Dunia Roh

Dunia Roh
Perubahan tubuh Xieyu part 2


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan keindahan kota Chang'an menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan, sepanjang jalan kota Chang'an akan banyak para penduduk yang berjualan manisan, lampion, serta mainan mainan, perhiasan perempuan dan masih banyak lagi, di kota ini kita bisa menyaksikan atraksi atraksi dari para penduduk yang menakjubkan.


seperti yang saat ini Shan,Lie Jan, Kexing dan Xieye mereka tengah berhenti dijalanan kota melihat orang yang menyemburkan minyak tanah keobor, membuat obor itu menyemburkan api yang besar.


"Bagus,bagus," teriak para pendukung yang tengah menyaksikannya juga.


"Sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan kita, mungkin sore ini kita akan sampai disana, " kata Lie Jan pada ketiga temannya.


"Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan kita." Kexing lalu berjalan terlebih dulu dan diikuti mereka bertiga dibelakangnya.


Ketika matahari sudah berada tepat diatas kepala mereka, yang artinya sudah menunjukkan waktu siang, mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan mereka walaupun dengan panasnya terik matahari yang menusuk kulit mereka.


Mata mereka berempat terpukau saat melihat pemandangan gunung yang tepat berada didepan mereka, gunung yang menjulang tinggi dengan rumput hijau yang subur, dan pepohonan yang tinggi menjadi destinasi pemandangan yang menggugah mata.


"Hufttt, hahhhh...Sungguh udara yang sangat segar, " ucap Shan sambil tersenyum.


"Lihatlah pepohonan dan rumput yang hijau digunung itu, menunjukkan bahwa alam pegunungan ini sangatlah subur," imbuh Lie Jan


"Sudahlah sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita, agar cepat sampai, " sahut Kexing yang tak sabar,dan langsung berjalan pergi.


"Xieyu hidungmu! " kata Shan saat melihat Xieyu yang ada dibelakangnya.


Xieyu langsung memegang hidungnya, dan melihat darah segar ditanganya, "Oh,mungkin terlalu lelah berjalan, " katanya pelan sambil menundukkan dan terus memandang darah ditanganya.


"Oh, " sambil mengangguk.


Mereka berempat kembali berjalan menuju kebelakang gunung, dan tibalah mereka didesa Roh Sungai saat hari sudah sore,mereka berempat melewati jembatan untuk menyebrangi sungai yang merupakan jalan masuk kedesa.


Saat mereka sudah memasuki desa, mereka berempat dikejutkan dengan kondisi desa yang sudah tak layak, bahkan banyak rumah rumah yang sudah rusak.


Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk bertanya kesalah satu penduduk desa yang ada disana,yang terlihat sedang menjemur beberapa rempah rempah.

__ADS_1


"Nyonya,apa kau tau dimana letak setan roh yang ada didesa Roh Sungai ini? " tanya Shan.


Wanita dengan baju yang lusuh dan kotor serta wajahnya pucat pasif seperti mayat hidup ,wanita itu hanya menggelengkan kepalanya pelan tanpa menoleh kearah Shan yang berada disampingnya,membuat Shan bingung dengan tingkah laku orang itu.


Akhirnya mereka berempat pergi dan bertanya pada penduduk lain ,yang sedang memotong kayu disamping rumahnya,Lie Jan yang sudah berada disamping orang itu langsung menepuk pundak lelaki itu pelan.


"Maaf tuan saya mau bertanya, dimana letak rumah kepala desa Roh Sungai tuan?" tanyanya.


Lelaki yang penampilannya tak jauh aneh dari wanita tadi ,ia menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu telunjuk tanganya mengarah kedepan, kearah rumah yang berada diujung desa.


"Terimakasih tuan," kata Lie Jan, dan segera bergegas pergi menuju rumah kepala desa.


Diakademi Roh Bayangan, Wen Xiowen yang merupakan ayah Kexing sedang marah besar, karena sudah sebulan Kexing tidak kunjung ditemukan.


"Kenapa kalian bodoh sekali hah! hanya mencari anak sialan itu saja tidak becus!" marahnya pada bawahannya.


Para bawahannya langsung bersujud meminta ampun karena tidak berhasil menemukan tuan mudanya. "Maafkan kami tuan, kami sudah berusaha mencari tuan muda keseluruh penjuru daerah, namun belum ada kabar sedikitpun tentang tuan muda, "


Sesaat setelah para bawahannya pergi, masuklah Wen baiju dan juga Wen Allen yang langsung membungkuk hormat untuk memberi salam pada ayah mereka.


"Kalian berdua membawa informasi apa? " tanyanya langsung.


"Aku menemukan informasi bahwa Kexing pernah singgah disalah satu penginapan Jingsun yang merupakan tempatnya para wanita bordil," jawab Wen Baiju.


"Dan aku juga mendengar bahwa Kexing pernah berselisih dengan bawahan ratu dunia roh saat dia berada diakademi Roh Bintang,namu saat aku datang kesana, tempat itu sudah kosong ayah, dan aku tidak menemukan jejak Kexing lagi, " sambil tertunduk lesu.


Mendengar informasi dari kedua anaknya membuat Wen xiowen langsung naik pitam dan ambruk dikursi kebesarannya ,bagaimana bisa anaknya yang tidak pernah keluar akademi dari kecil, keluar akademi langsung melepaskan hasratnya dan pergi kepenginapan bordil, dan yang tambah membuatnya naik darah adalah Kexing yang berurusan dengan ratu dunia roh.


Wen Xiowen memijit pelipisnya pelan, "Anak gila! bisa bisanya berurusan dengan ratu dunia roh, apakah dia mau menghancurkan akademi ayahnya sendiri!"


"Ayah, " panggil mereka berdua secara bersamaan.

__ADS_1


"Sudahlah,kalian kembalilah untuk istirahat,agar besok bisa melanjutkan untuk mencari anak bodoh itu lagi, agar aku segera bisa menghukumnya!"


"Baiklah ayah! " lalu mereka berdua pamit undur diri untuk kembali kekamar mereka masing masing.


Saat ini mereka berempat sudah berada didepan rumah kepala desa, Lie jan yang melihat rumah tampak sepi, langsung berjalan kearah pintu dan mengetuknya.


"Permisi,kepala desa, apa kau ada didalam?" panggil Lie Jan.


Setelan beberapa kali mengetuk pintu, akhirnya terbukalah pintu itu dan muncullah lelaki tua dengan pakaian hitam lusuh serta rambut putih yang digelung dikepalanya.


"Siapa? " tanyanya sambil memandang keempat pria muda didepannya.


"Saya Lie jan dan ini Kexing, Shan, dan Xieyu,kami berempat adalah murid akademi Roh Bulan yang diutus guru untuk menangkap setan roh didesa sungai ini, " sapa Lie jan dengan sopan.


"Mari masuk kedalam dan duduklah dulu, " sambutnya mempersilakan duduk dan langsung berjalan kearah dapur lalu kembali lagi dengan membawakan beberapa cangkir minuman untuk disajikan kepada mereka berempat.


"Silahkan diminum," mempersilakan tamunya,lalu duduk untuk bergabung dengan mereka.


"Terimakasih tuan," Shan sambil tersenyum kearah kepala desa.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan desa Roh Sungai ini tuan? " tanya Lie Jan penasaran.


"Beberapa bulan yang lalu,desa ini terjadi bencana alam yang sangat dahsyat,yang memporak porandakan desa, serta banyak korban jiwa yang mati karena bencana itu,ini semua asli karena bencana alam, bukan karena setan roh yang seperti kalian bicarakan," jelasnya.


Xieyu yang dari awal masuk rumah itu hanya diam saja dan pandangannya terus mengarah keluar rumah, tiba tiba ia menangkap sekelebat bayangan yang berlari cepat.


"Saya permisi sebentar tuan, " Xieyu langsung pergi berlari mengejar bayangan tadi sampai keujung sungai, saat diujung sungai,Xieyu menghentikan larinya karena ia merasa seperti ada yang mengalir dari arah mata dan hidungnya, ia mengusapnya dengan tanganya dan langsung tercengang kaget melihat darah ditanganya,tiba tiba pandangannya memudar tubuhnya bergetar dan berkeringat, dengan sempoyongan, Xieyu langsung berjalan kearah sungai dan membasuh darah dihidung dan matanya.


jangan lupa like anda komen


Biar aurora semangat upnya....

__ADS_1


Chayoo


__ADS_2