang kearahnya.
Sedangkan saat ini Xieyu tengah berdiri didepan gerbang masuk desa Roh Mawar, hati Xieyu bimbang antara masuk kedalam atau tidak, karena ia takut jika dirinya masuk kedalam dan terkena racun seperti Shan,maka akan membuat teman temanya semakin kerepotan.
"Sudahkah,lebih baik kucoba terlebih dulu, semoga aku kembali beruntung, seperti saat menolong Shan."
Setelah mengatakannya,Xieyu langsung bergegas masuk kedalam, pandangan Xieyu mengedar keseluruh rumah rumah warga desa,yang sudah banyak sekali mayat mayat warga desa yang tidak terurus,Xieyu terus melanjutkan laju langkahnya masuk lebih dalam kedalam desa, menuju tempat tabib utama dan wali kota berada.
Saat hampir sampai demarkas tabib,Xieyu secara tidak sengaja melihat segerombolan orang yang masuk kedalaman markas tabib utama tanpa menggunakan cadar atau pelindung apapun yang berguna untuk melindungi diri dari racun wabah.
Jangan lupa like and komen...
__ADS_1
Biar author tambah semangat upnya...
ingat!!! jangan menjadi pembaca bayangan...